DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
SAMPAI KEMBALI DI KERAJAAN JUHAN


__ADS_3

Terlihat keduanya menghajar mereka dengan menggunakan Pedang . Mereka bagai sepasang pedang kembar yang sedang melayang dengan cepat mencari mangsa.


Ternyata mereka menggunakan ilmu oedang Dua nyawa , hingga gwrakan mereka bagai dua penari yang cukup handal . Namun nyawa taruhannya . Dan pertarungan itu ternyata memerlukan waktu cukup lama, Namun mereka yang jumlahnya sedikit , bisa mengalahkan mereka yang berjumpa puluhan orang. pertarungan semakin lama dari pihak Prajurit iblis semakin banyak yang menjadi korban keganasan kelompok Siyue. mereka melakukan itu bagai tak mengenal lelah. Kekuatan mereka bagai selalu mendapat kekuatan baru . hingga banyak korban berjatuhan dari kelompok pasukan iblis . hingga Akhirnya di Sore hari pertempuran itu bisa berakhir juga . dan kemenangan ada di tangan kelompok Siyue. tidak satu orangpun yang mereka biarkan hidup.


Setelah melihat tidak ada satupun yang lolos dari tangan mereka, Merekapun merasa lega . Terlihat Siyue berdiri di sebelah sang Suami dengan perasaan lega dan puas . Kini di hadapan mereka berpuluh mayat tergeletak dengan luka di tubuh yang berbeda , Ada yang kepalanya terpisah, ada yang perutnya terbela dan banyak lagi macam luka di tubuh para mayat. Jika bukan seorang kultivator mungkin mereka akan muntah karena jijik. Namun mereka sudah ter biasa melihat semua itu.


"Kita Lanjutkan perjalanan kita, biarkan mereka menjadi makanan hewan liar..." ucap Siyue.


Merekapun segera meninggalkan. Tempat itu untuk meneruskan perjalanan mereka menuju Kerajaan Juhan. Karena tujuan mereka masih jauh, Siyue ingin menggunakan Cincin Dewanya . Namun saat Siyue ingin menggunakan kekuatannya, Dewa Wiqya berkata.


"Sayang...jangan menggunakan kekuatanmu untuk mengaktifkan Cincinmu. Lebih baik kita menggunakan burung hewan kontrak kita. Bukankah para sahabatmu juga banyak yang memiliki hewan Kontrak seekor Burung..." ucap Dewa Wiqya.


"Benar Yue'er...kita menggunakan hewan kontrak Kita, bukankah aku punya burung Elang, dan Ning Si juga punya. Kakakmu Rong Hao juga punya...." ucap Pangeran Luo Yi.


"Aku juga punya..." sela Wai Zi.


"Nach..empat hewan Kontrak cukup kan..lima dengan milikmu...?" ucap Pangeran Luo Yi kembali.


"Benar Kak...kita bisa sambil menikmati keadaan alam bawah ini...bukankah akan menambah wawasan kita..." ucap Dewi Guanli .


"Aku setuju Kak...!" seru Dewi May.


"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kalian... Kita akan membagi penumpang setiap hewan kontrak...." ucap Siyue.


"Sayang... Kau ikut denganku terbang bersama Ye Sha..." ucap Dewa Wiqya .


"Baik.. Kalau begitu Kak Feng Bawa Kakak Kunlau dan Adik Guanli dan May . mereka biar terbang bersamamu..." ucap Siyue.


" Baik Yue'er ..." ucap Feng Qui. Sebenarnya Feng Qui enggan membawa orang lain kalau sang Adik tidak bersama Dia. Tapi melihat Ye Sha sang sahabat sudah membawa mereka berdua, Feng Qui mau tak mau menyetujui pengaturan Siyue . Dan Siyuepun Tahu apa yang ada di hati dan Fikiran sahabatnya itu.


"Maaf kak...aku tahu perasaanmu..." ucap Siyue dalam telepatinya.


