DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
MEMBUJUK POISON IVY .


__ADS_3

"Benar... kami sering berada di sini untuk berlatih. Dan di dekat Hutan dan Padang Luas itu , tempat tinggal mereka...." Ucap Siyue.


"Pantas saja mereka memiliki kekuatan di atas murid biasa..." Kata Dewa Saora.


Setelah selesai melihat keadaan Ruang Teratai. Saora dan Wiqya memilih bermediasi di bawah Pohon kehidupan. Mereka melakukannya Selama kebih dari semalaman. Setelah semalaman Siyue bermediasi. Dia membuka Matanya. Dia melihat Dewa Saora dan Dewa Wiqya sedang bermeditasi. Perlahan Siyue bangun dari duduk lotusnya dan perlahan dia bangun dari duduk lotusnya. dan segera berjalan tanpa suara meninggalkan kedua Dewa itu. Dia berjalan ke Istananya. Dan saat berada di depan istana, Dia melihat Liong Bay dan Feng Qui sedang berjakan sambil membawa Beberapa buah - buahan yang mereka taruh dalam keranjang.


"Kalian dari Kebun buah...?" Tanya Siyue. " Benar Yue'er.. Kenapa sudah mengakhiri meditasimu...?" tanya Feng Qui.


"Aku ingin berbicara dengan Ivy...Di mana Dia...? Kalian melihat nya...?" Tanya Siyue sambil menatap kedua pria yang berada di depan nya.


"Aku tadi melihat dia berjalan ke tempat lotus . Mungkin sekarang dia berada di sana..." ucap Feng Qui.


"Trimakasih Kak...aku akan kesana dulu..." ucap Siyue sambil tersenyum dan berjalan meninggalkan mereka. terlihat keduanya menatap jeoergian Siyue dengan penuh sayang.


"Aku tidak pernah memiliki master sebaik dia..." Ucap Feng Qui.


"Benar...pemilik terakhir ruang teratai ini juga tidak sebaik dia walaupun Ada Kebaikan di sifat nya..." Ucap Liong Bay.


"Gadis ini berhati lembut, baik , suka menolong tapi juga sangat tegas dan sedikit kejam . namun kekejamannya Ada pada tempat yang seharusnya . Dia akan berbuat baik pada Para penjahat kalau memang masih dapat di rubah . toleransi dan kasih sayang pada para sahabat dan teman yang Dia cintai sangat tinggi. juga pada kita sebagai mahluk kontraknya , Dia tidak memperbudak kita. Tapi Malah Menjadi kan kita sahabat, teman dan saudara. Dia tak Segan meminta maaf dan meminta Tolong pada kita jika dia butuh dan merasa bersalah. Walaupun kita Adalah mahluk kontraknya. Dan dia seorang Ratu..." Ucap Feng Qui dengan bangga.


"Benar semua yang kau katakan Feng...Sejak kapan Kau mengikuti Yue'er..." Tanya Liong Bay.


"Dia menolongku saat aku sekarat di hutan Sunyi beberapa tahun lalu.... Dia menyembuhkan aku saat aku dalam keadaan terluka parah . Dia rela membuat kontrak denganku walaupun Dia tahu jika dia gagal dalam menolongku Dia akan ikut mati juga..." Ucap Feng Qui .


"Dia gadis yang memiliki Sifat terlalu baik, walaupun begitu, kecerdasananya membuat dia tak Mudah di tipu orang..." ucap Liong Bay .


Mereka asyik menggibahi Siyue sambil melangkah masuk ke dalam istana dengan membawa buah di tangan mereka. Sedangkan Siyue sendiri kini sedang berjalan kearah tempat ke tiga teratai pengawalnya. Dan benar saja saat Siyue hampir sampai di bukit salju tempat Mereka bertiga tinggal . Siyue melihat Poison Ivy sedang duduk di Pohon sakura dekat bukit salju itu. Dan terlihat ketiga bocah remaja yang memang seumuran adik Siyue itu sedang berbicara dengan dia . Dengan cepat Siyue melompat bagai terbang ke arah Pohon sakura dan duduk dengan tenang di salah satu cabang dekat mereka.


