DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
RAJA DAKWASA .


__ADS_3

Dan saat masuk kamar, Dewa Wiqya dan Siyue memilih tinggal di ruang Teratai tepatnya di istana milik Siyue .


Mereka berada di kerajaan Feng Xun selama tiga hari. dan pada hari keempat mereka pamit akan pergi ke istana Kerajaan Long .


Hanya menempuh waktu sehari saja Mereka telah berada di kerajaan Long tempat Putra Mahkota Long Shan berada . Di tempat agak sepi Siyue mengeluarkan Murong dari dalam ruang Teratai. Dan Murong naik kuda bersama Chan Sin saat memasuki kota kerajaan Long . Mereka segera menuju ke rumah tempat Tinggal Murong.


Ketika sampai Di sana Ibu Murong sangat bahagia saat melihat Putranya dan Siyue datang kembali . Setelah memeluk Murong Dengan gembira, Sang Ibu menatap Siyue.


"Nak... Kau datang Juga...?" ucap nyonya Meira.


"Iya Bu...apa kabar...?" ucap Siyue menyapa.


"Kami baik, Ayo masuk dulu..." ucap Ibu Murong. Mereka segera masuk kerumah Nyonya Maira . Mereka bercakap - cakap sebentar, Setelah itu mereka pamit ingin mencari penginapan karena hari sudah menjelang malam .


"Apakah kalian tidak akan menginap Di rumah ibu..." tanya Nyonya Maira.


"Kami tidak sendiri Bu..ada enam belas orang jadi maaf kami tidak bisa tinggal di sini..." ucap Siyue. Menyadari itu, nyonya Maira tersenyum . Dia menyuruh Putrinya mengantar mereka ke penginapan terbaik di kota itu .


Akhirnya adik perempuan Murong mengantarkan mereka mencari penginapan.


Ke esokan harinya setelah selesai makan pagi , Siyue dan semua pengikutnya juga murong pergi ke istana kerajaan Long. Ketika mereka sampai di gerbang kerajaan beberapa prajurit menghadang perjalanan mereka tang ingin masuk ke istana .


" Kalian siapa dan mau kemana....?" tanya mereka.


"Kami ingin bertemu dengan Raja..." ucap Murong .


"Tidak sembarangan orang yang boleh masuk kedalam istana ... ." ucap salah satu penjaga. Dengan sabar Morong menjawab pertanyaan mereka. Namun sepertinya mereka enggan memberi ijin mereka masuk.


Akhirnya Siyue maju kedepan dan berkata sambil memperlihatkan lencana penguasa ketiga Kerajaan Lonh yang di beri Putra Mahkota.


"Apakah kami masih tidak di perbilehkan masuk ....?" ucap Siyue .


melihat lencana di tangan Siyue , Seketika semua prajurit yang melihat itu segera bersujud meminta ampun.


"Maafkan kami yang Mulia.Maafkan Kami, kami tidak tahu penguasa ke tiga yang berada di hadapan kami..." ucap mereka serempak .


"Sekarang laporkan pada Raja atau Putra mahkota kalau Putri Siyue datang. Dan tolong buka pintu gerbang ..." ucap Siyue dingin. Dia tak pernah menyangka kalau penjagaan di kerajaan Long begitu kaku dan tidak muda masuk.


" Baik yang Mulia..." ucap Mereka.


Mereka segera membuka pintu gerbang sedangkan dua yang lain segera berlari masuk kedalam Istana untuk melaporkan apa yang di ucapkan Siyue tadi . Sedangkkan Siyue dan rombongan segera masuk di kawal oleh seorang prajurit . Prajurit itu membawa mereka masuk . Ketika sampai di dalam kerajaan, Siyue melihat banyak perubahan di sana. Perlahan mereka melangkah masuk. Ketika mereka melewati taman, serombongan prajurit lewat. Sepertinya mereka akan menuju istana Pusat . Siyue melihat kalau di antara mereka ada Putra Mahkota. Ternyata mereka rombongan Putra mahkota dan pengawalnya . Melihat itu Siyue tersenyum.


"Ratu...sepertinya di depan itu Putra Mahkota. Kata Ning Si yang berjalan di belakangnya.


"Benar... Ternyata dia sudah banyak berubah..."Jawab Siyue.


"Sayang...siapa Dia..." ucap Dewa Wiqya dengan nada cemburu.


