
'Selama delapan belas tahun ini, Ayah terluka sangat berat guru....Ayah , terkena racun ganas yang sulit di obati , untunglah guru Yun Jin bisa membuat Ayah bertahan. Dan Siyue bisa menyembuhkan Ayah. Kini tinggal membuat tubuh Ayah kuat kembali dan bisa bergerak dan berbicara seperti dulu lagi....tapi maaf guru...Siyue tidak bisa membawa guru kepada Ayah ... Tapi Siyue janji, saat Ayah sudah sehat kembali , Siyue akan membawa Ayah menghadap guru...." janji Siyue .
"Lakukanlah apa yang terbaik untuk Ayahmu nak..." Ucap guru Yang Si haru. Dia sudah tahu kemampuan Siyue dalam soal pengobatan . Apa lagi ilmu akupuntur jari Emas nya yang juga di sebut Jin Yao . sangat ajaib .
"Trimakasih guru...kalau begitu kami mohon diri..." Kata Siyue pada sang guru .
"Pergilah kalian berdua, Oh ya Yang Mulia... ketiga pengawal anda masih tidak bisa berada di Sisi Yang Mulia...." Kata Guru Yang Si sambil menatap sang Raja dingin yang berada di sebelah Siyue .
"Tidak masalah guru...Raja sudah memiliki pengawal yang terbaik...." Ucapnya tenang. Mendengar ucapan sang Raja , guru Yang Si tersenyum . Dia tahu kalau Raja jatuh Cinta pada Siyue. Namun Dia juga tahu kalau Siyue memang calon yang terbaik untuk kerajaan Darga ini. Dan dia juga pernah mendengar Kalau sampai sebuah Kerajaan memiliki Raja yang berjodoh dengan gadis darah Phoenix maka di ramalkan kerajaan Itu akan memiliki kejayaan dan kemakmuran .
"Ya sudah kalau begitu kalian bisa pergi dan beristirahat . ingat dua hari lagi Adalah penerimaan siswa baru...Yang Mulia hadir kan....?" Ucap Guru Yang Si .
"Pasti guru... Raja akan datang bersama pengawal Siyue..." Ucapnya dengan tenang. Siyue hanya bisa diam saja mendengar omongan sang kekasih. Akhirnya mereka keluar dari ruangan guru Yang Si.
Sedang kan di sebuah ruang kamar di dalan sekte itu juga , seorang gadis sedang berbicara dengan dua orang Pria berpakaian hitam.
"Kalian harus melakukan pekerjaan itu malam ini dengan benar, kalian sudah tahu kan kamar baginda Raja....?" Ucap Gadis itu memberi perintah .
"Sudah putri... Lalu bagaimana dengan pria yang selalu bersama yang Mulia. Tempat Pria itu Ada di sebelah Raja. .." kata pria yang satunya .
"Jadi kamar Pria itu bersebelahan dengan kamar Raja...?" Kata putri dengan marah.
"Benar putri..." Jawab pria tadi.
"Bedebah...beri saja dia Racun mematikan, buat racun yang tak terlihat. Agar kematiannya tidak mencurigakan. Aku Ingin dia mati besok..." Ucap gadis itu dengan marah .
Ternyata gadis itu putri Lusia. Tanpa mereka sadari dua burung yang berada di jendela mendengar semua ucapan dan rencana mereka.
"Dasar wanita jahat dan bodoh. Kau mencari kematianmu sendiri gadis Bodoh . Kau berani mengusik Ratu racun . Aku tidak tahu, kematian bagaiaman yang akan putri berikan Padamu...." Ucap burung yang berwarna kuning.
"Rencana itu sudah lama dia buat tuanku... hanya saja dia tidak menemukan Raja .." Ucap burung kecil di sebelah burung berwarna kuning itu.
"Kau sudah bekerja dengan baik , sekarang Kau boleh pergi..." Ucap si burung kuning.
"Tidak tuanku...hamba ingin melihat gadis itu dulu. Dia sudah berniat ingin membunuh Putri Phoenix jadi hamba ingin melihat penderitaan yang dia hadapi....!" Ucapnya marah sambil melihat putri Lusia yang tertawa bahagia . Karena dia sudah membayangkan keberhasilan rencana mereka.
"Dan katakan pada yang lain, agar besok pagi kalian datang bersama Ayah dan guru besar serta guru-guru yang lain agar Raja tidak bisa mengelak lagi..." Ucap gadis itu yang ternyata Lusia.
