
Melihat Semua itu, tuan Lo Chang Wa ketakutan . hatinya yang tadi sudah gembira saat melihat Kaisar mengangkat Mahkota dan akan menaruh di kepala Lin Yun. Kini hancur seketika bersamaan dengan terbangnya mahkota itu dan memilih Pria yang ternyata seorang gadis yang teramat cantik . Begitu juga dengan Nyonya Lodya . Hatinya hancur dan perasaan takut tiba- tiba menyerangnya . Tapi beda dengan Lin Yun. Dia Merasa dirinyalah yang gadis Phoenix .
"Hey Kau... Kau fikir kau itu gadis darah Phoenix ha... Kau salah, akulah Si gadis darah Phoenix. Berani sekali Kau merebut mahkotaku...!" Teriaknya marah.
"Aku tidak merebut Mahkota ini darimu Lin Yun ...kau ini bodoh apa mau membodohi dirimu sendiri ...?" Kata Siyue. tenang .
"Brengsek kembali kan Mahkota itu padaku, lagian Kau itu seorang Pria kenapa merebut Mahkota yang merupakan milik seorang gadis sich..."serunya marah.
"Maaf aku tidak Ada waktu lagi bermain denganmu. Sekarang kembalikan darah Phoenix padaku, atau aku sendiri yang mengambilnya...."ucap Siyue dingin.
"Tunggu...Kau ini Siapa...bofoh sekalu kau.. berani sekali Kau mengaku gadis darah Phoenix di kerajaa. Phoenix..gadis darah Phoenix Adalah Lin Yun putriku... Beraninya kau mengaku sebagai gadis darah Phoenix..!" Ucap Nyonya Lodya yang sudah tidak memiliki Cara lagi untuk keluar dari masalah. Dia fikir dengan Cara merayakan Siyue srbagai gadis darah Phoenix,, mungkin saja Raja Kerajaan Phoenik lebih percaya para mereka. tapi Dia lupa kalau Mahkota Phoenix lah yang memilih Siyue .
"Begitukah...apa yang membuat anda yakin kalau putri anda itu seorang gadis darah Phoenix...Oo..iya..ternyata memang benar kalau dia itu Putri Kandung anda..." Ucap Siyue sambil tersenyum. Mendengar ucapan Siyue, Lodya kaget dan sadar akan kecerobohannya .
"Kau...Kau jangan mengada - Ada.. Dia itu Putri dari Sima Yuan...Dia bernama Lin Yun.. " ucap Lodya.
"Benar...dia memang Putri dari Sima Yuan , aku sendiri yang menerima Lin Yun dari Sima Yuan untuk di berikan pada Ayah dan Ibunya pada saat dia akan pergi...jadi sekarang Pergilah...kembalikan Mahkota itu pada Putri Lin Yun. ..." ucap tuan Lo Chang We .
"Iya benar kata mereka...Ayo berikan Mahkota itu padaku..." Ucap Lin Yun menimpali.
"Oo..jadi Kau Putri tuan Sima Yuan... Apa Benar itu..? tapi bagaiaman kalau aku akan menanyakan sendiri pada tuan Sima Yuan sendiri . apakah Kau benar Putrinya atau bukan..." Ucap Siyue dengan tenang. Mendengar ucapan Siyue, Kakek dan Ibu Lin Yun tertawa.
" Ha ha ha ...Dia itu sudah pergi dan tak akan kembali, Karena itu dia menitipkan Lin Yun pada Kami untuk di berikan pada Kedua orang tuanya. ..." kata Lodya sambil tertawa .
"He he he...yakin sekali kalian kalau dia tidak akan kembali , apa Karena kalian tahu kalau Tian Sima Yuan mengalami keracunan ...?" kata Siyue dingin. Mendengar ucapan Siyue mereka menjadi pucat .
"Kaauu...kaauu....!" ucap Tian Lo Chang Wa denga. Gagap.
