DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
KEMBALI KE KERAJAAN DEWA AGUNG


__ADS_3

"Dasar wanita murahan.. seandainya aku jadi Dewa Wiqya, akupun tidak sudi menikah dengan wanita murahan seperti dia.... tapi aku memang suka dengan tubuh putih nya..." batin pria mesum yang di tinggal pergi Dewi Langsy itu.


Sedangkan Dewi Langsy sendirin segera melangkah dengan cepat kembali kerumahnya. Ada senyuman tipis di wajah Cantiknya. senyuman kepuasan membayangkan gadis yang telah di Bela Dewa Wiqya mati di tangan orang suruhannya.


Tanpa Dia sadari kalau dia telah di buntuti oleh seekor burung kuning kecil. Dia terus mengikut Dewi Langsy dengan membawa Batu Dewa. Dan burung itu tetap berada di sana sampai Pria suruan dari Dewi Langsy datang. Dan mereka melakukan perbuatan yang seharusnya tidak di lakukan oleh seorang Dewi .


Melihat itu burung kuning kecil itu tersenyum kecil. Tanpa rasa apapun dia melihat pertunjukan live di depannya. Dan dia mengabadikan semua itu dengan Batu dewannya. (Ah..author Kok pingin Pinjam ya untuk membuat dokumintasi 😂)


Setelah melakukan itu, Terlihat mereka masih sempat berbicara.


"Kau harus cepat membunuh wanita itu. Aku sebal melihat wajah nya yang sok cantik itu..." Ucap Dewi Langsy yang masih dalam keadaam tanpa busana dan tidut di dekat si penjahat.


" Jangan Khawatir. Aku akan segera membunuh wanita milik Dewa Wiqya itu..." Ucap Si Pria.


"Lalu apa yang akan Kau lakukan setelah wanita itu terbunuh. " ucap si penjahat.


"Aku akan berpura- pura menghibut dia, dan akan menjebak dia agar manikah denganku..." Ucap Dewi Langsy .


"Aku tak pernah menyangka Kau sangat licik Dewi Langsy.. kau beri dia sisah dariku ." Ucap Si Pria sambil tertawa . Terdengar suara tawa Dewi Langsy di sela tawa pria itu. dan tak lama Pria itu segera memakai bajunya Kembali dan segera pergi dari tempat itu. Burung kecil kuning itu segera pergi juga dari tempat itu . dia langsung pergi ke istana Dewa Yang Xi .


Di sana ternyata Siyue dan Dewa Wiqya di minta untuk tinggal semalam di istana Dewa Yang Xi. Dan dengan terpaksa Siyue mengiyakan.


"Sayang Kau tidur di istana Bunda Ya...biar Wiqya di sini. Di sini dia memiliki kamar sendiri...." Ucap Dewi Bao Yu pada Siyue .


"Baik Bunda..." Jawab Siyue.


"Bun...aku tidur di istana Bunda juga ya...?" Ucap Dewa Wiqya.


"Tidak..Kau tetap di sini...?" Ucap Dewi Bao Yu dengan tegas .


"Bunda.. Ayolah...aku tidak akan berbuat yang tidak- tidak...aku tidak akan bisa tidur tanpa ada dia di sekitar ku...ayolah bun...aku janji aku hanya akan tinggal di kamar yang dekat dengan kamar Yue'er.. Kalau bunda tidak percaya, Bunda bisa menugaskan seseorang untuk menjaga kamar Yue'er..ya bun..ya , ya..." ucap Dewa Wiqya merayu.


"Sekali bunda bilang tidak, tetap tidak...kalau kau ingin bersama Yue'er... Kau akan kami nikahan dulu...!" ucap Sang Bunda mencoba menggertak Dewa Wiqya . Namun reaksi Dewa Wiqya tidak seperti biasanya.


"Tentu.., Wiqya mau Bun... sekarang pun Wiqya mau di nikahan dengan Yue'er..." ucap Dewa Wiqya dengan cepat.


"Yang Mulia .." ucap Siyue dengan wajah cemberut. Tentu saja Dewa Wiqya tahu apa yang di maksud Siyue.


"He he he...nggak jadi dech Bun...Wiqya menunggu ketika kami kembali ke Negri Phoenix...." ucap Dewa Wiqya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Melihat kelakuan Sang Putra , Dewi Bao Yu hampir saja tertawa. Ternyata Putra Tercintanya tunduk pada gadis itu. Namun Dewi Wiqya tak sedih, karena dia tahu, Siyue gadis baik dan pengertian, sepertinya Wiqya akan menjadi semakin baik bila berada di sisi Siyue.


"Baiklah ayo kita pergi Yue'er..." ajak Dewi Bao Yu dengan lembut.


"Baik Bunda..." ucap Siyue.


"Bun...biarkan Yue'er berada di sini sebentar saja, biar nanti Wiqya yang akan mengantar dia ke istana Bunda..." ucap Dewa Wiqya.


"Tidak...Yue'er akan pulang bersama Bunda..." ucap Dewi Bao Yu kekeh .


