DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KEMBALI KE SEKTE TAPAK DEWA .


__ADS_3

"Memangnya kenapa kek...? kenapa Kakek menantakan soal Dia" tanya Ning Si heran.


"Karena saat ini Dia sudah bertunangan dengan adikmu Ning Lanyu..mereka bertunangan tahun lalu. kemungkinan mereka akan menikah beberapa bulan lagi.." jawab Kakek Li.


"Oo..baguslah...itu tandanya usahanya tidak sia- sia...Aku ikut bahagia Kek...tapi jika Dia tidak berterus terang akan kesalahannya , aku takut hukuman dari Dewa lebih dulu berbicara..." jawab Ning Si enteng .


Mendengar ucapan Ning Si, terlihat Kakek merasa prihatin .


"Tapi kau benar - benar tidak sakit hati kan...?" tanya sang Kakek lagi .


"Tidak kek...sama sekali aku tidak sakit hati. Masih banyak Pria yang lebih baik dari doa kek...?" ucap Ning Si.


"Bagus nak...kau memang Cucu kesayangan Kakek..." ucap Kakek Li bahagia . Dia memang benar - benar sudah tidak mencintai pria itu lagi . Dan akhirnya Kakek Li pulang sendiri.


"Ning...apa benar kau sudah melupakan pria itu...?" tanya Siyur .


"Tentu saja...saat dia membiarkan aku pergi tanpa menyelidiki kebenaran kejadian saat itu, aku sudah menghapus Dia dari kehidupanku . Dia tahu aku bukan orang seperti itu. Tapi dia mempercayai fakta yang ada di depan matanya yang belum tentu kebenarannya...." Jawab ning Si.


"Bagus .. Kau memang pantas menjadi Kakak dari seorang Siyue...'ucap Siyue sambil melihat wajah Fang Yan yang Siyue tahu selalu menatap Ning Si dengan tatapan lain.


Terlihat wajah Fang Yan memerah saat tatapan Siyue mengarah padanya. Melihat itu Siyue Tertawa cekikikan .


"Ada apa sayang.?" Tanya Raja. "Nanti aku beritahu..." Jawab Siyue . Raja membelai lembut kepala sang kekasih.


Akhirnya Siyue bersama para saudara dan sahabatnya segera pulang kembali ke Sekte Tapak Dewa. Sedangkan Wei Zi dan para murid perguruan Elang Putih pulang bersama sang Guru San Wa. Tadi Siyue dan Raja sempat bertemu dengan guru San Wa yang sedang bersama para murid perguruan yang akan kembali. Guru San Wa Dengan bangga mendekati Siyue . sambil mengusap kepala Siyue dia berkata .


"Aku tahu semua ini pasti Karena dirimu. Guru bangga Padamu nak..." Ucap Guru San Wa .


"Tidak juga Guru...itu juga hasil dari mereka sendiri...." Jawab Siyue merendah .


"Tidak guru...kami berhasil semua ini gara-gara Siyue. Kami juga bisa masuk ke dalam prasasti dan mendapatkan ilmu dan senjata berkat dia..." ucap salah satu murid perguruan Elang putih yang Satu jalan dengan Siyue . ucapan murid tadi membuat murid lainnya kaget dan iri .


"Apaa...kalian bisa masuk prasasti yang Ada di dunia kecil..?" Tanya guru San Wa.


"Siapa saja yang bisa masuk kesana...!" Tanya guru Yang si yang baru datang dan mendengar ucapan murid tadi .


"Kami semua guru...." Ucap mereka yang sekelompok dengan Siyue bersamaan.


"Kalian semua...?" Seru kedua guru tak percaya .


"Benar guru kami semua masuk ke dalam ruangan yang sepertinya memang khusus buat kami. Sebab di setiap ruangnya akan dapat terbuka saat salah satu dari kami memang berjodoh dengan ruangan itu. tapi jika tidak, sekuat apapun kita membuka, pintu itu tak akan bisa terbuka..." Ucap Putri Chi Shi Wa memberi tahu .


"Dan kalian semua mendapatkan nya..?" Tanya guruYang Si.


"Benar guru..." Jawab mereka.


Mendengar ucapan mereka semua, guru Yang Si menatap Siyue.


