DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KEMBALI KE KERAJAAN PHOENIX .


__ADS_3

Dengan lembut Siyue berkata kalau Raja Chu Tian Ji sedang bersama guru Saojin . mendengar itu, Kaisar dan Ratu Merasa lega . Setelah memeriksa keduanya, Siyue berkata.


"Maaf kan hamba yang Mulia...untuk sementara ini yang Mulia belum bisa kembali kekerajaan dulu. Takut nya mata- mata Raja Iblis mengetahui keadaan Yang Mulia, sedangkan yang Mia belum sehat benar. Kita akan kembali ke istana kalau yang Mulia sudah benar- benar sehat dan kuat, jadi tidak mudah Kerajaan di ambil kembali oleh mereka..." Ucap Siyue.


"Kami tahu Siyue...kami sangat berhutang Nyawa Padamu...kami bangga memiliki calon menantu sepertimu..kuat, cantik, baik hati dan ramah. Kau memang calon Ratu yang cocok untuk Putraku Chu Tian Ji. " ucap Kaisar .


Mendengar ucapan Kaisar, Siyue merasakan dadanya sesak. Namun dengan sekuat tenaga Siyue membuat wajah nya ceriah.


"Trimakasih yang Mulia..." Ucap Siyue sambil tersenyum Manis.


"Maaf yang Mulia...hamba tidak bisa menemani yang Mulia lebih lama. Sesekali hamba akan datang kenari, Ini pil yang harus yang Mulia minum setiap hari. Dan ini pil untuk di minum tiga hari sekali..." Melihat pil yang di berikan Siyue, Kaisar dan Ratu sangatlah kaget. Sebab pil yang Ada di depan mereka Adalah pil penyembuh tingkat tinggi. Dan pil kekuatan untuk menyerap Qi.


"Nak...pil ini...?" Ucap Raja kaget.


" Semua itu untuk kesembuhan anda berdua.


Dengan meminum pil ini secara rutin , kalian akan cepat sehat dan kuat kembali . sedang kan ini pil Yuangyang...tapi maaf yang Mulia...di dalam botol ini hanya Ada empat pil saja...pil ini bisa anda Minum setelah kekuatan anda telah kembali sepenuhnya...." Ucap Siyue.


"Nak...apakah Kau tidak sayang memberikan pil ini pada Kami...?" Ucap Ratu.


"Tidak ibu Ratu..Siyue masih bisa membuat lagi. " ucap Siyue .


"Kau bisa meramu ramuan...?" tanya Kaisar dengan wajah kaget.


"Bukankah seorang Dokter ataupun tabib, juga harus bisa meramu pil atau obat untuk sang penderita yang Mulia...." jawab Siyue . Andai Kaisar dan Ratu tahu Kalau di dalam ruangan itu terdapat ratusan pil mahal yang di buat Siyue Maupun Yang Memang sudah ada di sana. Dan banyak juga pil lain yang memiliki level tinggi. Apakah mereka akan pingsan... ?😂


"Trimakasih nak....boleh aku memelukmu..." Ucap Ratu. Siyue hanya mengangguk dan tersenyum lembut . mereka berpelukan. Setelah itu Siyue berpamitan.


"Yang Mulia...kalau ingin bertemu Siyue atau menayakan, membutuhkankan sesuatu , tanyakan saja pada Xiao Tu...dia akan melakukan apa pun yang akan Yang Mulia tanyakan atau inginkan...Kalaupun dia tidak bisa, dia akan memberitahukan pada Siyue..." Ucap Siyue.


"Baik Siyue...kami pasti akan melakukan apa yang Kau katakan..." Jawab Kaisar.


"Kalau begitu Siyue kembali dulu Yang Mulia..." Ucap Siyue .


"Tunggu nak...kalau boleh tahu ini di mana ya...?" Tanya Ratu


"Ini di ruang Teratai Siyue Yang Mulia..." Jawab Siyue.


