DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
MENJEBAK SELIR CHUNLY 3


__ADS_3

"Kalian menungguku...?" kata Siyue.


Mereka segera melompat ke pundak Siyue. Baizi yang ada di saku Siyue terlihat sedang tidur nyenyak . seharian tadi dia bermain dan mengganggu para sahabat dan saudara Siyue yang sedang bekerja. Dan dia sekarang kelelahan dan tertidur.


Mereka segera masuk kedalam istana. Raja mengantarkan Siyue sampai di istana tempat dia tinggal. Setelah mencium lembut kening Siyue, Raja segera pergi kembali keistana Naga. Sedangkan Siyue sendiri segera masuk kedalam kamarnya.


Ketika sampai di dalam kamar, Siyue segera masuk ke ruang teratainya bersama para sahabat hewan kontraknya. Dia berkultivasi sambil menunggu waktu pagi. namun baru saja Dia duduk lotus tiba- tiba dia teringat sesuatu. Dia kembali membawa hewan kontraknya ke luar dari ruang Teratainya .


Sedangkan di tempat Selir Chunly. Terlihat dia menunggu dengan cemas. Dia berharap orang suruannya bisa mendapat kan barang yang dia inginkan. Dan saat pelayan mengatakan kalau orang suruannya datang, dia segera membukakan pintu kamarnya .


"Bagaimana....apakah kalian berhasil


mendapatkan barang itu..?" ucapnya tak sabar.


"Apakah yang di maksud yang Mia Selir benda ini...?" tanya pria yang ada di depannya.


Pria itu menunjukkan dua benda yang membuat selir Chunly gembira .


."Ya... benda inilah yang aku minta...kalian memang yang terbaik..." ucap Selir Chunly dengan gembira. Dia segera mengambil dua benda di tangan pria itu. Dan dia segera memberikan sekantong uang kepada dua pria itu.


"Pergilah sebelum ada petugas jaga lewat...." ucapnya dengan wajah senang.


"Trimakasih yang Mulia...jika ada tugas lagi, panggil kami..." ucap pria itu.


"Iya aku tahu..sekarang pergilah.." ucapnya . dan kedua pria itu segera pergi dari istana selir Chunly.


Setelah kepergian kedua orang itu. Selir Chunly segera membuka tutup botol di depannya. Dan terlihat di dalam botol itu pil yang dia lihat di istana Selir Ma. pil yang dia inginkan. Dia segera mrmasukkan kembali pil itu kedalam botol. Lalu dia berganti membuka cepuk kecil yang juga hasil curian itu.


"Aku akan mencoba salep ini..." ucapnya. Dia mengoleskan salep kewajahnya dengan rata. Dan dia merasakan rasa dingin sejuk menerpa wajahnya . dan saat dia menatap ke kaca di depannya. Dia melihat kalau wajahnya terlihat bercahaya.


"Aah...benar- bebar barang langkah ... untung saja aku bisa mendapatkan benda ini . dasar Selir Bodoh . Andai dia tadi mau, pasti aku akan memberikan uang banyak untuk benda ini.


Tapi ya sudah...sekarang benda ini sudah menjadi milikku. Sekarang pil dan salep ini akan kuberikan pada Chu Ling Say. Lebih baik malam ini aku kesana...agar Ling Say bisa langsung mencobanya..." ucap Selir Chunly. Dia segera mengajak pelayannya untuk datang ke istana dingin tempat Ling Say di hukum . sesampaibya di sana, Dia melihat sang putri sedang duduk termenung sebenarnya tidak ada orang yang boleh datang ke istana dingin bertemu dengan si terhukum. Terkadang Selir Chunly harus menyuap penjaga agar dia bisa datang ketempat sang Putri. Namun hari ini terlihat penjagaan agak longgar hingga dia bisa masuk kedalam istana dingin.


"Say'er...sedang apa kau nak...?" kata sang Ibu sambil memeluk putrinya . Betapa terkejutnya putri Ling say melihat kehadiran sang ibu yang berada di belakangnya .


