
"Ada apa ini....?" tanya Dewa Kenzho . Dia segera menerobos masuk kedalam ruang kamar Dewi Langsy.
Dan betapa terkejutnya Dia ketika melihat keadaan Dewi langsy yang tidur di atas pembaringannya dengan terluka di seluruh tubuhnya. Banyak luka yang mengeluarkan darah. Dewa Kenzho heran. bukankah beverapa ham yang lalu Sang Putri madih dalam keadaan sehat . Bahkan berdebat dengan Dia menyalahkan putri Siyue . Lalu kenapa Dia bisa seperti itu . Dan luka di tubuh Dewi Langsy sudah ada yang mengeluarkan nanah. Walaupun itu tidak banyak. lebih aneh lagi , tubuh Dewi Langsy Mengeluarkan aroma tak sedap atau bau busuk Walaupun tak terlalu tajam.
"Langsy...apa yang terjadi...?" ucap Dewa Kenzho dengan wajah khawatir. Dia mendekati tubuh sang Putri walaupun tercium bau tak sedap .
"Ayah...tubuhku terasa gatal sekali...semakin aku menggaruknya, aku merasakan tubuhku Semakin gatal . tolong aku Ayah...!" ucap Dewi Langsy dengan wajah kesakitan dan sedih. Dewa Kenzho segera memanggil pengawal untuk memanggilkan tabib. Dengan Segera pengawal keluar mencari tabib. Dan tak lama terlihat sang Istri ibu dari dewi Langsy datang . Dan saat melihat keadaan Putrinya, Sang Dewi menangis . dan tak lama dia jatuh pingsan. Tak berapa lama Dokter pun datang. Namun saat melihat keadaan Dewi Langsy dia kebingungan. Apalagi saat melihat luka di tubuh Dewi Langsy .
"Maaf yang Mulia... apakah Dewi Langsy memakan sesuatu yang membuat Dia alergi...?" tanya sang Dokter.
"Aku rasa makanan yang dia makan hari ini sama dengan makanan yang kami makan juga..." ucap Dewa Kenzho.
"Ini Di bilang Alergi, sepertinya bukan, tapi kalau di bilang Racun . tidak ada tanda- tanda keracunan... Begini saja yang Mulia...hamba akan memberi obat mungkin bisa untuk mengurangi rasa gatal nya, paling tidak mengurangi sakit yang dia derita. Jika beruntung bisa menyembuhkan penyakitnya . Tapi jika obat yang hamba buat tidak ada efeknya, anda bisa memanggil dokter lain . karena hambar tidak tahu mempunyai cara menyembuhkan penyakit Dewi Langsy..." ucap dokter itu.
Lalu Dia mengeluarkan pil yang memang dia punya. Setelah itu dia segera pamit undur diri dan keluar ruangan langsung Pulang kerumahnya . Namun saat di luar pintu gerbang istana Dewa Kenzho, Dokter itu membalikkan badannya kembali menatap istana Dewa Kenzho . perlahan dia berkata .
"Semoga anda mendapatkan penawar racun itu yang Mulia...kalau aku tak salah lihat, itu sepertinya racun dari Poison Ivy. mana mungkin aku berani mengobati..bisa - bisa racun akan menular padaku...Salah apa gadis itu hingga harus bermusuhan dengan Poison Ivy..." ucap Dokter itu dengan wajah bergidik . Dia melangkah menjauh dari istana Dewa Kenzho .
Sedangkan Dewa Kenzho sendiri deketan memberikan pil itu untuk do minum oleh Dewi Langsy. karena baunya yang tak sedap , para pelayan hanya membawa makanan dan obat sampai di meja yang ada di ruangan itu.itupun dengan cepat mereka keluar kamar. kedua orang tua Dewi Langsy menyadari itu. untunglah walaupun sakit hati, mereka menyadarinya . Setelah meminum obat dan di tunggu beberapa waktu, bukannya sembuh malah gatal di tubuh Dewi Langsy semakin parah. dia menjerit kesakitan dan meminta tolong pada sang Ayah kembali. karena itu, Dewa Kenzho memanggil beberapa Dokter u tuk memeriksa sang putri. dalam semalam saja sudah ada tiga dokter tang datang. mereka yak sanggup mengobati Dewi Langsy.