"Jangan cemburu... Dia kakak angkatku..." ucap Siyue sambil tersenyum dan melihat pada sang suami karena mereka berhenti berjalan . Ternyata di kerajaan ini, jika ada anggota kerajaan lewat, mereka di haruskan berhenti dan memberi hormat .


"Ck..siapa juga yang cemburu... Wajah seperti itu tidak mungkin aku cemburui..."ucap Dewa Wiqya narsis. Namun terliha wajah kesal di wajah tampannya .


"Benarkah...? Lalu kenapa wajah tampan ini cemberut.." kata Siyue sambil menoel hidung Dewa Wiqya.


"Tidak..aku tidak cemberut.. " ucapnya seperti anak kecil. Yang sedang merajuk.


"Baiklah suamiku tidak cemberut...karena itu aku akan menyapa Putra Mahkota.. Ucap Siyue menggoda Sambil kembali melangkah. Namun tangan Dewa Wiqya segera menggandeng tangannya. Melihat itu Siyue tersenyum.


Sedangkan Putra Mahkota yang ingin menuju Istana terhenti saat melihat rombongan yang baru masuk kedalam istananya. Dan dia melihat kalau mereka itu merupakan sekelompok pemuda yang memiliki wajah - wajah tanpan , cantik dan gagah. Malah di antara mereka ada wajah yang sepertinya bersinar cerah bagai bukan manusia. Saat Dia mulai meneliti wajah mereka. Tiba- tiba dia merasakan debaran di dadanya saat melihat beberapa wajah yang sangat dia kenal. Dan saat melihat wajah cantik itu dia tertegun sejenak .


"Siyue..." gumamnya tak percaya.


Dia mengusap matanya berkali- kali. Namun wajah itu tetap berada di depannya beberapa jarak saja. Bersama seorang Pria yang tidak dia kenal. Dan beberapa wajah yang juga sangat dia kenal .


"Siyue...!" serunya tak percaya.


Saat mereka mulai mendekat dan wajah itu semakin nyata .


"Apakah yang Mulia pangeran Long Shan sudah tidak mengenali adiknya..." ucap Siyue sambil tersenyum.


Mendengar ucapan Siyue tanpa sadar Pangeran Long Shan Berlari memeluk tubuh Siyue. Namun saat dia sadar siapa yang dia peluk, Dia merasakan tubuh kekar tapi lembut dan sangat harum . Diapun kaget. Putra Mahkota Segera menatap si pemilik tubuh . Berapa kagetnya dia , Sebab bukan tubuh Siyue yang Dia peluk , tapi pemuda yang berwajah sangat tampan bercahaya .


. "Kau....?" ucap Putra Mahkota Shan kaget .


"Jangan sembarangan memeluk wanita ...." ucap Dewa Wiqya dingin. Sedangkan yang melihat kejadian itu berusaha menahan tawa mereka. Bagaiaman tidak ingin tertawa melihat wajah Dewa Wiqya yang dingin dan Wajah Putra Mahkota yang terbelalak kaget.


"Yue'er siapa pria ini...? Kenapa Dia menghalangiku memelukmu..." ucap Putra Mahkota dengan kesal.


"Jangan marah kak.. Dia Suamiku..." jawab Siyue.


"Apaaa.. suami.?" ucap Putra Mahkota denga. wajah kaget.


"Benar perkenalkan Dia suamiku Dewa Widya..." ucap Siyue dengan senyum manisnya.


"Kau sudah menikah...?" ucap Putra Mahkota dengan wajah kaget .


"Benar kak...dan dialah suamiku..." ucap Siyue memperkenalkan sang Suami .


"Aah maaf ya...aku tidak tahu kalau adikku sudah menikah..." ucap Putra mahkota . Ada perasaan ikut bahagia di dalam hati Putra Mahkota melihat gadis yang dia sayangi telah memiliki Suami. Dia mengepalkan tanganmu di depan dada dan membungkuk memberi hormat .


"Iya aku maafkan...makanya jangan sembarangan memeluk wanita..." ucap Raja dengan wajah kesal.


"Maaf...tapi aku kakak dia..." ucap Putra Mahkota dengan wajah terlihat tak terima.


"Han...sudah..." ucap Siyue lembut sambil mengusap tangan yang telah memegang kembali jemari tangannya .


"Selamat ya Yue'er...kakak ikut bahagia..." ucap Putra mahkota Long .


"Trimakasih kak...dan apakah aku tidak di persilahkan masuk ke istanamu..?" ucap Siyue menggoda.