" Iya aku nggak masalah..." ucap Feng Qui merasa terhibur dengan ucapan sang Adik . terlihat wajahnya cerah kembali. Siyue tersenyum melihat pada Feng Qui.


Sedangkan para hewan kontrak nya yang lain telah kembali ke wujud mereka semula . Poison Ivy telah kembali menjadi kalung giok Siyue. Tiger telah melingkar di leher Siyue sebagai penghangat karena mereka akan terbang . Sedangkan yang lainnya sudah kembali ke ruang Dimensi. Tetapi kedua mahluk kembar Siyue ingin tetap di luar. Begitu juga dengan Bai zi. Melihat itu, Dewa Wiqya berkata.


"Kau kemarilah...bukakah seharusnya kau bersama Ayah..." ucap Dewa Widya pada Haucan. Naga pasangan yang memang seharusnya bersama Dewa Wiqya .


"Bukan Dia Ayah...tapi Dia...namanya Hauyan..." ucap Siyue sambil menunjuk Hauyan yang ada di lengan tangan kanan Siyue .


"Oo..Ayah belum tahu maaf..." ucap Dewa Wiqya.


"Ibu..." ucap Hauyan dengan perasaan berat.


"Pergilah..Bukankah ibu akan selalu bersama Ayah...jadi kau juga masih berada di disini Ibu.. kau harus bersama Ayah karena kau itu mahluk kontrak Ayah..." ucap Siyue.


"Tapi bolehkah Hauyan sesekali berada di ruang Teratai ibu...?" ucapnya dengan sedih.


" Tentu saja boleh..kau tinggal bilang sama Ayah..." ucap Siyue.


"Hau.. Jangan sedih seperti itu...bukankah Ayah selalu nempel pada ibu.." ucap Haucan pelan . namun kedua orang dewasa itu mendengarnya. Terlihat Siyue tersenyum sedikit, walaupun terlihat wajahnya memerah. Sedangkan Dewa Widya terlihat kesal.


"Dasar anak nakal..." ucap Dewa Wiqya sambil menyentil ular kecil di lengan Siyue.


"Auuu sakit Ayah..." ucap Haucan mengadu.


Sedangkan Hauyan telah pindah ke lengan kanan Dewa Wiqya.


"Makanya jangan sembarangan ngomong... Kalau Ayah tidak menjaga ibumu,...mau ibu kalian di bawa orang..." ucap Dewa Wiqya yang merasa kesal.


"Tidak, tidak Ayah..." ucap mereka bersamaan.


"Karena itu jaga Ibu dari pria lain ..." ucap Dewa Wiqya yang tiba- tiba mempunyai ide untuk menjadikan Kedua naga itu sebagai penjaga Siyue dari pria lain.


"Tentu Ayah itu pasti..." ucap Haucan.


" Benar Ayah ...kami akan menjaga Ibu dari pria lain.." ucap Hauyan.


"Ayah akan membiarkan kamu tinggal bersama ibu, jika Ayah pergi atau jauh dari ibu..." ucap Dewa Wiqya .


"Yeee...baik Ayah...." ucap Hauyan .


"Sayang...jangan kau kotori otak mereka dengan akal licikmu..." ucap Siyue yang tahu akal- akalan sang suami.


"Hey...aku tidak licik Baby...aku hanya berjaga- jaga..." ucap Dewa Wiqya dengan tenang dan merasa puas dengan idenya .

__ADS_1


"Emang Siapa yang mau mendekati wanita yang sudah memiliki Suami Han..." ucap Siyue sambil menatap Dewa Widya dengan wajah cemberut .


"Banyak..Banyak sekali kalau Istrinya sepertimu... Kau bisa melihat mata- mata liar mereka saat menatapmu. Kau tahu...rasanya aku ingin membunuh mereka yang menatap dirimu dengan penuh damba..." ucap Dewa Wiqya dengan wajah kesal.


"Ck.. Kau saja yang terlalu Sensitif... " ucap Siyue .