Kejadian di rumah Dewa Kenzho ternyata Cepat menyebar. Berita itupun sampai di telinga Dewa Agung dan Dewa Brahmadya. Terlihat Dewa Brahmadya sedang duduk di dalam Istananya bersama kedua Dewa utama. Mereka sedang membicarakan Dewi Langsy yang menggegerkan Alam Nirwana. dari perbuatannya yang tidak boleh di contoh serta penyakit yang dia derita .
"Kalian sudah mendengar masalah Dewi Langsy...?" tanya Dewa Brahmadya .
"sudah Kak...siapa yang tak akan mendengarkan berita itu . Berita itu telah menyebar di seluruh alam Nirwana ini..." ucap Dewa Kehidupan.
"Aku dengar sudah banyak tabib ataupun Dokter yang di datangkan dalam beberapa jam saja. Namun mereka angkat tangan mengenai prnyakit atau Racun yang berada si dalam tubuh Dewi Langsy....mereka tidak sanggup mengobatinya...." ucap Dewa Agung .
"Gadis itu terlalu pintar soal Racun. Dan tumbuhan kontraknya adalah si Raja racun Poison Ivy... Mana ada yang bisa menyembuhkan racun mereka..." ucap Dewa Brahmadya.
"Semua ini karena kesalahan dari Dewi Langsy sendiri...dia yang memulai. Dan saat kedoknya terbuka, dia masih tidak mau mengakuinya. Dia malah masih menyalahkan Siyue. Itu salah Dia sendirim..." ucap Dewa Agung .
"Lalu apa yang harus kita lakukan Kak...?" tanya Dewa Kehidupan sambil menatap penguasa pertama Nirwana Dewa Brahmadya.
"Kita lihat saja Besok...apa yang akan terjadi dengan Wanita itu. Jika Dia masih tidak mau betobat. Kita tidak bisa berbuat apapun untuk membujuk Siyue mengampuni Dia . bukan Siyue yang Salah. Sejak pertama bukan gadis nakal itu yang Salah. Tapi Dia ... Wanita itu yang salah. Jika saat itu Siyue tidak bisa mengelak, jika otak Siyue tidak secerdik itu, apa yang akan terjadi ..bisa kita tebak sendiri kan...? Dan niat pertama wanita itu adalah ingin membunuh Siyue. Jika pria yang di suruh mampuh. Pasti sekarang kita tidak akan pernah melihat Siyue lagi..." ucap Dewa Brahmadya dengan tenang .
"Kalau begitu kita tunggu saja besok, keputusan terakhir ada di tangan wanita itu..." ucap Dewa Agung. Lalu mereka meneruskan membicarakan masalah Dunia dan Alam Nirwana.
Sedangkan Di tempat lain yaitu di tempat Dewa Wiqya terlihat Siyue masih bersama Keluarga Dewa Wiqya. mereka sedang berbicara di ruang Tengah .
"Aku mendengar Langsy menderita penyakit Aneh. Apa benar Ya'er...?" tanta Sang Bunda .
"Entah Bunda... Wiqya tidak tahu, dan Wiqya tidak ingin mengetahuinya...." ucap Dewa Wiqya cuek . dia duduk di dekat sang Kekasih.
Dengan tanpa malu pada kedua orang tuanya , Dia mempermainkan tangan sang Kekasih dan sesekali menciumnya .
"Honey...kau ini tidak malu ada Ayah dan Bunda....?" ucap Siyue sambil berusaha melepas tangannya . namun dengan erat dia menggenggam tangan Siyue.
"Mereka juga pernah muda baby..." ucapannya dengan tenang.
"Kau harus terbiasa dengan. sikap konyolnya Itu Yue'er.. Memang dia anak tak tahu malu..." ucap sang Ayah Dewa Yang Xi .
"Ck...Ayah seperti tak pernah mudah saja.... seharusnya Ayah sadar...siapa yang mengajariku berbuat mesra tanpa malu... bukankah Ayah sering melakukan ini di depan putra dan Putrinya..." ucap Dewa Wiqya dengan tenang.
"Kaauuu.." seru sang Ayah kesal. Dewa Yang Si akan berdiri dan ingin memukul Dewa Wiqya, namun sang Istri segera memegang lengannya.
"Sudah - sudah...apa kalian berdua tidak malu di depan calon Istri dan Menantu kalian berdebat...?" ucap Dewi Bao Yu melerai bertengkaran kecil itu. sambil cemberut Dewa Yang Xi kembali duduk. Sedang kan Siyue berusaha menahan tawanya.