"Kau , kau apa...kau fikir racun yang kau berikan pada Ayah telah membunuh dia...? Dasar manusia jahat . Kalian tega meracuni ibu dan Ayah saat aku masih dalam kandungan.. Manusia macam apa kalian ini...saat itu kau juga dalam keadaan mengandung, tapi kenapa kau tega meracuni wanita yang sama- sama mengandung hanya karena iri dan dendam karena telah di tolak cintamu oleh Ayah.. Dasar wanita iblis. Kaulah yang telah membunuh Ayah Sima Yuan . Kau meracuni Ayah, Ibu dan aku yang masih dalam kandungan , mana bisa Ayah memberikan Lin Yun pada Kalian...bukankah Saat itu Kalian di Bantu oleh pembunuh bayaran untuk membuat Ayah terluka parah, dan perlu kau ketahui tuan Li Chang..gadis yang Kau bunuh itu dia bukan aku, tapi gadis pengganti yang telah menyelamatkan aku, aku selamat dari kematian atas Bantuan guru Saujin .." Ucap Siyue.
"Bohong....Kau mau memfitnah kami..!" Ucap Lodya.
"Baik kalau begitu akan aku tanyakan langsung Pada Ayah. kita akan tahu kebenaran yang sesungguhnya. Kau atau aku yang benar... Ayah... . keluarlah.... " ucap Siyue. Ucapan Siyue membuat Lodya dan Ayahnya ketakutan . Tak lama seorang Pria bertopeng datang .
"Ada apa nak..." Ucap Sima Yuan sambil membuka topengnya .
"Si...Sima Yuan...?" Seru Lodya dan Ayahnya bersamaan. Begitu juga dengan orang yang berada di tempat itu, . Selain keluarga kerajaan Phoenix yang tidak tahu apa- apa .
"Sima Yuan....Dia masih hidup....!" Ucap salah satu Pria yang ikut menyiksa Sima Yuan saat itu .
"Yuan...Kau masih hidup dek...?" Ucap ke tiga kakak Sima Yuan.
"Paman...!" Seru putra ketiga kakaknya. Dan beberapa orang yang dekat dengan Sima Yuan .Dan di atas mimbar kehormatan terlihat Putri Tang Yin tanpa sadar meneteskan air mata.
"Ternyata Kau juga masih hidup Suamiku... dan aku tak menyangka ternyata Putri kita begitu cantik dan Kuat. ..." batin Wanita cantik itu . Ingin Rasanya Tang Yin berlari dan memeluk kedua orang yang selalu dia khawatirkan keselamatannya .
"Ada apa Sayang....." tanya Sima Yuan sambil mengusap kepala Siyue .
"Ayah...Apakah dia Putri Ayah....?" ucap Siyue dengan nada mengejek.
"Tanpa Ayah berbicara , Kaliam bisa lihat sendiri, apakah Dia putriku atau bukan. Dari wajahnya saja Kami tidak ada kemiripan, apalagi sifat kami... Kalian bisa lihat , mana Putriku dan mana yang Bukan..." Ucap Sima Yuan dengan wajah tenang. Terlihat wajah Lodya dan sang Ayah semakin pucat.
" I...itu tidak mungkin...Kau pasti bukan Sima Yuan kan...? Kau pasti orang lain yang wajah nya mirip dengan Sima Yuan ..." ucap Lodya tak percaya.
"Ha ha ha...kenapa Kau tak percaya...apakah Karena Sima Yuan.telah kalian bunuh...?" Ucap Sima Yuan dingin.
"Kau ingin memfitnah kami...kalian berdua bukanlah Sima Yuan yang sebenarnya...!" Teriak Lidya ketakutan.
"Lodya...tenang nak..!" Seru tuan Lo chang Wa ketika melihat Putrinya histeris .
" Dasar manusia- manusia tak berguna. Kejahatan kalian sudah terbongkar, masih saja kalian mengelak...kalian fikit kami semua bodoh...Sekarang biar kan aku mengambil darahku kembali..."ucap Siyue sambil bersiap mengeluarkan darah Phoenix dari tubuh Lin Yun.
"Tidak...Kau tidak boleh mengambil darah Phoenix itu dari tubuh Putrimu...!" Seru Lodya lantang. Tanpa dia sadari dia kembali kelepasan memanggil Lin Yun Putriku .
"He he he...ternyata kau mau jujur juga kalau sebenarnya dia putrimu...." Ucap Siyue sambil terkekeh . Menyadari kesalahannya, Lodya terdiam .
"Ayah... Kau bisa menjauhkan mereka dari Lin Yun...?' Kata Siyue sambil tersenyum dingin .
"Tentu saja Nak..." Jawab Sima Yuan .
"Dan Aku juga akan membantu kalian ...." Sebuah suara merdu mengagetkan mereka berdua.