"Pokoknya nanti, kau tidak boleh dekat dengan pria lain yang bukan keluargamu..." ucap Dewa Wiqya lagi .


"Iya , iya akan aku lakukan itu...." ucap Siyue lembut. Dewa Widya tersenyum dan memeluk sang istri dan mencium lembut keningnya. Sedangkan Ye Sha yang sedang terbang hanya bisa tersenyum mendengar percakapan sepasang suami istri yang ada di punggungnya. Dan Dia tahu seposesif apa Dewa Wiqya ataupun Raja Chu Tian Ji pada Siyue.


Mereka terbang menuju Kerajaan Juhan terus menerus. mereka berhenti hanya saat mau makan dan sekalian membawa makanan untuk di makan di atas burung . untuk itu, Siyue memberi makan daging dan buah serta pil kekuatan untuk hewan kontrak pada mereka . Juga air suci. Agar tubuh mereka selalu kuat dan sehat .


Agar tidak menjadi perhatian para penduduk, mereka menghindari terbang di atas sebuah kota ataupun terbang rendah. Mereka memilik terbang di luar kota atau melintasi hutan dan Desa. Dan akhirnya hanya dalam dua hari saja mereka telah sampai di perbatasan kerajaan Juhan .


Ketika mereka sampai di perbatasan, Siyue meminta mereka di turun di tempat itu saja dan meneruskannya dengan menunggang kuda. Segera Ye Sha yang berada di depan turun di sebuah padang rumput dekat sebuah hutan . dan di ikuti Feng Qui dan burung yang lainnya .


"Kenapa kita turun di Sini Yue'er.." tanya Chan Sin heran .


"Kita akan menaiki kuda saja menuju kota kerajaan. .." ucap Siyue .


"Benar sekali .. Tidak enak jadi pusat perhatian orang..." kata Feng Xun.


" Apakah saat kita menunggang kuda lita tidak menjadi pusat perhatian juga...?" kata Pangeran Luo Yi .


"Tapi tidak sebesar saat mereka melihat beberapa hewan besar melintas di atas rumah mereka. Malah mereka akan merasa takut melihat semua itu...." ucap Feng Xun.


" Benar juga ucapanmu Sobat..." ucap Pangeran Luo Yi .


Akhirnya mereka memilih melanjutkan perjalanan mereka menuju kerajaan Juhan dengan menunggang kuda . karena Dewi May dan Dewi Guanli tidak bisa naik kuda, maka mereka ikut Siyue dan Ning Si . Dan saat melintasi sebuah kota, mereka memilih untuk mengisi perut mereka terlebih dahulu . Karena setelah siang hari kemarin mereka makan, mereka tidak makan lagi karena ingin cepat sampai di kerajaan Juan. Seperti biasa, mereka akan menjadi pusat perhatian para penduduk yang berjumpa dengan mereka. Saat para penduduk menyapa mereka dengan ramah, mereka akan membalas dengan ramah juga . Setelah selesai mengisi perut dengan masakan dari restoran yang sempat mereka singgahi, Siyue dan Kawan- kawan melanjutkan perjalanan mereka ke kerajaan Juhan . karena hari menjelang malam , Drng Xun berucap. .


"Apakah kita tidak ingin bermalam lebih dulu..." tanya Feng Xun .


"Aku rasa lebih baik kita melanjutkan perjalanan Feng...rasanya nanggung ..." ucap Ning Si .


"Baik kita lanjutkan perjalanan..." ucap Siyue .


Akhirnya merekapun melanjutkan perjalanan


Dengan memacu kuda mereka dengan cepat dan tanpa henti. Mereka memerlukan waktu semalaman untuk mereka sampai di gerbang ibu kota kerajaan Juhan. Pagi menjelang siang mereka telah sampai di gerbang kota kerajaan . Saat mereka sampai di depan pintu gerbang kota terlihat prajurit mendatangi mereka. Mungkin karena hari menjelang pagi , mereka mendapat hadangan dari para prajurit.