"Apakah aku mengganggu kalian berempat..? Dan apakah aku boleh bergabung ....?" Tanya Siyue sambil tersenyum.


"Yueyue...!" Seru ketiganya sambil berlari ingin memeluk Siyue .


."Hey...awas jatuh...!" Seru Siyue saat melihat mereka berlompatan mendekatinya. Dan dengan berebut mereka memeluk Siyue .


"Apakah kalian ingin membunuhku...? Kenapa kalian memelukku erat sekali..." Ucap Siyue sambil cemberut . mendengar ucapan Siyue ketigana segera melepas pelukannya.


"He he he maaf...kami terlalu bahagia Yueyue.. " Ucap mereka hampir bersamaan.


"Tidak masalah..." Ucap Siyue sambil mengusap kepala ketiganya ber gantian.


"Dan Kau tuan hijau...kenapa Kau diam dan tak menghiraukan diriku...? Apakah Kau marah padaku..." ucap Siyue sambil melompat pada cabang Pohon yang di duduki Poison Ivy. Melihat Siyue duduk di sampingnya Poison Ivy segera memeluk tubuh Gadis cantik itu. Tentu saja Siyue kaget. Namun tak lama Siyue merasakan badan Poison Ivy bergetar.


"Yue...apakah aku salah jika aku tidak bisa memaafkan dia... Apakah aku salah bila aku tidak ingin melihat mereka...?" Ucap Poison Ivy pelan. Siyue mendengar suara Ivy parau. Itu bertanda kalau Ivy sedang menangis. Siyue juga merasakan sesak di dadanya. sekuat tenaga dia berusaha agar tidak menangis.


"Kau tidak salah...tidak sama sekali..tapi dengar .. jika Kau masih menyimpan dendam di dalam hatimu, Kau akan tersakiti sendiri... Coba Kau berusaha untuk memaafkan mereka.. Bagaimanapun juga dia Ayahmu orang yang membuatmu terlahir di dunia ini... Coba berusahalah untuk mengerti dia..." Ucap Siyue sambil mengusap lembut punggung kekar itu.


"Tapi dia terlalu menghinaku .. Dia terlalu menyakitiku dan merenehkan penemuanku..?" Ucap Poison Ivy dengan suara tersedat.


"Dia Bukan meremehkan dirimu... Tetapi Beliau mencemaskan Dirimu. Bagai mana tidak.. Putra yang seharusnya Dia bangga kan, tiba- tiba Menjadi orang yang sangat menakutkan, tidak bisa di sentuh atau menyentuh orang lain, beracun ...sekarang Coba kau tempatkan dirimu di posisi Ayah....apakah Kau bisa menerima jika memiliki anak yang menjadi momok bagi orang lain...." Ucap Siyue perlahan. Siyue merasakan tangisan Ivy mulai meredah . dan tak lama guncangan badan nya mulai perlahan. Siyue melepas pelukannya dan menatap wajah tampan itu. Dengan perlahan Siyue mengusap Air mata yang masih terlihat berada di pipi dan mata pria tampan itu.


"Kau tahu... Wajah mu terlihat jelek jika menangis kak...mana Ivy yang dingin si Kakak Siyue.. " ucap Siyue menggoda.


"Ck... walaupun aku menangis, wajah tampanku tak akan berubah..." Ucap Ivy Narsis.


"Siapa bilang....Kau terlihat jelek jika menangis..." Ucap Siyue dengan mencibirkan bibir indahnya.


"Aauuu...kakak...Kau menyentilku.. sakit tau..." Ucap Siyue sambil mengusap keningnya.


"Dasar adik durhaka...Kau mulai berani menghina wajah tampan Kakakmu ini he..." Ucap Ivy dengan wajah cemverut.


"Ya memang Kenyataan kak...Kau terlihat jelek jika menangis..." Goda Siyue .