"Tang Yin...." ucap Sima Yuan dengan suara bergetar.
"Siapa Dia Ayah....?" Ucap Siyue sambil menatap Tang Yin lembut. sebelum Sima Yuan menjawab, .terdengar suara lembut itu berkata kembali .
"Sayang...aku ibumu....kau tidak mengenalku...?" tanya Tang Yin sambik mendekati mereka .
"Ibu...?" Ucap Siyue sambil menatap Tang Yin .
"Benar...aku ibumu sayang...." Jawab Tang Yin. Melihat mereka bertiga sibuk Lodya dan sang Ayah berusaha pergi dari tempat itu bersama Lin Yun. Namun karena Lin Yun tidak mau pergi, Sebab Dia Merasa Dialah Si gadis Phoenix maka Perbuatan mereka dapat di sadari oleh Siyue.
__ADS_1
"Kau mau pergi nyonya Lodya ..? Tidak semuda itu kalian pergi dari Sini " ucap Siyue dengan nada mengejek .
"Bedebah.... Siapa yang ingin pergi..mana mungkin aku pergi dan membiarkan Kau merebut kekuasaanku tentang kerajaan Phoenix ini ...." ucap Lin Yun .
Siyue terkekeh mendengar ucapan dari Lin Yun.
"He he he....Kau Fikit darah Phoenix di dalam tubuhmu bisah membuatmu Menjadi gadis darah Phoenix asli. Apakah Kau tidak melihat Kenyataan Lin Yun..." Kata Siyue mencoba menyadarkan Lin Yun.
"Brengsek lagi - lagi Kau berkata seperti itu. Sekarang Mari kita lihat Siapa gadis darah Phoenix Asli yang sebenarnya...!" teriaknya marah.
"Lin Yun... ! tunggu Lin Yun....! Seru nyonya Lodya dan tuan Lo Chang Wa bersamaan. Namun seruan nyonya Lodya tidak berguna untuk Lin Yun yang ingin membunuh Siyue dan merebut kembali Mahkota yang sudah di klaim milik nya itu. Dengan bernafsu Karena marah, Linyun menyerang Siyue dengan cepat. Akhirnya pertempuran pun terjadi. Sedangkan nyonya Lodya dan tuan Lo Chan Wa yang ingin membantu Lin Yun , tidak dapat mereka lakukan . Karena Sima Yuan dan Putri Tang Yin segera menahan serangan mereka . akhirnya pertarungan satu . lawan Satu terjadi.
Namun Siyue bukankah tandingan Lin Yun , dalam beberapa jurus saja, Lin Yun sudah terkapar di tanah .
"Ck...cuma itu ilmu yang kau yang kau miliki ..." Ucap Siyue pada Lin Yun.
Sedangkan guru Sakura si guru besar Sekte Darah Suci , terlihat terpukul dengan kenyataan kalau gadis yang selama ini dia Bela ternyata bukan gadis darah Phoenix yang Asli . Malah dia Putri dari seorang Penipu yang telah mencelakakan keluarga gadis darah Phoenix yang Asli hanya Karena iri dan serakah . Dia terdiam tak tahu apa yang harus dia lakukan. Dan saat Siyue bisa mengalahkan Lin Yun. Dia merasa ingin membiarkan saja gadis itu mati. Tapi sebagai guru bukankah itu tindakan yang tidak baik. Akhirnya dia melompat ke dalam arena.
"Maaf Yang Mulia...mohon kiranya yang mulia memaafkan murid hamba..." ucapnya memohon .
"Maaf guru...kalau soal darah Phoenix aku tetap harus mengambil darah itu . sebab itu sidah mrnjadi tugas yang guru berikan padaku. Dan itu juga tidak baik jika darahku masih berada dalam tubuhnya..." ucap Siyue.
"Guru...tolong aku. Bunuh gadis penipu itu...dasar wanita iblis... bunuh saja dia guru..." Teriak Lin Yun marah .
"Dasar manusia bodoh... Percuma aku membelamu. Baiklah kalau itu yang harus Putri lakukan...silahkan ..." Ucap guru Sakura. Dia tidak bisa menbantu Lin Yun lebih dari itu. Karena Lin Yun dan keluarganya memang sangat bersalah. Tidakan mereka memang teramat Keji. Akhirnya guru Sakura kembali ketempat duduknya .