Mungkin mereka prajurid baru. Hingga tidak mengenal Pangeran Luo Yi . Melihat lambang kerajaan itu. Semua prajurit yang terdiri dari delapan orang itu terlihat terkejut. Sebab lambang itu adalah lambang dari keluarga kerajaan.


"Maaf..maaf kami yang tak mengenal pangeran..." ucap Prajurit itu. mereka segera memberi hormat .


"Tidak masalah...buka pintu gerbang nya..." ucap Pangeran Luo Yi. Siyue juga memiliki labang kerajaan itu. Karena Raja telah memberikan itu pada Siyue saat Siyue di angkat menjadi Putri angkat Raja kerajaan Juhan. Namun saat penjaga ingin membuka pintu gerbang, seorang prajurut yang sepertinya seorang kepala penjaga di tempat itu , melangkah mendekat sambil berseru.


"Tunggu....! Siapa yang berani membuka pintu gerbang saat hari sudah menjelang pagi seperti ini... Apakah kau ingin di hukum dan di pecat...!" serunya sok kuasa.


" Tapi...tapi dia Pangeran kerajaan kita tuan..." ucap Prajurit itu dengan perasaan takut.


"Dari mana kau tahu kalau dia seorang pangeran. ..." ucapnya dengan sombong .


"Dia memegang lambang dari keluarga inti kerajaan tuan..." ucap Prajutit itu ketakutan.


"Aah dasar bodoh...mana ada Pangeran atau Putri yang keluar dari kerajaan...mereka semua sedang merayakan ulang tahun Raja Gong Saocin. Mana mungkin mereka berada di luar isyana...!" serunya marah.


"Tapi...tapi beliau memang memiliki lambang itu tuan..." ucap sang Prajurut.


"Kalau begitu tunjukkan orang yang berani mengaku sebagai pangeran dam memiliki lambang anggota kerajaan..." ucapnya lagi dengan sombong dan sok tengilnya.


"Itu pria tampan yang ada di depan sendiri..." ucap petugas itu sambil menunjuk pada Pangeran Luo Yi .


Saat itulah kepala pengawal itu baru menatap keberadaan beberapa penunggang kuda yang sedang duduk dengan tenang di atas kuda. Dan Dia melihat kalau semua orang yang ada di atas kuda merupakan pria


Pria tampan dan gagah serta empat wanita cantik, sangat cantik di antara mereka.


"Hmm...ternyata kalian pendatang baru... Kalian berani juga mengaku sebagai seorang Pangeran pada prajuritku....apakah karena wajah kalian yang tampan itu, hingga kalian berani mau mencoba menipu kami..." ucapnya dengan sombong .


"Prajurit mu...? Jadi kau seorang kepala penjaga pintu gerbang...?" ucap Pangeran Luo Yi.


"Benar kalian kaget...?" ucapnya Dengan sombong.


" Benar aku kaget, aku kaget karena aku mendapatkan seorang pemimpin Prajurit yang bermoral rendah sepertimu. Aku ingin tahu Apa yang akan di katakan Ayah saat melihat perbuatanmu..." ucap Pangeran Luo Yi. Mendengar ucapan dari pangeran Luo Yi Pria itu sangat marah. Terlihat wajahnya memerah karena menahan kemarahan


" Bedebah ..kau berani menghinaku...!" serunya marah.

__ADS_1


"Apa yang aku takutkan...apakah karena melihat kelakuan busuk dari seorang kepala penjaga sepertimu...?" ucap Pangeran Luo Yi dingin.


"Bang**t...berani sekali kau berkata begitu..kalian semua serang dan bunuh dia...!" teriaknya marah.


"Kalau kalian berani melangkah , maka jangan salahkan aku kalau aku berbuat kasar pada kalian, kalian tahu benda apa ini...!" seru Pangeran Luo Yi dengan marah. Seketika mereka terdiam tak berani bergerak saat melihat lencana di tangan Pangeran Luo Yi.