"Dasar gadis nakal.. "Ucap Ivy sambil melepas pelukannya dan duduk dengan badannya bersandar pada batang Pohon sakura . Sedang kan ketiga Teratai Hanya bisa menatap Siyue dan Ivy yang kini telah duduk dengan tenang. Mereka melihat wajah dan mata Poison Ivy memerah habis menangis .


"Kak...aku fikir apa yang di katakan Yueyue benar kak...apakah Kau tidak merindukan kedua orang tuamu...?" Ucap si putih.


"Benar kata Xiao Hua kak... Lebih baik Kau memamafkan Ayahmu...kasihan dia.. katanya dia sakit lo..." ucap Si Merah.


'Itu Bukan urusan ku..kalian bisa berbicara, tapi kalian sendiri enggan pergi." Ucap Ivy cuek. Ketiga teratai terdiam mendengar ucapan Ivy .


"Kak... Kakak sayang kan sama Siyue...." Ucap Siyue lembut .


"Yue'er...apakah kasih sayang Kakak tidak terlihat di matamu...?" Tanya Ivy terlihat kesal.


"Nach lihatlah...Yueyue Cuma bertanya seperti itu saja Kakak yang sayang sama Siyue sudah marah. Apa lagi Ayah Kakak ... Dia menasehati Kakak memohon pada Kakak, tapi kakak Tidak memperdulikan ucapannya.

__ADS_1


Lalu apa yang akan Kakak lakukan jika Siyue perbuat seperti Kakak dan melakukan Yang Kakak tidak sukai...?" Ucap Siyue pelan sambil menatap wajah pria tampan yang kini terlihat kesal. Ivy diam mendengarkan apa yang di ucapkan Siyue.


"Kalau memang Kakak sayang pada Siyue, apa yang akan Kakak lakukan...?" Ucap Siyue kembali. Terlihat Ivy menatap Siyue . dan tak lama


"Pletak...


."Aau...kakak...sakit tau...!" seru Siyue sambil memegang keningnya yang terkena sentilan Ivy.


" Itu yang akan Kakak lakukan..." Ucap Ivy sambil tertawa.


"Lalu apa yang Ayah Kakak lakukan..?" Ucap Siyue sambil masih mengusap keningnya.


"Plaak...Beberapa Kali tamparan mengenai wajah Kakak..." ucap Ivy dengan memukul pipinya sendiri dengan wajah tenang .


"Beberapa Kali...?" Tanya Siyue . terlihat anggukan kepala Ivy.


"Dan juga beberapa ucapan Kasar dan sumpah serapa yang tak kayak keluar dari mulut seorang Dewa .." Ucap Ivy pelan. Melihat Sikap dan ucapan Ivy, Siyue merasakan hatinya tergores luka . Siyue lalu memeluk kembali tubuh Ivy.


."Maaf...maafkan aku..." Ucap Siyue pelan.


"Tidak, tidak apa - apa Yue'er... sekarang aku sudah bersama mu, aku sudah memiliki sahabat, saudara adik dan juga orang yang aku bisa percayai dan menyayangiku.." Ucap Poison ivy lembut.


" Trimakasih kak...Kau masih mau percaya padaku...." Ucap Siyue.


"Hey... Tentu saja..Kau kesayangan Kakak... Kau yang membuat Kakak memiliki semangat untuk hidup kembali...oh ya. Apakah Kau akan segera menikah dengan Dewa yang menyebalkan itu...?" Ucap Ivy tiba- tiba .


"Kak.dia punya nama dan Namanya Dewa Wiqya...!" Seru Siyue kesal.


"Iya, Iya...lalu apa benar Kau mau menikah dengannya..." Ucapnya lagi.


"Tentu Saja Kak...Memangnya kenapa...?" Tanya Siyue .


"Baguslah ...aku tahu dia sangat mencintaimu....Kakak setuju kau menikah dengannya...tapi jika dia nanti membuatmu menangis lagi berhari - hari seperti saat itu... Maka aku yang akan segera membuat perhitungan dengannya . apapun akan aku lakukan untuk menghukumnya.." ucapnya dengan tegas.


