DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
PERTEMUAN DEWA KEADILAN


__ADS_3

"Memangnya selama dua tahun lebih itu kau kemana..?" tanya Siyue heran.


"Mencari keberadaanmu...namun aku tidak bisa menemukan keberadaanmu...Selama dua tahun aku mencarimu, aku hampir putus asa, untunglah Saora bersamaku ... " jawab Dewa Wiqya dengan wajah tenang .


"Dia datang dengan .membawa berita tentang Festival bunga... dan pada saat itu, aku berharap semoga kau di undang dan kau mau datang...dan untungnya kau datang juga. ." ucap Dewa Wiqya dengan senyum di wajahnya.


"Untung Kakek menyarankan aku datang. dan untuk membuat Negri Phoenix lebih baik lagi, alu datang dalam acara itu. aku juga penasaran dengan Alam Nirwana..." ucap Siyue.


"Apakah kau sadar kalau kau pasti akan bertemu denganku..?" tanya Dewa Wiqya.


"Iya...tapi aku berfikir bisa menghindari, dan saat ity aku yakin kalau kau pasti menjauh dariku karena kau membenciku..." ucap Siyue dengan tenang.


"Jadi kau fikir aku membencimu...? dan karena itu kau menutup jalan ke Kerajaan Phoenix...?" tanya Dewa Wiqya.


"Benar...tapi bukan karena itu aku menutup aura kerajaan Phoenix , aku hanya ingin tenang dalam membangun kerajaan Phoenix .


"Apakah selama itu kau tidak pernah keluar dari Negri Phoenix...?" tanya Dewa Widya lagi.


"Sering...aku sering datang ke Kerajaan Darga, aku datang ke Akan Tengah untuk memindahkan keluarga Si..." jawab Siyue.


"Aku juga seting mencarimu ke kerajaan Darga. aku mendatangi keluargamu, tapi kenapa kita bisa tidak bertemu ya.. ?" tanya Dewa Wiqya.


"Karena aku memang tidak menginginkan..." ucap Siyue dengan tenang.


"Aaauuu...." seru Siyue sambil memegang keningnya.


"Dasar kau ini....kau biarkan aku menderita mencarimu..." ucap Dewa Widya kesal.


"Lah...siapa yang salah...Siapa yang mengatakan kalau tak ingin bertemu lagi, siapa yang bilang kalau aku tidak boleh berharap banyak tentang hubungan diriku Dengan Raja Chu Tian Ji..?" ucap Siyue sambil masih mengusap keningnya.


"Ck...akuemang yang salah...." ucap Dewa Wiqya mengakui. Terlihat wajahnya cemberut . Melihat itu Siyue tertawa , Dia segera mendekati sang Suami.


"Sudah...itu masa lalu...semua itu akan menjadi pelajaran buat kita.. " ucap Siyue lembut. Dan terlihat senyum Dewa Wiqya di wajah tamoannya saat mendengar ucapan Siyue. Dia segera memeluk sang Istri dengan wajah gembira.


"Bebar katamu sayang...."Kau memang istri bijakku...Trimakasih kau telah mau hadir di hidupku.. " ucap Dewa Widya.


***###****


Tak terasa tiga bulan sudah Siyue dan oara sahabat serta kedua orang tuanya berada di Alam Nirwana . sebenarnya Siyue sudah beberapa ganggu yang lalu akan kembali ke Kerjaan Phoenix, tetapi Dewa Yang Xi dan Dewi Bao Yu tidak bisa di pisahkan dari Si kembar , akhirnya Siyue harus menunda kepulangan mereka. Seperti saat ini terlihat Dewa Yang Xi sedang bermain dengan Si kecil Ang Fan . masih kecil terlihat kedua anak kembar itu sudah memperlihatkan sifat yang berbeda. Ang Bei sangat mudah tertawa . Sedangkan Ang Fan sangat sulit untuk tertawa. Dia hanya bisa tertawa saat berada di dekat sang Bunda. Namun kedua Baby kecil itu sangat mengemaskan siapa saja yang melihat. karena itulah Dewa Yang Xi dan Istrinya enggan di tinggalkan .