"Aah hampir lupa. Ayo kita menghadap Ayah..." ucap Putra Mahkota Lonh Shan. Mereka segera masuk kedalam istana pertemuan. Dan saat kasim mengumumkan kedatangan Putra Mahkota, semua orang yang ada di dalam ruang istana pertemuan menatap kearah pintu masuk. Dan terlihat Putra Mahkota masuk bersama beberapa orang .. Raja yang telah mendengar laporan kalau Putri Siyue datang, tadinya sangat heran.

__ADS_1


Putri Siyue yang mana...? Setahu dia Putri yang bernama Siyue hanyalah Putri Angkatnya . Yaitu Putri dari alam bawa yang Putra Mahkota angkat beberapa tahun lalu. Dan gadis itu dia dengar sudah pergi ke alam Atas. Lalu purtri Siyue yang mana lagi ini..." batin Raja Dakwasa Ayah dari Pangeran Long Shan.


Namun saat melihat kedatangan Siyue bersama sang Putra , betapa kagetnya sang Raja.


"Putriku...!kau datang Nak....!" seru Raja gembira. Sampai- sampai dia berdiri dati singgasananya .


"Salam Ayah...semoga panjang umur dan sehat selalu...." ucap Siyue di ikuti semua sahabatnya. Dan dewa Widya dan ketiga saudaranya hanya menunduk memberi hormat.


"Sudah , sudah ayo duduk.." seru raja dengan gembira.


"Apa kabarmu nak.. Lama kau tidak mengunjungi Ayah, kemarikah...." ucap Raja dengan wajah gembira .Siue segera mendekat, Raja segera memeluk gadis itu. Tak berapa lama Raja mengurai pelukannya .


"Apakah kau sudah bertemu Kakek dan Kakakmu...?" ucap Raja lembut .


"Sudah Ayah...mereka sekarang ada di sini. Itu mereka Ayah..." ucap Siyue.


"Salam baginda..." ucap Kakek Si dan ketiga Kakak Siyue.


"Oo ini Kakek dan Kakakmu... Pantas kau begitu menyayangi Kakek dan Kakakmu..lalu mereka ini ..." ucap Raja Long dengan menunjuk Pengawal , Dewa Wiqya . dan ketiga saudara Dewa Wiqya .


"Dia Suami Siyue Ayah.., beliau Raja Darga yang Mulia Dewa Wiqya. ..." ucap Siyue lembut . Mendengar Apa yang di katakan Siyue. Sikap Raja Darga seketika berubah begitu juga dengan para pembesar kerajaan dan Putra mahkota. Mereka segera memberi salam dan memberi hormat.


"Salam sejahtera Yang Mulia Raja Darga.. maaf jika kami tidak menyambut dengan semestinya.." ucap Raja Dakwasa .


"Sudah, Sudah tidak masalah kembalilah ketempat duduk kalian... Aku hanya mengantar istriku mengunjungi orang tua angkatnya..." ucap Dewa Widya.


"Trimakasih yang Mulia...tapi maaf...kalau boleh tahu, Kenapa Nama dan wajah anda sangat femiliar bagi kami. Apakah kita pernah bertemu...?" ucap Raja Dakwasa sambil menatap Dewa Wiqya .


"Benar yang Mulia..Kenapa hamba merasa femiliar pada wajah yang Mulia...tanpa mereka sadari sebenarnya mereka melukis wajah Dewa wiqya sang Dewa perang mereka pada lambang panji kebanggaan kerajaan. Dewa perang memang menjadi kebanggaan kerajaan Long. Di Alam tengah para pemuja Dewa Wiqya memang sangat besar. Hingga banyak yang menggunakan panji- panji kebesaran kerajaan dengan ukiran atau lukisan Dewa perang Wiqya.


"Mungkin kalian pernah melihat ku..tapi sudahlah, kami kemari bukan ingin membahas diriku, tapi mengantar Istriku..." ucap Dewa Wiqya mengalihkan masalah . Siyue pun segera kembali ke tempat duduknya .


Merekapun berbicara sebentar. Dan saat itulah masuk seorang wanita yang barpakaian seperti seorang Pitri. Dan Dia segera memberi salam dan Hormat pada Raja.


"Yue'er...perkembangan ini calon Kakak iparmu . namanya We Lisun Yi .." ucap Raja Dakwasa.


