DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KEMBALI KE NEGRI PHOENIX


__ADS_3

"Karena Kakak iparmu yang membuat Kerajaan itu terlihat May'er..." ucap sang Bunda.


"Maksud Bunda Kakak ipar bisa menghilangkan kerajaan Phoenix dan juga bisa memunculkannya...?" tanya Dewi May lagi .


"Betul...." ucap Dewa Wiqya dengan bangga .


"Benarkah...jadi kak Siyue benar- benar pengusaha Negri Phoenix..."tanya sang adik .


"Begitulah...." jawab sang Kakak si Dewa Wiqya kembali .


"Hebat...kakak ipar memang hebat...!" seru Dewi May dengan wajah senang .


Siyue hanya tersenyum mendengar pujian dari adik iparnya.


mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju Negri Phoenix . Saat mendekati gerbang perbatasan kota, Siyue memilih terbang melayang mendekati gerbang kota dengan cepat . Dan saat mereka oara prajurit melihat sang Ratu berada di depan mereka dengan Sayap di punggungnya. Membuat mereka semua terpanah menatap Siyue . setelah itu dengan cepat mereka bersujud memberi hormat.


"Salam sejahtera dan hormat selalu untuk yang Mulia Ratu Siyue. Semoga keberkahan dan panjang umur selalu..." ucap mereka bersamaan.


Ada dua belas orang yang berada di depan pintu gerbang .


"Sudah bangunlah kalian semua.. Dan buka pintu untuku dan tamuku ..* ucap Siyue lembut dan anggun.


"Baik Yang Mulia..." ucap Mereka serempak dan tak lama mereka melihat dua kereta yang cukup indah dan mewah turun dari udara. Kereta itu terlihat bersinar dengan mega. Terutama kereta yang di depan. Dan terlihat seorang kusir kereta yang terlihat gagah mengendali kuda. Dengan cepat para prajurit kerajaan Phoenix membuka gerbang kota.


Setelah mengucapkan Terimakasih Siyue melompah kedalam kereta lagi. Dan keretapum segera masuk kedalam kota kerajaan Phoenix. Sedangkan dua orang prajuri kerajaan segera memacu kudanya menuju Istana, mereka segera mengabarkan kedatangan Siyue pada keluarga kerajaan . Tentu saja mendengar berita itu , kehebohan terjadi di dalam istana .Terutama ketika mereka mendengar kalau Siyue pulang dengan membawa tamu dengan membawa dua kereta yang sangat indah dan bercahaya. Dan dalam fikiran mereka sudah ada dugaan kalau Siyue pasti datang bersama seorang Dewa, tapi siapa...? Batin mereka. Mereka segera menyambut kedatangan Siyue di depan istana . Tepatnya Istana Ratu Phoenix . dan di gerbang Istana terlihat para Prajurit telah berdiri berjejer ingin menyambut sang pemimpin. Dan di sana tepatnya depan Istana Siyue , terlihat sang ayah dan Bunda, Kakek dan nenek serta seluruh saudara juga ada kakek Si dan para sahabat semua. Mereka menunggu Siyue di depan istana milik Siyue. Tak lama terlihat dua kereta yang sangat mega masuk kedalam gerbang Istana dan berhenti tepat di depan Istana Siyue. Saat kereta telah berhenti, terlihat deorang Pria muda yang sangat tampan turun dari kereya aura kepemimpinan dan aura keagungan terpancar dari wajah tanpannya.


"Raja Chu Tian Ji..." seru para sahabat serta Sima Yuan saat melihat Dewa Wiqya turun dari dalam kereta . Setelah itu terlihat seorang wanita yang sangat cantik dengan menggunakan gaun hijau dan mahkota cantik di atas kepalanya menambah kecantikan dan keanggunanya semakin nyata turun dari kereta di bantu sang Pria tampan. . Wajah itu begitu bersinar . sejenak mereka ragu apa benar wanita yang berada di depan mereka adalah Siyue sang sahabat atau saudara mereka. Terlihat baju mereka berdua berwarna senada .


"Siyue....!!" seru mereka serempak walaupun masi ada ragu di hati mereka. . Dan mereka segera mendekat. Namun langkah mereka terhenti saat mereka melihat siapa yang keluar selanjutnya dari kereta yang di naik Siyue tadi. Juga kereta yang ada di belakang kereta tadi. Dan dengan wajah tercengang mereka melihat empat pria tampan dan bercahaya dengan empat wanita cantik turun dari kereta itu. Terlihat sekali wajah yang bersih dan cerah beda dengan tubuh manusia. Mereka berjalan mendekati Siyue. Dengan langkah anggun mereka berjalan mendekati kerumunan itu . saat melihat semua itu, mereka yang ada di depan Istana terpesona bagai tethipnotis dengan kehadiran mereka.