Siyue pun segera berpamitan. Dia pergi bersama ketiga pengawalnya juga Guru Yun Jin. Ketika sampai di kamarnya kembali di istana Kerajaan Phoenix, Siyue dan ke tiga pengawalnya bersama guru Yun Jin segera keluar dari kamar Siyue. Mereka segera keluar dari istana. Melihat Ratu telah keluar, para prajurit segera memberi hornat dengan sujud secara serempak. membuat Siyue kesal.


"Salam yang Mulia Ratu..." Ucap Mereka .


"Bangunlah kalian...kembali ke perkerjaan kalian... "ucap Siyur.


"Baik Yang Mulia..." ucap mereka bersama .


Siyue segera melanjutkan perjalanan kearah istana Kekaisaran bersama keempat pengawalnya, yaitu sang guru dan tiga pengawal Raja sebelumnya . Dan di setiap jalan menuju Istana Kaisar , mereka bertemu dengan prajurit ataupun pelayan. Melihat kehadiran Siyue. Terlihat keterkejutan di wajah mereka. Dengan. serta merta mereka segera bersujud memberi hornat. Melihat perbuatan mereka, sebenarnya Siyue sangat enggan tapi apa boleh buat, mungkin kedepannya Siyue harus merubah sedikit demi sedikir tatanan di dalam kerajaan Phoenix nya ini . contohnya jika bertemu Siyue tidak usah langsung sujud, tapi cukup menundukkan kepala saja.


Tak berapa lama mereka telah sampai di Istana sang Kekaisaran . Saat para prajurid dan kasim melihat kedatangan Siyue. Mereka kaget. Lalu lagi- lagi bersujud memberi hornat dan Salam.


"Salam sejahtera yang Mulai Ratu...!" Ucap mereka bersama.


"Trimakasih...bangunlah kalian. apakah Kakek Ada di dalam...?" Kata Siyue.


"Ada Putri..mereka sedang berdiskusi.." Jawab sang Kasim.


"Boleh aku masuk...?" Tanya Siyue.


"Silahkan Yang Mulia..." Ucap kasim tadi.


"Kalian bertiga bisa meminta mereka untuk mengantar kalian melihat keadaan di sini...aku masuk dulu..." kata Siyue pada ketiga pengawalnya .


"Kami di sini saja Yang Mulia..." jawab mereka serempak .


"Ya sudah kalau begitu aku masuk dulu.. Dan Paman...anda mau masuk bersama Siyue atau bersama mereka...?" Tanya Siyue pada guru Yun Jin.


"Aku ikut denganmu Yue'er.." Ucap Yun Jin.


"Baiklah kalau begitu ayo kita masuk Paman....." Ajak Siyue.

__ADS_1


Merekapun segera masuk ke dalam ruang rapat. Saat mereka yang berada di dalam ruang rapat mendengar langkah kaki masuk, mereka yang Ada di dalam serempak menatap kearah pintu. mereka melihat kedatangan Siyue. Dan saat mereka melihat Siapa yang datang. Terlihat Keterkejutan di wajah mereka. Mereka segera sujud memberi hormat. Hanya Kaisar yang tetap duduk di Singgasana. Beliau hanya menundukkan kepalanya.


"Salam sejahtera Yang Mulia Ratu.. Semoga keberkahan selalu menyertai anda..."ucap mereka bersama.


"Salam kalian aku terima. bangunlah kalian semua..." Ucap Siyue. Sedanfkan Dia segera menghampiri sang Kakek.


"Apa kabar Kek...?" Ucap Siyue sambil memeluk Sang Kakek tanpa melihat di mana dia berada. Dia memang sengaja melakukannya.


Melihat Sikap sang Cucu yang tak perduli dengan kedudukannya yang lebih tinggi dari dia, terlihat wajah Tua itu berkata- kaca.


"Kakek baik- baik saja sayang...ternyata Kau memang sudah datang. Salah satu prajuridmu tadi berkata padaku, kalaunkau datang . tapi aku tidak percaya kalau Kau memang benar - benar datang..." Ucap Kaisar dengan haru.


"Aku tadi mandi dulu Kek... Sebab baju dan badan Siyue masih bau darah prajurit Kerajaan Iblis..." Bisik Siyue pelan. Tentu saja Raja kaget mendengar ucapan Siyue. Dengan cepat sang Kakek menjauhkan tubuh Siyue dari dekapannya.


