
Baiklah kita keluar dulu dari hutan ini. Nanti kita bicarakan solusinya agar kalian cepat kembali ke tempat kalian..." kata Siyue dengan tegas.
"Trimakasih yang Mulia ..." jawab mereka serempak Merekapun segera keluar dari hutan Halimun .
Ketika mereka keluar dari hutan Halimun , ternyata hari semakin sore. Akhirnya Dewa Wiqya membawa semua orang dengan kapal miliknya. Dan mengantar mereka ke kota Masing- masing. Saat mereka masuk kedalam kapal milik Dewa Wiqya , kekaguman terlihat sekali di wajah mereka. Sedangkan para prajurit kini tidak lagi di masukkan kedalan ruang Teratai .
Karena hari menjelang malam, saat kapal menurunkan para penduduk yang di culik Raja iblis, mereka , tidak ada yang tahu kedatangan mereka . . Karena pekerjaan tanbahan itulah, Akhirnya Mereka sampai di kerajaan Phoenix memerlukan waktu lebih dari satu minggu . Dan saat kapal mendarat di halaman istana kerajaan Phoenix , Siyue dan Dewa Wiqya langsung menemui sang buah hati di istana sang Bunda . Betapa bahagianya seluruh keluarga saat melihat semua orang kembali dengan Selamat .
Dewa Wiqya yang terluka saat perang dengan Raja Iblis mengalami banyak luka walaupun tidak terlalu parah. Dewa Wiqya mendapat perawatan dari Istri sendiri. Dan Kini telah segar kembali . begitu juga para prajuri yang terluka. Mereka telah bugar kembali . dan Satu lagi kenyataan yang mereka tahu. Kalau sang Dewi keadilan adalah seorang Dokter yang sangat luar biasa. Pil yang dia berikan bukan saja membuat mereka cepat sembuh tapi membuat mereka bertenaga dan mudah berkultivasi . Kenyataan itu membuat mereka semakin kagum dan menghormati Siyue dengan tulus. Semua itu membuat Dewa Wuchan hanya bisa geleng kepala karena kekagumannya.
Para prajurit Nirwana berada di Istana Phoenix selama satu minggu , Setelah itu mereka di kembalikan lagi ke Nirwana . Tiga Dewa utama sangat bahagia mendengar kemenangan mereka. Saat mendengar cerita mereka, ketiga sampai melongo tak percaya .
untuk kesuksesan penyerangan itu, Siyue, Dewa Wiqya serta semua yang ikut dalam peperangan mendapatkan hadiah dari Tiga Dewa utama. dan yang paling beruntung adalah Siyue, selain mendapatkan keponakan emas, Dia juga mendapatkan pedang kembar yang di sebut pegang Pelangi yang di hadiahkan langsung pada Putra kembarnya , Ang Fan dan Ang Bei .
###***###
Tiga tahunpun berlalu dengan cepat, Kini bocil kembar sudah berumur Tiga tahun setengah . Dan kecerdasan kedua pria kecil itu sangat ketara sekali. Dua- duanya mewarisi kecerdasan sang Bunda serta kekuatan kedua orang tuanya . Sejak bayi mereka sudah memiliki perbedaan jauh dengan bayi biasa. Umur enam bulan jika bayi biasa hanya bisa menangis dan bisa berucap Aaa, ba. dan tertawa, tapi mereka tidak, pada umur enam bulan mereka telah bisa berdiri dan berjalan . dan kata yang terucap satu, dua, atau tiga huruf . tapi kalimat percakapan. Seperti Ayah.. Ang Fan ikut... Bunda Ang Bei mau minum... Dan banyak lagi kata yang dapat mereka ucapkan . Semua itu membuat para orang tua tak mampuh berkata apapun. Dan saat umur mereka satu tahun,mereka sudah mampu berkultivasi. Membuat mereka di juluki bayi kembar ajaib . Dan mereka hanya suka bermain di ruang Teratai sang bunda bersama mahluk kontrak Siyue. Berhari- hari mereka akan bermain di sana. Mereka hanya akan keluar di alam nyata saat mereka harus menghadap Kakek dan Nenek untul mberi salam . Setelah itu jangan berharap akan muncul di istana . karena itulah saat mereka berumur tiga tahun lebih , pasti kalian sudah bisa membayangkan sifat mereka kan 😂 .