Dan Saat Siyue berada di Alam Nirwana, Siyue mulai menjalankan tugasnya sebagai Dewi keadilan. Dan Di sana saat menghadiri pertemuan ataupun datang ke ruang Keadilan, Dia sering bertemu dengan Dewa Wuchan . Sebenarnya, kalau di turuti, Dewa Wuchan tak ingin bertemu dengan Siyue, karena jika dia melihat wajah Siyue, hatinya masih terasa sakit. ( Dewa Wuchan ternyata belum bisa Move On dari Siyue 😂 😂)


Bukan sakit karena benci, tapi karena menyesali kenapa bukan Dia yang bertemu pertama kalinya dengan Dewi Siyue , kenapa harus Dewa Wiqya. Dan Kenapa Dewa Wiqya yang Dingin dan tidak suka wanita itu harus jatuh Cinta pada Siyue . Dan banyak Kenapa yang ada di otaknya .


Namun karena tugasnya akhirnya dia berusaha ramah dan juga berusaha menghilangkan perasaan yang ada di dalam dirinya. Sedangkan Siyue sendiri tidak menyadari kalau teman barunya adalah penggemar Setidaknya dan korban dari Cintanya .


Pertamakali Siyue dan Dewa Wiqya datang ke ruang pengadilan, Siyue melihat beberapa Dewa kaget melihat kedatangan Siyue ketempat itu . Namun Setelah tahu Siapa Siyue , Mereka berusaha menjadi akrap dengan Siyue. Seperti Saat ini , Saat Dia datang bersama Dewa Wiqya, beberapa orang tersenyum saat berpapasan dengan Sutye .


Setekah berbasa- basi sebentar, Siyue dan beberapa orang termasuk Dewa Wiqya, Dewa Saora, dan Dewa Wuchan sedang duduk dalam satu lingkaran meja bersama tiga perwira kepala Divisi prajurit kerajaan Nirwana. Merela adalah perwira terpercaya milik kerajaan Nirwana. Dan juga tanfan Kanan Dewa Wiqya. Mereka berkumpuk di ruangan itu karena sedang merundingkan atau merencahkan penyerangan ke Istana Raja Iblis.


"Apakah kita bisa masuk kesana Yue'er...?" tanya Dewa Saora.


"Bisa...akan aku coba membawa kalian masuk kesana..." ucap Siyue .


"Bagaimana caranya...kami pernah melakukannya, tapi kekuatan iblis itu sangat kuat, Arai yang Dia pasang di pintu masuk Dunia bawa belum bisa kami buka...?" ucap salah satu perwira.


"Tapi kenapa aku bisa guru...?" tanya Siyue heran Pada Dewa Saora.


"Ada salah satu kekuatanmu yang bisa menembus arai itu...." jawab Dewa Wiqya.


"Apakah hanya aku...?" tanya Siyue.


"Iya...sebab ada darah manusia di tunuhmu hingga Raja Iblis tidak bisa mengetahui kedatanganmu...sebab prajuritnya banyak dari kaum manusia.." jawab Dewa Saora .


"Tapi kenapa Separuh Dewa Wiqya dahulu bisa Raja iblis bawa...?" tanya Siyue dengan wajah tanya.

__ADS_1


"Karena Raja iblis itu sendiri yang membawanya Yue'er... " jawab Dewa Wiqya .


"Itu tandanya kita juga bisa guru..." ucap Siyue lembut.


"Jadi maksudmu kita juga bisa masuk...?" tanya Mereka serempak .


"Sebelum aku menjawab Iya, lebih baik kita coba..." ucap Siyue lembut .


" Dengan cara...?" tanya salah satu Perwira.


"Mendekati atau mendatangi istananya...." jawab Siyue .


"Kalau kita bisa, sudah sejak Dulu kita akan melakukannya Dewi...." ucap Dewa Wuchan .


"Dan kalaupun kita bisa masuk, tapi aura kita pasti akan tercium oleh mereka..dan kita akan cepat ketahuan." ucap Dewa Wuchan kembali.


"Berikan aku waktu satu minggu, aku akan mencoba membuat ramuan yang bisa menetralkan aura Dewa kalian..." jawab Siyue. Mendengar ucapan Siyue, terlihat mereka saling berpandangan .