"Yue'er.. Guru ingin mendengar cerita semua itu dari dirimu sendiri. Temui kami di ruangan guru ..ketika Kau sudah sampai di sekte." ucap guru Yang Si. Dan kebetulan para sahabat Siyue datang ingin berpamitan dengan guru Yang Si. Sebab mereka akan pulang bersama Suyue bukan dengan para guru dari Sekte . Melihat itu guru Yang Si pun berkata .


"Dan untuk kalian semua... Kalian akan mendapatkan liburan selama tiga hari. Kalian bisa pulang ke rumah kalian masing - masing..." Ucap guru Yang Si.


aterdengar speak gembira dari mereka .


Akhirnya mereka berpamitan pada guru Yan Si. Namun sebelum pulang , Siyue dan kawan- kawan pergi Untuk mencari makan terlebih dahulu.


Dan sekarang mereka sudah di dalam perjalanan pulang Kembali ke Sekte Tapak Dewa Setelah makan tadi . Dan ternyata di Alam Nyata tempat pemberangkatan dan jalan pulang tidaklah terlalu jauh. Jadi hanya membutuhkan beberapa jam saja mereka sudah sampai di Desa Nandaka . Karena besok mereka sudah mendaoatkan liburan , maka mereka langsung menuju rumah Siyue. Atau rumah Kakek Si.


Ketika sampai di sana, mereka di Sambut gembira oleh Kakek Si.


"Lo..kalian sudah kembali...?" Tanya Kakek Si dengan wajah gembira.


"Tentu saja Kek... " jawab Feng Xun.


Mereka segera masuk ke dalam Ruang . dan kebetulan sekali, Lian Kun dan Murong serta Yuan Ru sedang berada di rumah itu. Mereka juga baru kembali dari tugas . mereka pergi mencari tumbuhan obat. Jadi rumah semakin ramai saja.


"Lo ini Siapa Yue'er..?" Tanya Kakek Si saat melihat ketiga teman baru mereka.


"Sahabat baru Kek...mereka sekarang akan Menjadi cucu Kakek yang baru..." Jawab Siyue.


"Maksudnya kamu apa..." Akhirnya Siyue menceritakan Siapa mereka. Dan menceritakan juga masalah mereka secara singkat.


"Oo Begitu...jangan khawatir nak... kami sekarang yang akan menjadi saudara, sahabat dan keluargamu . jadi jangan berkecil hati. Hanya saja kau harus giat berlatih agar tidak kalah dengan saudaramu yang lain..." Ucap Kakek Si sambil tersenyum ramah.


"Trimakasih Kek.. Tapi kami ingin mengabdi pada saudara Siyue..." Ucap Cici sambil menatap Siyue.


"Hey Ci...kami semua Adalah bawahan Siyue juga...." Jawab Simayun .

__ADS_1


"Apa benar kak...tapi Bukannya kalian Kakak dan sahabat Siyue...?" Ucap Cici.


"Walaupun kami kakak dan sahabat Siyue tapi kami ini juga bawahan Siyue. Jadi kami akan selalu setia pada Siyue..." Ucap Ning Si membenarkan .


"Kakak...jangan membuat Mereka ketakutan... ya sudah, mulai sekarang kalau kalian mendapatkan libur dari sekte. Kalian bisa datang kemari. Anggap saja kami semua Adalah orang Tua dan saudara kalian, jangan Sungkan bertanya dan jangan bersikap kaku pada Kami. Karena aku tidak selalu bisa bersama kalian.


Dan masalah kalian masuk Sekte, aku sendiri yang akan mengatakan ini pada guru. Jangan kawatirkan itu . Tiga hari setelah ini, kalian ikut saja bersama mereka masuk Sekte , tolong Feng Xun dan Kak Luo Yi . Antar mereka mendaftar ke guru pembimbing Bilang aku yang membawa mereka. Kalau ada masalah kau bisa bilang padaku. Aku ada di kamarku...Maaf aku tidak bisa lama- lama di sini . kami akan pergi dulu. Sebab Ada sesuatu yang harus kami lakukan..." Kata Siyue.


"Kau tidak bermalam di sini Yue'er...tanya Kakek Fang Bo.


"Tidak Kek...masih Ada sesuatu yang harus Siyue selesaikan..." Jawab Siyue. Akhirnya Siyue dan Raja mohon diri. Mereka segera berjalan masuk kedalan Sekte. Para penjaga yang sudah mengenal Siyue segera membuka pintu gerbang Sekte. Raja dan Siyue segera menuju kamar Inap mereka. Ketika sampai di sana, Raja segera membawa Siyue pergi ke ruang Dimensi nya .


