
"Hamba mengucapkan terimakasih yang Mulia... Atas kemurahan yang mulia tidak menghukum putri hamba dengan hukuman mati..."ucap Dewa Kenzho .
"Siyue yang mengampuni Putrimu Bukankah tadi kau sudah mendengar dan melihat sendiri..." ucap dewa Agung . namun sebelum Dewa Kenzho berbicara , Dewi Langsy berkata.
"Yang Mulia ampunkam hamba...hamba memang bersalah tolong ampunkan hamba. Jangan cabut identitas hamba sebagai dewi...! hanba Putri Dewa Kenzho , meminta ampun pada Yang Mulia...!"seru Dewi Langsy sambil berlutut minta maaf.
"Kau masih beruntung mendapatkan hukuman seperti itu. Jika bukan karena pengampunan Siyue. Mungkin sekarang kau mendapatkan hukuman mati.. Jadi jangan banyak berulah lagi..." ucap Dewa Agung dingin , dewa yang terkenal dengan keramahannya kini bisa berkata dingin dan terlihat sangat marah dan kesal di mata dan wajahnya , karena kelakuan dewi Langsy.
"Tidak...ini bukan kesalahan hamba yang mulia...pasti itu haya ulah Gadis bumi sialan itu untuk mempermalukan hamba . supaya hamba mendapatkan hukuman ini . dia sangat licik dan kejam Yang mulia.. Hanba di jebak gadis ja***g itu . mohon jangan percaya fitnah dia yang Mulia... coba yang mulia fikir... Mana bisa dia mendapatkan batu dewa dan merekam perbuatan hamba, Sedangkan Dia ada di Istana dewa Yang Xi... Dia belum tahu hamba dan dia tidak tahu istana hamba .ini semua pasti jebakan yang dia buat untuk hamba yang mulia..tolong fikirkan dan pertimbangkan ucapan hamba yang mulia..." seru Dewi Langsy dengan marah. Dia menunjuk Siyue dengan marah . Dia yakin Dewa Agung akan lebih percaya padanya dari pada mahluk Bumi .
"Ternyata anak perempuanmu memang benar- benar tidak tahu Diri Dewa Kenzho...dia terlepas dari hukuman mati karena Siyue, tapi dia bukannya berterima kasih, tapi masih mengumpat dan menyalahkan gadis itu. malah berani memfitnah Siyue ... Dasar wanita tak tahu diri...kau fikir hanya Siyue yang mengetahui perbuatan burukmu itu...kau fikir oerbuatan bejatmu tidakvada yang tahu...? Baik akan ku beritahu, Dewa Brahamadya juga tahu semua kelakuan burukmu itu...Beliau tahu semua yang kau perbuat...dasar wanita bodoh...jaga lidah putri mu Dewa Kenzho..atau dia akan mendapat hukuman yang lebih berat lagi. Atau kau ingin segera aku kirim ke Bumi...? Atau ke wilaya kerajaan iblis...?" ucap Dewa Agung semakin dingin . Mendengar ucapan dewa Agung seketika sang Ayah yaitu Dewa Kenzho segera berlutut minta maaf.
"Yang Mulia maafkan putri hamba...hamba akan membawa dia pergi , jika dia tidak bisa berubah, terpaksa hamba akan mengantar sendiri dia untuk turun ke Bumi..." ucap Dewa Kenzho sambil berlutut .
"Baik kali ini dia kumaafkan dan dia masih bisa berada di istanamu, Aku oefang janjimu, tapi aku tidak ingin melihat dia berkeliaran di alam Nirwana ini. Jika sampai aku mendengar apalagi melihat dia berkeliaran aatau membuat keonaran , maka Doa akan mendapatkan sangsi. Dan akan kuusir dari tempat ini sendiri dan ingat kau akan mendapat hukuman dariku..." ucap dewa Agung dengan wajah yang tidak ramah.:
" Baik hamba mengerti Yang Mulia..kami mohon diri.." pamit Dewa Kenzho .
"Tapi Ayah...!" seru dewi Langsy masih tidak rela di cabut setatusnya sebagai dewi.