"Sayang....aku dengar kau seorang Dokter... apakah kau bisa menyembuhkan Dewi Langsy...?" tanya Dewo Bao Yu .
"Tidak.. Yue'er tidak akan mengobati Dewi Langsy. Dia yang telah berani menampar dan menghina Yue'er...apalagi ingin membunuh dan mempermalukan Dia di depan orang banyak, make tidak ada pertolongan buatnya...?" ucap Dewa Wiqya dengan nada kesal dan marah . Mendengar ucapan Dewa Wiqya , sang Ibu juga terdiam. Mereka menyadari sakit hati sang Putra karena perbuatan Dewi Langsy .
"Sebenarnya yang sakit hati bukan hanya Guru hamba, calon suami hamba ..tapi semua hewan kontrak hamba . jika hamba tidak mencegah perbuatan mereka , mungkin saat ini Dewi Langsy hanya tinggal namanya saja ..." ucap Siyue lembut . mendengar ucapan Siyue, mereka berdua semakin terdiam . kalau di fikir memang Dewi Langsy keterlaluan sekali. mereka mendengar ucapan Dewi Langsy yang memang sangat menghina Siyue. Akhirnya mereka memilih Diam .
Setelah berbincang sebentar, Siyue pamit untuk kembali ke istana Dewa Saora , tempat tinggal Siyue sementara ini. Dan seperti yang kalian Duga. Dewa Wiqya tak ingin berpisah dengan sang kekasih. Dengan sedikit ancam dari Siyue, akhirnya Siyue di perbolehkan kembali ke istana Dewa Saora . Ketika sampai di istana Dewa Saora , Siyue langsung masuk kedalam istana kecil tempat dia menginap. Dan langsung masuk kedalam kamarnya. Setelah menutup pintu kamar, Siyue masuk kedalam ruang Teratainya. Dan di sana dia melihat para Sahabat kontraknya sedang duduk bermeditasi. Hanya dua naga kecil Putra angkatnya yang terlihat membuka matanya saat mencium harum tubuh Siyue yang baru datang .
__ADS_1
"Ibu....kau sudah kembali...?" ucap.mereka bahagia.
"Kalian tidak bermeditasi bersama para pamanmu...?" tanya Siyue yang langsung memeluk tubuh mereka yang berlari dan memeluk tubuhnya.
"Kami menunggu ibu..." ucap Haucan yang memeluk di sebelah kiri .
"Apakah tubuh kalian tidak lelah...?" ucap Siyue. Sambil melepas pelukannya. Kedua pria muda yang tingginya hampir sama dengan Siyue dan berwajah tampan itu terlihat tersenyum .
"Sudah hilang saat melihat Ibu..." ucap Hauyu yang memang bermulut manis. Mendengar ucapan Hauyu Siyue tersenyum .
"Kalian sudah makan semua....?" tanya Siyue.
"Belum..." jawab mereka kompak.
"Baiklah ayo kita ke dapur. Kita buat makanan dulu ..." ucap Siyue.
Dengan senang hati mereka mengikuti Siyue pergi ke dapur. Dan tak lama terlihat mereka bertiga sibuk di dapur . kedua twins Naga membantu Siyue membersihkan dan mencuci sayur dan buah. Mereka melakukannya dengan gembira. Kesibukan mereka selesai setelah dua jam kemudian. Dan hasilnya membuat semua mahluk kontrak Siyue menghentikan meditasi karena mereka mencium harum wangi masakan dari dalam istana. Dengan cepat mereka pergi kedapur istana . Tak berapa lama terlihat mereka sudah sibuk makan siang bersama. Memang Siyue masuk kedalam Ruang Teratai yang pada saat itu hari hampir menjelang siang hari. Setelah selesai makan dan membersihkan meja makan. Mereka terlihat duduk dengan santai di bawa pohon sakura yang memang sedang berbunga lebat.
"Ibu...tolong ceritakan apa yang terjadi saat kami sedang bermeditasi di atas pohon Roh..." ucap Hauyu sambil menaruh kepalanya di pangkuan Siyue dengan manja. Dan perbuatannya di ikuti oleh Haucan. Untung saja di sana tidak ada Ivy yang telah pergi bersama ketiga teratai . Andai tidak, pasti mereka akan berebut . Mereka pergi setelah berpamitan pada Siyue karena ada sesuatu yang harus mereka kerjakan.