"bersiaplah aku akan mengambil kembali darah Phoenix Ku yang Ada di keningmu .." Ucap Siyue dingin.
"Tidak kau tidak bileh mengambil darah ini kembali...Kau tidak bisa melakukan itu..!"seru Lin Yun dengan marah. Siyue sudah tak perdulli lagi dengan permintaan Lin Yun. Dia mulai melakukan pengambilan darah Phoenix di tubuh Lin Yun. Terlihat cahaya berpendar dari tangan Siyue saat dia mulai mengeluarkan kekuatan Manik - manik jiwa . Cahaya warna warni keluar dari telapak tangan Siyue. Cahaya bola - bola warna warni bagai kunang - Kunang yang Melayang di atas telapak tangan Siyue. Dan tak lama cahaya itu mengarah lurus ke dahi Lin Yun. Saah kejuatan itu mulai menyentuh kening Lin Yun . Terdengar Lin Yun berteriak kesakitan saat darah Phoenix yang Ada di keningnya di ambil paksa oleh Siyue. Jeritan Lin Yun membuat dua Pria berpakaian hitam masuk kedalam ruangan. Dua Pria itu langsung menyerang Siyue saat Dia melihat Siyue berusaha menguarkan darah Phoenix yang pernah mereka masukkan kedalam tubuh Lin Yun beberapa puluh tahun yang Lalu. , Namun sayang dua cahaya Putih bergerak dengan cepat menyerang lebih dahulu keduanya . bersamaan dengan Itu terdengar jeritan panjang Lin Yun. Dan dari keningnya keluar tetes darah yang berwarna merah terang. Darah itu mengeluarkan cahaya terang dan Melayang di udara . Namun tiba- tiba darah yang melayang di udara berubah Menjadi gadis cantik berbaju Merah.
"A aah....aku sudah bebas... Trimakasih tuanku...." Seru gadis itu Jenaka.
"Teratai merah...!" Seru keempat pengawal Siyue bersamaan saat melihat gadis yang berpakaian merah itu , terlihat memeluk Lengan Siyue . .
"Kalian di sini juga...aah.. kenapa tuanku tidak menolongku lebih Awal aku muak dengan. Bau darah gadis jahat itu.." Ucap Gadis berbaju merah yang ternyata teratai merah. Dia dengan manja 'memeluk tangan Siyue.
"Maafkan aku...tapi sekarang Bukan nya Kau sudah bebas... sekarang bergabunglah dengan. Mereka..." Ucap Siyue sambil mengusap kepala gadis Muda itu. Sedangkan Lin Yun sendiri jatuh tak sadar kan diri dengan wajah sangat pucat.
Siyue mendekati dua Pria yang Kini sedang di permainkan oleh Zuzaku. .
" Kukuh... sepertinya salah satu dari mereka memiliki kekuatanku...!" Seru Siyue.
"Tentu saja..."lalu Siyue langsuk mengarahkan kekuatan nya kedada si penjahat. Dan tak lama keluar cahaya hitam dari Dada Pria itu . cahaya itu Melayang mendekati Siyue. Dan tak lama cahaya berubah Menjadi gadis berbaju hitam. Dia langsung memeluk Siyue.Tentu saja Siyue kaget. Namun dia sadar kalau gadis itu juga bagian dari dirinya .
"Tuanku.. kenapa anda meninggalkan diriku..." Ucapnya sambil menangis.
"Hitam... !!"Seru Teratai putih dan Merah bersamaan.
"Hitam...?" Kata Siyue.