"Kak...Kau menginjinkan aku menikah, tapi Kau juga mengancam calon suamiku ....!" Ucap Siyue kesal. Ivy dan Siyue serta ketiga Teratai tertawa bersama .


"Ya sudah Kak...sekarang terserah Padamu, jika Kau akan pergi he orang tuamu, aku akan ikut, jika tidak itu hak kamu..." Ucap Siyue. Mendengar ucapan Siyue, Poison Ivy mengacak rambut Siyue.


"Baiklah aku akan pergi kesana, Asal Kau juga ikut, nanti kita akan lihat sakit apa Pria Tua itu..!" Ucap Poison Ivy dengan wajah datar nya.


"Baik...akan Kakak lakukan apapun Kata Adik kecikku ini..." Ucap Poison Ivy sambil tersenyum lembut.


"Ya Sudah aku pergi...ingat jangan bersedih lagi. " ucap Siyue sambil berdiri dan segera berlalu dari hadapan poison Ivy dan ke tiga teratai. Namun beberapa saat terlihat Siyue kembali lagi.


"Besok sore kita akan menemui keluarga kalian bertiga..." Ucap Siyue yang kembali lagi menghilang setelah mengatakan itu .


Sedangkan tak jauh dari tempat itu dua orang yang sejak tadi memperhatikan Kelima orang yang Ada di atas Pohon Sakura terlihat sedang berbicara.


"Kau sangat beruntung Dewa Wiqya...gadis sebaik itu tidak Ada bandingannya..." Ucap Pria di sebelahnya yang tak lain Dewa Saora guru Siyue.


"Benar Katamu Sao...dan aku hampir kehilangan gadis itu..." Ucapnya dingin.


Mereka melihat dan mendengar apa yang terjadi di atas Pohon Sakura itu. Walaupun sejak tadi dia sangat cemburu melihat gadisnya di peluk pria menyebalkan yang selalu berebut Siyue dengannya itu, Namun Dia sangat bangga pada Siyue. Yang bisa menecahkan masalah permusuhan Ivy dengan keluarganya. Merekapun segera cepat pergi dari tempat itu dan kembali ke bawa Pohon Roh , sebelum Siyue sampai di sana. Dan ternyata baru saja mereka duduk dan memejamkan mata mereka, Siyue telah datang. dan dia berkata.


"Jangan lagi bersandiwara...aku tahu kalian sejak tadi Mengintai kami..." ucap Siyue dengan wajah terlihat kesal. mendengar ucapan Siyue. kedua Dewa di depannya segera membuka matanya.


Karena perbuatan mereka telah di ketahui Siyue. merekapun segera berdiri dan mendekati Siyue. Terlihat Dewa Wiqya mendekat pada Siyue dan memeluk pinggangnya. Sedangkan Dewa Saora hanya meringis malu.


"Dari mana Kau tahu kami berada di sana...?" tanya Dewa Wiqya dengan heran.


"Ck...kalau Kau Honey.. mungkin Kau tidak tahu kalau penciuman dan daya dengar serta penglihatanku sangat kuat. tapi guru...apakah guru sudah melupakan itu...?" ucap Siyue kesal.


Mendengar ucapan Siyue, Seketika Dewa Saora teringat akan kekuatan Siyue dalam soal panca indranya itu . Dia memukul kepalanya pelan.


.


"Dan apakah kalian berdua bisa menghilangkan bau tubuh kalian berdua...?" kata Siyue lagi.


"Aah...semua ini gara- gara Kau Wiq...Kau membuat aku di marahi muridku...!" seru Dewa Wiqya kesal.


"lo...kenapa gara- gara aku...? bukan kah Kau sendiri yang datang kesana..." ucap Dewa Wiqya.


.


"Dan Kau...Kau sengaja melakukan itu setelah Kau tahu Ada aku di sana...?" ucap Dewa Wiqya yang Merasa di pernainkan Siyue.

