DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
ALAM TENGAH .


__ADS_3

"Masuk...!" terdengar suara dari dalam.


merekapun segera masuk kedalam ruang tamu guru Yang Si.


"Kalian berdua datang...!" seru Guru Yang Si dan Guru San We bersamamu. Mereka seakan tak percaya, Kalau semua muridnya yang pergi ke Alam Negri Phoenix berada fi depan mereka .


"Salam Guru Yang Si , Salam Guru San We..." ucap Siyue dan Kawan- kawan serentak Dan Dewa Wiqya serta ketiga saudaranya ikut memberi hormat .


" Lo..kalian... kapan datang ...?" ucap Guru Yang Si . Sedangkan Guru San We terpanah melihat penampilan Siyue.


"Siyue...!" serunya tertahan .


"Ini memang Siyue guru...Siyue sudah tiga hari yang lalu datang...maaf baru sekarang Siyue bisa datang kemari...." ucap Siyue.


"Dan Dia Raja Dargakan....?, baru kembali juga...?" tanya guru Sam We.


"Maaf...Dia Dewa Wiqya.." ucap Siyue. "Apaaa..Dewa...!" seru mereka berdua dengan wajah kaget.


" Benar guru...Dia dewa Wiqya. Tapi juga Raja Chu Tian Ji..." ucap Siyue.


" Tunggu , tunggu...kok Guru semakin tak mengerti, apa maksudmu.. Dewa Wiqya juga Raja...?" tanya Guru San We . Akhirnya Siyue menceritakan kisa Dewa Wiqya dan Raja.


"Ja...jadi ini De..Dewa Wiqya..?" tanya Guru Yang Si.


"Benar guru... Raja telah menyatu dengan Dewa Wiqya.. Dan yang kini di depan Guru adalah Dewa Wiqya ...." ucap Siyue . Mendengar ucapan Siyue, seketika Kedua guru memberi hormat .


"Maafkan kami tidak menyambut yang Mulia dengan benar..." ucap Mereka serempak .


"Sudah guru jangan seperti itu... Guru adalah guru Istriku dan juga separuh jiwaku, jadi guru juga guruku . sekarang bangunlah, kembalilah duduk di kursi anda guru..."" Ucap Dewa Wiqya lembut.


"Trimakasih..." ucap Guru Yang Si dan Guru San We sambil kembali ke tempat duduknya .


"Selain ingin mengunjungi Guru... kami juga ingin mengundang kedua guru dan semua guru di perguruan Tapak Dewa maupun Elang putih untuk datang ke istana Phoenix dalam acara pernikahan Siyue dan Dewa Wiqya..." ucap Siyue.


"Aah...akhirnya berita itu bisa kami dengar.. Syukurlah kalian akhirnya bersatu...." ucap Guru Yang Si.


"Sebenarnya kami sudah di nikahkan oleh tiga Dewa utama beberapa hari yang lalu di Nirwana . jadi kerajaan Phoenix hanya tinggal merayakannya Guru..." ucap Dewa Wiqya .


"Apaaa di nikahan Tiga Dewa utama...?" tanya Guru Yang Si Kaget .


"Benar...dan guru harus tahu, murid anda Siyur telah di angkat menjadi Dewi keadilan oleh tiga guru utama...." lanjut Dewa Wiqya .


"Apaaa....!" seru mereka bersamaan kembali .


Mereka menatap Siyue dengan tatapan tak percaya .


"Ya Dewa....jadi dua muridku telah menjadi Dewa...?!" seru guru Yang Si denga. perasaan bangga .


"Benar guru...." ucap Dewa Wiqya.


Terlihat Guru Yang Si dan Guru San We terlihat Syok berat. Setelah agak lama terdiam, Guru San We menatap seorang pria tampan dan dua wanita cantik yang berada di sisi Siyue dan Dewa Wiqya.


"Siapa mereka Yue'er..?" tanya Guru San We.


"Mereka saudara kandung Dewa Wiqya guru... Dewa Kunlau , Dewi Guanli dan Dewi May..." ucap Siyue memperkenalkan keluarga barunya. atau adik dari sang Suami .


" Ya ampuun...jadi kita kedatangan para dewa dan Dewi di perguruanmu Yang Si... aku tak menyangka kalau murid kesayangan kita telah menjadi seorang Ratu dari kerajaan yang tak dapat kita bayangkan, dan kini malah menjadi seorang Dewi Keadilan . Perbuatan baik apa yang telah kita lakukan, hingga kita bisa memiliki seorang murid yang menjadi Dewa dan Dewi sahabatku..." ucap Guru San We .