"Yueyue...dia Adalah teratai hitam yang kita Cari...!" Seru Xiao Tu sambil mendekati Siyue bersama tertai merah . mereka memeluk Siyue bersama- sama. Kejadian itu terjadi dengan cepat. Saat mereka para tamu sadar dan kaget akan kejadian yang terjadi di depan mereka. Mereka kini telah melihat Siyue mengalahkan Lin Yun dengan cepat . Dan mereka juga melihat kalau kedua penjahat itu telah Mati dengan tubuh hangus, sedangkan Lin Yun terbangun dengan jiwa terlihat tak normal lagi . mungkin Karena pengaruh darah Phoenix yang sudah di ambil . Dia kini Menjadi manusia tak berguna . Sedangkan tuan Lo Chang Wa mengalami kelumpuhan separuh tubuh nya. Serta meridiannya di Hancur kan. Begitu juga dengan nyonya Lodya . Dia terkena Racun yang membuat dia menderita lupa ingan atau gila. Racun itu dia dapatkan dari Siyue . seperti biasa, racun yang Siyue buat tidak akan pernah Ada obatnya Selain Siyue sendiri yang memberikan penawarnya . Semua orang terlihat menatap Siyue tak percaya . pria tamoan itu telah berubah menjadi gadis yang teramat cantik . Di ruangan itu hanya sahabat, saudara dan para guru yang tahu itu. Namun mereka tetap ternganga melihat perubahan Siyur. Dan bisa kalian tebak dengan Si Raja bucin. Rasanya dia tak rela melihat sang kekasih menjadi pusat perhatian para pria yang ada di ruangan itu. ingin rasanya dia berlari memeluk dan menyembunyikan sang Kekasih. Tapi Dia tak bisa, sebab ini acara keluarga Siyue . Dia hanya bisa melihat Siyue dengan wajah kesal .
Sedang kan di depan para tamu , terlihat Sima Yuan mendekati sang istri.
"Sayang....Kau sudah sembuh...? Apa kabarmu...?" Ucap Sima Yuan Lembut. Mendengar sapaan dari orang yang sangat dia Rindukan , Putri Tang Yin segera berlari dalam pelukan sang Suami.
Mereka berpelukan sambil menangis. Melihat Itu Siyue tak terasa meneteskan air mata. Siyue tahu perasaan Ayah dan Ibunya yang telah lama berpisah. Namun beberapa saat kemudian, Sima Yuan ternyata teringat pada sang Putri.
"Sayang ... Kemarilah..." Ucap Sima yuan setelah meleoas pelukannya dari sang Istri. Perlahan Siyue mendekat dan memeluk ke duanya. . Semua yang melihat kejadian itu terharu. Tuan Sang Baiki dan Istri nya meneteskan air Matanya. Begitunjuga dengan ke tiga saudara Dina Yuan. Tak terkecuali sahabat , saudara serta kakek Si dan Kakek Fang Bo. Meteka ikut menangis melihat wanita yang mereka sayangi telah bertemu dengan kedua orang tuanya. Sedanfkan Si Raja Bucin hanya bisa memandang keharuan itu tanoa bisa menghibur sang kekasi . saatbitulah tiba- ttiba dia tetingat pada kedua orang tuanya . bagaimana mereka sekarang. Dan di mana mereka..." Ucap Raja dalam hatinya. Namun Beberapa saat kemudian, Siyue sadar di mana mereka berada. Dia segera melepas pelukannya .
"Ayah , Ibu... banyak orang yang melihat kita..." Ucap Siyue lembut.
Mendengar ucapan Siyue, Ayah dan Ibunya tersenyum. Mereka segera melepas pelukan mereka dan berjalan kearah sang Kaisar .
"Maaf Ayahanda..." ucap Putri Tang Yin.
"Tidak apa- apa Putriku...jadi ini Suami dan Putrimu...?" Tanya Kaisar Song dengan lembut.
"Benar Ayah..." Jawab Putri Tang Yin lagi .
"YA Sudah...sekarang kita lanjut kan penobatan Putrimu. . Nak...kemarilah.. sekarang Kau Adalah Ratu kerajaan Phoenix.
Kau sekarang berdirilah di depan Singgasana milikmu...." Ucap Kaisar lembut.
"Baik Yang Mulia...." jawab Siyue.
"Kau ini...kau sekarang Adalah Ratu kami, jangan panggil aku Yang Mulia..Panggil Kakek...." Ucap Raja sambil memukul pelan Pipinya Siyue.
"Baik Kek..." Siyue segera berjalan dan berdiri di depan Singgasana yang memang untuk Ratu Phoenix. Dan Ritual penobatan Siyue sebagai Ratu Phoenix berlangsung dengan Kidmat . Doa terdengar di ucapan oleh sang Kakek. Acara berakhir dengan pemasangan juba kebesaran Ratu Phoenix . Setelah selesai. Acarapun Di lanjutkan dengan acara makan bersama. Serta menikmati tarian yang di persembahkan oleh para wanita Muda Negri Phoenix . Rakyat bahagia mendengar Ratu mereka telah selesai di Nobatkan. Kaisar membawa Siyue keatas balkon kerajaan untuk melihat rakyat yang bahagia menyambut Ratu baru mereka. Surak gegap gempita menyambut kemunculan Siyue yang berdiri dengan anggun di balkon . Dan Saat Siyue mengangkat tangan nya, Rakyat Kerajaan Phoenix tetdiamsambul menatap wajah Cantik sang Ratu . dengan lantang Siyue berseru.