"Bemarkah ...waah selamat kak.. Aku Doakan Kau bahagia ...." ucap Siyue sambil tersenyum bahagia serta berdiri dan memberi Salam pada gadis itu. Namun yang di dapatkan oleh Siyue adalah tatapan dan senyuman sinis dari gadis itu. Namun saat melihat Dewa Wiqya , Dia tersenyum ramah. Melihat itu para sahabat maupun Putra Mahkota terlihat tidak Suka. Apalagi sang Suami. Melihat sikap gadis itu, Siyue hanya tersenyum tipis. Dan dia segera duduk kembali dengan tenang . Dia berbisik pada Feng Qui yang ada di pundaknya.


"Kak..selidiki gadis ini...aku merasa ada yang aneh . aku tidak ingin dia menjadi momok yang akan merusak ketentraman kerajaan Long Ini..." ucap Siyue.


"Baik Yue'er...dan aku juga melihat ada titik hitam di antara alis Raja...." ucap Feng Qui .


"Benarkah...kalau begitu kita akan menghilangkan titik hitam itu dulu..." ucap Siyue .


"Tapi Kau harus hati- hati...aku rasa ada sesuatu yang terjadi di kerajaan ini..." ucap Feng Qui.


"Baik...kau juga harus hati- hati..."ucap Siyue.


"Baik...aku pergi..." pamit Feng Qui .


"Aku ikut..." ucap Liong Bay.


Namun Dewa Widya melihat kejadian itu.


"Mau kemana mereka.. " ucapannya datar.


"Akan aku beritahu nanti..." bisik Siyue .


"Aku juga merasakannya Beb...." ucap Dewa Wiqya .


"Karena itu aku menyuruh mereka menyelidiki gadis itu..." ucap Siyue .


"Lisun Yi....jaga sikap dan ucapanmu.. !" ucap Putra Mahkota dengan marah . Mendengar teguran dari Putra Mahkota Lisun Yi terlihat tidak senang. Dia lalu menatap pada Raja.


"Ayah.. aku tadi mendengar dari para pelayan, kalau ada seseorang yang masuk ke istana ini dengan mengaku sebagai penguasa ketiga , apakah itu benar Ayah....?" ucap gadis itu.


"Benar sekali karena dia memang penguasa ketiga kerajaan ini..." ucap Raja dengan Wajah tenang.


"Mana bisa Ayah...penguasa ketiga adalah Permaisuri kerajaan ini. Karena ibu dari Putra Mahkota telah tiada, maka lambang itu seharusnya milik Istri Putra mahkota . dan itu adalah aku..." ucap gadis itu dengan sangat yakin .


"Lambang itu adalah milik ibuku, karena ibuku meninggal maka akulah pemiliknya . dan karena benda itu sudah menjadi milikku, maka terserah aku memberikannya pada siapa... Dan aku memilih adikku . aku memberikan padanya. Kenapa kamu yang marah...?!" ucap Putra mahkota dengan wajah kesal.


"Yang Mulia tidak adil... Kau tidak adil karena akulah yang akan menjadi istrimu ,Dan benda itu harus menjadi milikku...!" ucapnya dengan wajah kesal dan marah .


"Kita belum menikah Lisun Yi...ingat itu..." ucap Putra Mahkota dengan tatapan tajam.


"Ayah...lihatlah Putra Mahkota..dia lebih membela perempuan gembel itu..." ucapnya dengan manja.


"Shan'er...jangan seperti itu..." ucap Raja dengan lembut. Terdengar dengusan kesal Putra mahkota .


"Ayah...aku menginginkan lambang itu..." ucap gadis itu lagi.


"Cukup...jangan keterlaluan Lisun Yi...!" seru Putra Mahkota dengan Marah.


"Kakak...biarlah lambang ini aku berikan padanya, agar dia tidak marah dan membuat keributan ..." ucap Siyue.


"JANGAN....!!" seru Putra Mahkota dan Raja Dakwasa bersamaan. Melihatnya Siyue semakin yakin ada sesuatu yang terjadi.


"Kenapa kalian menolak...? gadis itu sudah mau memberikannya padaku...mana lambang itu...itu milikku.." ucapnya sambil berjalan kearah Siyue .


"Tidak jadi kuberikan, karena mereka telah mempercayakan padaku dan aku akan menyimpan nya..." ucap Siyue sambil kembali memasukkan benda kecil itu kedalam cincin ruangnya.melihat itu. terlihat gadis itu sangat marah.


"Sialan...dasar pe****r murahan... Ayah... apakah kau tidak bisa mengabulkan permintaanku...?" ucap gadis itu dengan marah.