"Apa Bisa...? karena itu mustahil..?" tanya Dewa Wuchan .


"Kita lihat saja Nanti..." ucap Siyue.


"Baiklah kita akhiri pertemuan ini. kita tunggu satu minggu lagi, kita lihat apakah bisa muridku menciptakan ramuan yang bisa membuat kita tidak bisa di ketahui Raja iblis..." ucap Dewa Saora.


"Baik...." ucap Mereka serempak .


"Tunggu....!" tiba- tiba terdengar suara Siyue kembali. Tentu saja mereka yang tadinya ingin berdiri, terlihat duduk kembali.


"Ada Apa Yue'er...?" tanya Dewa Saora.


"Aku hanya meminta, jangan katakan pada Siapapun rencana kita ini. Karena aku takut ada mata-mata di antara prajurid kita. Jadi aku harap ini masih rahasia kita saja..." ucap Siyue mengingatkan.


"Benar kata Istriku. Kita harus berhati-hati, jangan sampai rencana kita akan bocor..." ucap Dewa Widya.


" Benar kata mereka berdua Kita memang harus hati - hati dalam setiap langkah kita, apalagi ini masalah penyerangan ke Dunia bawah...ya sudah kita akhiri pertemuan kita, kita akan .bertemu satu minggu lagi..." ucap Dewa Saora mengakhiri pertemuan. Mereka segera keluar dari ruang pertemuan.


"Bukan hilang Han...aku akan mencoba menyamarkan,..." ucap Siyue lembut. mereka berjalan keluar kedung pertemuan berdua . Sedangkan Dewa Saora pergi entah kemana bersama para oerwira tadi.


"Kalau begitu ayo kita pulang..." ucap Dewa Wiqya sambil mengangkat Siyue dalam gendongannya dan terbang dengan Siyue dalam gendongannya .


"Aaa...Han..kau mengagetkan diriku ...! Ayo turunkan Han...!malu Di lihat Dewa lain..." teriak Siyue sambil berusaha terlepas dari gendong Dewa Wiqya .


"Diamlah sayang... Atau kau akan kucium sekarang juga..." ucap Dewa Wiqya mengancam .Mendengar ucapan ancaman sang Suami, Siyue segera diam karena jika dia tetap ngeyel, pasti ancaman Dewa Wiqya akan dia laksanakan.


"Nach...kalau diam gini kan bagus...!" seru Dewa Wiqya. Dewa wiqya terbang dengan cepat. Dan ternyata Dewa Wiqya membawa Siyue kembali ke istana mereka sendiri.


"Lo Han...kok Kesini...?" tanya Siyue heran.


"Aku ingin ke istana kita dulu sayang..ada sesuatu yang ingin aku ambil." ucap Dewa Wiqya dengan tenang .


Dia segera masuk kedalam istananya masih dengan menggendong sang istri. Dan tingkah sang Suami membuat Siyue semakin kesal. Apalagi melihat para prajurid dan Pelayan menunduk malu melihat Siyue di dalam gendong Dewa Wiqya . Sebenarnya mereka bukan malu, tapi bahagia melihat keromantisan sang junjungan pada istrinya . Baru setelah sampai di dalam ruang kamarnya, Dewa Wiqya menurunkan Siyue dari gendongannya dengan hati - hati .


"Lalu apa yang ingin kau ambil di Sini Han.. Ayo cepat kau ambil. dan kita langsung Pulang..." ucap Siyue sambil melihat kamar mereka yang memang selaku bersih .


Namun tiba- tiba Dewa Wiqya memeluk tubuhnya dari belakang . Tentu saja Siyue kaget.


"Haaan....! Ck..kau mengagetkanku Han.." seru Siyue kaget.


"Kita di sini dulu sebentar ya..?" ucap Dewa Wiqya.


"Han.. Ada apa...?" tanya Siyue melihat tingkah sang Suami.