"Benar perkataanmu sahabatku...perbuatan apa yang telah membuat Kita bisa menjadi guru seberuntung ini..." ucap Guru Yang Si.


"Guru...boleh murid memeluk anda...?" ucap Siyue.


"Tentu saja nak...bukankah sejak dulu kau adalah murid kesayangan kami..." ucap Guru Yang Si terharu. Siyue segera maju kedepan dan memeluk kedua gurunya bergantian.


"Trimakasih nak...kau memang murid terbaik kami..." ucap guru Yang Si.


"Guru Siyue harap guru berdua tidak berubah sikap pada Siyue, walaupun Siyue menjadi seorang Dewi. Karena kalian berdua lah yang membuat Siyue berubah menjadi seperti sekarang ini .." ucap Siyue.


"Kau terlalu merendah nak...kami bukan penyebab kau menjadi seorang Dewi, tapi Dirimu sendiri dan kepribadianmu lah yang membuat kau menjadi seorang Dewi..." ucap Guru San We.


"Tapi kami berjanji akan tetap menganggap dirimu menjadi Siyue yang nakal murid kami.." ucap Guru Yang Si.


"Trimakasih Guru.. "Ucap Siyue.


Siyue juga menanyakan Soal sahabat mereka yaitu Murong yang telah tinggal di perguruan itu. Karena mereka akan pergi ke Alam tengah mungkin saja Murong bisa ikut , Siyue menanyakan bagaiaman pendidikan Murong. Dan guru berkata, kalau Memang Siyue mau membawa Murong kembali , itu bisa Siyue lakukan . Karena Murong Sudah memiliki kepribadian dan kekuatan yang Bagus. Memang Dia sudah seharusnya lulus dari perguruan . Tapi karena keluarganya berada di Alam tengah, maka Murong memilih tinggal di perguruan. Mendengar ucapan dari Guru Yang Si, Siyue meminta Murong pada sang guru untuk di kembalikan ke Alam tengah . Tentu saja guru Yang Si setuju . guru Yang Si segera memanggil Murong . Ternyata Murong telah menjadi pria yang terlihat dewasa dan bertubuh kekar. Dan kekuatannya Siyue rasakan sudah sangat kuat. Saat Murong mendengar ajakan Siyue, Dia langsung setuju. karena Dia sudah Rindu dengan Adik dan Ibunya. akhirnya dia ikut juga kembali ke Alam tengah. Setelah berbincang sebentar mereka akhirnya undur diri. Dan Guru Yang Si pun semakin bangga karena beberapa murid unggulannya kini telah menjadi pengawal Siyue SibRatu Phoenix . Mereka segera keluar dari ruang guru Yang Si. Namun sebelum mereka keluar dari ruangan guru Yang Si, tiba- tiba para guru pengajar perguruan datang. Karena mereka mendengar kalau murid utama dan murid inti mereka kini berada di rumah tinggal Guru Besar.


Melihat kedatangan meteka, Siyue dan Kawan- kawan dengan sopan dan lembut menyapa satu parsatu guru mereka. Setelah bercakap- cakap sebentar mereka segera pamit undur diri. Dan mereka kembali menjadi pusat perhatian saat mereka keluar dari rumah tinggal guru Yang di dan berjalan keluar dari perguruan Tapak Dewa. Setelah Menjemput Kakek Si dari rumah keluarga Si, Siyue dan Rombongan segera berangkat ke Alam bawah. Untuk menyingkat waktu, Siyue memasukkan mereka kembali ke ruang Teratai dan membawa mereka ke Alam tengah.


"Han...lebih baik aku saja yang membawa kita semua ke alam Tengah dengan kekuatan Cincin ini..." ucap Siyue.


"Tapi jangan terlalu jauh Baby... Sebab menggunakan kekuatan Cibcin itu, akan menguras tenagamu jika terlalu jauh.


"Kita coba dulu...tapi bantu aku dengan kekuatanmu ya he he he....." ucap Siyue sambil tertawa .

__ADS_1


"Baiklah Sayang.. Akan ku bantu..apa sich yang tidak akan aku lakukan , jika itu permintaanmu..." ucap Dewa Wiqya sambil memegang jemari tangan sang Istri lembut . Siyue tersenyum mendengar omongan manis sang suami . Akhirnya dia menyambut genggaman tangan sang Suami dan membayangkan hutan lebat yang berada di sebuah Daerah perbatasan di Kerajaan Feng dengan kerajaan Tetangga . Karena hutan itu jarang di lalui orang, kalaupun di lalui orang , mereka akan menyewa pengawal bayaran . Sebab daerah itu sudah terkenal dengan penjahat , begal dan pembunuh . karena itulah dulu mereka berlima pernah bertarung dengan mereka saat perjalanan mereka menuju Kota Dingin dulu .