.
"Baik Putri..." jawab Mereka serempak.
Mereka segera meninggalkan tempat itu . begitu juga dengan burung Kuning Feng Qui . Dia segera Terbang meninggalkan tempat itu . sedang kan burung kecil tetap mengawasi Putri Lusia yang sudah bersiap-siap pergi ketempat Raja. Feng Qui segera Terbang mencari Siyue. Saat itu Siyue sudah berada di dekat kamar nya saat Feng Qui datang.
"Yue'er...Ada kabar untuk kalian berdua..." Ucap Feng Qui.
"Lebih baik kita bicara di dalam..." Ucap Raja.
Akhirnya mereka masuk ke dalam kamar Siyue.
"Ada apa Qui...?" Tanya Siyue.
Feng Qui segera menceritakan rencana Putri Lusia yang ingin menjebak Raja. Dia telah menyuruh seseorang untuk memasukkan uapatau serbuk racun perangsang gairah pada kamar Raja. Sedangkan untuk kamar Siyue, dia menyuruh orang memberikan serbuk Racun Ganas yang akan membunuh Siyue.
"Dan mereka akan melakukannya malam ini juga Yue'er..." ucap Feng Qui dengan wajah kesal.
"Dasar wanita murahan, dia fikir mudah memnjebakku..." Ucap Raja yang mendengar cerita Feng Qui dengan kesal.
"Jangan Marah Gege....Kita akan memberikan pelajaran padanya. Sebelum mendapat pelajaran mereka Anak dan kedua orang Tua itu tidal akan pernah menyesal. ..." Ucap Siyue.
"Lalu apa yang akan Kita lakukan...?" Tanya Raja dengan wajah tersenyum Senang.
"Apakah gege tidak akan menyesal jika aku memberi pelajaran pada mereka ...?" Tanya Siyue.
"Kenapa mesti menyesal....?" tanya Raja heran .
"Bukankah dia masih saudara Gege...?" Tanya Siyue lagi.
"Aku tidak akan pernah menyesal. Kau tahu, malam ini rasanya aku ingin membuat dia mati..." kata Raja dengan marah.
"Jangan..terlalu enak dia jika langsung mati,... Dia berani menargetkan diriku dalam ke matian, maka itu yang akan dia dapatkan, tapi aku masih ingin membuat dia dan Ayah ya malu....." Ucap Siyue dingin.
Mendengar ucapan Siyue, Feng Qui begidik. Dia masih ingat musuh - musuh Siyue yang mendapatkan hukuman dari gadis itu.
" Ya Sudah Ayo kita mulai..." Ucap Siyue
"Lalu Apa yang harus aku lakukan....?" Tanya Raja lagi.
"Lebih baik sementara ini gege berada di ruang Teratai atau Ruang Dimensi milik Tian'ge , aku akan memanggil gege saat mereka sudah terjebak....." Jawab Siyue.
"Kalau begitu aku pilih tinggal di Ruang Teratai saja ,sambil menemani Ayah Sima Yuan..." Ucap Raja.
__ADS_1
"Kalau Begitu biar Xiao Tu yang membawa gege kesana. Aku akan menyelesaikan urusan di sini. " ucap Siyue .
"Baiklah kalau itu pengaturan calon istriku...?" Ucap Raja dengan wajah bahagia. Dia memeluk pinggang Siyue dan mengecup keningnya sebelun dia pergi bersama Xiao Tu yang telah di panggil Siyue. Kini tinggal Siyue dan para hewan kontraknya.
"Putri Apakah gadis itu harus hamba bunuh..." Ucap Liong Bay yang sudah berubah menjadi Pria Muda.
"Tidak Bay...biarkan dia merasakan siksaan dariku dulu.Aku ingin tahu, tabib atau dokter mana yang akan bisa menyembuhkan dia dari racun Ku..." Ucap Siyue .
"Putri memiliki rencana sendiri...?" Tanya Liong Bay .
"Pasti.. Kau akan melihatnya nanti..." Ucap Feng Qui.
"Qui kita menunggu kedatangan mereka dan Kau Ivy..jadilah pengganti diriku untuk sementara di kamar ini . Agar tamu tak di undang tidak Merasa curiga dan Kau bisa membunuh siapapun yang berniat jahat itu.." Kata Siyue pada Ivy.
"Baik Yue'er...jawab Si maniak racun.