"Apakah kalian tadi memang sengaja menunggu Ibu karena penasaran akan Ayah kalian...?" kata Siyue sambil mengusap kepala kedia pria yang terlihat mengangguk dengan cepat.
"Baiklah...tapi setelah mendengar cerita Ibu , kalian harus berjanji tidak boleh marah pada Ayah. Apa kalian mau...?" tanya Siyue . Mendengar ucapan Siyue , seketika keduanya bangun.
"Kenapa bu...apakah sangat menyedihkan sampai kami harus marah pada Ayah...?" Tanya Hauyu dengan wajah heran .
"Agak sedikit sedih... Karena itu kalian harus berjanji pada ibu untuk tidak marah pada Ayah...atau ibu tidak mau bercerita...?" ucap Siyue lagi. Terlihat keduanya terdiam sejenak. Tak lama terlihat mereka mengangguk setuju.
"Baik kami berjanji Ibu..." ucap mereka bersamaan.
Akhirnya Siyue menceritakan semua kejadian setelah mereka bermeditasi selama hampir tiga tahun itu. Tak lupa Siyue juga memberitahukan masalah Dewa Wiqya Dan Raja Chu Tian Ji.
"Jadi Ayah Raja adalah separuh Jiwa Dewa Wiqya bu...?" tanya Haucan .
"Benar...jadi mereka terbelah karena ulah Raja Iblis..." ucap Siyue yang kembali meneruskan ceritanya.
"Lalu kenapa ibu meninggalkan. Ayah...?" tanya Hauyu memotong pembicara Siyue .
"Bukankah Dewa Wiqya bukan Raja Ch Tian Ji nak..." ucap Siyue berusaha menyembunyikan masalah kenapa Dia pergi meninggalkan Dewa Wiqya.
"Tidak, tidak... Hauyu merasa ibu menyembunyikan sesuatu dari kami... Ayolah bu...kami bukan lagi pria kecil yang mudah di bohongi.." ucap Hauyu lagi.
"Hey..kau tidak percaya pada ibu. Hmm....?" ucap Siyue sambil mengusap kepala kedua pria tampan di samping Kanan dan kiri tubuhnya itu.
"Tidak sama- sekali... Ibu...bukankah ibu selalu berkata kalau kami tidak boleh berbohong....? Sebab kata ibu , itu adalah sifat yang paling tidak di sukai ibu...?" ucap Haucan.
Mendengar ucapan Haucan Siyue pun terdiam. Dia menatap kedua pria tampan itu bergantian lalu menghela nafas berat.
"Ternyata kalian Berdua memang anak bandel...baiklah akan ibu katakan semua masalahnya..." ucap Siyue pasrah.
Akhirnya Diapun menceritakan semua yang terjadi. Sampai mereka kembali bertemu setelah dua tahun lebih mereka berpisah . Dan pertemuan kembali mereka adakah di acara festival ini. Mendengar cerita dari Siyue. Kedua saudara kembar itu terlihat marah.
"Mengapa Dewa Wiqya sangat bodoh . Ibu.. aku membenci Dia.." ucap Hauyu marah.
"Hey...bukankah kalian sudah berjanji pada ibu kalau kalian tidak akan marah...?" ucap Siyue mengingatkan .
"Tapi Dia telah menyakiti Dirimu bu..."ucap Hauyu dengan wajah terlibat marah.
"Tapi Dia sudah mendapatkan hukumnya sayang... Kalian tahu tidak..setelah Dewa Wiqya tersadar dari penyatuan dengan Ayah kalian.. Dia mencari ibu...namun ibu telah pergi. Melihat itu Dia kebingungan , Dia mencari keberadaan ibu. Tapi dia tidak tahu di mana ibu. Dia tidak tahu kalau ibu Ratu kerajaan Phoenix ...."ucap Siyue.
Mendengar ucapan Siyue, terlihat wajah mereka penasaran.
"Lo.. Bukankah dia bersama guru ibu...apakah guru Saora tidak memberitahu Dia...?" tanya Haucan .