"Salam Ayah , Bunda , kakek dan sahabat saudaraku semuanya..." ucap Siyue lembut membuat mereka tersadar dari keterkejutan mereka.


"Apakah kau Siyue Putri kami...?" ucap Sima Yuan sambil menatap sang Putri.


" Apakah sekarang Siyue sudah berbeda Ayah... Ayah dan Ibu sudah melupakan wajah Putri Ayah..?" ucap Siyue membuat mereka yakin kalau gadis di depan mereka memang Siyue Pitri mereka. "Kau benar- benar Siyue putri kami...!?" seru sang Ibu.


Siyue segera berlari dalam pelukan sang Ayah dan Ibunya. Tak kama terdengar tangisan sang ibu ...begitu juga dengan dang Ayah, mereka melihat pria itu mengusap matanya . Ayah yang sangat mencintai putrinya itu tak dapat rmbendung rasa haru nya saat merasakan kembali pelukan putri yang sangat Dia sayangi .


"Trimakasih sayang kau telah kembali pada kami..." ucap sang Ayah.


"Tentu saja Siyue akan kembali Ayah...mana mungkin Siyue meninggalkan kalian..." ucap Siyue. mereka saling berpelukan.


"Kau tidak melupakan Kakekmu kan Nak..." tiba- tiba terdengar suara yang mengingatkan Siyue kalau mereka bukan hanya bertiga.


" Kakek...apa kabar...?" ucap Siyue sambil melepas pelukannya dari kedua orang tuanya lalu berjalan dan memeluk Pria tua tapi masih gagah itu.


"Kami baik sayang.." jawab sang Kakek. Setelah menyapa kakek san Neneknya, Siyue segera memperkenalkan semua orang yang datang bersama Dia. Mereka kaget setelah mendengar siapa mereka. Merekapun segera bersujud memberi salam dan hormat. Siyue pun segera menarik Dewa Wiqya mendekati kedua orang Tuanya.


"Ayah, Ibu.. sebelumnya Siyue Minta maaf. Karena ada sesuatu yang akan siyue katakan pada Ibu dan Ayah..." ucap Siyue dengan nada gelisa .


"Ada Apa Yue'er...?" tanya sang Ayah.


"Kami telah menikah Ayah...Sebab Tiga Dewa Utama telah menikahkan Siyue dengan Dewa Wiqya, Dia suami Siyue Ayah , ibu..." ucap Siyue sambil menunduk meminta maaf. Dia takut sang Ayah dan Ibunya marah. Mendengar ucapan Siyue kedia orang tuanya terkejut begitu juga dengan semua orang yang mendengar pengakuan Siyue.


"Apaaa menikah...?" seru sang Ayah. Dan hampir semua keluarga berseru sama.


"Maaf Ayah mertua...jangan salahkan Siyue. Saat itu Siyue tidak tahu kalau kami menikah.." ucap Dewa Wiqya melindungi sang Istri.


Begitu juga Dengan Dewa Yang Xi dan Dewa Saora. Mereka maju kedepan melindungi Siyue.


"Benar maafkan kami tuan Sima Yuan...saat itu Dewa Brahmadya menganugrahkan Siyue. Mereka mengangkat Siyue sebagai Dewi Keadilan. Dan sekaligus menikahkan mereka berdua sebagai pasangan suami istri . Karena mereka memang berjodoh...." ucap Dewa Yang Xi menerangkan.


Mendengar ucapan Dewa Yang Xi semua orang terpanah dan kaget . Bagaimana tidak kaget kalau Ratu mereka di angkat menjadi Seorang Dewi,... Seorang Dewi yang kedudukannya sangat tinggi di mata manusia maupun penghuni Kerajaan Phoenix.


"Dewi....!" seru mereka berjamaah.


"Sahabatku menjadi seorang Dewi...." ucap Ning Si dengan mata berkaca- kaca dan tak lama terlihat derai air mata haru jatuh dari matanya.