"Brengsek kalian... Menghadapi penipu seperti itu saja kalian takut, lebih baik ku habisi kalian dulu...." ucapnya sambil menyerang anak buahnya.


Namun sebuah biji buah jambu menghantam tangannya hingga tangan itu tidak mengenai penjaga yang akan di pukul.


"Aauuu...!" teriaknya kesakitan. Dan seketika tangannya lumpuh tak dapat di gerakkan. Bukan hanya tanfannya saja. Tapi tubuhnya juga menjadi kaku tak bisa bergerak . Melihat itu, para sahabat Siyue menatap Siyue yang sedang makan buah jambu. Dengan ringan Siyue melayang dan berdiri di dekat Pangeran Luo Yi.


"Jangan terlalu lama di sini kak... Kebetulan Ayah sedang merayakan pesta ulang tahunnya. Bukankah ini kado terbaik darimu..." ucap Siyue .


"lalu mesti di apakan pria bodoh itu...?" ucap Pangeran Luo Yi dengan wajah kesal.


"Bawa saja... Biar dia tahu siapa kamu sebenarnya...." ucap Siyue tenang .


"Baiklah...kita pergi..dan kalian, buka pintu gerbang...!" ucap Pangeran Luo Yi dengan tegas. Dengan tergopoh - gopoh mereka segera membuka pintu gerbang . dan Siyue kembali ke atas kuda . sedangkan pangeran Luo Yi segera melempar pria itu keatas kudanya sendiri dan segera naik. Tak lama rombongan itu masuk kedalam kota kerajaan Juhan. Dan benar saja, ternyata kerajaan dalam keadaan Ramai . Sepertinya penduduk sangat bahagia menyambut pesta ulang tahun Raja . Rumah para penduduk di hias dengan indah. Dan saat mereka sampai di depan pintu gerbang istana, mereka kembali di sambut oleh para penjaga.


Namun saat mereka melihat pada lencan yang di pegang Pangeran Luo Yi. Mereka terdiam dan saat mereka menatap Siyue dan Pangeran Luo Yi. Mereka segera bersujud minta ampun.


" Ampun yang Mulia pangeran Luo Yi. Kami tidak menyadari kehadiran yang mulia..." ucap Mereka serempak.


" Sudah tidak masalah, sekarang buka pintu gerbang nya...." ucap Pangeran Luo Yi lagi .


Dengan cepat mereka segera membuka pintu gerbang . setelah terbuka , Pangeran Luo Yi dan para sahabat segera masuk kedalam istana.. Terlihat banyak sekali tamu yang datang. Mereka segera memanggil dua orang Prajurid yang lewat. Dan kebetulan salah satu dari Mereka adalah prajurid lama hingga mereka mengenal Pangeran Lyo Yi dan Siyue.


"Pangeran Luo Yi, Putri Siyue...!" seru mereka tak percaya.


"Sudah jangan kaget. Bawa semua kuda kedalam instal milikku . .." ucap Pangeran Luo Yi setelah kembali melempat kepala pengawal ketanah. Si Kepala pengawal hanya bisa berseru kesakitan.


"Tunggu ..." seru Pangeran Luo Yi saat melihat mereka berdua akan berlalu. Seketika mereka berdua berhenti.


"Kau panggilkan dua temanmu untuk membawa pria ini kedalam..." perintah Pangeran Luo Yi . tak lama dua prajurit datang menghampiri mereka. Mereka terlihat menghormati Pangeran Luo Yi.


" Sudah bangun kalian berdua. Dan kau bawa kuda- kuda ini ke tempatku, ...perintah Pangeran Luo Yi.


" Baik Pangeran..." ucap Mereka bersamaan. Dan saat mereka melihat kuda yang akan mereka bawa. Mereka terlihat agak takut .