"Lalu aku...?" tanya Liong Bay kembali.
"Kemablilah ketanganku,..kita akan menagkap orang itu..." Ucap Siyue.
"Kita belum wakt nya pertindak Bay... Ada saat nya kita yang harus maju..." Kata Tiger yang berada di leher Siyue. Melihat keakrapan Siyue dengan hewan Kontraknya, Membuat Long Bay bahagia dan bangga. Ternyata Putri Phoenix yang sekarang , merupakan seorang wanita yang baik hati dan bersahabat.
Kini mereka melompat keluar melalui jendela. Feng Qui yang berubah menjadi Pria Dewasa itu , terlihat memeluk pinggang Siyue. Mereka kini berada di atas atap bangunan tempat tinggal Siyue dan Raja. Mereka duduk di atap menunggu kedatangan utusan Putri Lusia.
Dan benar saja , Saat Siyue berada di atas atap selama tiga puluh menitan , seseorang datang dengan memakai baju hitam dan tutup kepala hitam, pria itu terlihat bergerak dengan cepat dan ringan .
"Sialan....ternyata Pria suruhan Putri Lusia memiliki ilmu tinggi juga Yue'er...oantas saja dia berani bertindak senekad itu.." Ucap Feng Qui dengan telepati para Siyue .
"Kau ini...Tentu saja Qui...mana mungkin Pria rendahan bisa mendekati tempat Raja....tapi mereka juga bodoh. Mana mungkin mereka bisa mendekati Raja yang memiliki ilmu tinggi itu..." Ucap Siyue sambil tersenyum geli.
"Dasar manusia - manusia tolol...." ucap Feng Qui kesal .
"Ck...ikan mendekat sendiri.." Kata Siyue sambil tertawa.
Ternyata Pria itu duduk persis di depan Siyue. Dia memang tidak akan bisa melihat Siyue yang sedang bersama Feng Qui. Terlihat Pria itu membuka atap pelan. Namun sebelum niatnya terlaksana , sebuah jarum Perak menusuk titik kesadarannya. Dia menggaruk sebentar bekas tusukan jarum itu. Mungkin dia fikir nyamuk yang menggigit. Namun tak berapa lama, tiba-tiba dia sudah tak sadar kan diri. Feng Qui segera membawa Pria itu. Mereka membawa Pria itu segera masuk kedalam kamar Raja. Siyue memasukkan pil ke dalam Mulut Pria itu. Setelah itu Siyue membuka titik akupunturnya.
"Kita keluar Qui..." Ucap Siyue pada Feng Qui. Mereka segera keluar dari dalam kamar Raja. Siyue tak lupa mematikan pelita di dalam ruangan itu. Serta menaburkan sedikit bubuk peningkat gairah. Terlihat kamar dalam keadaan gelap gulita. . Namun bagi Siyue keadaan seperti itu sudah biasa.
Dia Segera menjemout Raja agar ikutan melihay Tontonan yang akan terjadi. Tak berapa lama, terlihat seseorang datang dengan memakai kerudung penutup muka. Dia cepat masuk ke dalam kamar melalui jendela yang baru saja Siyue lewati. Dengan tenang dia masuk tak lama terdengar suara seorang Wanita berbicara dengan seksi.
"Kakak..Kau dimana..?kenapa kamar Kau buat gelap..." Ucap suara itu dengan manja. Dan Siyue tahu, siapa itu.
"Putri Lusia...he he he...rasakan jebakan yang Kau buat sendiri..." Ucap Siyue sambil terrawa pelan . Raja mengusap kepalanya denfan genas. Sedangkan putri Lusia masuk kamar dengan gembira . Namun belum terlalu jauh Putri melangkah dari jendela yang baru saja dia tutup. pelukan tangan kakar telah memeluk pinggangnya dari belakang .
"Kakak...ah kakak...geli tahu...ternyata kau beringas juga kak...kenapa tidak sejak dulu saja kulakukan ini Padamu....aah kakak..." Terdengar seruan manja terdengar dari dalam kamar itu . Mendengar suara itu, Raja tiba- tiba mendekap dan memeluk Siyue. Dia menutupi telinga Siyue dengan kedua tangan nya.
"Tidak baik suara seperti itu Kau dengar kan sayang ..." Ucapnya dengan nada sayang . walau terlihat Ada kemarahan terlukis di wajah tampannya . Ada guratan marah dan jijik di mata gelapnya .