"Diam...! Kita pulang..!" Seru Dewa Kenzho dengan sangat marah. Dia menyeret tubuh Dewi Langsy keluar dari istana dewa Agung di ikuti istri dan Putra mereka. Mereka pulang dengan rasa malu . banyak tatapan menghina dari para dewa dan Dewi pada dewi Langsy dan ada juga tatapan kasihan pada Dewa Kenzho.
Melihat semua itu, baik Dewa Kenzho maupun keluarganya merasakan perasaan marah dan kecewa pada Dewi Langsy. Tapi beda dengan Dewi Langsy sendiri . Dia merasa marah pada Siyue yang menjadi penyebab Dia di cabut setatusnya sebagai Dewi .
.
Sedangkan di arena sendiri , Terlihat dewa Agung menatap pada para pendatang yang menjadi saksi palsu dan Pria yang menjadi kaki tangan Dewi Langsy.
"Dan untuk kalian semua, kalian akan mendapat hukuman setelah festival ini berakhir . PENGAWAL.. !" seru dewa Agung datar . Mendengar ucapan Dewa Agung , para pria yang menjadi saksi palsu itupun ketakutan, terlihat wajah mereka pucat. . mereka segera berlutut meminta maaf .
"ampun yang Mulia...amounkan kami...kami terpaksa melakukannya karena kami butuh uang..." ucap mereka bersamaan. kecuali pria itu. dia terlihat menunduk dengan sedih .
"Bangun...itu sudah menjadi resiko kalian. kalian berani melakukannya. maka kalian harus berani bertanggung jawab akan perbuatan kalian ..." ucap Dewa Agung datar.
Beberapa pengawal masuk kedalam ruangan.
"Hamba yang Mulia..." ucap mereka sambil memberi hormat.
"Bawa mereka dan masukkan kedalam penjara. Aku akan memberi hukuman pada mereka setelah selesai festival ini...!" ucap dewa Agung dengan dingin.
"Baik Yang Mulia..." ucap para pengawal. Mereka segera berdiri dan membawa para penipu pergi.
"Tunggu...!" seru Siyue tiba- tiba.
Otomatis gerakan langkah para pengawal berhenti . Dewa Agung menatap Siyue heran .
"Ada apa Siyue..." ucap Dewa Agung.
"Boleh hamba ijin berbicara sebentar dengan pria itu yang Mulia..." ucap Siyue. Terlihat tatapan keheranan Dewa Agung pada Siyue. Tak lama terdengar ucapannya.
"Baik , aku beri waktu sebentar. .." ucap Dewa Agung.
"Trimakasih yang Mulia...." ucao Siyue sambil menunduk memberi hormat . Lalu dia menatap pada Pria yang ingin menjebaknya tadi.
"Kau..aku tidak tahu siapa kau dan aku tidak mengenalmu... Demi kepuasan kau ingin membunuhku . untung saja kau sadar sebelum melakukan nya. dalam rekaman batu Dewa kau menolak pekerjaan itu. dan kau melakukan ini karena adikmu. tapi sekarang kau tidak perlu khawatirkan soal adikmu lagi.. dia akan aman dan baik- baik saja... " ucap Siyue datar. Mendengar ucapan Siyue pria itu menatap Siyue tak percaya.
"Darimana kau tahu tentang adikku...?" ucap Pria itu dengan wajah heran.
"Soal itu tak perlu kau tahu... Yang aku tahu adikmu tidak bersalah . jadi aku memaafkanmu dan akan membantu adikmu. jadi sekarang bertobatlah....laksanakan hukumanmu dengan. baik...." kata Siyue dengan datar.
Mendengar ucapan Siyue terlihat senyum di wajahnya. Terlihat dia meneteskan air mata. Memang sejak tadi dia memikirkan nasib sang adik jika dia di penjara.
"Trimakasih Ratu...Dewa Agung...hamba sudah siap menerima hukumannya..." ucap pria itu dengan wajah haru . Siyue hanya mengangguk pelan . Sedangkan Dewa Agung menatap Siyue tak percaya
."gadis ini...sudah di permalukan oleh pria itu, Dia masih mau menolongnya..." batin Dewa Agung. Namun terlihat dewa agung tersenyum samar.