"Kalau kita pulang, kau akan kembali memperhatikan ke dua putra Kita...akhir - akhir ini kau tidak lagi memperhatikan aku.. kau akan kembali sibuk dengan putra Kita...." ucap Dewa Wiqya sambil menaruh kepalanya di bahu sang Istri. Dia mencium leher Siyue hingga membuat Siyue kegelian.


"Hey...kau cemburu pada Putramu sendiri...?" tanya Siyue kaget.

__ADS_1


"Karena kau tidak memperhatikan aku lagi..." ucapnya manja .


"Ck..kau ini... Yang mana aku tidak memperhatikan dirimu Han... Coba kau katakan padaku, Di mana aku tidak lagi memperhatikan dirimu.. coba kau ingat... bukankah kau lebih manja dari Fan'er dan Bei'er.. " ucap Siyue sambil berbalik menghadap sang Suami. Terlihat Wajah Dewa Wiqya cemberut hingga ingin rasanya Siyue tertawa keras Andai dia tak menghormati atau menyinggung perasaan sang Suami. Melihat tatapan sang istri Dewa Wiqya memeluk tubuh Siyue erat.


"Entahlah... Aku rasanya tidak rela kau lebih memperhatikan putra Kita..." ucap Dewa Wiqya dengan nada sedih.


"Sayang...mereka itu putra kita... Bukankah seharusnya mereka lebih banyak mendapat perhatian kita...kenapa kau malah cemburu.." ucap Siyue lembut.


"Iya aku tahu...tapi tetap saja aku sedih..." ucap Dewa Wiqya dengan suara sedih . terlihat senyuman di bibir Siyue. Siyue merasa memiliki tiga bayi sekaligus.ha ha ha 😂 .


"Baiklah...aku akan membagi perhatianku sama rata...50% untuk mu dan 50% untuk putra kita..." ucap Siyue lembut walau di dalam hati tertawa melihat tingkah sang suami bucinnya.


Mendengar Ucapan Siyue terlihat Dewa Wiqya tersenyum dia menjauhkan tubuh Siyue sedikit.


"Kalau begitu kita sekarang di sini sampai sore, dan Sore nanti kita baru pulang...?" ucap Dewa Wiqya sambil tersenyum licik. Melihat senyum sang Suami Siyue merasa terjebak omongannya. Dia tahu maksud dari Dewa Wiqya .


"Dasar licik... baiklah kita pulang nanti sore..." ucap Siyue pasrah. Sedangkan ketiga pengawal pribadi mereka yaitu trio Ye terlihat menunggu di luar, Sambil menunggu kedua junjungan mereka, Ketiganya ikut berlatih dengan Prajurit kerajaan Nirwana yang sedang berlatih di bagian belakang istana Dewa Wiqya yang memang markas para Prajurit Nirwana yang ada di bawah kekuasaan Dewa Wiqya. Terlihat beribu prajurit sedang berlatih bersama. Melihat kedatangan Trio Ye . Semua prajurit menyambut dengan gembira. Mereka tahu Siapa ketiga orang yang mendatangi dan ikut berkatih dengan mereka. Selain merekan pengawal pribadi Dewa Wiqya dan Dewi Siyue, Mereka juga memiliki ilmu yang sangat tinggi .


Sore harinya Siyue dan Dewa Wiqya serta pengawalnya kembali ke istana Dewa Yang Xi. Mereka menggunakan kereta milik Dewa Wiqya. Sesampainya Di istana Dewa Yang Xi. Terlihat sang Ayah telah menunggu di depan istana sambil menggendong Ang Bei . terlihat bayi kecil itu sedang rewel.


"Kalian dari mana saja... Kedua Putra kalian rewel sejak dua jam yang lalu..." tegur Dewa Yang Xi.


"Pergi ke istana kami Ayah,ada sesuatu yang kami kerjakan.." ucap Dewa Wiqya. Sedangkan Siyue sendiri segera mengambil Ang Bei dan menggendongnya .


"Maaf Ayah...." ucap Siyue lembut .


"Tidak apa- apa nak..." ucap Dewa Wiqya lembut .


"Siyue masuk kedalam dulu Ayah..." ucap Siyue lagi.


"Iya pergilah...Ang Fan juga rewel..." ucap Dewa Yang Xi .