Dan tubuh merekapun bukan lagi tubuh anak umur tiga tahun setengah , jika tak mengenal si kembar, maka mereka akan menyangka kalau umur si kembar sudah berumur lima atau enam tahun. Wajah tampan keduanya membuat siapapun akan gemas dan senang menatap mereka berdua berlammma- lama . Hanya sifat keduanya yang berbeda . Si Ang Fan mewarisi sifat Ayah yang Dingin dan cuek, hanya pada orang terdekat saja , senyumnya terlihat. jika ingin melihat Dia tertawa. Mereka harus dekat dengan Siyue. Karena Ang Fan hanya bisa tertawa jika berada di dekat sang Bunda. Sedangkan sifat Ang Bei bertolak belakang dengan sifat Ang Fan. Dia Ceriah, lucu , lincah menggemaskan dan satu lagi yaitu Jahil. sejak kecilpun dia sudah terlihat sifat jahilnya. Namun kebaaikan hati keduanya seperti Siyue .Dan kedekatan mereka bagai tak bisa di pisahkan. Jika satu sakit, maka yang lain ikut juga.
Mereka sangat menyukai tinggal di ruang teratai . Dan Jika sang bunda bertanya, kenapa mereka lebih sering bermain dan tinggal di ruang teratai. Maka jawaban mereka singkat saja.
"Kami tak ingin jauh dari Bunda . Jika kami berada di Ruang Teratai, maka kemanapun Bunda pergi, kami akan selalu bersama bunda..." ucap Ang Fan .
"Betul kata Ang Fan Bun...kami tak ingin jauh dari bunda sedikitpun...jika kami berada di Ruang Teratai, kami akan mudah memanggil atau menemui Bunda..." ucap Ang Bei saaambil tersenyum cerah .
"Apa kalian tidak ingin bermain dengan anak lain sebaya kalian....?" tanya Siyue .
Bagaimanapun juga Siyue ingin mereka seperti anak yang lain, bermain ,nakal atau bandel . intinya berinteraksi dengan anak- anak yang lain juga . tapi mereka akan menjawab.
"Untuk apa bunda...kami bermain juga di dalam riang teratai...ada kakak Haucan dan Kakak Hauyan , paman Baizi dan paman yang lain juga bermain dengan kami . Mereka mengajari berbahai ilmu pada kami . Mereka asyik menjadi teman kami. Kami tidak suka anak cengeng seperti mereka... lagian kami suka berlama- lama di dalam perpustakaan milik Bunda .." ucap si jahil Ang Beienjekaskan . Dan Siyue hanya bisa terdiam mati kutu.
Mendengar semua perkataan dari kedua Putra kembarnya, Akhirnya Siyue memiliki ide, sejak setahun yang lalu, saat mereka berumur dua tahun setengah , mereka mulai di ajak keluar dari istana. Siyue akan menyamar jadi pria tampan yang akan keluar melihat keadaan Kerajaannya bersama kedua Putranya. mereka berjalan berkeliling melihat kehidupan rakyat kerajaan Phoenix. Tak jarang ketiganya membantu orang kesusahan, atau masuk ke dalam perguruan untuk ikut berlatih . atau turun ke Alam Atas bersama sang Bunda melihat kehidupan manusia bumi . Seperti saat ini . mereka sedang berjalan melihat keadaan Kerajaan Phoenix sampai kepelosok Desa kecil. Siyue dan kedua Putranya terlihat memakai pakaian sederhana seperti rakyat jelata. Hanya pancaran wajah mereka saja yang tidak dapat di tutupi. Aura kepribadian mereka yang anggun, tegas dan berwibawa tak bisa di tutupi. Jika bertemu dengan para penduduk yang tidak tahu siapa mereka, mereka akan menyapa dengan. lembut dan sopan, semua itu membuat siapapun yang bertemu dengan mereka merasa sangat senang. Seperti saat ini , saat mereka sedang berjalan bersama sang Bunda yang sedang berubah menjadi seorang pria tampan, terlihat ke tiganya sedang menunggang kuda .