"Tidak...sebab Guru Saora telah berjanji pada ibu...apalagi setelah perasaan Ayah kalian juga mulai menguasai Dewa Wiqya , Dia mulai tersiksa . Dan kalian juga harus tahu...dia melakukan itu karena dia terlalu kesal pada wanita yang ada di sekitarnya...". Dan Siyuepun mulai menceritakan. kenapa Dewa Wiqya benci pada wanita. Serta pertemuan Siyue dengan beberapa wanita yang tergila- gila pada Dewa Wiqya .
__ADS_1
"Nach...semua itu yang membuat Dewa Wiqya bersifat sombong , angkuh dan waspada... memang kenyataannya Dewa Wiqya Dewa yang paling tampan yang pernah Ibu temui.., terlepas dia sebagai calon suami ibu..." ucap Siyue mengakhiri ceritanya.
"Tapi mereka bukan ibu...ibu kami adalah wanita terhormat yang kami sayangi...." ucap Hauyu kesal .
"Benar...tapi saat itu Dewa Wiqya tidak tahu itu Hauyu..Dia tahu kalau ibumu juga seorang wanita...Dia fikir ibumu seperti wanita lain yang tak punya malu untuk mendapatkan dirinya...." sebuah suara menjawab ucapan Hauyu. Dan terlihat Feng Qui bersama para mahluk kontrak Siyue datang menghampiri Mereka bertiga . Feng Qui mengusap kepala Hauyu dan duduk di sebelah Hauyu. Dan para hewan kontrak Siyue pun segera duduk mengelilingi Siyue dan kedua pria muda itu .
"Paman Feng Qui...!" seru Hauyu dan Haucan bersamaan.
"Kaluan jangan lagi sedih dan marah oada Ayah kalian....Dia telah menerima pelajaran dari semua sifat Sombong dan angkuhnya. Dan kalian perlu tahu...demi mencari ibumu..Dia dan guru Saora tidak kembali ke alam Nirwana ini walaupun meteka telah kembali kuat . Terutama Dewa Wiqya, Dia tak perduli dengan Alam Nirwana , yang Dia tahu kalau dia harus menemukan ubumu . Baru setelah mendengar kalau Dewa Agung mengundang ibumu kemari, barulah Dia mau pulang kembali ke Alam Nirwana ini .. dan tujuannya satu untuk bertemu ibumu ..." ucap Feng Qui menjelaskan . Mendengar ucapan Feng Qui , wajah Haucan dan Hauyu terlihat berseri kembali.
"Apakah ucapan Paman Benar Bu...?" ucap Haucan sambil menatap Siyue . Siyue hanya mengangguk kan kepalanya .
"Nach kalian sudah tahu ceritanya kan...Dan ibu tidak ingin ada dendam di hati kalian berdua . Ibu juga tak ingin anak - anak ibu mengingkari janji kalian tadi yang tak akan membenci Ayah kalian ..." ucap Siyue lembut.
"Baik...kami tidak marah lagi pada Ayah .." ucap mereka kompak.
"Tapi aku masih tak mau kembali hidup dengan Ayah bu... Apalagi harus berpisah dengan ibu..." ucap Hauyu.
"Mana mungkin kau akan jauh dari Yue'er Hauyu...bukankah sebentar lagi Ayahmu itu akan segera menikah dengan ibumu..." ucap Xiao Tu.
"Benarkah...yeee..!" seru mereka berdua brsama- sama. Terlihat wajah Siyue memerah .
"Tapi aku masih tidak ingin berpisah dengan ibu..." ucap Hauyu lagi.
"Baiklah untuk sementara ibu akan bilang pada Ayah agar kau tinggal bersama di sini. Nanti setelah kau sudah mengenal ayah dan sudah bisa berpisah dengan Haucan, baru kau bisa tinggal dengan Ayah..." ucap Siyue. Terlihat senyuman kegembiraan di wajah Hauyu.
Karena malam di Nirwana lebih pendek dari malam di Bumi, akhirnya Siyue pergi mandi. Dia ingin berendam sebentar di bak mandinya. Setelah berendam selama beberapa waktu Siyue keluar dari bak mandi dan berganti pakaian . Setelah terlihat rapi , Siyue segera keluar dari ruang teratainya. Dan seperti biasa, kedua naga itu telah melingkar di lengan atas Siyue.