"Ibu...kau di sini...?!" seru Ling Say dengan wajah kaget .


"Iya sayang....ibu datang kemari karena ada sesuatu yang akan ibu berikan padamu..." jawab Selir Chunly .


"Memberikan sesuatu padaku, apa itu Bu...?" ucap Ling Say dengan wajah penasaran .


"Ibu membawakan Pil kecantikan dan salep kecantikan. kau lihat penampilan ibu sekarang...apakah ada perubahan....?" kata sang Ibu dengan bangga.


"Iya Bu...ibu terlihat cantik menawan. Lalu apa yang ibu lakukan...?" Tanya sang Putri.


"Semua ini karena salep yang di buat oleh pria yang membuatmu masuk kedalam istana dingin ini nak..." ucap sang Ibu .


"Apaa....pria itu...?!" Seru Ling Say dengan wajah kaget.


"Benar putriku...." lalu selir Chunly menceritakan semua kejadian di istana. Tentang kue beracun yang dia berikan pada Selir Ma.


"Ibu kenapa begitu bodoh seandainya ibu sendiri yang membawa kue itu, pasti ibu yang mendapat nama baik di mata Kakek Dan Raja...dan itu akan menguntungkan buatku bu...!" seru Putri Luan Say dengan marah.


"Ibu hanya ingin membunuh si tua bangka Kaisar Tua , kau tidak akan bisa menjadi Istri Chu Tian Ji jika kakek itu masih hidup...!" seru sang ibu .


"Kenapa busa seperti itu Bu...?" tanya Putri Ling Say dengan wajah heran .


"Kau tahu bukan, kalau kau itu bukan putri dari Kausar Chu Nang Bo ..." kata Srlir Chunly.


"Iya aku tahu...karena itulah aku menginginkan Raja Chu Tian Ji sebagai suamiku..lalu apa hbungannya dengan Kakek Kaisar....?" tanya putri Ling Say .


"Kakek itu sehak awal mencurigai kalau kau bukan darah daging kausar Chu Nang Bo. Dia membenci Sekir Chunly ini. Dan Dia akan menentang perkawinanmu dengan Chu Tian Ji . Karena Raja adalah cucu kesayangannya ..." ucap Selir Chunly menjelaskan apa yang ada di dalam fikirannya


"Tidak...itu tidak mungkin, aku harus menjadi istri kak Chu Tian Ji. Akulah Calin Ratu kerajaan Darga ini dan Siapapun tidak bisa memiliki sang Raja...!" seru Ling Say histeris.


"Ling Say...jangan keras-keras...ibu kemari tidak ada ya g tahu, jadi kau diamlah. Sekarang trimalah pil dan sales kecantikan ini. Kau bisa langsung meminum pil ini. Dan gunakan salepnya setiap hari. Salep ini hanya sedikit . mungkin kau pakai dua kali , salep ini sudah habis..." kata Selir Chnly .


Dengan cepat Ling Say menerima botol berisi pil dan salep dari sang Ibu. Di depan sang ibu dia langsung meminum pil kecantikan itu. Lalu memakai salepnya. Dia merasakan sensasi dingin dari salep yang dia pakai. Setelah melihat sang Putri meminum pil dan memakai salep, Selir Chunly baru pulang dengan tenang. Dia kembali ke Itananya dengan senyum gembira. Sesampainya di kamarnya, Dia segera tidur dengan tenang..


Dan keesokan paginya. Dia bangun pagi - pagi untuk membuat kue yang akan dia bawa mengunjungi sang Kaisar. Namun tiba- tiba dia mendengar pembicaraan para pelayannya.


"Hey...apa kalian dengar, tadi malam Selir Ma telah kehilangan barang berharga yang dia simpan di dalam lemari pakaiannya. Dan itu membuat beliau sangat sedih..." ucap salah satu pelayan.