"Sudah...?" tanya Dewa Agung pada Siyue.
"Sudah yang Mulia.. trimakasih..." ucapnya santun.
"Hmm..bawa dia..." ucap Dewa Agung kembali pada para pengawal. Mereka segera kembali membawa para tawanan ke penjara.
"Dan kau anak nakal kenapa kau masih mau menolong penjahat itu...?" tanya Dewa Agung pada Siyue .
"Adiknya tidak bersalah Yang Mulia... Kakak yang salah mengapa adik harus ikut di salahkan. Jika yang Mulia menghukum dia.. otomatis tidak ada yang membantu adiknya mencari makan, lalu apa yang akan terjadi dengan sang adik .." ucap Siyue.
__ADS_1
"Dan maaf yang mulia adiknya masih kecil..." ucap Siyue. Mendengar ucapan Siyue Dewa Agung tertegun.
"Gadis ini..." ucapnya dalam hati.
"Ya sudah kembalilah ke mejamu..." ucap Dewa Agung sambil mengacak Rambut Siyue pelan .
"Trimakasih yang Mulia...." ucap Siyue sambil tersenyum lembut .
Diapun segera melangkah menuju mejanya kembali , bergabung dengan keluarga Dewa Yang Xi. Siyue merasakan tatapan semua Dewa dan Dewi tertuju padanya. Namun dengan langkah anggun tanpa menghiraukan tatapan banyak Dewa dia mendekati tempat meja dewa Yang Xi. Terlihat Dewa Wiqya telah berdiri menunggunya. Saat Siyue telah berada di depannya, Dewa Wiqya segera memeluk sang Kekasih tanpa perduli tempat.
"Honey...di depan umum..." ucap Siyue lembut mengingatkan .
"Biarkan sebentar aku menelukmu...biar hilang kecemasan dan ketakutan di dadaku..." ucap Dewa Wiqya perlahan . Beberapa saat kemudian Dewa Wiqya segera melepas pelukannya dan membimbing Siyue duduk. Namun sang Bunda sudah ganti meneluknya.
"Sayang... bunda sangat bangga padamu...!" ucap Dewi Bao Yu.
"Trimakasih Bunda..." ucap Siyue.
Namun setelah lepas dari pelukan Dewi Bao Yu terdengar suara Dewa Yang Xi.
"Sini..Ayah juga ingin memeluk Putri Ayah..." ucapnya. Suyue pun segera berjalan dan memeluk Dewa Yang Xi. Dan bukan hanya Dewa Yang Xi namun Ibu Dewa Saora juga ingin memeluk Siyue. Barulah setelah itu dia mendapat ucapan selamat dari Dewa Saora dan Ayah Dewa Saora.
"Ra'er...kenapa kau tidak mendapatkan kekasih seperti Yue'er.. Ibu juga mau menantu seperti Dia..." kata sang Ibu sambil menatap Siyue dengan cemberut.
"Ibu...ngomong Apa sich... bukankah dia muridku...anggap saja Dia putri ibu...lagian dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri..." ucap Dewa Saora sambil menatap sang ibu kesal. Namun tak urung wajahnya terlihat merah.
"Benar Bibi.. bukankah bibi bisa menganggapku sebagai putri Bibi , Siyue mau kok menjadi Putri Bibi dan Paman..." ucap Siyue lembut.
"Benarkah aku boleh menganggapmu sebagai putri Bibi...?"ucap Dewi Ruyung .
"Tentu saja boleh Bibi..." jawab Siyue dengan suara lembutnya.
"Kalau begitu jangan panggil Bibi, panggil saja Ibu seperti gurumu memanggilku dan pada Paman panggil dia Ayah..." ucap Dewi Ruyung gembira. .
"Baik Ibu..." ucap Siyue, seketika pelukan hangat Dewi Ruyung kembali Siyue rasakan.
Baru saja tubuh Siyue mendarat dalam pelujan Dewi Ruyung, tiba- tiba sebuah tangan kekar segera menarik Siyue dari pelukan Dewi Ruyung.