"Siyue Kau tidak apa- apa kan...? Kau tidak terluka sayang...?" Seru sang Kakek dengan wajah cemas.


"Kakek...Siyue tidak apa-apa Kek.. Lihatlah sekarang bukankah Siyue masih terlihat sangat cantik kan...?" Ucap Siyue narsis untuk membuar sang Kakek tidak Panik .


"Kau ini....dasar anak nakal... Kau membuat Kakek cemas tahu...!" Ucap Kakek Kaisar yang terbawa siap Siyue yang Santai . membuat para pembesar kerajaan Phoenix melongo kaget.


"He he he...maafkan Siyue kek..." Kekeh Siyue.


"Dasar anak nakal..." Ucap sang Kakek ikut tertawa.


Dan di antara pembesar itu Ada kedua Paman dari sang ibu , juga tiga sepupunya yang sudah menjabat menjadi salah satu mentri. Di dalam istana itu . Mereka menatap Iri pada Sikap Siyue yang Santai. Namun mereka juga bangga pada gadis itu yang bisa membuat sang Kakek yang Kaku bisa seakrap itu dengannya.


"Aah..Siyue Ingin mengatakan sesuatu pada kalian semua..!" Ucap Siyue sambil berdiri dari tempat nya yang sedang berdiri memakai lutut sebagai tumpuhan badan nya.( berlutur )Siyue betjalan dan menatap para pembesar kerajaan Yang Ada di depannya.


"Dengar kan....Karena kalian sudah mengangkatku sebagai Ratu kalian, Mulai sekarang aku punya peraturan . jika kalian masih mau menganggap diriku sebagai Ratu kalian, aku tidak mau melihat Kalian setiap bertemu denganku melakukan sujud untuk menghormatiku, ini perintah mutlak tidak boleh di bantah ...! Ini juga untuk semua penduduk Negri ini...!" Seru Siyue dengan Tegas.


"Tapi Tang Mulia...!" Seru salah satu dari para mentri mencoba membantah. Namun suara Siyue menghentikan ucapannya.


Aku tidak ingin di bantah...kalau Kalian ingin menghormatiku, cukup tundukkan badan kalian saat kalian bertemu denganku. Jikapun kalian masih menganggap itu kurang baik, kalian bisa dengan menekuk kaki kalian. seperti saat kalian menerima perintah. Aku bukan Dewa yang harus kalian sembah seperti itu . kalian PAHAM....!" seru Siyue dengan wajah tegas.


"Kami paham yang mulia...!" Ucap Mereka serempak.


Melihat sikap Siyue, terlihat perasaan bangga di wajah para pembesar kerajaan. Mereka semakin paham kalau Ratu mereka orang


"Baiklah sekarang kita lanjutan diskusi yang kalian bahas tadi. Mungkin aku bisa membantu . oh ya..perkenalkan dia Pamanku jadi jangan sungkan atau takut untuk membahas masalah ini..."jawab Siyue.


"Yang Mulia...lebih baik hamba keluar lebih dahulu. Hamba akan menunggu anda Di luar..." Ucap Yun Jin sopan.


"baiklah Paman, kalau itu mau Paman . Maaf prajurit, Kau datang kemari sebentar..." Ucap Siyue pada prajurit yang berjaga di luar. Dengan cepat si Prajurit datang menghampiri Siyue..


"Hamba yang Mulia.. " ucap Sang prajurit .


"Tolong antar pengawal dan pamanku kembali ke istanaku, dan Tolong suruh beberapa pelayan untuk membawakan makanan untuk mereka..." Kata Siyue dengan lembut.


Melihat Sikap Siyue yang tegas tapi lembut pada seorang Prajurit, para pembesar sangat kaget. Biasanya seorang peminpin yang baru menduduki kefudukan tinggi .apalago merupakan seorang Ratu . Mereka akan berlaku semena- mena pada bawahannya. Apalahi dia hanya seorang prajurid rendahan.