"Ada apa..Mereka tidak akan menyakiti kalian kalau kalian tidak berniat jahat..." ucap Pangeran Luo Yi. Mendengar itu merekapun segera membawa kuda- kuda itu ke tempat Pangeran Ke enam . Sedangkan Pangeran Luo Yi dan Siyue segera pergi ke ruang perjamuan.


"Tapi tunggu.... aku akan mengeluarkan Kakek Si dulu..." ucap Siyue. Diapun segera mengeluarkan kakek Si dari ruang terataI .


"Ini di mana...?" tanya Kakek Si dengan bingung.


"Kakek sudah lupa tempat ini...?" tanya Siyue. Terlihat Kakek Si melihat kanan dan Kiri rak lama dia berseri.


"Apakah ini kerajaan Juhan...?" ucapnya dengan wakah gembira.


"Benar Kek... kita sidah sampai di istana juhan..." jawab Siyue.


"Aah...syukurlah kita selamat sampai tujuan. ..." ucap sang Kakek.


Merekapun segera berjalan bersama kearah ruang pesta. Ketika mereka sampai di depan ruang perjamuan, mereka bertemu dengan Kasim sang Raja . Melihat kedatangan Siyue dan Pangeran Luo Yi, Kasim terkejut. Dia sampai tak dapat berbicara.


"Kasim... Apakah kau membiarkan kami berada di luar sini...?" tanya Poangeran Luo Yi menyadarkan Sang Kasim.


" Ma..maaf ..a..apakah Yang mulia Pangeran Ke enam dan Putri Bungsu ...?' Ucap Kasim lagi.


"Benar...sekarang umumkan kedatanganku dan adikku...?" ucap Pangeran Luo Yi lembut.


"Baik, baik yang Mulia..." ucap Kasim bahagia . Tak lama terdengar suaranya yang seperti Toa masjid itu terdengar nyaring mengumumkan kedatangan Pangeran Keenam Pangeran Luo Yi dan Putri Siyue. Putri Angkat Raja Gong Saoci . Mendengar nama yang di sebut Kasim, baik raja dan Ratu maupun para undangan kaget bukan main. Karena kedua orang itu telah pergi bertahun- tahun yang lalu. Mereka mungkin mengira kalau mereka tidak akan pernah bertemu lagi dengan mereka berdua .


"Perhatian...Pangeran Ke enam Pangeran Luo Yi dan Putri angkat Raja dan Ratu Putri Siyue memasuki ruangan...!" seru kasim membuat semua orang kaget bukan main, mereka segera menatap kearah pintu ruangan perjamuan. Begitu juga dengan Pangeran kedua Gong Sang dan Pangeran Ketiga Gong Li Sao . begitu juga Putra Mahkota Gong We. Tak terkecuali Raja Gong Saocin dan Ratu We Suya . Mereka serempak menatap kearah pintu masuk. Tak lama terlihat beberapa orang masuk kedalam ruangan, yang pertama Pangeran Luo Yi yang kini memiliki Tubuh gagah tampan dan berwibawa.Di susul Seorang Wanita cantik, teramat cantik walaupun memakai pakaian yang terlihat agak kotor , bersama seorang Pria tampan, teramat tampan. Berjalan dengan tenang masuk kedalam ruangan. Di Susul oleh beberapa orang yang pernah mereka kenal dan sebagian juga belum mereka kenal.


"Yi'er..! Yue'er...! Kaliankah itu...?!" Seru Raja dan Ratu hampir bersamaan. Terlihat ada air mata di mata tua mereka. Enam tahun lebih mereka tidak bertemu dengan Putra keenam dan Putri angkat mereka. Dan kini Putra dan Putri mereka berdua berada di depan mereka.


" Benar Bunda...aku dan Yue'er kembali...!" ucap Pangeran Luo Yi sambil tersenyum dan berjalan kearah penguasa kerajaan Juan tersebut.


sudah dulu ya...author belum berbuka lo...


jangan lupa like , vote dan komennya aku tunggu .maaf jika masih ada typo.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2