"Sekarang sudah selesai kan...Dia harus kembali duduk..." ucap Dewa Wiqya sambil menarik Siyue dan membawa Dia dengan lembut kearah tempat duduk Siyue. Sedangkan sang Bibi sangat kesal menatap Dewa Wiqya yang membawa Siyue. Dan Dewi Bao Yu hanya bisa tersenyum menatap sang kaka yang terlihat sangat kesal. Acarapun berlanjut kembali. Terlihat dewa Wiqya selalu megang tangan Siyue dengan lembut . Seolah takut akan kehilangan gadis itu. Tingkahnya membuat para Wanita iri pada Siyue. Begitu juga dengan para Prianya , mereka iri melihat Dewa Yang bisa duduk berdua dengan Siyue, apalagi melihat sikapnya yang terlihat sangat posesif pada Siyue . Saat itulah salah satu Twins naga berkata.
"Benar sayang ...dia adalah Ayah kalian..." jawab Siyue .
"Tapi kenapa auranya berbeda...?" tanya Little Missi.
"Saat kalian bermeditasi Selama hampir tiga tahun ini..banyak kejadian yang terjadi pada ibu dan kalian memang tidak ibu ijinkan untuk tahu, nanti saat kita berada di ruang Teratai akan ibu ceritakan..." ucap Siyue lembut.
"Apakah ini ada hubungannya dengan Ayah..?" kata Little Missi.
"Benar....nanti akan ibu ceritakan, sekarang kalian boleh berkenalan dulu dengannya. Tapi sebelum itu ibu akan memberi nama baru untuk kalian, kalian mau....?" ucap Siyue. Mereka bercakap- cakap di dalam fikiran mereka .
"Mau ibu..." seru mereka serempak.
"Bagus...untukmu Little Missi..karena kau sudah besar namamu ibu ganti dengan Haucan . sedangkan untukmu yang belum di beri nama oleh Raja, kau bernama Hauyan.. Kalian harus selalu ingat Nama itu...kalian mengerti...?" ucap Siyue.
"Baik ibu...." jawab Mereka serempak .
"Bagus...baiklah sekarang kalian akan kuperkenalkan pada Ayah kalian..." ucap Siyue lembut .
"Honey.... Akan kuperkenalkan kau dengan kedua putra kita.." ucap Siyue pelan.
"Apa put mmm...mmm" sebelum Dewa berseru kembali Siyue keburu mendekap mulut Dewa Wiqya.
"Kau bisa tenang tidak..."ucap Siyue kesal . melihat tingkah Siyue yang menggemaskan Dewa Wiqya sangat bahagia. Dia membiarkan saja wajahnya di tarik kearah Siyue dan tangan lentik itu mendekap mulutnya .
"Hmm..mm..." ucap Dewa Wiqya sambil menunjuk tangan Siyue yang ada di mulutnya.
"Akan kulepas jika kau tidak berteriak lagi... kau tahu tidak..kita jadi pusat perhatian..." ucap Siyue dengan wajah kesal . Andai tidak di tempat umum, Ingin rasanya mencium bibir yang lagi manyun itu . Wajah cantik itu semakin menggemaskan saat dia kesal . Terlihat kepala Dewa Wiqya mengangguk. Siyue segera membuka dekapan tangannya di mulut Dewa Widya.
"Memangnya kita sudah Punya Putra...?" goda Dewa Wiqya.
"Maksudku Hewan kontrak yang merupakan Putra angkat aku dan Raja Chu Tian Ji..." ucap Siyue.
"Jadi bukan aku kan...?" ucap Dewa Wiqya . ada nada cemburu di suaranya .
"Ck..kau masih cemburu dengan separuh jiwamu.." kata Siyue kembali kesal.
__ADS_1
"Baik....lalu di mana mereka sekarang...?' ucap Dewa Wiqya .
"Ada di dini...aku akan memperkenalkan si kembar padamu Honey..." perlahan kedua naga meluncur ketelapak tangan Siyue. Mendengar pembicaraan Siyue dengan sang Putra , Dewi Bao Yu memusatkan pendengarannya. Siyue memberikan naga Milik Raja Chu Tian Ji.
"Dia kuberi nama Hauyan sebab Kau belum memberi dia nama ketika kau masih berujud Raja Chu Tian Ji. dan ini bernama Haucan... Dia milikku..." ucap Siyue .