"Maaf Yi'er..aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu karena benda itu sudah Shan'er berikan pada Adiknya . dan aku tidak bisa memintanya lagi...." ucap Raja datar .


"Baik kalau itu mau Ayah...aku akan mengadukan semua ini pada Ayahku..." ucapnya sambil menatap Raja Dan Putra Mahkota dengan tatapan marah. Dia lalu pergi dengan marah dan tanpa pamit. Melihat itu Raja dan para pembesar yang melihat kejadian itu telihat hanya menghela nafas berat.


"Ayah...sepertinya ayah kurang sehat. Apakah Ayah sedang sakit...?" tanya Siyue.


Terlihat Raja terdiam mendengar pertanyaan Siyue. Melihat itu Siyue tersenyum lembut.

__ADS_1


"Boleh Siyue memeriksa kesehatan Ayah...?" ucapnya lembut. Para pembesar Kerajaan yang tahu masalahnya hanya terdiam. Tapi salah satu dari mereka berani berkata.


"Kalau tuan Putri mengerti tentang pengobatan. Lebih baik yang mulia meminta tuan Putri untuk melihat keadaan Yang mulia.. Bukankah beberapa hari ini yang mulia sering pingsan....." ucap pejabat itu.


" Apaa...sering pingsan...kalau begitu Ayah harus di periksa..Aku bisa sedikit pengobatan, mari Ayah.. aku coba mengobati Ayah, siapa tahu aku bisa..." ucap Siyue . terlihat ada kecemasan di mata Siyue . Sedangkan Putra Mahkota yang tahu keahlian Siyue segera berdiri dan meminta sang Ayah mau di obati Siyue. Akhirnya pria paruh baya itu berdiri dari tempat duduknya. Dan segera melangkah keluar ruangan setelah menunda pertemuan para pejabat kerajaan . dengan lembut Siyue membawa Raja ke istana naga tempat Raja . ketika mereka berjalan keluar Putra mahkota membawa para sahabat Siyue ke istana Dia. Sedangkan Dewa Wiqya dan Siyue serta para pengawal dan ketiga saudara Dewa Wiqya mengikuti Siyue.Sesampainya di istana Naga, Raja segera di bawa masuk. Dan ketiga Dewa dan Dewi tetap mengikuti sedangkan ketiga Pengawal Raja menunggu di depan .


Tak lama putra mahkota datang , dia juga ikut masuk kedalam ruangan. Saat Siyue melihat sekeliling ruang tidur Raja, Dia kaget. Ada aura gelap di dalam ruangan itu. Dan Siyue juga melihat kalau dua pelayan Raja sangat mencurigakan. Dia segera berbisik pada Tiger.


"Kak...tangkap dan sembunyikan dua pelayan di dekat pintu...." ucap Siyue .


"Baik Yue'er..." jawab Tiger. Setelah melihat Raja duduk di pembaringan Siyue berucap pada putra Mahkota.


"Kak tutup pintunya. Jangan di buka sebelum aku selesai mengobati Ayah.." ucap Siyue.


"Baik..." ucap Putra Mahkota.


Putra Mahkota segera menutup pintu dan menguncinya. Lalu meminta para saudara Siyue dan Dewa Widya untuk duduk . Sebelum Siyue melakukan pembersihan di ruangan itu, tiba- tiba pria tampan dengan baju hijau berdiri di dekatnya.


"Yue'er...biarkan aku yang melakukannya kau bereskan dulu tubuh Raja..." ucap Poison Ivy dengan manja. Dia berkata sambil memegang tangan Siyue dengan manja. Melihat itu Dewa Widya mendengus .


"Jika ingin membantu, tidak usah bersikap manja , kau tahu siapa dia kan..?" ucap Dewa Widya tajam.


"Ck si narsis...emang kenapa kalau aku manja...Bukankah dia Siyueku..." ucap Ivy dengan gaya semakin manja. Tentu saja tingkahnya membuat Dewa Widya semakin marah .


"Kauuu...!" ucap Dewa Widya kesal. Melihat itu, Siyue segera melerai.


"Sudah cukup...kalian ini...apakah kalian lupa di mana ini ..." kata Siyue sambil memandang keduanya bergantian. Keduanya segera terdiam.


" Dan kau kak..lakukan tugasmu....jangan bertengkar lagi..." ucap Siyue.


"Baik Yue'er..." ucap Ivy manja.