" Adikku seorang Dewi, dan Dia sudah menikah dengan orang yang dia cintai...." ucap Luo Yi dengan air mata haru sudah jatuh di pipinya. Begitu juga Dengan Feng Xun. Pria tampan itu hanya tersenyum haru saat mendengar sahabat yang sudah dia anggap adik sendiri itu telah menikah dan sekarang merupakan seorang Dewi keadilan .


Begitu juga dengan yang lain, mereka menatap Siyue dengan haru. Terutama Kakek Si dan ketiga Kakak angkat Siyue. Mereka mengingat bagaimana Siyue yang selalu Di bully dan di hina orang itu, ternyata kini sudah menjadi seorang Dewi.


"Jadi kalian Sudah menikah...?" ucap Sima Yuan Dengan Haru .

__ADS_1


"Benar tuan Sima...gadis yang hampir mati itu, Kini telah menjadi seorang Dewi. Dia sekarang telah menikah dengan Dewa Wiqya. Dan Dia juga merupakan Murid sekaligus Adikku..." ucap Dewa Saora dengan wajah lembutnya.


"Tunggu...apakah yang Mulia adalah tabib Saojin...?" tanya Sima Yuan sambil memandang Dewa Saora dengan seksama.


" Benar...kalian mengenalku sebagai tabib Saojin ... Tapi sebenarnya aku adalah Dewa Saora. Ceritanya panjang nanti kami akan ceritakan, hanya aku berharap tuan Sima Yuan Tidak memarahi Siyue, sebenarnya Siyue ingin menikah di Sini...tapi ternyata Tiga Dewa utama telah merestui mereka dan langsung menikahkan Dewa Wigya dengan Siyue..." ucap Dewa Saora.


"Aah...mana mungkin kami marah...kami malah sangat bersyukur dan bangga karena Putri kami bisa menikah Dengan Dewa Wiqya atau Raja Chu Tian Ji .." terlihat Sima Yuan menatap keduanya dengan haru. terutama sang Putri. .


"Nak kemarilah ...dan anda Dewa Wiqya.. apakah hamba boleh menganggap anda sebagai Putra kami...?" kata Sima Yuan sambil tersenyum. Senyum itu membuat wajahnya terlihat segar dan tampan. Walaupun Dia hanya manusia biasa, namun ketampananannya tidak kalah dengan para Dewa. Begitu juga Dengan Ibu Siyue yaitu Putri Tang Yin.


"Tentu saja boleh Ayah. Karena anda Ayah dari Istriku, tentu saja anda pun Ayahku juga.." ucap Dewa Wigya. terlihat senyum tipis di wajah dinginnya.


"Kalau begitu Boleh aku memelukmu...?" ucap Sima Yuan lagi . Dewa Wiqya segera mendekati Sima Yuan dan memeluk pria itu.


"Aku serahkan putriku padamu...jangan buat Dia menangis lagi seperti saat kau melukai hatinya..." ucap Sima Yuan. Mendengar ucapan sang Ayah mertua Dewa Widya kaget.


"Yue'er menangis Ayah...?" ucapnya dengan wajah kaget.


"Kau fikir dengan ucapanmu itu orang tidak sakit hati ha..lagian mana ada orang yang di tinggal kekasihnya akan bahagia...Dia mengorbankan Raja Chu Tian Ji padamu..tapi kau balas dengan kata-lata yang menyakitkan itu..." ucap Sima Yuan dengan wajah kesal. Sedangkan sang Istri Putri Tang Yin mengusap punggung sang Suami yang terlihat akan marah.


"Sudahlah suamiku... Kau ingat siapa dia..." ucap Putri Tang Yin yang takut Dewa Widya marah.


"Aku tidak takut siapa Dia...Aku katakan ini agar dia tahu betapa menderitanya Putri kita..." ucapnya dengan wajah Kesal. Siyue yang berada agak jauh dari mereka mendengar percakapan itu segera mendekat.


"Ayah sudahlah ...bukankah sekarang Putrimu sudah bahagia..." ucap Siyue lembut.


"Ayah tahu...ayah hanya ingin membuat dia tahu kalau kau selama dua tahun yang lalu hatimu terluka. Walaupun kau sudah menyembunyikan semua itu dari kami, tapi Ayah tahu penderitaanmu anakku..." ucap Sima yuan lagi.


"Apa benar itu sayang..." tanya Dewa Widya sambil menatap Siyue. Akhirnya dengan terpaksa Siyue menganggukan kepalanya. Melihat anggukan Siyue dewa Widya tertegun dan tak lama Dia meneluk Siyue .