"Jadi ini mahluk kontrak pasangan kita...?" ucap Dewa Wiqya.
"Benar..." ucap Siyue .
"Hay Ayah..." ucap mereka memberi salam . ular sebesar telunjuk orang dewasa itu mendongakkan kepala mereka , lalu menjilati telapak tangan Dewa Wiqya .
"Apa kabar kalian berdua....?" tanya Dewa Wiqya pelan.
"Baik ayah...." jawab mereka .
"Lalu kenapa mereka memanggil kita Ayah dan ibu. dan kenapa menjadi putra angkat kita...?" tanya Dewa Wiqya lagi .
"Nanti akan aku ceritakan saat kita berada di ruang teratai...jadi sekarang biarkan mereka ikut diriku kembali.. nach sekarang kembalilah ketempat kalian tadi...." ucap Siyue lagi .
Tanpa perintah untuk kedua kalinya, kedua naga itu segera kembali kelengan Siyue.
Dengan tenang mereka melingkar di kedua lengan Siyue .
Mereka pun kembali menikmati tarian dan puisi ataupun syair yang di sajian dan di lakukan oleh dewa- dewi yang lain.
####
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di rumah Dewa Kenzho. Terlihat Dewa Kenzho sedang memarahi sang Putri di depan keluarganya. Terlihat pipi kanan Dewi Langsy memerah karena bekas tamparan dari dewa Kenzho.
"Aku tak pernah menyangka kau bisa berbuat seperti itu ... Kelakuanmu sangat rendah Langsy. Ayah tak pernah menduga kalau kau bisa berbuat seperti itu. Kau telah memalukan keluargamu...!" seru Dewa Kenzho dengan marah.
"Ayah... seharusnya Ayah membunuh gadis itu...dia lah yang membongkar ini semua. Jika saja dia tidak..." ucapan Langsy belum selesai ketika terdengar suata bentakan dan tamparan yang di lakukan Dewa Kenzho
Plaaak....
" Cukup Langsy....cukup, Ayah bilang cukup... Kau itu sudah bersalah tapi masih saja menyalahkan Siyue. Aku tidak bisa berkata apa lagi melihat kebodohanmu.
Sudah tahu kau bersalah, tapi kau masih menyalahkan orang lain, kalau bukan Siyue yang membongkar semua kelakuan be**t mu itu.... Pasti sampai sekarang kami masih saja kau bodohi. Aku tidak ingin berkata saat ada di depan Dewa Agung karena aku merasa malu...sangat malu.. Tapi sekarang ini dengarkan perkataanku. Kau boleh tinggal di istana ini. Tapi tempatmu bukan lagi di istanamu itu. Kau akan aku tempatkan di kamar dekat para pelayan , kau bisa tinggal di sana untuk merenungi kesalahanmu .
Aku membawamu pulang berharap kau mau sadar dan bertobat. Ternyata aku salah. Kau tetap saja merasa tidak bersalah. Kau harus mendengar ini...Mulai sekarang kau bukan Putriku lagi. Kau telah mempermalukan kami sampai sejauh ini. Kami tidak tahu apakah kami masih sanggup bertemu dengan para Dewa Lainnya. Apakah kami masih sanggup bertemu dengan mereka...Aku hanya kasihan pada Saudara - saudaramu . apakah mereka masih bisa hidup tenang setelah kejadian yabg memalukan bagi kami . Kau tahu bukan , hukuman bagi seorang g hadis yang berbuat di luar batas seperti dirimu..?Dan itu bukan hanya sekali kau melakukan itu. Melihat perilakumu yang santai dan biasa dan tidak ada kecanggungan sama - sekali , itu menunjukkan pada kami kalau bukan hanya sekali saja kau melakukan perbuatan itu , Tapi sudah berkali- kali . Dan aku yakin kalau kau sudah melakukannya bukan hanya dengan satu pria .. Tapi Aku yakin kau telah melakukan perbuatan itu dengan banyak Pria.." ucap Dewa Kenzho dengan dingin menahan marah.