Ketika Siyue sudah berada kembali di ruang kamar di istana Dewa Saora, terdengar ketukan di pintu kamarnya. Perlahan Siyue membuka pintu. Mungkin pelayan ingin menyiapkan sesuatu untuk dia (pikir Siyue) Namun setelah pintu terbuka, ternyata di depan Pintu ,kekasih bucinnya telah berdiri dengan gagah dan rapi . Dan tanpa mereka sadari. mereka memakai baju yang memiliki warna yang sama. Yaitu kuning keemasan . hingga membuat wajah tanpa dan cantik mereka semakin terlihat sempurna. Dan Siyue saat ini terlibat memakai mahkota Phoenix kecil di kepalanya. Melihat kecantikan sang Kekasih, tentu saja membuat Dewa Wiqya segera memeluk dengan gemas.
"Sayang...kenapa semakin lama , kau semakin cantik...aku tak rela kecantikan ini di nikmati banyak orang..." ucap Dewa Wiqya dengan wajah lucunya.
"Ck mulai dech..." ucap Siyue kesal .Namun tak urung terlibat semburat merah di wajah putihnya . Membuat Dewa Wiqya tak tahan melihat kecantikan dan keimutan sang kekasih .
Dan tanpa malu Dewa Wiqya mencium sekilas bibir Siyue di depan pelayan dan kedua Naga kecil yanh berada di lengan Siyue. Tentu saja membuat Siyue kaget dan malu . walaupun mereka para pelayan yang berdiri di belakang Dewa Wiqya menunduk malu.
"Honey...kau ini..apa tidak malu di lihat pelayan ..!" seru Siyue kesal.
"Tidak ..."ucapnya dengan wajah tidak tahu malu , seolah tidak bersalah.
"Apakah kau tidak malu juga pada mereka..." ucap Siyue sambil menunjuk pada kedua Naga yang ada di lengan atasnya. Terlihat kedua naga sedang melingkar dengan tenang di lengannya.
"Biar mereka terbiasa dengan kemesraan kedua orang tuanya..." ucap Dewa Wiqya dengan tenang. Mendengar setiap jawaban Dewa Wiqya, membuat Siyue merasa gemas. Hingga sebuah cubitan mendarat di perut Dewa Wiqya .
"Aauu... sayang sakit..." ucapnya manja sambil mengusap perutnya.
"Rasain...ayo kita ketempat guru...aku tadi malam belum sempat menyapa kembali Ibu dan Ayah..." ucap Siyue.
"Tunggu sayang...kau telah di tunggu Ayah dan Bunda di istanaku.. mereka ingin mengajak makan bersama..." ucap Dewa Wiqya.
"Baiklah kita kesana.. tapi kita pamit dulu pada mereka dan memberikan buah pada guru..." ucap Siyue .
"Siap Istriku..." ucap Dewa Wiqya .
"Kita belum menikah Honey..." ucap Siyue.
"Aku mulai membiasakan diri.." ucap Dewa Wiqya dengan tenang .
Siyuepun tak bisa berbicara lagi . Akhirnya mereka berjalan kearah Istana utama . Benar saja mereka melihat kedua orang tuan Dewa Saora sedang berbincang dengan Dewa Saora di ruang tamu. Melihat kedatangan Siyue , mereka tersenyum lebar. Setelah menyapa dan memberikan sekeranjang buah pada Dewa Saora mereka segera pamit karena Siyue di tunggu Dewa Yang Xi.
Dengan berat hati Dewi Ruyung mengijinkan Siyue pergi. Dua jam kemudian terlihat kedua keluarga itu pergi ke istana Dewa Agung. Dan di sepanjang jalan mereka melihat kemeriaan kota dengan segala keindahan menyambut puncak festival bunga . kota yang di rias dengan bermacam bunga . dan kendaraan serta jalan yang terlihat indah berhias bunga hidup. Namun saat kereta keluarga Dewa Yang Xi dan Dewa Dai Huo lewat mereka menjadi pusat perhatian. Karena kereta yang terbuat dari emas dan perak itu hanya bisa di miliki oleh keluarga Dewa Yang Xi. Karena keadaan jalan yang padat , membuat perjalanan yang bisa di tempuh dalam 30 menit Sekarang mereka memerlukan. waktu hampir dua jam . Ketika sampai di sana, ternyata mereka melihat para tamu dewa Agung telah banyak yang datang.
Maaf...udahan dulu ya...aku lanjut besok. maat telat up date karena kesibukan author.
jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu.
__ADS_1
Bersambung.