""lalu apakah pencurinya sudah tertangkap..." tanya mereka dengan wajah terlihat kasihan.


"Tidak...dan itu membuat Selir Ma sedih.. sebab barang itu sangat langkah dan juga pemberian Kaisar Tua ." jawab pelayan lain.

__ADS_1


"Kalian ini....apa yang sedang kalian lakukan,...! Berani sekali kalian mengobrol di saat bekerja...!" seru selir Chunly yang baru masuk kedapur dan langsung menegur mereka. Seketika para pelayan bersujud minta ampun


"Ampun yang Mulia...kami bersalah ...!" seru mereka bersamaan.


"Baik kali ini aku mengampuni kalian semua. Tapi jika kalian mengulangi lagi , maka kalian akan aku hukum bersama keluarga kalian juga MENGERTI.!! " Teriak selir Chunly dengan wajah marah.


"Baik yang Mulia trimakasih..." ucap mereka bersamaan .


"Baik...sekarang bantu aku membuat kue bulan..." ucap Selir Chunly sambil melangkah kearah dapur. Hari ini dia sudah berencana akan memberikan racun yang lebih tinggi kekuatannya. Dan dia sendirilah yang akan membawa kue itu kehadapan kaisar tua. Dia tidak takut ketahuan karena racun yang dia miliki tidak dapat terlihat ataupun berbau. Hanya tabib yang berilmu tinggilah yang bisa melihat racun itu. Dan di alam ini masih belum ada tabib yang memiliki ilmu setinggi itu. Setelah selesai membuat kue. Selir Chunly segera bersiap pergi ke istana Kaisar tua. Setelah selesai berhias diri, Selir Chunly segera berangkat ke istana Kaisar tua. Namun sebelum dia keluar dari istananya, terlihat Selir Ma dan Selir Luh datang ke Istananya.


"Selir Chunly... sepertinya kau akan keluar , mau pergi kemana...?" tanya Selir Ma.


.


"Ada apa Selir Ma .. Kenapa pagi- pagi kau sudah datang kemari..?" tanya Selir Chunly.


" Oo begini Selir Chunly...tadi malam pil dan salepku hilang, ada yang mencuri di almari pakaianku.. jadi aku ingin meminta lagi pada tuan muda Siyue. Aku mau berangkat kesana tidak enak rasanya tanpa membawa sesuatu, jadi aku ingin meminta kau buatkan aku kue bulan agar aku bisa membawanya ke tempat Ayahanda..." ucap Selir Ma dengan tatapan memohon.


Mendengar perkataan selir Ma, Selir Chunly tersenyum sinis.


"Maaf Selir Ma...aku juga menginginkan pil itu juga, jadi untuk hari ini aku akan membawa sendiri kue ini pada Ayah. " ucap Selir Chunly dengan sinis.


"Oo.. Sayang sekali...mungkin ini bukan jodoh putriku...baiklah kalau begitu kami kembali saja, dan sampaikan salam kami pada Ayah.." ucap Selir Ma dengan wajah terlihat sedih.


"Ayo Kak...kita kembali, biar nanti Salep milikku saja yang kita berikan pada putrimu.... bukankah dia keponakanku juga ..." ucap Selir Luh.


"Ya sudah kami pergi Selir Chunly... Maaf mengganggu..." ucap Selir Ma dengan wajah sedih. Dan mereka segera keluar dari istana Selir Chunly. Setelah sampai di istana Selir Ma. Kedua wanita itu tertawa geli sambil masuk kedalam istana mereka.


"Mei mei...gimana penampilanku tadi. Apakah terlihat sangat meyakinkan...?" kata selir Ma dengan wajah masih tertawa geli.


"Sangat, sangat meyakinkan Jiejie.. Kalau tidak percaya tanyakan saja pada mereka..." kata Selir Luh sambil menunjuk pada para pelayan mereka.


"Yang Mulia Selir Ma , anda seperti benar-benar sedih dan menderita . Hingga hamba tadi ingin menangis melihat yang Mulia..." ucap pelayan kepercayaan Selir Ma.