Maafkan aku...maafkan aku sayang..." ucap Dewa Widya.


" Iya...aku sudah memaafkan dirimu Han..." ucap Siyue lembut. Sedangkan mereka yang tak tahu apa yang terjadi hanya memandang mereka berdua dengan wajah heran. Setelah mereka melihat Dewa Wiqya dan Siyue telah kembali berwajah cerah, mereka segera masuk kedalam istana Ratu Siyue. Dan berita tentang Siyue yang telah menikah dengan Dewa Widya dengan restu dari Tiga Dewa utama Dan di angkatnya Ratu mereka menjadi Dewi membuat gempar Kerajaan Negri Phoenix . para rakyat semakin bangga pada Ratu mereka. Sorak kebahagiaan terdengar dari seluruh pelosok Negri. Mereka bahagia Ratu mereka telah kembali dan juga berita tentang Sang Ratu telah menjadi Dewi yaitu Dewi Keadilan. Sedangkan Di tempat Siyue, Di istana Phoenix, Siyue meminta ijin oada Dewa Wiqya untuk bertemu dengan sahabat dan saudaranya. Dan seperti perkiraan kalian, Dewa Wiqya tak mau di tinggalkan dia maunya Nempel kayak prangko pada Siyue.


"Sayang...aku cuma sebentar kok...kalau ada kau di sisihku, mereka akan segan...plis aku mohon..." ucap Siyue lembut. Melihat itu, Dewa Saorapun berkata.


"Ijinkan Dia sebentar Wiq....benar kata Siyue, mereka akan segan padamu... Apalagi kau yang nggak mau berbagi Siyue dengan orang lain.. Mereka itu yang menemani Siyue sejak dari alam bawah sampai sekarang... Biarkan dia bersama para sahabatnya sebentar saja. Jika nanti terlalu lama, kau boleh menjemputnya..." ucap Dewa Saora yang berada di samping Dewa Widya. Dewa Widya menatap Siyue sebentar. Dan tak lama dia berkata.


"Baiklah... Tapi jangan lama - lama.." ucapnya dengan enggak.


Sedangkan Siyue yang kini sudah berada di depan para sahabatnya segera mendekati Kakek Si .


" kakek ....!" serunya . Dia segera mencium tangan dan memeluk sang kakek.


"Apa kabar sayang...?" ucap Kakek yang terlihat sudah tua namun tetap gagah itu.


"Baik saja kek... Semoga kakek selalu bahagia..." ucap Siyue.


"Trimakasih sayang....trimakasih kau telah hadir di antara kami. Kakek semakin bangga padamu..tapi ingat...kau sekarang seorang Dewi karena itu kau harus tetap sabar dan bijak dalam menghadapi apapun . Di tanganmu kini ada tugas berat menanti dirimu..." ucap Kakek Si bijak


"Trimakasih Kek... Siyue akan mengingat nasehat Kakek.. jangan menangis Kek...bukankah saat ini kita harus bahagia..."


Ucap Siyue sambil mengusap air mata Kakek Si yang jatuh di pipi tuanya.


" Tidak nak...ini tangisan bahagia yang kakek rasakan. Kakek sangat bangga padamu, pasti Ibu dan Ayah angkatmu akan sangat bangga melihatmu sekarang..." ucap kakek Si haru.


Siyue tersenyum mendengar ucapan Kakek Si . dengan lembut Siyue mengusap air mata di pipi sang Kakek.


Siapa orang tua itu Saora..." tanya Dewa Yang Xi saat melihat Siyue memeluk seorang pria tua tapi terlihat gagah dan memiliki kekuatan tinggi yang kini sedang berbicara dengan Siyue.


"Dia Kakek yang telah merawat dan mencintai Siyue dengan tulus Paman. Dialah yang membela dan melindungi Siyue saat Siyue masih kecil dan masih belum miliki kekuatan, Saat Siyue Di hina dan di jauhi masyarakat...." ucap Dewa Saora.


'Jadi Siyue pernah mengalami masa seperti itu...?" tanya Dewa Yang Si. Akhirnya Dewa Saora menceritakan kelahiran Siyue. Mendengar semua itu, Dewa Yang Xi sangat marah.


"Lalu di.mana mereka sekarang...?" tanya Dewa Yang Xi dengan marah.