Sedangkan Raja Dakwasa hanya Diam tak mengerti . dan Dia heran darimana pria berbaju hijau itu berasal. Sebab dia tiba- tiba berada di sisi Siyue. Namun Putra Mahkota tidak terkejut lagi. Sebab dia pernah bertemu dengan Ivy.


Saat Siyue sedang memeriksa denyut nadi Raja, tiba- tiba burung kuning dan ular putih telah sampai dan mendekatinya. mereka segera berada di tempat favorit mereka .


"Sudah selesai...?" tanya Siyue.


"Sudah...dan kami telah tahu siapa gadis itu. Dia adalah Putri seorang penyihir yang menyamar menjadi seorang pendeta. Dia mengaku tangan kanan Dewa Wiqya suamimu..." ucap Feng Qui .


"Tangan Kanan Dewa Wiqya...? kok aku baru dengar sekarang Ya..." kata Siyue Dengan wajah heran .


"Benar...dan dia mengatakan kalau semua ini tugas dari Dewa Wiqya ...." lanjut Feng Qui .


"Benar- benar aneh. Lalu apa yang dia lakukan di sini..." tanya Siyue.


"Ingin menguasai kerajaan ini. Dan anaknya sebagai umpannya .." jawab Feng Qui.


"Dengan menikahkan sang Putri dengan Putra mahkota..." ucap Siyue.


"Benar sekali...kau memang berotak cerdas..." puji Feng Qui .


"Dan Dia mengancam Raja dengan penyakit yang sekarang Raja derita , dan juga akan memusnakan kerajaan ini..." lanjut Siyue.


"Ya Dewa...kenapa kau sepintar ini Yue'er..." ucap Feng Qui .


"Karena mudah di tebak..." ucap Siyue datar.


"Untuk otak sepertimu, tapi untuk otak yang lain belum tentu tahu..." sela Liong Bay.


"Yue'er.. tugasku sudah selesai..." tiba- tiba Tiger sudah berada di tempatnya lagi .


"Aku juga.." ucap Ivy yang sudah kembali menjadi kalung di leher Siyue .


"Bagus...sekarang aku akan menghilangkan hewan yang ada di tubuh Raja.. dan kau Ivy... bantu aku ..." ucap Siyue.


"Suap Yue'er...." jawab Ivy .


Siyue segera kembali memfokuskan pengobatanya pada Raja .


Siyue merasakan denyut nadi Raja Agak lemah. Akhirnya dia berkata perlahan.


"Maaf Ayah...sepertinya Siyue harus menggunakan pengobatan akupuntur. Jadi bisakah Ayah ..maaf...membuka baju atas ayah..." ucap Siyue dengan sopan.


"Akupuntur....? Kau bisa pengobatan itu nak..?" tanya Raja dengan wajah kaget.


"Iya Ayah..dan sekarang Ayah harus membuka baju Ayah..tidak masalah kan Ayah...?" kata Siyue lagi.


"Tidak, tidak masalah nak...demi kesembuhan ayah , Ayah akan lakukan...." ucap Raja Dakwasa.


Raja Dakwasa segera membuka baju atasnya di bantu oleh Putra Mahkota Long Shan. Setelah itu Siyue mulai menusukkan jarum akupuntur nya.


"Tahan sebentar ya Ayah..." ucap Siyue lembut.


"Baik nak...." ucapnya.


Tak lama terlihat kepala Raja penuh dengan jarum akupuntur. dan Siyue juga menusuk di titik hitam yang ada di kening Raja. Juga punggung dan dada Raja.


"Sekarang Ayah duduk lotus Yah..." perintah Siyue. Dengan patuh Raja melakukan apa yang Siyue perintahkan . Dan tak lama terlihat Siyue duduk lotus di depan Raja.


"Ayah tolong jangan bergerak ya... Agar pengobatan Ayah cepat selesai. Jika nanti ayah merasakan apapun, lakukanlah asal jangan berdiri..." ucap Siyue.


"Baik nak...." jawab Raja. .


Siyue mulai bermeditasi. Tak lama terlihat di telunjuk Siyue mulai keluar cahaya putih dan kuning emas , sedangkan Telapak tangan kirinya cahaya putih keperakan juga terlihat. Kedua cahaya itu mulai membungkus tubuh Raja Dakwasa .


Udahan dulu ya...besok aku lanjut lagi . maaf jika menggantung lagi.😂😂🙏


jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu . Maaf jika masih ada ada typo dan salah ketik 🙏🙏


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2