"Syukurlah kalau seperti itu. Demi keselamatan keluargaku, aku akan melakukan apapun yang di perintahkan Raja. Karena aku memang yang bersalah. Andai Ayahanda Kaisar tua sampai terlanjur tak dapat di tolong .dan aku tahu semua itu karenaku, akupun tak akan tenang dalam menjalani hidup ini . Untunglah beliau Selamat...." ucap Selir Ma.


"Untung beliau bertemu dengan dokter Siyue. Jika tidak mungkin kita tinggal mengenang namanya saja. " kata Selir Luh . Sebenarnya ada dendam apa sich antara Selir Chunly denga. Ayah... Kenapa sampai dia tega ingin membunuh Ayah..." kata Selir Luh dengan perasaan heran.


"Kita tidak tahu itu. Sekarang yang penting kita akan tahu apa yang akan terjadi pada Selir Chunly nanti...." ucap Selir Ma dengan hati berdebar.


Sedangkan Selir Chunly sendiri terlihat sudah berada di depan pintu gerbang istana Kaisar tua. Dengan wajah anggun dan bangga dia berjalan masuk kedalam istana . namun langkahnya terhenti saat seorang pengawal istana yang sedang berjaga di pintu masuk menahan langkahnya.


"Apa urusanmu...? Aku mau masuk atau tidak, tak perlu ijnmu..!" serunya kasar.


"Maaf...tapi ini sudah merupakan tugas kami untk menanyakan kepentingan para tamu yang datang kemari Selir...!" kata pengawal itu dengan tegas.


"Kau ...kau berani berkata seperti itu padaku...!" seru Selir Chunly marah.


"Maaf Selir...ini sudah tugas kami. Kalau Selir Chunly mau masuk, tunggu sebentar hamba akan melaporkan dulu pada Raja..." kata Pengawal itu lagi.


"Raja...Raja ada di sini...?" ucapnya dengan cepat.


"Benar Selir Chunly...beliau datang bersama Dokter pribadi Kasar Tua., Dan sekarang mereka ada di dalam bersama Kaisar Tua. " jawab Pengawal itu.


"Dasar bodoh...apalagi dejarang ada Raja...kalau kau masih menghalangiku masuk, Rajamu akan marah padamu, bisa - bisa kau di hukum nanti...!" kata Selir Chunly dengan marah.


"Biarlah hamba di hukum oleh Raja, karena ini sudah tugas kami. Jadi maafkan kami , silahkan anda tunggu sebentar, hamba aka. melaporkan kedatangan anda pada Kausar dan Raja..." kata pengawal itu dengan tegas.


Dengan wajah marah akhirnya Selir Chunly mengikuti perintah pengawal itu. sedangkan sang pengawal langsung masuk kedalam istana. Dia menemui Raja dan segera melaporkan kedatangan selir Chunly yang ingin menemui Kaisar tua. Saat itu Raja dan Siyue serta Kasar sedang duduk di ruang kamar Kaisar tua. Karena Kaisar masih tidak di perbokehkan terlalu lama berada di luar kamarnya . Mendengar kalau selir Chunly telah datang ,, Siyue dan Raja saling ber pandangan . Dan akhirnya mereka tersenyum bersama.


"Tiba sudah saatnya kita membongkar kebusukan wanita ular ini Kek...!" kata Raja dengan wajah kesal.


"Aku harap kali ini dia tidak akan bisa lolos lagi. Aku ingin dia dan keluarganya menerima hukuman yang setimpal..., Dia dan keluarganya sama saja...andai saja dulu Ayahmu tidak sebodoh itu, tidak akan pernah kejadian ini terjadi. semoga semuanya menjadi pelajaran buat kita dan berjalan dengan lancar...." kata kaisar tua.dengan wajah sedih dan marah .