"Siyue telah membuat mereka tak berdaya... Menantu paman adalah seorang wanita yang memiliki kepribadian unik . Dia akan sangat lembut, penyayang, dan sangat baik hati pada seseorang atau kelompok yang baik dan bisa dia ajak untuk kebaikan. Tapi Dia akan sangat sadis dan kejam jika orang itu tidak bisa lagi dia ajak untuk kebaikan . Dia tak segan membunuh jika dia tidak mampu lagi membawa orang itu kejalan kebenaran . contohnya langsy putri paman Kenzho...." ucap Dewa Saora .


"Langsy...maksudmu apa...?" tanya Dewa Yang Xi kaget.


"Langsy bukan Dewa Brahmadya yang menghukum tapi Siyue...Sebenarnya bukan Siyue sendiri...tapi mahluk kontraknya yang sangat marah pada Langsy yang berani memukul Siyue . dan Dia juga berniat membunuh Siyue. Dan perlu paman tahu, setelah kejadian itu , tidak ada seorangpun yang tahu kalau Siyue lah penyebab dia sakit, Tapi Dia masih menyalahkan Siyue...dia malah bertekat akan membunuh Siyue saat dia sembuh nantinya...Dan Dia mengatakan kalau Putra paman tidak boleh di miliki wanita lain selain Dia, Dia akan berusaha merebut Putra Paman dari Siyue saat dia sembuh...." ucap Dewa Saora .


"Dari mana kau tahu semua itu Saora...?" tanya Dewa Yang Xi dengan perasaan kaget dan marah .

__ADS_1


"Aku mengirim mata- mata ke tempat paman Kenzho...Dan paman Kenzho sudah angkat tangan atas tabiat Langsy...Dia meminta Langsy untuk berubah dan meminta maaf pada Siyue, tapi Langsy malah marah dan mengatakan kalau kita telah di sihir oleh Siyue, Dia mengatakan kalau Siyue adalah Penyihir wanita yang telah menyihir semua orang agar suka dan membela menantu Paman itu.... ." ucap Dewa Saora.


"Dasar wanita rendahan....Bukankah Siyue telah membuktikan siapa Dia...bukannya sadar tapi malah semakin gila..." ucap Dewa Yang Xi marah. Mereka kembali fokus melihat ke arah Siyue.


Tak lama terlihat Siyue memeluk satu Persatu Pria yang ada Di samping Pria tua itu. Dan terlihat mereka juga menangis haru. Apalagi pria yang terlihat lebih tampan dari mereka semua . ada dua pria tampan yang berada di sana. Kedua pria itu terlihat memeluk Siyue dengan haru . Melihat sang istri di peluk pria kain , terlihat Dewa Wiqya marah. Dia berdiri ingin pergi dan membawa Siyue menjauh dari mereka.


"Mau kemana Wiq...?" tanya Dewa Saora.


" Membawa Siyue kembali..." ucap Dewa Wiqya dingin.


"Kau cemburu....jangan cemburu...mereka adalah sahabat Sejati istrimu. Merekalah yang selalu mendukung dan membuat semangat Siyue saat Dia sendiri .Merekalah yang selalu ada saat Siyue terpuruk dalam kesedihan , mereka yang menjaga Siyue, saat Perjalanan mereka menuju Alam Atas . hingga akhirnya bertemu kembali dengan separuh jiwa mu . Mereka yang menjaga dan menemani Siyue di dalam suka maupun duka. Biarkan sebentar Siyue bersama mereka. Jangan cemburu pada mereka. jika Siyue mau menjadi kekasih salah satu dari mereka, sudah sejak lama itu akan terjadi. Tapi Siyue hanya menganggap mereka sebagai teman atau kakak, dan mereka juga seperti itu.. Siyue hanyalah adik bagi mereka ...." ucap Dewa Saora menasehati Dewa Widya. Dan memang benar ucapan Dewa Saora , terlihat mereka meneteskan air mata. Malah Pria yang paling tampan di antara mereka menangis sambil memeluk Siyue. Sebenarnya yang di lihat oleh mereka itu adalah pangeran Luo Yi yang sedang memeluk Siyue dengan perasaan bahagia. Dia bahagia sang adik angkat yang sangat Dia sayangi kini telah menikah dengan pria pilihannya .


"Selamat ya Yue'er...kau kni sudah menjadi seorang istri dari seorang Dewa, kami sangat berharap kau akan selalu hidup bahagia..." ucap Pangeran Luo Yi sambil mengurai pelukannya.