Namun Siyue beda..sudah meminta dengan sopan, dia juga rendah hati .


"Baik Yang Mulia.. Hamba akan melaksanakan semua perintah yang Mulia... Kalau begitu hamba mohon diri..." ucap prajurit dengan memberi hormat.


"Trimakasih Prajurit....Paman Pergilah bersama prajurit ini , dan Ajak juga ketiga pengawalku..." Ucap Siyue.


"Baik Ratu..." Ucap Yun Jin dengan sopan. Dia harus menyebut Siyue dengan sebutan Ratu di depan para bawahannya. Dia tahu keponakannya kini Adalah seorang Ratu. Yun Jin segera keluar setelah memberi hornat pada Kaisar dan Siyue. Setelah kepergian Siyue, mereka segera melanjutkan pertemuan yang membahas masalah kerajaan. Dan dengan Cerdas Siyue menyelesaikan semua masalah yang Ada di kerajaannya dengan cepat . Melihat kecerdasan Ratu Baru mereka. Terlihat para pembesar kerajaan sangat kagum dan bangga. Mereka takjub dengan setiap masalah yang bisa di selesaikan dengan cepat. Hingga pertemuan itu tidak terjadi lama.


"Aku akan ikut melihat perkembangan Kerajaan ini secara langsung. Dan jika Ada masalah yang kalian tidak bisa pecahkan, temui aku. apapun itu Persoalan pribadi ataupun Kerajaan, Semoga aku bisa mencari pemecahan masalah nya . Dan hanya satu yang aku minta dari anda semua. Siyue hanya ingin kalian semua mempercatai Siyue. Dan Siyue ingin kejujutan Dari anda sekalian..." Ucap Siyue mengakhiri pertemuan.


"Kami mengerti yang Mulia...kami akan berusaha medukung yang Mulia.." Ucap mereka serempak. Akhirnya pertemuanpun berakhir dengan gembira . Melihat sikap Siyue di depan semua pembesar kerajaan yang terlihat tidak canggung sama sekali, membuat sang Kakek sangatlah bangga dan bahagia. Apalagi melihat kecerdasan Siyue dalam menyelesaikan masalah, membuat sang Kakek sangat takjub. Setelah semua oejabat keluar istana, Siyue mendekati sang Kakek yang sejak tadi hanya diam sambil memperhatikan segala perbuatan dia.


"Kek...Kenapa sejak tadi Kakek tidak bersuara... apakah Kakek kecewa Karena Siyue terlalu lancang mendahului Kakek...?" Tanya Siyue sambil berlutut dan menatap sang Kakek.


"Tidak sayang..Kakek hanya tidak percaya kalau Cucu Kakek yang tidak pernah Kakek lihat ini ternyata seorang gadis Jenius.. gadis yang membuat Kakek bangga dan bahagia.. ." Ucap Kaisar dengan bangga.


"Jadi Kakek tidak marah...?" Tanya Siyue lagi.


"Mana mungkin Ayah atau kakekmu akan marah nak...jika melihat Cucu seperti dirimu ini...jangan kan Kakek mu, Paman saja sangat kaget dan bangga Padamu..." Ucap suara dari belakang Siyue. Terlihat Kedua Pamannya dan ketiga Sepupunya berjalan dan berdiri di belakang Siyue sambil tersenyum gembira.

__ADS_1


"Paman..salam Paman.. salam Kakak sepupu..." Ucap Siyue sambil menangkupkan kepalan tangannya di depan Dada untuk memberi salam .


"Salam juga Ratu..."ucap mereka bersamaan.


"Jangan bersikap seperti itu jika di luar pertemuan Paman..Kakak.., kalian seperti tidak ingin mengakui diriku sebagai bagian dari keluarga kerajaan...kalau kalian seperti itu, kalian memberi jarak denganku" Ucap Siyue dengan wajah cemberut. Tapi wajah cemberut Siyue membuat Paman dam Sepupunya menjadi gemas. Wajah itu terlihat amat cantik dan imut.


Melihat itu, ketiga sepupunya hanya bisa menghela nafas.