"Berani sekali dia ingin berbuat deperti itu padaku . Dasar wanita murahan, untung Qui mengetahui semua ini..." Ucapnya geram dan jijik . Dia tak bisa membayangkan jika saja Mahluk kontrak Siyue tak mengetahui semua itu.
"Hey jangan marah...Kau tak akan mendapat pengaruh dari racun apapun . bukankah biji Buah milik Ivy telah gege telan. Dengan. Biji itu di dalam tubuh Tian'ge , racun apapun tak akan mampuh melukaimu..." Ucap Siyue sambil tersenyum .
"Benarkah...Trimakasih sayang...ya sudah lebih baik kita pergi..." Ucap Raja. Mereka sekarang berada di sebuah pohon yang berada dekat dengan jendela Siyue.
"Tunggu dulu Tian'ge...kita harus melihat kedatangan orang yang ingin membunuhku..." Ucap Siyue.
"Aah ..aku hampir lupa..." Ucap Raja . namun tangan nya masih berada di telinga Siyue .
"Qui...Ada tugas untukmu..." Ucap Siyue.
"Siap Yue'er...." jawab Feng Qui yang sudah berubah menjadi burung lagi.
"Taburkan bubur ini ke tubuh Putri Lusia.." ucap Siyue.
"Hanya Putri Lusia...?" Tanya Feng Qui.
"Untuk penjahat itu, Dia akan mendapatkan hukuman sendiri dari Putri Lusia dan Ayahnya Kau lihat saja nanti..." Ucap Siyue sambil tersenyum sinis. Melihat Senyuman Siyue, membuat Feng Qui bergidik .
"Dasar orang - orang bodoh. Kalian mencari kematian sendiri ...batin Feng Qui .
"Baik Yue'er..." Ucap Feng Qui sambil terbang membawa bubuk dalam botol kecil . tak berapa lama setelah kepergian Feng Qui, dua orang Pria datang ke atap kamar Siyue.
"Apakah kita akan langsung membunuh pria itu....?" Ucap salah satu dari kedua Pria yang berbaju hitam itu.
"Itulah perintah dari putri Lusia juga Pangeran Shan Qi..." Jawab Sang Teman.
"Sayang sekali kenapa Pria Setampan itu harus mati.. " ucap pria pertama.
"Itulah akibatnya berurudan dengan Pangeran Shan Qi dan Putri Lusia yang kejam..." Jawab Sang teman. Mereka segera mebuka atap perlahan dan mereka melihat seorang Pria sedang tidur di dalam kamar itu. Mereka segera memasukkan bubur halus ke dalam ruangan itu. Terlihat mereka menunggu reaksi dari dalam kamar itu. Cukup lama mereka menunggu. Satu ham kemudian, mereka turun dari atas atap . perlahan mereka membuka jendeka kamar Siyue. Namun terlihat mereka Hanya menbuka tanpa niat untuk masuk . mungkin mereka ingin Membuang Sisah racun yang Ada di dalam ruangan itu. Tak berapa lama mereka masuk dengan memakai penutup hidung dan Mulut.
Setelah mereka masuk, Siyue dan Raja tak melihat mereka keluar dari ruangan itu. Siyue segera masuk kedalam ruangan. Ternyata di dalam ruangan Hanya Ada Ivy yang terlihat duduk santai .
__ADS_1
"Ivy...di mana mereka...?" Tanya Siyue. Melihat Siyue ,Ivy segera bangun.
"Aah..Sayangku...jangan cemas..mereka sudah aku buang jauh... "Ucap Ivy manja. Melihat Ivy Mendekat, Raja memeluk pinggang Siyue. Terlihat Raja mulai memperlihatkan Mode Posesif nya.
"Ck...pria Posesif , nggak Lucu...." Ucap Ivy sambil memegang tangan Siyue.
"Kau Pria manja...seperti anak kecil...." Ucap Raja Dingin.
"Yeee....kau sendiri juga manja pada Siyueku...." Ucap Ivy tak mau kalah . Melihat tingkah mereka berdua yang tak mau Kalah, Siyue bingung mau menangis atau tertawa... Akhirnya dia berseru
"Cukup...sudah cukup pertengkaran kalian ya... Kalian tidak ingin aku marah kan...?" Ucap Siyue dengan wajah kesal . . Seketika mereka berdua diam. Dan Ivy kembali dalam bentuk kalung giok , sedangkan Raja tersenyum puas .