Dan dalam sekejap Saja Siyue dan Dewa Wiqya telah berdiri di hutan lebat itu. di depan mereka hanya ada kegelapan yang membentang, namun kekuatan indra pandangan mereka yang tajam mampuh menembus kegelapan di depan mereka. mereka bisa melihat bahagia ada cahaya . .


"Kita di mana ini Sayang..." ucap Dewa Wiqya .


Namun sebelum menjawab Siyue sedikit limbung. Sepertinya kekuatannya berkurang banyak . mungkin ini terjadi karena Siyue membawa mereka melintasi waktu dan tempat. Untunglah dia di bantu oleh sang Suami.


" hati- hati Sayang. ..." cap Dewa Wiqya sambil memeluk Pinggang Siyue .


"iya Han Terimakasih...ini sudah hampir di daerah timur alam Tengah..." ucap Siyue.


"Kau ini...untung saja aku membantumu... Sudah kubilang jangan terlalu jauh jarang yang kau tempuh, tapi kau bandel..." ucap Dewa Widya sambil memeluk sang Istri.


"Maafkan aku Han...aku fikir jika kita berada di sini, kita tidak terlalu jauh berkuda..." ucap Siyue.


"Dasar istri Nakal...kau ini juga membawa beban mereka yang sekaeang berada di ruang Terataimu ....juga mengeluarkan tenaga untuk mengaktifkan Cincin ini. Tentu saja tenagamu terkuras..." ucap Dewa Widya sambil memeluk dan mencium istri bandelnya.


"Hehe he...maafkan aku... Aku tidak tahu itu...jadi semakin banyak orang ya g berada di ruang teratai, maka semakin banyak tenaga yang aku pakai. " Tanya Siyue .


"Tentu saja.. Bukankah mereka berada di ruang Teratai yang merupakan Ruang Dimensimu..." ucap Dewa Wiqya . Siyue lalu mengeluarkan Pil YuanYang dan segera meminumnya.


" apa itu...?" tanya Dewa Wiqya saat dia melihat Siyue sedang meminum sesuatu.


"Pil Yuanyang dan air suci..." ucap Siyue sambil memberikan satu pil dan sebotol air suci ke tangan Dewa Wiqya . Dan Dewa Widya pun segera meminum Pil itu.


"Ya ampuun....ternyata ada mangsa didepan kita teman -teman....lihatlah wanita itu, Dia cantik sekali...bagaiaman kalau Dia menemani di ranjang kita...?" Mereka berdua di kejutkan dengan beberapa orang yang datang dengan cahaya terang di tangan mereka.


"Benar ketua...wanita itu sangat cocok untuk ketua...". Ucap salah satu dari mereka . Ada enam orang datang menuju tempat Siyue dan Dewa Wiqya. mereka datang dengan membawa sebuah lentera .


"Siapa kalian,...?" ucap Dewa Widya dengan Dingin dan tangan terkepal . Dia marahendengar ucapan mereka tentang Sang Istri .


"Siapa kami itu tidak penting, yang penting serahkan gadis cantik di sebelahnya mu Pada kami ..." ucap salah satu dari mereka. Yang tadi berbicata . terlihat sepertinya dia pemimpin dari rombongkan itu.


"Apakah kalian sanggup mengambil wanita ini dari tanganku...?" ucap Dewa Wiqya dingin.


"Sanggup...? ha ha ha....kalau demgan wanita seperti dia, jangankan satu ronde. Semalampun aku akan sanggup..." ucapnya terkekeh . Mendengar ucapan dari Para pria itu membuat Dewa Wiqya semakin marah. Dengan sekali lambaian tangannya, mereka segera melayang kesegala arah. Dan Siyue hanya bisa melihat dengan bibir tersenyum saat melihat raut wajah sang suami.


"Berani sekali mereka bermulut kotor padamu..." ucap Dewa Widya sambil melangkah membawa sang Istri pergi.


"Kenapa wajah mu cemberut Han...?" goda Siyue.


"Siapa yang tak marah mendengar mulut mereka yang Kotor itu berbicara tentang dirimu.." ucapnya dengan membawa sang Istri pergi. Dan beberapa orang tadi telah tidur selamanya . setelah agak jauh Siyue berkata.