"Bun...adik mau jalan aja dech...enakan jalan dari pada naik kuda...!" seru Ang Bei yang ada di depan Sang Bunda.
"Benar Bun...kakak juga mau jalan...kita sambil berlatih ilmu meringankan tubuh yang di ajarkan Paman Zuzaku...!" seru si Dingin yang berada di belakang sang Bunda. Mereka sekarang sedang berada di sebuah Desa yang terlihat cukup ramai. Terlihat Siyue terdiam sebentar. tak lama dia berkata.
"Baik...kalau itu mau kalian, tapi Bunda nggak mau kalian jauh dari bunda, terutama kau Bei'er...kau pria bandel Bunda..." ucap Siyue .
"He he he... Ang Bei bukan bandel Bun...tapi kalau diam kayak Kak Ang Fan kaki Ang Bei malah nggak enak.. Rasanya geli kalau nggak banyak gerak." ucap Ang Bei sambil terkekeh.
Siyue hanya tersenyum mendengar ucapan putranya.
__ADS_1
"White..berhentilah...kedua sahabatmu ingin jalan..." ucap Siyue. Secara perlahan White berhenti. Lalu meringkik sebelum ketiganya turun dari punggungnya . Kedua bocil itu memang menganggap White adalah sahabatnya, karena kemanapun pasti White yang mengantarkan mereka.
Setelah memasukkan White kedalam ruang teratai, terlihat ke tiganya sedang berjalan dengan tenang masuk kedalam sebuah desa yang terlihat sudah mulai ramai penduduk yang sedang menjalankan aktifitasnya. Saat para penduduk melihat ketiga pria itu . Mereka terpesona dengan ketampanan ketiganya. Pria muda yang mereka anggap berumur sekitar 17 atau 18 tahun itu ,, terlihat sedang berjalan dengan dua anak laki- laki yang meniliki wajah sama yang mereka perkirakan umurnya lima atau enam tahun. Ketiganya memiliki karakter yang berbeda. Si Pria remaja memiliki tubuh ramping , dengan wajah sangat tampan, lembut dan sangat berwibawa. Aaura nya sangat berbeda dengan pria kebanyakan. tubuhnya seperti bercahaya .
Sedangkan dua bocil di kanan kirinya memiliki karakter yang berbeda Pula. mereka memiliki wajah yang sama dan tak bisa di bedakan . Hanya saja, yang saju berwajah dingin dan terkesan cuek . Sedangkan yang satunya lagi berwakah ramah ceriah dan terlihat senyum di wajahnya. Dan persamaan dari ketiganya adalah kemiripan wajah ketiganya.
Juga kulit yang seputih giok , hidung mancung , bibir merah Alami . saat ketiganya lewat di depan mereka tak ada satupun orang yang mau melewatkan melihat ketiganya .
"Ya dewa. Apakah mereka para Dewa kecil yang turun dari Nirwana...?" ucap salah satu ibu- ibu yang sedang berdiri di depan rumahnya.
"Andai aku punya seorang Putri...aku mau menjodohkan dengan pria yang paling besar itu..." kata Seorang Ibu berbaju putih.
"Mereka sangat tanpan sekali... Andai aku masih muda...pasti aku akan tergila- gila pada pria muda itu.." kata salah satu wanita paruh baya yang sedang bergerombol membeli sayuran dan ikan. Dan banyak lagi ucapan dari ibu- ibu ataupun para bapak- bapak yang sedang bergerombol atau berjualan. Kalau mereka mau menatap kedua pria kecil itu dengan teliti, maka mereka akan melihat kalau di leher kedua anak laki- laki itu melilit ular putih yang kepalanya berada di leher depan. Seperti sebuah kalung giok yang memiliki bandung berbentuk kepala ular. Mendengar ucapan mereka , terlihat Ang Bei terlikik geli.