__ADS_1


"Salah Siapa yang mau jadi penguntit..." ucap Siyue sambil melepaskan pelukan Dewa Wiqya yang bengong dan tanpa sadar membuat Siyue mudah membuka tangannya. setelah dia sadar, terlihat Siyue sudah berlari masuk ke dalam Istananya.


Sedangkan di tempat lain, Yaitu di istana Dewa Yu . Terlihat di Suatu ruangan yang Indah, Dewi Nadya sedang berteriak - tetiak dengan histeris. Dia yang sudah terluka tangannya yang putus sampai Siku . kini Setiap hari berteriak - teriak ketakutan karena berhalusinasi melihat binatang mengerikan atau Ada arwah sang guru yang seperti ingin mengajak dia. Badannya yang dulunya cantik kuat kini terlihat tak terurus. Dia kini bagai Dewi yang gila . Sudah banyak tabib yang di dadangkan . tapi tak satupun yang bisa menyembuhkannya . sang Ibu hanya bisa menangisi putrinya . Begitu juga dengan Dewa Yu yang baik hati. Dia pasrah akan nasib Putrinya .


setelah hari menjelang pagi di dunia Nyata, Siyue dan Dewa Wiqya serta Dewa Saora keluar dari ruang Teratai. Mereka yang habis berendam di Ruang Teratai Siyue, merasakan kesegaran dan kekuatan mereka bertambah .


Setelah sampai kembali di Istananya , Mereka memutuskan akan segera berangkat ke arena pertandingan untuk melihat kelajutan pertandingan yang kemarin setelah menyantao makanan yang sudah di sediakan oleh pelayan Istana .


Dan saat mereka keluar dari gerbang istana Dewa Saora, mereka sangat terkejut ketika mereka mendapatkan Dewi Teratai dan Dewi Tumbuhan berdiri di depan gerbang Istana Dewa Saora. Siyue yang berjalan di tengah- tengah antara Dewa Saora dan Dewa Wiqya . segera menghentika. langkahnya . Begitu juga dengan kedua Dewa tampan itu .


"Kalian....? kenapa Kalian tidak masuk ke dalam...?" kata Dewa Saora sambil menatap mereka berdua dengan wajah kaget. begitu juga dengan Siyue.


"Dewi Teratai, Dewi Tumbuhan...kalian sudah lama di sini...? Kenapa tidak masuk.." tanya Siyue dengan wajah heran. Sedangkan Dewa Wiqya seperti biasa Dingin, Cuek dan tak perduli. Dia berdiri sambil menggenggam tangan Siyue. .


"Maaf Yang Mulia Dewa Saora...mereka sudah Sejak tadi berada di sini...hamba sudah menyuruh mereka masuk kedalam istana yang Mulia , tapi mereka menolak dan Melarang hamba melapor para Paduka ..." ucap Salah Satu Prajurit penjaga.


"Tidak masalah yang Mulia Dewa Saora... kami hanya ingin menunggu kalian , dan ingin mengajak jalan ke arena pertarungan bersama- sama..." ucap Dewi Tumbuhan dengan perasaan malu. terlihat wajah kedua Dewi memerah Karena malu.


"Kalau begitu Ayo kita pergi...." Ajak Siyue. mereka akhirnya berjalan bersama- sama. Mereka berbincang Selama dalam perjalanan mereka . namun Siyue bisa melihat kegelisahan di mata Dewi Tumbuhan.


"Yang Mulia Dewi Tumbuhan Ada apa...?" tanya Siyue.


"Aah...tidak Ada apa - apa Ratu..." ucap Dewi Tumbuhan.


"Jangan berbohong...hamba tahu kalau anda sedang gelisah . apakah Ada sesuatu yang terjadi...katakan saja...?" ucap Siyue sambil tersenyum ramah .