"Maaf...kalian Siapa dan ingin kemana...?" ucap salah satu penjaga pintu gerbang.


"Kami ingin pergi kekerajaan Feng .."ucap Siyue . Namun wajah mereka tak lepas dari tatapan kagum para Prajurit.


"Hey...siapa kalian...kalian pasti pendatang baru kan...atau para pelancong ingin datang ke kota kami kan...kalau begitu kalian harus membayar uang masuk kedalam kita kerajaan. ." ucap salah satu pengawal. Sepertinya dia ketua pengawal pintu gerbang.


"Apa maksudmu...kau ingin memalak kami...?" tanya Siyue dingin.


"Hey kau ...jangan mentang - mentang kau cantik..lalu kau ingin pergi kedalam kota kerajaan dengan seenaknya...!" teriaknya marah .


"Kak Feng...sepertinya ada yang ingin berani main- main di Kerajaanmu...." ucap Siyue dingin. Feng Xun yang berada di tengah barisan segera membawa kudanya kedepan .


"Siapa yang memberi aturan ini padamu...?" ucap Feng Xun dingin .


"Itu memang sudah peraturan di kerajaan Kami.." ucap penjaga itu dengan sombong.


"Begitukah....? Baik sekarang ikut aku...ucap Feng Xun dan langsung menotok penjaga itu dan langsung mengangkatnya ke atas kudanya dengan tenaganya. Terlihat penjaga itu melayang dan jatuh di punggung kuda dengan tepat di belakang Feng Xun. Melihat semua itu para penjaga ternganga.


"Buka pintunya. Aku pangeran Feng Xun memerintah kalian membuka pintu gerbang..." seru Feng Xun sambil memperlihatkan kan tanda pengenal miliknya. Tanda pengenal seorang pangeran kerajaan Feng. Melihat itu para penjaga segera bersujud meminta ampun.


"Ampun yang mulia...amlunkan kami...." ucap mereka bersamaan. mendengar itu Penjaga yang ada di atas kuda Feng Xun gemetar ketakutan. Dia tak menyangka kalau akan bertemu dengan seorang pangeran .


" Sudah, sudah... Buka pintu gerbangnya segera..." ucap Feng Xun . Mereka segera membukakan pintu gerbang dengan cepat, dan merekapun segera memacu kudanya memasuki kota menuju Istana Kerajaan Feng . Ketika sampai di gerbang istana. Mereka kembali melihat prajurid yang menghadang mereka. Namun saat melihat pria yang berada di barisan depan, Para senior penjaga atau Prajurit yang mengenal Feng Xun segera bersujud .


" Salam sejahtera dan panjang umur yang Mulia Pangeran pertama Feng Shan Wa..." ucap mereka bersamaan sambil menekuk kaki dan lutut di tanah memberi salam.


"Sudah bangunlah kalian, buka gerbang dan bawa prajurit tak berguna ini ke penjara..." ucap Feng Xun sambil melempar prajurit gerbang kota yang dia tangkap tadi . Mereka yang melihat itu kaget bukan main, namun mereka segera berucap.


" Baik yang Mulia...." ucap mereka.


Mereka segera membuka pintu gerbang Istana. Dan saat mereka masuk kedalam, terlihat para prajurit sedang berbaris rapi. Dan tak lama terlihat Putra Mahkota Feng Can Ru berlari menyambut mereka. Ternyata ada prajurit yang melapor padanya .


"Kakak....!" serunya sambil memeluk Feng Xun dengan erat. Dan terdengar isak tangannya.


"Hey...kenapa kau menangis... kau ini calon Raja... Atau...kau sudah menjadi Rajakah..?" ucap Feng Xun menggoda .


."Sembarang.. Ayahanda masih sehat dan kuat Kak..." ucap Sang Adik sambil melepas pelukannya.


"Syukurlah kalau Ayah Sehat...lalu Ibu...?" ucap Feng Xun lembut.

__ADS_1


"Ibu juga sehat... hanya saja beliau merindukan dirimu... beberapa hari ini keadaan kesehatannya sedikit kurang baik..."ucap Putra Mahkota.


Tak lama terlihat Raja dan Permausuri Kerajaan Feng datang menghampiri mereka bersama beberapa pelayan dan prajurit. melihat wajah Feng Xun , terlihat wajah Permaisuri kerajaan Feng mulai berderai air mata. Dia segera berjalan cepat tanpa memperhatikan etika seorang permausuri.