"Bagus... Sekarang kita tunggu apa yang akan terjadi besok pagi..." Kata Siyue. Tak lama Feng Qui datang . Merekapun segera masuk kedalam ruang Teratai . Siyue menemui sang Ayah yang terlihat tidur dengan tenang . melihat sang Ayah tidur, Siyue memilih untuk berkultivasi bersama Raja di dekat pohon Roh. sedangkan Liong Bay masih terpanah melihat kecerdasan Sang Putri. Sejak tadi dia tak dapat berbicara. Dia hanya bisa menatap Siyue dengan penuh bangga.
Setelah Merasa hari di alam nyata sudah menjelang pagi . Siyue dan Raja serta Feng Qui, Tiger dan Liong Bay segera kembali ke ruang tidur Siyue. Setelah sampai di dalam Ruang tidur kamar nya, Siyue dan Raja segera keluar dari kamar melalui Jendela . mereka memilih naik Ke atas pohon yang Ada di dekat cendela. Dan duduk dengan tenang pada cabang tinggi yang bisa melihat sekirar tempat itu . terutama di halaman tempat tinggal mereka . Hari terlihat masih Petang, saat bumi mulai terang, tiba-tiba segerombolan orang mendatangi tempat itu.
"Pertunjukan segera di mulai...." Ucap Siyue sambil tersenyum . Raja mengusap kepala gadis yang cerdas itu dengan lembut . Gadis yang penuh dengan Ide di otak kecilnya . Mereka berdua bisa melihat siapa saja yang datang .
Ada Pria paruh baya yang agak buncit perutnya serta dengan tatapan licik terlihat di Matanya . ,
"Dia Pangeran Shan Qi ayah si Lusia..." Kata Raja dengan penuh kemarahan . Dia tak pernah menyangka kalau Pria tua itu akan begitu berani melakukan semua ini demi kekuasaan dan menjadikan dia suami dari sang Putri. Ada guru Yang Si , juga Ada tiga guru yang lainnya. Serta guru Munsa dan ketiga pengawal Raja terlihat mereka tergopoh-gopoh datang menuju kamar Raja dan Siyue. Namun ternyata tujuan mereka kamar Raja. Ketika sampai di dalam kamar Raja, Pria paruh baya yang merupakan Ayah dari Putri Lusia tanoa basa- basih menendang pintu kamar Raja Hingga terbuka lebar. Dan mereka melihat dua orang Pria dan Wanita sedang tidur sambil berpelukan . dan mereka tanpa memakai sehelai bajupun di tubuh mereka .
Terlihat mereka bertelanjang bulat dan saling berpelukan. Melihat semua itu, pria paruh baya itu terlihat marah.
"Lusiiiaaaa..!!' teriaknya dengan marah .
Sedangkan Siyue dan Raja ikutan dalam Rombongan itu tanpa di sadari oleh mereka. . Raja terlihat memegang tangan Siyue .
Sedang kan Putri Lusia yang terbangun Karena suara Teriakan sang Ayah yang sudah berada di kamar itu . Dia segera berlari kearah sang Ayah sambil memakai selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Ayah.... Ampunkan Ayah...semua ini Karena Yang Mulia Raja . .." Ucapnya sambil menangis.
"Yang Mulia...! APA yang anda lakukan pada putri hamba....!!" Teriak Pangeran Shan Qi dengan marah.
Karena terkejut, dan juga banyak orang, Pria yang tidur bersama putri Lusia bangun dalam keadaan telanjang. Namun saat melihat siapa yang tidur bersama Putrinya, terlihat keterkejutan di mata Pria itu dan juga Lusia .
"Kau....!" Seru mereka bersamaan.
"Ada apa ini...." Tiba- tiba suara bariton terdengar dari belakang mereka .
Semua orang menatap para suara itu. Terlihat dua pria tampan masuk ke dalam kamar .
"Yang Mulia Chu Tian Ji.....!" Seru mereka bersamaan.
"Putri Lusia....Kau berani memakai kamarku untuk berbuat mesum...! Dan siapa Pria ini....?" Seru Raja dengan Pura-pura marah.
"Ampun yang Mulia...!" Seru Pria itu bersujud meminta ampun setelah memakai celananya . Tanpa di ketahui orang , Feng Qui menaburkan bubuk Racun di tubuh Pria yang merupakan Ayah putri Lusia yaitu Pangeran Shan Qi.