"Bun mereka mengira Bunda pria tulen..." ucap Si jahil .
" Saat Bunda muda dulu...penampilan Bunda seperti ini. Sampai Bunda di lantik menjadi Ratu kerajaan inilah Bunda baru merubah penampilan Bunda menjadi seorang wanita.
"Kalau begitu kenapa Ayah bisa mencintai Bunda...? Apakah Ayah menyukai sesama jenis..." tanya Ang Bei kembali sambil terkikik geli .
" Hus...dasar anak nakal...kau itu masih umur tiga tahun Bei'er...tapi otakmu ini... Tentu saja Ayah tidak seperti itu...Semua itu Karena paman Ye Sha mu tahu tentang ibu...paman Ye Sha yang Mahluk kontrak Ayahmu, memberitahu siapa Bunda sebenar nya. Dia tahu kalau Bunda seorang wanita.... jadi akhirnya Bunda menjadi istri Ayah..." ucap Siyue. Siyue tak mengerti kenapa di dalam otak mereka tah masalah seperti itu . mereka sudah tahu masalah orang tua . Siyue fikir ini bukan otak anak usia tiga tahun dech...
"Bei...kau membuat Bunda bingung , kau itu masih berumur tiga tahun..." ucap Ang Fan dengan wajah dinginya.
"Yee...kau sendiri berapa umurmu...?" ejek Ang Bei.
"Mereka bukan bertengkar serius Jjiejie... itulah bentuk kasih sayang mereka..." ucap Suara kecil yang berada di pundak Kirinya.
"Aku tahu...tapi kalau tidak ku hentikan, mana mungkin mereka berhenti.
"He he ...bunda memang tak bisa di remehkan.. Tap...." namun ucapan Ang Bei terhenti saat dia melihat seorang anak laki- laki gemuk dan agak besar sedang membuli anak kecil yang bertubuh kurus. Terlihat anak laki-lakigemuk dan menggunakan baju mewah itu sedang menginjak tangan anak laki-laki kecil dan kurus itu. Anak kecil itu terlihat menahan salit. Dan orang sekitar mereka tidak ada yang berani menghalangi atau menolong anak kecil itu.
Bang
sebuah biji salak melayang tepat mengenai mata kaki anak laki itu hingga anak itu melepas injakannya dari tangan anak kecil yang terlihat menahan tangis- . Anak gendul itu berteriak dan menangis karena mata kaki kirinya seperyi patah.
'Aaaa....sakit hik..hik...hik Ayah. ibu...sakit...!" Teriak anak gendut itu sambil memegangi kakinya.
Mendengar teriakan anak gendut itu berteriak, dua laki- laki besat dan terlihat dingin . mendekati anak itu . sedangkan Ang Bei sudah berada di dekat anak kecil itu.
"Kau tidak apa- apa kak...?" ucapnya kembut. Terlihat anak kecil yang tingginya hampir sama Dengan Ang Bei, tapi wajah dewasanya kalah dengan putra Siyue.
"Tanganku sakit sekali..." ucap anak itu. Dan Ang Bei dapat melihat kalau tangan anak itu terluka cukup parah. Dan di lututnya juga terluka. " terlihat wajahnya memerah.
__ADS_1
"Siapa Dia dan kenapa Dia menyakitimu...?" tanya Ang Bai denga. wajah terlihat sedih .
"Dia anak orang terkaya di Desa ini...." ucap Anak laki- laki itu.
"Lalu kenapa Dia menyakitimu..?" Tanya Ang Bei sambil menatap anak itu yang masih kesakitan karena kakinya . Dan dua pria gagah mendatangi dan berusaha menghiburnya.