"Salam untuk kalian semua...Hari ini kalian telah mempercayakan kekuasaan ini di tanganku, smSemoga aku bisa menwgang amanat Kalian dengan sebaik- baiknya . Karena itu aku berharap kalian akan selalu medukung dan membantuku memajukan kerajaan Phoenix ini. Tanpa dukungan dan Bantuan kalian , aku tidak akan bisa bekerja dengan baik. Karena itu Mari kita bekerja bersama untuk memajukan kerajaan ini . kerajaan Phoenix yang kita cintai ini.... trimakasih....!" Kata - kata yang di ucapkan Siyue membuat mereka terdiam. Sebab tidak Ada Raja yang pernah berbicara seperti Siyue untuk mengajak semua rakyat bekerja bersama membangun Kerajaan .
__ADS_1
Melihat semua terdiam Siyue kaget. Dia menatap pada sang Kakek.
"Kek...apakah Siyue mengatakan Kalimat yang Salah...?" tanya Siyue.
Namun sebelum Kakek menjawab terdengar teriakan dari Rakyat.
"HIDUP RATU SIYUE....HIDUP RATU SIYUE...HIDUP RATU SIYUE...!!" terdengar teriakan gegap gempita dari suara rakyat.
Semua berteriak gembira menyambut Ratu Phoenix mereka.
"Ya Dewa....betapa Cantiknya Ratu kita....aku tidak menyangka kalau Ratu kita seorang yang Cantik dan ramah..." Ucap salah satu dari mereka.
"Benar...Semoga saja Dia wanita yang ramah..." Jawab Yang lain.
"Aku dengar dia baik hati..." Kata salah satu rakyat jelata.
"Entahlah...kita lihat saja nanti..." Jawab UA.g lain. Sedangkan di balkon, terlihat Kaisar sedang berbicara dengan Siyue .
"Kau tidak salah nak...mereka terharu mendengar ucapanmu yang mengajak mereka bekerja bersama membangun kerajaan ini Menjadi lebih baik .." Ucap Kaisar sambil mengusal pipi Siyue dengan penuh kasih sayang.
"Semoga apa yang mereka harapkan Dari Siyue, Siyue bisa melaksanakannya kek...." Jawab Siyue.
Setelah berdiri Beberapa saat di atas balkon untuk Menyapa Rakyat, Mereka segera kembali ke aula pertemuan. Siyue bisa melihat sang Kekasih terlihat sangat gelisa .
"Kek...Siyue ingin memperkenalkan seseorang pada Kakek..." Ucap Siyue yang berjalan di Sisi Kaisar Song . mereka berjalan menuju Singgasana.
"Seseoarang...?Siapa...?" Tanya Kaisar sambil mulai duduk di singgasana miliknya .
"Sebentar...Siyue akan membawa Dia ke hadapan Kakek..." Kata Siyue sambil melangkah meninggalkan sang Kakek dan berjalan menuju kearah Raja Chu Tian Ji yang Siyue tahu sejak tadi sudah ingin bersama dengannya. Setelah melihat sang kekasih mendekat , tanpa sungkan Raja memeluk Siyue. Dengan lembut Siyue membalas pelukannya .
"Maafkan aku,...baru sekarang Siyue bisa berada di sisi Tian'ge..." Bisik Siyue.
"Tidak masalah, Asal Kau ingat kalau aku tidak ingin berjauhan terlalu lama dengan dirimu.." Ucap Raja sambil menjauhkan sedikit tubuh ramping Itu.
"Kau lelah....?" Ucapnya penuh kasih sayang .
"Sedikit.. Ayo ikut aku menemui Kakek...." Kata Siyue. Terlihat senyuman bahagia di wajah tampan itu.
Walaupun penduduk Kota kerajaan Phoenix tampan- tampan..tapi tidak Ada yang bisa mengalahkan ketampanan Raja Chu Tian Ji.