"Nach sekarang ceritakan semuanya saat Kau berada di dalam Dunia Kecil ..." Ucap Raja sambil duduk di depan Siyue yang sekarang sedang duduk santai di rumah kecil di dalam Ruang Dinensi Raja .


"baik akan Siyue ceritakan, tapi sebelum cerita selesai yang Mulia tidak boleh Menyela atau memotong ceritanya..." Kata Siyue.


"Baik aku akan mendengarkan..." Ucap Raja. Akhirnya Siyue menceritakan semua yang terjadi . dari Asal mereka masuk ke dalam Dunia kecil sampai mendapatkan Manik- manik Jiwa. Saat Dia mendengar Cerita Siyue. Raja sangat kaget . dia ingin Menyala tapi dia sudah berhanji tidak boleh Menyala. Akhirnya yang Dia bisa lakukan Adalah memeluk dan menangis di pundak Siyue. Tentu saja Siyue jadi terdiam. Apa lagi merasakan pundak nya basah .


"Gege...Kau menangis...?" Tanya Siyue dengan wajah kaget .


"Mulai sekarang aku tidak akan pernah membiarkan Kau pergi dari sisihku lagi. Walau apapun yang terjadi. Walau Kau mengancamku, aku tidak akan pernah mau pergi dari Sisihmu tidak akan pernah..." Terdengar suara Raja dengan kesal.


"Iya, iya.. Maaf kan aku...bukankah yang Mulia sedang bertugas...lalu bagaimana keadaan kerajaan jika yang Mulia lebih mementingan kepentingan pribadi .." Ucap Siyue lembut. Mendengar suara Siyue yang mengatakan kebenaran, Raja terdiam dan menatap Siyue . Siyue mengusap wajah tampan itu yang terlibat merah Karena menangis.


"Lalu apa yang harus Raja ini lakukan, apakah aku harus melepas..." Siyue langsung mendekap Mulut Pria yang Ada di depannya.


"Jangan ucapkan itu lagi, atau Siyue akan marah..." Ancam Siyue. terlihat Raja menganggukkan kepalanya. Siyuepun melepas tangannya dari mulut Raja .


"lalu apa yang harus aku lakukan ...?.aku tidak ingin kehilangan dirimu Yue'er... aku tak bisa membayangkan hidup tanpa dirimu..." Ucapnya lagi.


"Percaya sama Siyue , dan Siyue janji akan bertindak hati- hati..." Ucap Siyue lembut sambil membersihkan Sisa air mata di pipi dan Mata Raja.


"Baik, aku akan percaya Padamu, tapi jangan suruh aku jauh darimu . kemanapun aku pergi, atau Kau akan pergi, aku akan tetap bersamamu..." ucapnya dengan tegas.


"Tapi gege..." Ucap Siyue berusaha membujuk sang Raja.


"Tidak Ada tapi-tapian..." Jawab Raja. Siyue menatap pria tampan di depannya dengan wajah cemberut. Namun Raja menatap dia dengan wajah tak mau Kalah. Akhirnya Siyue mengalah.


"Baiklah Siyue akan selalu bersama yang Mulia, Tapi dengan Satu syarat , yang Mulia harus kembali ke istana .Karena yang Mulia lebih di butuh kan di istana..." Jawab Siyue.


"Baik...Asal Kau ikut ke istana bersamaku..." Jawab Raja .


"Trimakasih sayang..."ucap Raja dengan gembira. Dia semakin memeluk erat gadis cantik di depannya . setelah puas memeluk tubuh ramping itu, barulah Raja melonggarkan pelukannya .


"Ya sudah Ayo kita keluar ..." Ajak Siyue. Namun bukan jawaban yang di dapat Siyue dari sang kekasih , tapi tiba- tiba bibir merah itu sudah ******* lembut bibir nya. Siyue yang tak siap hanya bisa terkejut. Setelah puas melepas Rindu dan cemas di hatinya. Barulah Raja melepas ciumannya .


"Jangan pernah menjauh lagi dariku, ingat itu sayang..." Ucap Raja lembut.


Terlihat wajah Siyue cemberut tapi Ada Rona merah Karena ulah sang Kekasih. Melihat itu Raja tertawa . Dia segera membawa Siyue keluar dari ruang Dimensinya .