Terlihat Dewi Tumbuhan terdiam sejenak. tak lama dia berkata dengan ragu- ragu


"Kemarin entah dari mana Ayahku mendengar kalau Kakak Poison Ivy datang ke Nirwana. Saat aku datang...dia tiba- tiba bangun dari peraduan yang sudah lama dia tinggali . Entah kekuatan dari mana Ayah tiba- tiba bisa bangun dari tempat tidur.. dia tiba- tiba mendekati diriku dan bertanya soal Kakak . Semula aku ingin menyembunyikan masalah ini dari Ayah. tapi akhirnya dengan terpaksa aku menceritakan tentang Kakak.... Maaf Aku mengatakan kalau kakak Ada Padamu Ratu.." ucapnya dengan cemas dan perasaan takut.


"lalu kenapa Kau terlihat cemas...aku dan Kakakmu tidak akan marah kok..." ucap Siyue.


"Kakak...Kau sudah mendengar semuanya kan..." ucap Siyue dalam telepatinya kepada Poison Ivy yang sekarang berada di leher Siyue menjadi liontin indah Siyue.


"Iya aku tahu..." jawab Poison Ivy.


"Masalah nya Dia ingin bertemu Kakak ..." ucap Dewi Tumbuhan dengan berat hati.


"Aah. .itu...Kalau Cuma itu, akan aku katakan pada Kakakmu...akan Ku tanyakan apakah Dia mau bertemu dengan. Ayah Dewi..." ucap Siyue.


"Trimakasih Ratu. ..." ucap Dewi Tumbuhan namun terlihat wajah nya masih sedih .


"Gimana kak...apakah Kau mau datang kerumahmu menjenguk Ayahmu...Kau dengar tadi ucapan dari adikmu...? ayolah kak..." ucap Siyue Merayu Poison Ivy.


"Ck Kau ini....iya, iya...aku akan kesana..Asal kan bersama mu...! " ucap Poison Ivy dengan nada kesal.


"Beneran Kak...?" tanya Siyue lagi.


"Ais...iya , iya ...kenapa Kau crewet sekali Sich...!" seru Poison Ivy dengan keras. Tentu saja Siyue kaget. tidak pernah Ivy menaikan suara Hingga satu oktaf, tapi ini Malah sampai dua oktaf.


"Kakak marah. Kakak marah padaku...?" ucap Siyue kaget dan berusaha berwajah sedih. walaupun sebenarnya ingin Tertawa. Melihat Wajah Siyue yang terlihat Sedih, Poison Ivy kaget begitu juga Orang yang berada sikitar Siyue.


"Yue'er...Ada Apa...?" tanya Dewa Wiqya dengan wajah heran. sedangkan Ivy kaget melihat kesedihan Siyue. Dia merasa bersalah. tidak ada yang pernah berani dan tega membentak Siyue. Karena itu Ivy binging bagaimana dia harus membujuk Siyue . Sebab sekama ini , yang Ada Dia yang biasa bermanja pada Siyue.


"Tidak..tidak Yue'er...maaf kan aku..." ucap Poison Ivy dengan cepat.,


"Baik akan aku maaf kan , tapi Kapan kita pergi kerumah Kakak...?" tanya Siyue lagi.


"Besok...besok kita kesana...." ucapnya cepat .


"Nach itu baru Kakak Siyue. .." ucap Siyue gembira. Ivy seperti terkena jebakan Siyue.


"Tidak Ada yang Mulia...hamba Hanya berfikir, bagai mana kalau kita kerumah Dewi Tumbuhan besok saja...sebab hari ini hamba sudah berjanji pada ketiga teratai hamba, kalau hamba akan mengantar mereka ke tempat Dewi Teratai ..." ucap Siyue lembut.


Mendengar ucapan Siyue, Tentu saja kebahagian terlihat di waja Dewi Teratai.


"Trimakasih Ratu..trimakasih.. .." ucap Dewi Teratai beruang- ulang. terlihat kebahagian di wajah kedua Dewi itu.


Mereka akan membawa saudata mereka bertemu kembali dengan kedua orang Tua mereka .


Sampai di sini dulu ceritanya ya...aku lanjut Besok. kalau masih Ada typo atau salah tulis maupun kelebihan huruf atau kekurangan huruf mohon maaf sebesar- besar nya. 🙏🙏


dan jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu selalu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2