"Tidak, tidak Ayah...jangan kau pindahan aku ke kamar itu..aku tidak mau tidur di sana, aku mau tidur di istanaku sendiri Ayah...!" seru Dewi Langsy dengan wajah ketakutan.
"Kau kini bukan putriku lagi. Kau terlalu mempermalukan kami. Hampir saja aku mendapat hukuman juga gara- gara kamu. Kalau kau tidak mau tinggal di sana, kau bisa tinggalkan istana ini . Dan kau dengar tadi ucapan Dewa Agung. Kalau kau tidak di perbolehkan berkeliaran di Alam Nirwana, jadi dengan terpaksa kalau kau tidak mau tinggal di kamar itu , Maka kami akan membuangmu ke alam Bumi..." ucap Dewa Kenzho dengan nada dingin . Mendengar ucapan sang Ayah, Dewo Langsy sangat kaget. dia tak menyangka kalau dia kini terbuang dari istananya . Dan Sang Ayah telah membuangnya . Niatnya yang ingn membunuh Siyue agar dia busa merayu Dewa Wiqya , Namun kini rencana itu malah menghancurkan dirinya sendiri.
"Tapi Ayah..." ucap Dewi Langsy dengan menampilkan wajah sedih. Namun ternyata hati Dewa Kenzho telah tertutup karena terluka. karena itu rayuan Dewi Langsy percuma saja.
."PENGAWAL....!" teriak Dewa Kenzho nyaring.
Dua pria kekar masuk kedalam ruangan.
"Kami menghadap yang Mulia..." ucap kedua pengawal tadi sambil memberi hormat .
"Bawa gadis ini keluar dari sini. Dan tempatkan dia di kamar kosong dekat kamar para pelayan..." ucap Dewa Kenzho.
"Baik yang mulia. .." ucap mereka berdua. Mereka segera membawa Dewi Langsy keluar dari dalam ruangan itu. Terdengar teriakan tidak mau dan mibta maaf . Tapi Dewa Kenzho sudah tutup mata Dan telinga. Dewa Kenzho sudah tidak mau lagi mendengarkan atau memerdulikan teriakan dewi Langsy yang meminta ampun
Di sepanjang jalan menuju kamar yang akan dia tempati . Dan benar saja para Pengawal membawa dia kedalam sebuah kamar yang berada di sebelah kamar para pelayan . ketika dia di lemoarkan kesana, Dewi Langsy merasa hidupnya telah berakhir . Dia duduk di atas pembaringan , merenungi nasipnya yabg dia rasa suatu kesialan . Dan saat Dia sedang duduk termenung tiba- tiba dia merasakan seluruh tubuhnya terasa sangat gatal. Dan anehnya gatal di seluruh tubuhnya walaupun sudah di garuk malah bertambah gatal , bukannya sembuh malah semakin membuat dia merasakan gatal yang teramat sangat .
"Pelayan....!" teriaknya lantang.
Tapi tak seorang pelayan pun yang datang ke kamarmya. Langsy sangat marah namun rasa gatal di tubuhnya semakin parah.
"Dasar pelayan keparat....apa mereka tidak mendengar panggilan ku...?PELAYAN....!!" serunya kencang dengan marah.
Tapi lagi- lagi tak ada seorang pelayan pun yang datang padanya.
" Brengsek...Dasar pelayan bodoh , berani sekali mereka mengabaikan panggilanku ... semua ini gara-gara gadis sialan itu.. Andai dia tidak memiliki bukti kelakuanku . pasti aku tidak akan sial seperti sekarang ini. Awas saja kau... Aku akan membalas semua kelakuanmu ini .. Aaah....kenapa gatal di tubuhku semakin lama, semakin gatal..." ucapnya . Dengan tangannya masih sibuk menggaruk tubuhnya yang kini sudah memerah karena garukannya. Malah ada yang sudah mengeluarkan darah. wajahnya mulai mengeluarkan bintik- bintik merah. begitu juga dengan tubuhnya .
Udahan dulu ya...aku sambung besok lagi.
Jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu . tak lupa autor katakan, jika masih ada kesalahan dalan author menulis, tolong di maafkan..🙏🙏
Bersambung .
__ADS_1