"Bukan..bukan seperti itu Ratu...kami Malah sangat bahagia memiliki Ratu sekaligus keponakan sepertimu. Kami tidak menyangka kalau keponakan Paman sangat cantik dan cerdas seperti Ratu...." Ucap Paman pertama.


"Benar Kata Kak Tang Kim Ratu...kami sangat bangga Padamu, kalau begitu apa kami boleh memanggilmu Yue'er...?" Tanya Paman kedua Tang Li Jun.


"Boleh Paman...tentu saja boleh..aku sangat gembira....kalian hanya boleh memanggilku Ratu saat dalam keadaan resmi atau di depan rakyat, kalau di dalam keluarga aku tidak mau mendengar kalian Paman dan saudaraku memanggilku Ratu... Ini perintah dari Ratu..." Ucap Siyue menegaskan.


"Baik yang Mulia..." Ucap mereka serempak.


"Ya sudah Karena hari sudah Siang bagaiaman kalau kita istirahat dan pergi ke istana Kakek...Kek..boleh kan Siyue minta makan di rumah Kakek...Siyue lapar..." Ucap Siyue manja. Mendengar ucapan Siyue, membuat Kakek dan Sang Paman serta ketiga sepupunya tertawa.


"Kau ini benar- benar anak nakal... Ayo kita ke istana Kakek..Kasiha Cucu Kakek yang Cantik kelaparan....." Ucap sang Kakek sambil mengusap rambut panjang Siyue yang memakai Mahkota Phoenix. Siyue tersenyum bahagia. Kaisar pun segera berdiri dari Singgasana nya. Mereka berjalan keluar dari Istana pertemuan menuju ke Istana sang Kakek . dan dengan manja Siyue berjalan sambil memeluk Lengan kekar sang Kakek. Mereka berjalan menuju istana Kaisar Tang Song. Melihat sikap Sang Cucu yang juga Ratu kerajaan Phoenix itu, Kaisar merasakan perasaan hangat mengalir di dalam dadanya. Sedangkan kelima orang yang berjalan di belakang Siyue yang Melihat Siap Siyue terhadap Kaisar , hanya bisa tersenyum bahagia. Mereka baru sekarang melihat Kaisar tertawa bahagia sepanjang jalan menuju istana milik nya. Dan baru sekarang mereka melihat Ayah atau Kakek mereka begitu dekat dengan sang Cucu. Dan Para pelayan maupun pengawal atau prajurit yang melihat kejadian itu, terlihat menganga tak percaya. Baru sekarang ini mereka melihat Kaisar mereka dekat dengan keluarga . Dan melihat Ratu baru mereka berkelayut dengan manja pada Kaisar .


Waktupun berlalu dengan cepat. Tanpa Teresa hampir dua minggu sudah Siyue berada di Kerajaan Phoenix . Dia melakukan tugas nya dengan baik. Setelah kedatangan Siyue, Kaisar sering beristirahat di istananya. Karena segala persoalan maupun masalah di Kerajaan atau masalah Rakyat Kerajaam Phoenix dapat di terselesaikan dengan baik dan benar. Srmua itu membuat semua pembesar Kerajaan semakin bangga pada Siyue .


Sedangkan Di tempat lain, Di sebuah goa di gunung yang menjulang tinggi dan terlihat putih Karena Kabut . terlihat seorang Pria berbaju putih bersih dengan ikat kepala putih pula sedang menunggui seorang Pria berbaju hijau dengan Gambarkan Elang di Dada yang sedang tidur di atas Batu giok. Pria yang berbaju putih terlihat bermeditasi. Tak lama terdengar erangan lembut dari mulut pria yang sedang tidur . Mendengar itu, Si Pria dengan baju putih membuka Matanya.


"Kau sudah sadar..." Ucapnya datar pada Pria berbaju hijau setelah terlihat Pria itu membuka Matanya.


"Saora...Kau kah itu...?" Ucapnya pelan.


"Kalau bukan aku lalu Siapa...?" Ucap Pria berbaju Putih. Ternyata Dia Dewa Kekuatan Saora bersama Wiqya si Dewa Perang. Sudah dua minggu ini Dewa Saora menunggui Dewa Wiqya yang Baru mengalami penyatuan Jiwa.