Mereka berjalan bergandengan menuju Kaisar yang masih Ada di Singgasananya. Namun Kini beliau tidak sendiri lagi. Ternyata para kerabat kerajaan Phoenix sudah berkumpul bersama Raja untuk memberi selamat sekaligus memperkenalkan diri pada Ratu mereka.
"Salam Kakek...salam semuanya..." Siapa Siyue. Sambil menunduk memberi salam. Yang di ikuti oleh Raja Chu Tian Ji.
"Kau sudah Kembali Ratu...?" Tanya Kaisar Song.
"Iya Kakek...maaf Kakek..perkenalkan ini Kekasih Siyue..."Kata Siyue . Raja segera memberi salam pada Mereka.Terutama para sang Kakek .
"Kau Chu Tian Ji Raja kerajaan Darga kan...?" Ucap Kaisar langsung .
"Benar Yang Mulia..." Jawab Raja dengan lembut.
".Kau memang jodoh Cucu Ku...tapi awas ...jangan sampai Kau sia-siakan Dia atau Kau sakiti Dia...Dia Adalah Cucuku , keturunanku Ratu kerajaan Phoenix ini..." Ucap Raja Tang Song dengan tegas.
"Hamba Yakin tidak akan pernah membuat Dia terluka ataupun Sedih yang Mulia..." Ucap Raja.
"Jangan memanggilku seperti itu...Kau panggil aku Kakek Seperti Yueyue memanggilku..." Ucap Kaisar lagi.
"Baik Kakek..." Jawab Raja. Dan akhirnya Siyue dan Raja berkenalan dengan anggota keranajan Phoenix . Tak terkecuali sang Ayah .Putri Tang Yin segera di bawa oleh Sang Suami menemuimu saudara dan kerabatmya.setelah selesai berkenalan dengan keluarga kerajaan .. Satu persatu Sima Yuan menyapa mereka. Ternyata mereka orang- orang baik . Setelah Itu Siyue juga memperkenalkan Saudara dan Sahabatnya Serta kedua Kakek keluarga Si yang telah menjaga Dia selama ini pada sang Ibu . Siyue menceritakan secara singkat kehidupannya di keluarga Si. Dengan haru dan rasa terimakasih . Putri Tang Yin Menyapa mereka. juga pada kedua orang tua Sima Yuan dan ketiga Kakaknya . Kebahagian terlihat di keluarga Sima Yuan dan Keluarga Kerajaan Tang. Namun di dalam kebahagiaan itu , tak sengaja Siyue melihat Ayah dan Ibu Ning Si yang Terlihat selalu menatap sang Putri dari kejauhan. Dengam tatapan sedih . Melihat itu Siyue mendekati Ning Si. Dia ingin sang sahabat juga bahagia . Dia mengajak Ning Si menjau sedikit Dari para sahabatnya .
"Ada apaan Yue'er..." Tanya Ning Si para Siyue.
"Ning...Kau tahu kan kalau aku sangat menyayangimu seperti saudara kandungku...?" Kata Siyue lembut.
"Kau ini apaan sich...tentu saja aku sangat tahu....aku tahu Kau ingin meminta sesuatu padaku..." Ucap Ning Si menebak dengan kesal , sambil mengusap kepala Siyue.
"He he he...ternyata Kau tahu itu..." Kekeh Siyue .
"Aku sudah tahu semua tabiatmu, dan akal bulusnu Nona..." Ucap Ning Si sambil menoel hidung mancung Siyue. Siyue kembali tertawa.
"Katakan apa maumu...?" Kata Ning Si lagi.
"Sebelum aku katakan Padamu . jangan membebani dirimu Karena aku orang yang paling Kau sayangi. Tanpa permintaan ini Kau tetap orang yang paling aku sayangi. Jadi jika kau tidak suka , bilang tidak suka , dan jika iya bilang iya .. Kau mengerti Ning.?" Kata Siyue. Terlihat wajah Ning Si agak mengkerut.
"Kenapa saat aku mendengar ucapanmu . aku merasa Menjadi tegang Yue'er...." Kata Ning Si sambil menatap Siyue dengan Mimik serius .
Cut....udahan dulu ya...nach...ini udah aku panjangin...maaf kemarin aku potong habis di sebelah rumah Ada warga yang meninggal . jadi aku potong aja ceritanya. Maaf Ya...🙏🙏
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
.
__ADS_1