"Wa'er...kau kah itu....?!" serunya sambil berjalan cepat kearah sang Putra. mendengar suara sang Ibu, Feng Xun segera menatap asal suara. terlihat sang Ibu berjalan ke arahnya. dan tak lama terlihat mereka saling berpelukan . sang Ibu menangis dalam dekapan Feng Xun. dan Rajapun ikut memeluk Putra pertama mereka yang sudah lama tidak kembali. Setelah cukup lama, Baik Raja maupun sang Ibu segera mengurangi pelukan mereka. sang Raja menatap putra pertamanya dari atas sampai kebawah. terlihat sekali perubahan sangat besar pada Putra pertamanya. Namun Dia melihat kalau sang Putra tidak datang sendiri. Dia menatap mereka satu persatu. dan saat Dia menatap Siyue, Dia sangat kagum dan terlihat Kaget.


"Apakah ini Yue'er..." tanya Raja.


"Salam Yang Mulia Raja Feng...benar hamba Siyue Ayah ..." ucap Siyue lembut dan sopan.


"Ayah...lebih baik kita masuk kedalam dulu...nanti akan aku perkenalan mereka semua.." ucap Feng Xun.


"Aah maaf...benar katamu nak...mari silahkan masuk.." ucap Raja Feng Pada mereka semua. akhirnya mereka masuk kedalam ruang istana pertemuan.


"Mari Silahkan duduk...." ucap Raja Feng Tao Qi .


"Nak...kau semakin tampan, Dewasa dan kekar...kau sudah sangat berubah nak..." ucap Raja Feng Tao Qi sambil menatap Feng Xun .


"Karena aku sudah semakin tua Ayah. Oh ya ayah...aku perkenalan. pada Ayah...gadis Yang kau tanya Tadi memang Siyue, tapi Dia kini Seorang Ratu dari kerajaan Phoenix Dan Dia juga..." sebelum Feng Qun berkata, Siyue memotong.


"Feng..." tegur Siyue. mendengar teguran Siyue, Feng Xun tahu kalau Siyue menyembunyikan identitas,mereka. akhirnya Dia berkata.


" Siyue Ratu Kerajaan Phoenix dan Itu Suaminya yaitu Raja Darga Dewa Wiqya . dan Itu Tiga Saudara Raja Darga . Tuan Kunlau , Dewi Guanli dan Dewi May. Dan yang ini pasti Ayah sudah tahu Tiga sahabat kami. dan yang itu Tiga Kakak Ratu Siyue, dan Yang tiga Lagi pengawal Ratu Dan Raja...." ucap Feng Xun. mendengar siapa mereka, Raja Feng Tao Qi serta Putra Mahkota dan Permaisuri Kerajaan Feng kaget bukan main.


"Apaa ..Raja Darga dan Ratu Kerajaan Phoenix.." seru mereka bersamaan. seketika ketiganya bersujud ..


." Maaf yang Mulia Raja Chu Tian Ji..maaf Ratu .kami tidak mengenal tingginya gunung Fuji, salam Raja salam Ratu ..." ucap Raja Kerajaan Feng .


" Sudah kalian bangunlah...salam kalian aku terima. begitu juga dengan Istriku. ayo bangun..." ucap Dewa Wiqya lembut. Dia tahu kalau Siyue sangat menghormati orang tua para sahabatnya.


"Benar kata suamiku Ayah, Bunda, bangunlah .. aku masih tetap Siyue yang Dulu..." ucap Siyue.


"Mana bisa yang Mulia...kami tahu kerajaan Apa yang kalian Pimpin..." ucap Raja Feng Tao Qi.


"Oo..jadi kalian sudah tidak menganggap ku bagai putri kalian sendiri..." ucap Siyue yang sudah berjalan kearah Permaisuri.


"Bukan , Bukan Begitu yang Mulai..." ucap Raja Tao Qi.


" Lalu kenapa tidak mau bangun...?" ucap Siyue sambil membantu permaisuri berdiri.


"Boleh Siyue memeluk Bunda..." ucap Siyue lembut. Seketika Permaisuri memeluk tubuh semampai Siyue.


"Ya Dewa...kau tetap seorang Wanita yang berhati lembut dan luhur nak...aku bersyukur Putraku Feng Shan Wa bertemu denganmu..." ucap Permaisuri dengan air mata mengalir di pupinya.


"Itu sudah takdir kami ibu... sudah takdirku harus menjadi adik kak Feng Xun..." ucap Siyue.