""Berapa hari aku tak sadarkan diri..?" Ucapnya lagi.


"Dua minggu..." Jawab Dewa Saora.


Terlihat Dewa Wiqya menatap sekelilingnya.


Dan tak lama menatap sang sahabat .


"Dimana wanita itu...?" Ucapnya lagi.


"Wanita...?maksudmu...?" Ucap Dewa Saora berlagak tak tahu .


"Wanita Kekasih si tolol itu...?" Katanya lagi.


"Si Tolol..? Ooo..maksudmu Raja kerajaan Darga..?" ucap Dewa Saora sambil menatap sang sahabat. Dia hanya ingin tahu apakah perasaan Raja Chu Tian Ji tidak mempengaruhi sang sahabat.


Sebenarnya dia sangat kesal dengan sikap Dewa Wiqya yang meremehkan dan sinis pada Siyue . Seharusnya sikap Dewa Wiqya bukan seperti itu. Walaupun dia tidak mencintai Siyue seperti Raja Darga itu. Tapi setidaknya dia berterimakasih atau menghargai pengorbanan sang murid . bukan malah menghina dan menyakiti hatinya. Andai Siyue seorang yang egois dan mementingkan diri sendiri. Mungkin dia akan menolak membebaskan Dewa Wiqya . Andai itu gadis lain, dia tak akan rela melepas atau berpisah dengan sang Kekasih demi untuk persatu dengan pria sombong ini. Tapi demi kedamaian dan Menyelanatkan Dunia, dengan rela dia menyelamatkan Dewa yang akan membuat dia kehilanfan Pria yang sangat dia sayangi. Dan mengorban perasaannya .


"Iya..tentu saka Dia, lalu Siapa lagi..." Ucapnya cuek.


"Untuk apa Kau bertanya,...? Sudahlah tak usah membicarakan orang yang tak Ada.


Tapi agar Kau tak penasaran, baiklah akan Ku katakan padamu agar Kau tak penasaran.


Dia telah pergi setelah melihat Kau baik- baik Saja . dan melihat Kekasih nya telah lenyap.. Sudah puas....?." Ucap Saojin dengan cuek. Namun dia melihat wajah Dewa sombong itu terlihat sedikit kecewa namun dengan cepat dia sembunyikan.


"Dasar Pria sombong...di bibir sama di hati berbeda ...." Umpat Dewa Saora .


"Oo..baguslah...aku jadi tidak terbebani..." Ucapnya dengan sinis.


"Dasar tidak tahu sopan, pergi dengan begitu saja..." Ucapnya pelan. Mendengar umpatan Dewa Wiqya , Dewa Saona mengerutkan dagunya. Namun dia bbersikap seperti tidak mendengar ucapan Dewa Wiqya.


"Tidak usah Merasa berhutang budi atau kepikiran padanya...dia melakukan semua semata- mata demi kemanusiaan Dan keselamatan Dunia..." Ucap guru saujin atau Dewa Saora .


"Cih Siapa juga yang kepikiran padanya. Aku hanya bertanya di mana dia..." Ucap Dewa Wiqya sombong.


"Baguslah kalau Kau tidak memikirkan dia... Jadi aku tidak oerlu mengatakan jeberadaannya...Ya sudah Ayo kita pergi menghadap Dewa Agung...kita harus melaporkan kembali nya Kau di Alam Nirwana ...Kau sudah sehat kan...? Jadi kita NSA pergi sekarang..." Ucap Dewa Saora datar .


Dewa Wiqya bangun dari tidurnya. Dia merasakan kekuatan nya telah kembali. Malah sekarang dia merasakan kalau kekuatan nya lebih besar dari kekuatan nya dahulu. Akhirnya mareka pergi ke Alam Dewa.

__ADS_1


Udahan dulu ya... Akan Author lanjut besok lagi .. Tapi ingat jangan lupa like, vote. dan komennya author tunggu . Jika masih Ada Typo , tolong maafkan author. 🙏🙏


Bersambung.


__ADS_2