"Jangan khawatir Kek...pasti itu akan terjadi. Kita tinggal membuat dia tidak bisa berkutik lagi. dan nanti ada kejutan buatnya ..." jawab Siyue .


"Kejutan....aoa itu...?" kata Raja penasaran .


"Rahasia dong Tian'ge..." ucap Siyue penuh teka-teki . Membuat Raja menjadi gemas. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa...karena ada pengawal. Dia bukan takut pada sang pengawal , tapi pada sang pria tampan di sebelahnya .


"Suruh dia masuk..." ucap Raja pada pengawal yang melapor.


"Baik yang Mulia...." ucap pengawal itu


Setelah memberi hormat. Pengawal itupun segera keluar dari ruang tidur Kaisar tua.


Sedangkan di luar , terlihat Selir Chunly sudah tidak sabar lagi menunggu pengawal itu keluar. Dia marah dan kesal

__ADS_1


"Dasar pengawal sialan...awas kau.. Jika aku sudah menjadi ibu suri, akan ku hukum mereka yang sekarang berani padaku dengan hukuman berat..." ucapnya dengan penuh kemarahan.


Dan sebelum kemarahannya semakin memuncak , terlihat Pengawal yang membuat dia marah telah datang menghampirinya.


"Yang Mulia telah menunggu anda silahkan Selir..." ucap Pria itu .


"Dasar Pengawal tak tahu diri. Kau akan menyesal nanti. Aku akan mengadukan perbuatanmu ini pada Raja. Dan bersumpah untuk mendapat hukuman untukmu dari Raja....!" ucapnya dengan marah.


"Silahkan anda laporkan Selir , karena semua yang saya lakukan adalah perintah Raja..."ucap Pengawal itu dengan berani.


"Cih...kau akan tahu akibatnya nanti. Dan rasakan hukuman dari Raja nanti..." ucapnya dengan Sinis dan berlalu masuk kedalam istana kaisar Tua.


Ketika sampai di ruang tidur Kaisar Tua. Dia melihat Kaisar Tua sedang berbicara dengan Raja dan Tabib Muda itu. Terlihat sekali kalau Raja sangat peduli pada pria tampan itu . Duduk saja mereka berdekatan.


"Dasar pria genit...berani sekali dia ingin menggoda calon menantuku . lihat saja, sebentar lagi aku akan membunuhmu dan jika sekarang lolos, nanti malam akan kukirim pembunuh bayaran untuk membunuhmu...." ucapnya dengan tatapan tajam pada Siyue.


"Selir Chunly kenapa kau masih berdiri di pintu.. ? bukanya kau ingin menghadap padaku..?" kata Kaisar tua menyadarkan Selir Chunly dari lamunannya .


"Aah maaf Ayah...benar kata Ayah, aku datang kemari ingin bertemu dengan Ayah . Selir ini membawa makanan kecil untuk Ayah..." ucap Selir Chunly sambil mendekat dan pelayannya segera menaruh keranjang makanan di meja.


"Apa ini...?" tanya Kaisar tua.


"Kue bulan kesukaan Ayah..." jawab Selir Chunly.


"Aah...kue bulan ..lo biasanya Selir Ma yang membawanya, apa dia menyuruhmu memberikan padaku, bukankah dia yang selalu membuatkan kue bulan ini untukku...?" tanya Kaisar dengan wajah serius.


"Tidak Ayah...Ayah salah..sebenarnya Kue itu aku yang membuat, tapi Selir Ma selalu meminta Dia yang membawanya kemari. Apa boleh buat, Chunly yang lebih muda tidak berani membantah permintaan Selir Ma yang lebih tua dan senior Chunly, Ayah..." ucap Selir Chunly bernada sedih.


"Oo...jadi kue bulan yang aku makan selama ini adalah hasil buatanmu, kenapa Selir Ma mengakui kalau dia yang membuatnya..." ucap Kaisar dengan wajah terlihat sedih.


" Mungkin dia ingin mendapatkan perhatian dari Ayah..." ucap Selir Chunly yang ingin menghasut Kaisar Tua.