" Aku juga mengucapkan Terimakasih padamu Nak.. kalau Feng Shan Wa tidak bertemu denganmu, entah bagaimana keadaan dia sekarang..." ucap Raja Feng Tao Qi.


"Jangan di fikirkan lagi Ayah... Kak Feng Xun dan Aku berjodoh menjadi sahabat dan Kakak. jadi jangan sungkan lagi memanggilku Siyue. Oh ya Ayah, Ibu...aku perkenalkan Suamiku, Dewa Wiqya ..." ucap Siyue sambil melambaikan tangannya pada sang Kekasih .


"Dewa Wiqya...? Kenapa nama itu sama dengan nama Dewa perang Kita Ya...?" ucap Raja Feng Tao Qi .


"Apakah benar Ayah...? mungkin cuma kebetulan saja Ayah...dan satu lagi Ayah.. apakah kalian mau pergi ke.Kerajaan Phoenix untuk menghadiri peranyaan pernikahan kami...?" tanya Siyue. Mendengar itu tentu saja mereka segera mengiyakan.


" Tentu saja nak... kami akan bahagia kalau kami bisa pergi kesana. tapi bagaimana kita bisa pergi...?" ucap Raja Feng Tao Qi dengan wajah bingung.


"Tenang saja Yah...aku akan membawa kalian pergi nanti. tapi kami harus pergi ke alam bawah dulu untuk bertemu dengan Ayah handa Raja Kerajaan Juhan , sekembalinya kami dari sana, kita akan pergi bersama. Ayah bersiap- siap saja dulu.." ucap Siyue .


"Baik ...Baik Ayah akan melakukannya, kalau hanya itu yang harus kami lakukan Nak..." ucap Raja Feng Tao Qi.


"Ratu...apakah hamba boleh ikut...?" ucap Feng Can Ru.


"Boleh...asal Ayah mengijinkannya..." ucap Siyue sambil tersenyum. Merekapun berbicara dengan akrab. Terlihat Feng Can Ru sangat terpesona dengan kecantikan Siyue. tapi dengan posesifnya Dewa Wiqya menempel pada Siyue hingga membuat para sahabat dan kakak, serta pegawal Siyue menahan tawa.


"Dasar Bucin...ternyata Dewa Wiqya ini lebih bucin dari Raja Chu Tian Ji..." ucap Para sahabat dan pengawal mereka dalam hati . Feng Xun juga menceritakan semua yang terjadi di depan gerbang kota tadi pada sang adik .


"Ru'er...kalau kau mau ikut kami, maka bereskan dulu ulat atau tikus kerajaanmu.... dan tolong jangan kau katakan pada siapapun keberangkatan kita agar tidak ada masalah di kerajaan..." ucap Feng Xun. Mendengar perkataan Feng Xun, Feng Can Ru sangat kaget kalau di istananya ada masalah seperti itu, sehingga membuat Dia marah.


"Baik Kak...pasti aku lakukan...tapi kak... kenapa bukan kau saja yang menjabat sebagai Raja di kerajaan ini...bukankah kakak sudah lama pergi dari kerajaan...." kata Putra Mahkota yang memang terpaksa menerima pengangkatan itu.


"Mana bisa Ru'er...sekarang aku sudah menjadi pengawal kerajaan Phoenix...mana mungkin aku keluar dari sana..." ucap Feng Xun dengan bangga.


"Ck kakak...kau curang...seharusnya kau lah yang menjadi Putra Mahkota bukan aku,.." ucapnya Kesal. bagaimana tidak kesal. jabatan sebagai pengawal Siyue, lebih bagus dari pada seorang Raja, Raja kerajaan Alam tengah.


"Sudahlah Ru'er...itu sudah takdirmu untuk menjadi penguasa kerajaan ini..." ucap Sang Ibu. merekapun berbincang sebentar , dan akhirnya mereka menikmati makan bersama dan setelah itu mereka di bawa ke kamar yang memang sudah di sediakan untuk mereka.


Dan saat masuk kamar, Dewa Wiqya dan Siyue memilih tinggal di kerajaan Siyue di ruang Teratai . Mereka berada di kerajaan Feng Xun selama tiga hari. dan pada hari keempat mereka pamit akan pergi ke istana Kerajaan Long . Hanya menempuh waktu sehari saja Mereka telah berada di kerajaan Long tempat Putra Mahkota Long Shan berada .


udahan dulu ya..maaf kemarin nggak up. kini Author up date lebih panjang.


jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu. maaf jika masih ada typo nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2