Ketika sampai di dunia Nyata, ternyata hari sudah menjelang pagi hari. . untungnya saat itu mereka Ada di dalam ruangan Siyue. Akhirnya untuk menunggu hari Menjadi terang, Raja dan Siyue berkultivasi di dalam ruang kamar Siyue. Saat hari mulai terang, mereka segera berbena dan mereka berdua bersiap pergi menghadap guru Yang Si dan guru San We. Tak berapa lama terlihat mereka keluar dari kamar Masing - masing dengan Pakaian baru. Mereka segera berjalan kearah kediaman guru Yang Si .


Ketik mereka sampai di Ruang tinggal sang Guru, ternyata guru San We sudah berada di Sana . melihat kedatangan Siyue dan Raja , guru San We dan guru Yang Si berucap .


"Salam Yang Mulia..." Ucap mereka bersamaan.


"Salam Guru..." Ucap Siyue dan Raja bersamaan pula .


" Guru.... yang sekarang berada di depan anda bukan Chu Tian Ji sang Raja kerajaan Darga, tetapi Chu Tian Ji Murid guru Yang Si dan kekasih Siyue murid kalian berdua..." Ucap Raja Chu Tian Ji dengan wajah cerah. Mendengar ucapan Raja Kedua guru tertawa. sedang kan Siyue Merasa malu mendengar ucapan Raja yang terlihat terlalu posesif.


"Yang Mulia..." tegur Siyue pelan.


"Tidak apa -apa Yue'er... kami setuju dan juga bahagia jika kau Menjadi Ratu kerajaan ini..." Ucap guru Yang Si.


"Benar kata Yang Si Nak...aku juga setuju . kami merestui hubungan kalian berdua..." Ucap guru San We .


Mendengar ucapan sang guru , Raja langsung berucap.


"Trimakasih Guru..." Ucap Raja bahagia. Sedang kan Siyue terlihat wajah nya memerah . namun tak urung dia berucap.


"Trimakasih guru ..." ucapnya lembut. Sebab di jaman Kuno , Restu seorang guru , seperti Restu kedua orang Tua.


"Sekarang coba Kau ceritakan semua yang terjadi di Dunia kecil, kami ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya. Dan mengapa kelompokmu dan kelompok Weizi bisa berurutan dalam daftar kekuatan di Batu penguji ...?" Tanya guru yang Si.


Akhirnya Siyue menceritakan semua kejadian dari Asal mereka bertemu dengan kelompok Wei Zi sampai kembali dari Dunia Kecil.


"Jadi hanya kalian saja yang bisa mendapatkan keuntungan dari dalam Prasasti.

__ADS_1


"Benar guru dan juga tiga murit dari sekte pedang Terbang .." Ucap Siyue.


"Sekte pedang Terbang...?" ucap guru San We .


"Benar guru mereka Ada di urutan boner 16, 17 dan 18 . "ucap Siyue menjelaskan .


"Maksudmu para murid yang kalian temui saat Awal pertama kalian masuk Dunia kecil..?" Ucap guru San We .


"Benar guru. Dan maaf guru Yang Si...Siyue boleh minta Tolong pada guru...?" Tanya Siyue agak takut. Sebab dia telah berani lancang membawa mereka ke kota itu.


"Ada apa Yue'er...?" Tanya Buru Yang Si. Akhirnya Siyue menceritakan masalah ke tiga murid Pedang Terbang yang sekarang dia bawa.


"Apakah boleh mereka Belajar di Sekte ini guru...?Sebab mereka bersikeras ingin tinggal bersama Siyue..." Ucap Siyue sedikit takut. Mendengar ucapan Siyue Guru Yang Si Tertawa.


"Kenapa Kau Tertawa Yan...? Murid mu sedang meminta pertolonganmu...?" Ucap guru San We tak mengerti.


"Bukan begitu...aku hanya heran pada murid kita yang satu ini...jangankan Raja...Setiap orang yang mengenal dia, mengapa ingin mengabdi padanya ....tapi baiklah, Karena ini merupakan permintaanmu dan juga mereka termasuk dua puluh besar, aku akan Menjadi kan mereka murid di sekte tapak Dewa ini. Dan itu juga merupakan trimakasih guru Karena Kau telah mengharumkan kembali nama Sekte ini. Dan bisa mengalah kan kembali Sekte sebelah..." Ucapnya sambil mengerling pada guru San We. Melihat sang sahabat menggodanya, guru San We terlihat kesal.