Siyue segera berjalan masuk kedalam . Dan sampai di dalam Dia melihat Putra Pendiamnya juga sedang menangis. bayi kecil itu tidak akan menangis kalau bukan karena lapar . Melihat itu Siyue merasa bersalah. Tapi apa boleh buat, bayi besarnya sedang merajuk. Dengan lembut Siyue mendekati sang Putra yang ada di gendong Sang Bunda Tang Yin. Merasakan kedatangan sang Bunda, Ang Fan segera diam. Akhirnya Siyue duduk dan dan mulai menyusui kedua Putranya bergantian. Kedua putranya seperti mengerti. Walaupun dalam keadaan tadi rewel setelah merasakan kehadiran Sang Bunda , mereka Diam dan mau bergantian menyusu.


Mungkin mereka ingin berkata, Asal ada di dekat sang Bunda mereka akan menurut . Dewa Widya merasa bersalah saat melihat kedua Putranya menangis. dia mendekat dan memangku Salah satu dari mereka di dekat Siyue. Setelah keduanya kenyang dan tertidur, Siyue membawa mereka masuk ke dalam kamar bersama sang Suami setelah berpamitan pada kedua Bundanya .


Sesampainya di dalam kamar, Siyue dan Dewa Wiqya membawa mereka masuk kedalam ruang Teratai. Sebab Di dalam ruang teratai, Zuzaku telah membuatkan tempat tidur indah untuk mereka. Entah bagaimana dan dari bahan kayu apa Zuzaku membuatnya. Karena setiap si kembar tidur di atas tempat tidur buatan Zuzaku itu , Siyue merasakan kekuatan kedua putranya bertambah sedikit demi sedikit. Dan mereka akan tidur nyenyak berjam jam. Namun saat Di tanya, Zuzaku hanya berkata , itu rahasia...


Dan Siyue tidak ingin bertanya lagi. Setelah menaruh mereka berdua di dalam ranjang kecil mereka, Siyue menatap sang Suami yang sedang berdiri di sebelahnya.


"Han... Aku akan mulai mencoba membuat ramuan itu, jadi kau bisa bermeditasi di bawah pohon Roh ...sebab untuk menyerang kerajaan Iblis, kita harus lebih memperkuat kekuatan kita..." ucap Siyue.


Sebab mereka harus mempersiapkan fisik mereka secara prima untuk menyerang kerajaan Iblis.


"Baik sayang...akan aku lakukan..." ucap Dewa Wiqya.


Mereka segera keluar dari kamar mereka. Ketika sampai Di luar, terlihat Xiao Tu dan Bai Zi sudah menunggu Di luar bersama ketiga naga kembar yang kini sudah berubah menjadi pria remaja tampan.


"Kalian di sini..?" tanya Siyue kaget.


"Kami ingin bermain dengan kedua keponakan kami..." ucap Xiao Tu.


"Mereka sedang tidur tu..." ucap Siyue sambil menunjuk kedua bayi yang sedang tidur lelap. "Kami akan menunggui mereka berdua..." ucap Xiao Tu dan di angguki ketiga pria remaja itu. "Boleh...kalau begitu aku pergi dulu... Jaga mereka, Panggil aku jika mereka sudah bangun dan rewel. " ucap Siyue lembut.


"Baik..." ucap mereka bertiga serempak.


Siyue dan Dewa Wiqya segera meninggalkan tempat itu . Siyue pergi ke laboraturium sekaligus ruang pengobatan, sedangkan Dewa Wiqya segera keluar dan pergi menuju pohon Roh untuk bermeditasi.


Hari berlalu dengan cepat, Siyue yang setiap harinya berusaha membuat pil yang bisa membuat para Dewa agar aura mereka bisa di sembunyikan, terdengar tertawa bahagia saat pada hari kesepuluh di dalam ruang teratai, dan hari kelima di alam nyata . Dia tertawa saat dia melihat tiga pil yang ada di tangannya . Dan untuk percobaan itu, Siyue menggunakan Dewa Widya untuk uji coba .


maaf sampai di sini dulu ya...aku lanjut episode berikutnya.


jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu .


maaf jika masih ada typo atau salah ketik.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2