"Tidak...tidak...Kakak...bukankah Kau yang tidur bersamaku tadi malam...apakah Kau segaja menukarnya dengan Pria ini...!" Seru Lusia dengan wajah takut dan marah menjadi satu.
"Kau bermimpi... tadi malam, aku berlatih bersama Siyue di kaki gunung . lalu bagaimana aku bisa menukar Pria yang Kau peluk sampai pagi...? Bukankah banyak orang yang menjadi Sakai saat kauvtidur dengan pria itu.....?! " Ucap Raja menghina .
"Tidak, tidak ...Kau berbohong. Aku yakin kalau aku tidur denganmu ..."ucapnya dengan wajah ketakutan.
"Sudah tidak usah berdalih. Kami semua melihat perbuatan kalian tadi. Kami sudah melihat kalian yang telanjang tanpa sehelai baju di tubuh kalian, apakah Kau masih mau mengelak ....?" ucap Raja dingin . Dia sebenaenya saat ini sangat marah. Bagaiaman bisa mereka merencanakan perbuatan sekeji itu..Andai tidak Ada Siyue, pasti Dialah yang akan di pernalukan di deoan semua orang. Dan dia tidak akan bisa mengelak untuk mengawini gadis itu.." seru Raja dalam hati .
"Dan sekarang juga aku putuskan , kalian berdua akan segera di nikahkan di perguruan ini. , guru...bisakah mereka kita nikahkan di dalam sekte ...?" tanya Raja Pada guru Yang Si.
"Tentu saja boleh yang Mulia..." Jawab guru Yang Si sambil tersenyum. Dia tak pernah menyangka kalau ternyata ini Adalah jebakan putri Lusia pada Raja. Untung saja Raja terlepas dari jebakan itu.
"Tidak... Itu tidak mungkin...aku ingin menikah denganmu Bukan dengan Pria itu...!" Teriak Putri Lusia sambil berlari kearah Raja. Namun Ada Siyue di depan Raja , Hingga dia tidak dapat memeluk tubuh Raja.
"Maaf Putri...semua orang telah tahu dengan siapa anda tidur putri...jadi Tolong jangan membuat anda semakin malu..." Ucap Siyue dingin.
"Brengsek siapa Kau... Siapa Kau Hingga berani menghalangi diriku untuk mendekati Raja calon Suamiku..!" Seru Putri Lusia dengan marah. Dia ingin menampar Siyue. Namun tangan Siyue sudah memelintir tangan Putri Lusia Hingga di bekang tubuhnta.
"Maaf...hamba Adalah pengawal Raja , semua tentang Raja hambalah yang bertanggung jawab......" Ucap Siyue dingin.
Raja yang mendengar ucapan Siyue geli hati tersenyum Senang walaupun hanya sekilas .
"KAAAUUU.....teriak putri Lusia marah.
"Cukup , pengawal...! bawa ketiga orang ini pergi, dan segera nikahkan mereka berdua di sini...!" Seru Raja dengan marah.
Mendengar ucapan Raja, pangeran Shan Qi kaget. Dia segera bersujut meminta ampun.
"Ampun yang Mulia...soal pernikahan anak kamu, biarkan saya sendiri yang akan menikah kan mereka jadi Tolong biarkan hamba membawa Putri hamba pulang...." ucap Pangeran Shan Qi . Terlihat Raja menatap Pangeran Shan Qi dengan Waah Dingin .
"Aku tahu ini semua jebakan kalian berdua ke padaku. Dan kalian juga ingin membunuh pengawalku Siyue. Karena itu, mulai sekarang kalian Bukan lagi keluarga Pangeran , Kucabut gelar kebangsawanan kalian. Mulai sekarang kalian Adalah rakyat biasa...." Ucap Raja dingin . mendengar ucapan Raja, Pangetan Shan Qi kaget Bukan main, dia terheyak dan bersujud memohon ampun . Tapi semua telah menjadi keputusan sang penguasa. Mulai hari ini, kebanggaannya sebagai seorang Pangeran hilang sudah. Dia tak pernah menyangka keinginan dia dan Putrinya untuk menjebak Raja, di ketahui sang Raja sendiri . akhirnya dengan lesuh dia membawa sang Putri pulang kembali Kerumahnya .
Maaf sampai di sini dulu ceritanya ya...aku Sambung lagi besok. Jangan lupa like, vote, dam Komennya aku tunggu.
__ADS_1
Bersambung.