"Oo..begitu ya...kalau begitu coba aku rasakan kue buatanmu ini..." ucap Kaisar dengan wajah terlihat gembira.


"Ayo makan,ayo makan...dan kau akan segera pergi keneraka kakek Tua..." ucap hati selir Chunly .


"Tunggu Kek..!" sebuah suara menghentikan tangan Kasar Tua yang akan mengambil kue. Seketika wajah Selir Chunly dan Kasar Tua menatap pada sumber Suara.


"Siyue ada apa nak....?" kata Kakek Kaisar tua dengan wajah tanya .


"Sialan ...dasar pria sok ikut campur...!" teriak Selir Chunly dalam hati.


"Maaf Kakek...sebagai Dokter Kakek , Siyue harus memeriksa makanan yang Kakek makan...karena itu ijinkan Siyue melihat makanan itu Kek..." ucap Siyue lembut.


"Hey kau...kau fikir aku akan mencelakai Ayah Kaisar....!" seru Selir Chunly marah. Melihat Selir Chunly berteriak Pada Siyue, Raja terlihat marah.Dia ingin berdiri dan memarahi Selir Chunly tapi tangan Siyue keburu memegang lengannya. Membuat Raja terdiam .


"Bukan begitu Selir Chunly. Hamba sebagai dokter dari Kakek Kaisar, harus delalu waspada tentang kesehatan Yang Mulia Kaisar Tua...." jawab Siyue.


"Cih sok pintar..." ucap Selir Chunly dengan wajah Sinis.


"Lakukanlah nak..." kata Kaisar Tua. Sedangkan wajah Raja Chu Tian Ji terlihat sangat maranh melihat sikap Selir Chunly yang menghina Siyue. Sedangkan Siyue sendiri tidak perduli dengan sikap Selir Chunly. Dia berdiri dan mendekati makanan yang ada di atas meja di depan Kaisar Tua. Dia mengeluarkan jarum peraknya.


Melihat Siyue mengeluarkan jarum perak , terlihat senyuman di wajah Selir Chunly.


"Dasar bodoh...kau fikir kau bisa melihat racun itu dengan jarum usangmu itu. Ha ha ha...sampai kapanpun kau tidak akan pernah tahu kalau kue itu aku racuni..."teriak Selir Siyue dalam hati.


"Ternyata kuenya baik-baik saja kek..." kata Siyue.


"Kalau begitu aku makan tidak masalah kan ...?" tanya Kakek.


"Tidak apa-apa kek..." jawab Siyue.


Mendengar percakapan Siyue dan Kakek Kaisar, terlihat senyuman di wajah Selur Chunly. Dan Siyue melihatmu.


"Tapi tunggu dulu Kek...kemarin Selir Ma kau beri kue itu untuk menikmati bersama mu lalu kenapa kakek tidak memberikan Kue itu pada Selir Chunly juga.. Kalau orang tahu pasti mereka berkata kalau Kakek tidak adil . maaf kek..." ucap Siyue sambil membungkuk memberi hormat.


"Aah.. Benar katamu Siyue...untung kau ingatkan aku, maklum Kakek Sudah tua..." kata Kakek dengan wajah terlihat sedih.


Duaaar....


Mendengar ucapan Siyue dan Kakek Kaisar, Selir Chunly bagai di hantam halilintar.


"Selur Chunly ayo kita makan bersama... Aku membetimu kesempatan makan kue bersamaku, jarang sekali saat-saat seperti ini kita dapatkan....Ayo ambillah " kata Kaisar tua sambil mendorong keranjang kue di deoannya kearah depan Selir Chunly. Terlihat Wajah Selir Chunly bawah tegang .


Yaac...maaf ya pembaca...kita lanjut besok Ya...aku harap kalian mau menantinya.


Jangan lupa like , vote, dan nomernya aku tunggu. Sekali lagi maaf jika masih ada typonya. 🙏🙏🤣

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2