"Dia tadi membuang sepotong roti . aku fikir karena roti dia sudah di buang, maka aku mengambil roti itu. Namun saat dia melihat aku mengambil Roti yang sudah terjatuh dan berada di atas tanah. Dia marah dan menuduhku pencuri ..tentu saja aku kaget dan menyangkal tuduhannya. tapi dia tetap menuduhku pencuri lalu memukulku..." ucap Anak itu. Lalu di mana rotinya...?"tanya Ang Bei. Terlihat wajahnya mulai memerah karena marah.
"Itu...dia tadi menginjak- injak Roti itu ..." ucap Anak kecil itu. Sedangkan anak gendut itu terlihat masih menangis kesakitan.Saat itulah tiba- tiba sepasang suami istri yang juga berbadan gendut keluar dari rumah makan. Terlihat kecamasan di mata keduanya.
'"Anakku...ada apa ini...kenapa dia kesakitan...?" seru sang ibu. Anak laki- laki itu terlihat menangis semakin keras . tentu saja membuat ke dua orang tuanya semakin bingung. mereka lalu menanyakan pada dua pengawal yang sejak tadi membujuk Anak gendut itu .
"Ini kenapa dengan putraku.....?Lalu apa saja yang kalian lakukan untuk menjaga putraku..!" seru pria itu marah.
"Kami juga tidak tahu tuan...yang kami tahu saat tuan Muda sedang menghajar anak kecil itu, tiba- tiba dia berteriak dan kakinya terbuka seperti ini. pasangan suami istri yang merupakan orang tua dari anak itu menatap kearah anak kecil dan Ang Bei.
"Hey kau...apa yang kau lakukan pada Putraku ha...! pasti kau yang telah melempar sesuatu pada putraku sampai seperti ini..." teriak si pria gendut pada Ang Bei .
"Jangan menudih orang sembarangan tuan.. memang tuan punya bukti kalau saya yang melempar Dia ...?" ucap Ang Bei tenang.
"Tentu saja...karena kau teman pengemis dan pencuri itu.." seru pria paruh baya yang bertubuh gendut itu dengan wajah marah .
"Anda menuduhku tanpa bukti, ini bisa aku laporkan tuan..apalagi penganiayaan Putra tuan pada temanku...." ucap Ang Bei dengan wajah tenang , walaupun Siyue bisa melihat kemarahan di wajah putranyab, tapi putra kecilnya bisa mengontrol dirinya. melihat itu Siyue tersenyum. Dia membiarkan Ang Bei menyelesaikan masalah itu. baru jika sang putra sudah tidak bisa menyelesaikan nya, maka baru dia yang akan maju.
"Ha ha ha... kau akan melaporkan diriku...? kau fikir siapa kau ini anak kecil... Anak miskin, gembel berani mengancamku.. Kau tidak tahu siapa aku..?" ucap Pria gendut itu dengan sombong.
"Memangnya siapa Anda ini...?" tanya Ang Bei dengan nada mengejek.
"Aku adalah kerabat kerajaan...tidak ada seorangpun yang berani kepadaku,...Dan kau sekarang berani mengusik putraku, jadi sekarang kau harus mati...!" seru pria gembrot itu marah.
"Waaah.. tidak semudah itu tuan... putramu saja yang telah mengusik temanku tidak mendapat Hukum, dan sekarang kau malah ingin menghukumku yang tidak tahu salahku apa... apa hukum di sini seperti itu ya.. ..? sedangkan yang aku dengar , Negri phoenik adalah Negeri yang sangat menjunjung tinggi keadilan, Memiliki Ratu yang baik hati ...lalu apa ini...?" ucap Ang Bei sinis.
Mendengar ucapan Ang Bei, Siyue mengumpati Putra nya.
"Dasar anak gemblong...la kok malah menyalahkan bunda...🤣
"Tutup mulutmu. di sini hukum Kakakku adalah hukum rakyat desa ni kau mengerti.
pengawal tangkap anak ini, kalau perlu bunuh sekalian. "teriaknya marah.
"Benarkah...? Weee...aku takut...!" ucap Ang Bei mengejek.
udahan dulu ya...aku lanjut besok.
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu.
Bersambung .