"Dasar pria Tua sombong...tapi dia juga muridku, dan dia juga membawa teman- temannya mendapatkan ilmu dan senjata... Tapi ngomong - ngomong , apa yang Kau dapatkan dari dalam Prasasti Yue'er...?" Tanya guru San We .


"Sebuah batu giok penyembuh sebesar tempat tidut untuk satu orang . Dan Maaf guru... Siyue hampir lupa . guru berdua mendapatkan salam dari guru Saujin.


Beliau nenitipkan salam untuk kalian berdua.


"Apaa...Saujin....!" Seru mereka bersamaan sampai ke duanya yang tadinya duduk bersandar di sandaran kursi . kini mereka duduk dengan menegakkan tubuh mereka .


"Benar guru...dan maafkan Siyue...Karena Manik- manik jiwa telah berada di tubuh Siyue . dan semua itu Siyue dapat dari guru Saujin, maka otomatis guru Saujin merupakan guru Siyue juga. Beliau berkata kalau Manik - manik jiwa merupakan kekuatan yang memang harus di miliki atau memang milik gadis darah Phoenik. Karena itu, mau tidak mau Siyue harus menerima nya..." ucap Siyue yang membuat kedua guru tertegun tak percaya .


"Yue'er...Kau tidak mengalami sesuatu saat manik-manik jiwa akan masuk ketubuhmu kan...?" Ucap guru Yang Si sambil menatap Siyue dengan wajah cemas. Mereka tahu kalau manik- manik Jiwa sangat sulit masuk ke dalam tubuh manusia. Selama mereka hidup mereka tahu hanya satu orang yang bisa atau mampu memiliki manik-manik Jiwa itu yaitu Saujin di peramal masa depan. Dan sekarang kekuatan itu masuk kedalam tubuh Siyue.


"Sinyu hampir tak mampu guru...Siyue hampir Kalah... Mungkin Karena Bantuan guru Saujin , Siyue bisa melewatinya...." Jawab Siyue .


"Kekuatan itu tidak bisa di Bantu orang lain nak...hanya kekuatan diri sendiri yang bisa melakukannya. Mungkin Karena Kau si pemilik kekuatan itu sendiri. Hingga dia bisa bersatu dengan tubuhmu..." Ucap guru Yang Si sambil menatap Siyue dengan perasaan kagum. Tak pernah dia bayangkan kalau dia bisa memiliki murid yang merupakan keturunan atau calon penguasa kerajaan terkuat itu. Saat Siyue sedang berbicara dengan Kedua gurunya dan sang kekasih dengan tenang.


Di tempat lain yaitu di tempat Sekte pedang Terbang , terlihat semua tetua sedang berkumpul dan para murid yang kemarin masuk kedalam Dunia kecil juga berada di sana. Dari seratus yang terpilih jadi murid terkuat, Ada dua orang murid pedang Terbang yang tercatat di dalam bati lempeng . dan Mereka berada di peringkat 73 dan 48 . Kakek Li juga berada di sana dengan raut wajah sangat dingin menyeramkan . Sejak beliau datang, beliau telah mendiamkan Putranya yang bernama Li Pak Yu yang merupakan Ayah Ning Si. Dan sekarang pria Tua itu, Yang merupakan guru besar atau pemimpin tertinggi perguruan Pedang Terbang terlihat sangat marah. Melihat wajah nya semua Merasa takut. Tak lama terdengar Dia berkata.


"Yang kemarin termasuk murid dari seratus peserta tertinggi maju kedepan...!" Ucapnya dingin. Dua pria Dewasa terlihat berjalan kedepan . Ternyata mereka merupakan pemimpin di dua kelompok lain selain kelompok Ning Soilo . Melihat hanya dua orang itu yang maju kedepan , Kakek Li berkata dingin.


"Kenapa hanya dua orang ini saja yang maju, lalu tiga lainnya yaitu peringkat 16, 17 dan 18 mana...?" Ucap Kakek Li dengan nada marah .


Mendengar ucapan Kakek Li. Ketiga tetua dan enam guru pengajar kaget mendengar ucapan Kakek Li. Mereka saling pandang.


"Guru besar...apakah anda tidak salah...kami hanya mendapatkan laporan dua orang ini saja yang tercatat dalam Batu kekuatan..." Ucap Salah satu guru yang kemarin ikut menjemput mereka.


"Kau meragukanku...? bukankah aku yang berada di dalam....apakah kau fikir aku pikun dan mengad - ada...?" kata Kakek Li tajam .