"Trimakasih kak.. Tapi kau jangan menangis lagi...aku kan jadi ikutan Sedih..." ucap Siyue membuat Lau Yi dan semua yang melihat wajah Siyue tersenyum gemas .


" Kau ini sengaja mengejekku ya...dasar adik tidak berahlak..." ucap Luo Yi sambil menyentil kening Siyue.


"Aauu kak...kenapa semua orang suka menyentilku sich...memangnya kening Siyue aneh ya...?" ucap Siyue dengan wajah cemberut .


"Sebab kau lucu saat cemberut..." ucap Rong Han yang datang mendekati mereka.


"Benar Han...Dia semakin imut saat cemberut..." ucap Feng Qui.


"Memang Siapa yang sering Menyentilmu selain kami,.." tanya Luo Yi penasaran ..


"Suamiku dan tiga Dewa..." ucap Siyue yang masih cemberut.


"Apaa..tiga Dewa...!" seru mereka bersamaan .


"Sst... kenapa kalian berteriak sich...Memangnya nggak bisa ya ngomong pelan...?" ucap Siyue kesal. Sebab banyak mata memandang mereka .


Jadi hubunganmu dengan ketiga Dewa utama sedekat itu...?" tanya Chan Sin dengan wajah Heran.


"Aah..itu..aah..sudahlah. Kenapa kita harus membicarakan itu , tapi tunggu dulu...aku merasa kak Fang Yan dan sahabatku Ning Si dekat sekali...apakah aku ketinggalan berita ya...?" ucap Siyue yang melihat Kakak tertuanya terlihat dekat dengan Ning Si sang sahabat . terlihat wajah keduanya memerah.


"Mereka sekarang menjadi sepasang kekasih Yueyue.." ucap Chan Sin sambil tertawa.


"Benarkah...? Aah aku bahagia...ternyata sahabatku mendapatkan Kakak tertuaku. Selamat ya..." ucap Siyue sambil memeluk mereka berdua dengan bahagia.


"Kau tidak marah...?" tanya Ning Si.


" Dasar bodoh...bukankah aku sudah pernah berkata padamu, kalau aku senang jika kau menjadi Kakakku..." ucap Siyue sambil tertawa.


"Maksudmu kau telah tahu kalau kakak Fang Yan mencintaiku...?" tanya Ning Si heran.


"Ternyata kau tidak mengetahui keahlianku ya... Aku ini bisa melihat seseorang yang sedang jatuh cinta sayang...." ucap Siyue bangga.


" Tapi kau paling Bodoh melihat kalau sebagian sahabatmu , saat pertama kali beryemu denganmu memiliki perasaan cinta kepadamu..." ucap Feng Xun dalam hati. Mereka berbincang dengan gembira dan terhenti seketika kala ada suara menegur Siyue.


"Kau melupakan aku sayang.." ucap Dewa Widya yang sudah berdiri di belakang Siyue dan mencium rambut sang Istri , lalu duduk di sampingnya .


"Aah..kenapa aku lupa kalau aku berkata hanya sebentar pada si posesif ini..batin Siyue.


"Maaf aku lupa Han.. Hay semua .. perkenalkan ini suami tercintaku Dewa Wiqya ..."ucap Siyue sebelum pria posesif itu ngambek. Dengan serempak para sahabat, kakak dan kakek Siyue mengepalkan tangan dada dan memberi salam,


"Salam yang Mulia dewa Wiqya..." ucap Mereka serempak.


"Sudah, sudah jangan sungkan seperti itu... Kalian adalah keluarga istriku, jadi kalian juga Keluargaku..." ucap Dewa Wiqya .


"Trimakasih Yang Mulia..." ucap mereka .


"Maaf...apakah yang Mulia ada hubungannya Dengan Raja Chu Tian Ji...?" tanya Chan Sin dengan berani.


"Benar Yang Mulia..Maaf.. wajah anda mirip sekali dengan Raja Chu Tian Ji..." ucap Feng Xun .


Terlihat Dewa Wiqya menatap Siyue yang ada di sampingnya.


"Mereka satu jiwa . Dewa Wiqya dan Raja Chu Tian Ji..." ucap Siyue lembut .


"Maksud Yue'er mereka kembar...?" tanya Luo Yi . Akhirnya Siyue menceritakan Siapa Dewa Widya dan Siapa Raja Chu Tian Ji


Udahan dulu ya..aku lanjut besok .

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.


__ADS_2