"Maaf bukan begitu guru...kami hanya mendapat laporan kalau hanya dua murid saja yang masuk peringkat...." Ucap guru tadi .


"Kau salah.. Ada tiga lagi murid yang Menjadi peringkat di bawah dua puluh , yaitu petingkat 16, 17 dan 18. "kata Kakek Li lagi.


"Tapi, tapi Siapa guru.. Kenapa kami tidak mendapatkan laporannya...?" Ucap guru tadi. Terlihat wajah kakek Li merah.


"Apakah saat mereka datang Kau tidak memeriksa muridmu, apakah mereka lengkap atau tidak...!" Teriak Kakek Li marah. Mendengar suara Kakek , semua orang terdiam . Ning Soilo dan Ning Lanyu terlihat berwajah pucat pasih. Juga ke lima teman mereka yang tahu masalah nya .


"Ning Soilo...dimana ke tiga temanmu yang lain...! bukankah mereka tanggung jawabmu...?" Seru Kakek nyaring sambil menatap kearah Ning Soilo . Mendengar Teriakan Kakek Li , semua orang memandang kearah Ning Soilo. Sedang kan Ning Soilo sendiri terlihat ketakutan. Namun tak lama dia terlihat berusaha tenang.


"Me..mereka pergi meninggalkan kelompok Kek...Mereka memilih untuk pergi bersama kelompok dari perguruan lain..." Ucap Ning Soilo dengan wajah terlihat tenang dan tidak bersalah.


"Benarkah seperti itu ....?" Tanya Kakek lagi.


"Benar Kek...aku sudah berusaha membujuk mereka agar mereka mau Kembali ke kelimpok kita, tapi mereka Malah marah dan menghina kami..." Jawab Soilo lagi.


"Ck, Ck Ck...Pak Yu , pak Yu.. sejak Kapan Kau memiliki putri yang sangat jahat dan licik seperti Dia.... Aku tidak pernah menyangka saat aku setua ini, aku harus menyaksikan dan mengetahui kelicikan dari cucu - cucuku...sekarang aku bertanya sekali lagi, kemana ke tiga rekanmu itu..." Ucap Kakek Li dengan dungin dan marah.


"I...itu..Kek...ka..kami tidak ..tahu...apa yang aku katakan semua itu merupakan suatu kebenaran Kek...." Ucap Ning Soilo ketakutan. Melihat Putrinya ketakutan Tuan Pak Yu terlihat mulai curiga. Namun kecurigaannya dia Simpan.


"Ayah... apa sebenarnya yang terjadi...kenapa Kau Begitu marah padanya...?" ucapnya perlahan . Terlihat Kakek Li menghela nafas berat .


"Ternyata putrimu benar- benar seorang pembohong besar....Dia tidak berani mengatakan kejujuran.... kebohongan akan selalu dia ucapkan . baik sekarang akan Ku katakan semua kebenarannya . tiga murid kalian, telah di usir oleh putri kesayanganmu itu. Dan mereka merupakan murid peringkat yang membuat kita bangga. Mereka merupakan peringkat 16, 17 dan 18 ..tapi Karena keegoisan putri kesayanfanmu itu, kini mereka akan Menjadi murid Sekte lain ....." Ucap Kakek Li menjelaskan.


" Apaaa....!" Seru mereka bersamaan. Terlihat kejecewaan di wajah mereka. Mereka menatap Ning Soilo dengan tatapan kesal .


'Ta...tapi Kek..itu bukan salahku..Dia..dia..." Namun sebelum Ning Soilo meneruskan pembelaannya Kakek telah menunjuk salah Satu teman satu kelompok dengan Ning Soilo.


"Kamu...katakan yang sejujurnya dan jangan mencoba untuk berbohong. Karena aku sudah mengetahui semuanya..." Ucap Kakek Li.


Akhirnya pria teman sekelompok dengan Ning Soilo dengan perasaan takut menceritakan semuanya . dari Awal hingga mereka bertemu kembali di kota singga teakhir sampai pada pertengkaran mereka dengan murid dari perguruan yang telah menolong dan membawa mereka bersama. Mendengar semua ucapan dari murid tadi. Terlihat ruangan Menjadi hening dan terlihat kemarahan di wajah tuan Pak Yu .

__ADS_1


Udahan dulu ya...aku sambung besok lagi. Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu .


Bersambung.


__ADS_2