Akhirnya dengan berat hati, Dewa Wiqya melepas kepergian Siyue. Walaupun hanya berjarak taman dan gedung pertemuan, istana milik Dewi Bao Yu, tapi Dewa Wiqya merasa jauh.


"Buuun....boleh Wiqya mengantar sampai di Istana Bunda...?" tanya Dewa Wiqya berusaha bernegosiasi .


" Tidak, itu tidak perlu...Bunda bisa membawa Yue'er sampai di istana Bunda dengan selamat..." ucap Dewi Bao Yu menggoda.


Terlihat wajah Dewa Wiqya cemberut. Siyue hanya bisa menahan tawanya. Dengan cepat Siyue berjalan mengikuti Dewi Bao Yu. Ketika sampai di Istana Tulip , Dewi Bao Yu segera membawa Siyue masuk kekamar yang sudah di siapkan oleh pelayan.


"Tidurlah dengan nyenyak Yue'er....kau akan sedikit terbebas dari anak manja itu..maafkan Dia ya maklumi saja, Dia belum pernah merasakan memiliki seorang kekasih, dan sekalinya Dia jatuh Cinta, kau bisa merasakan sendiri.." ucap Dewi Bao Yu .


"Tidak masalah Bunda... Aku mengerti itu. Tingkahnya persis seperti Raja Chu Tuan Ji , jadi aku tidak kaget lagi. Hanya saja Dewa Wiqya lebih sedikit parah daripada Raja Chu Tian Ji..." ucap Siyue lembut.


"Jadi separuh jiwa Wiqya memiliki sifat seperti itu juga....?" tanya Dewi Bao Yu.


"Benar Bunda.. cuma Dewa Wiqya lebih posesif dan lebih dingin dari Raja Chu Tian Ji. ...." ucap Siyue lembut mengingat sang kekasih.


"Aah... ternyata keduanya memiliki kasih sayang yang sama kepada dirimu Yue'er...!" ucap Dewi Bao Yu.


"Benar Bunda... kebetulan sekali mereka jatuh cinta pada orang yang sama.." ucap Siyue .


"Ya Sudah kalau begitu kau betistirahatlah bukankah kalian besok akan menghadiri Festival bunga yang akan terakhir...." ucap Dewi Bao Yu.


",Benar Bunda... karena itu, kami harus hadir. " ucap Siyue.


"Kalau begitu tidurlah lebih Awal...Bunda pergi dulu sayang....." ucap Dewi Bao Yu dengan lembut . Akhir ya Dewi Bao Yu pergi dari kamar yang di tempati Siyue. Dan Siyue pun segera masuk kedalam kamar yang di siapkan untuknya . Baru saja pintu tertutup terlihat Feng Qui berdiri di depannya.


"Ternyata dugaanmu benar Yue'er...gadis itu sekarang ingin membunuhmu, dia menyewa seorang pembunuh bayaran. Tapi Pria pembunuh itu juga partner dia dalam bercinta.." ucap Feng Qui.


"Maksudmu.?" tanya Siyue tak mengerti. akhirnya Feng Qui menceritakan semua penyelidikan dia pada Dewi Langsy mereka juga mengaktifkan batu Dewa dengan kekuatan Siyue. Dan betapa kagetnya Siyue melihat dan mendengar cerita Feng Qui serta gambar yang memperlihatkan adegan perbuatan Dewi Langsy . Namun saat adegan berhubungan intim, Ivy yang berdiri di dekat Siyue segera menutup mata dan telinga Siyue. Dia mendekap di dada bidangnya. Merasakan perhatian mereka semua, Siyue merasakan keharuan di dadanya. Dulu Di jaman modern dia terbuang. Dan di jaman ini Dia di penuhi kasih sayang. Siyue tersenyum haru . Setelah adegan itu, Ivy masuh belum memperbolehkan Siyue melihat rekaman itu. Namun telinga Siyue tidak di tutup hingga oembicaraan meteka yang terakhir Siyue bisa mendengarkan. Setelah melihat dan mendengar semuanya, Siyue terlihat menghela nafas panjang . Siyue tidak menyangka kalau sang kekasih memiliki penggemar seperti Dewi Langsy .


"Aah kasihan Dewa Wiqya ,Ada penggenarnya yang memiliki kelainan jiwa. Kini dia ingin memiliki Dewa Wiqya tanpa menyadari siapa Dia, apakah dia pantas untuk Dewa Wiqya atau tidak.... kalau dia memang menginginkan Dewa Wiqya, seharusnya dia bisa menjaga diri dan kehormatan dirinya. Agar dia bisa sejajar dengan dewa Wiqya yang dia cintai, bukan malah mengobral tubuhnya..." ucap Siyue prihatin.


" Dan sekarang malah dia ingin membunuh gadis yang di cintai dewa Wiqya.." ucap Feng Qui.


"Itu lumrah bagi seorang gadis yang terlalu mencintai seorang Pria, dan dia melihat gadis lain yang telah di pilih oleh Pria yang dia Cintai, sangatlah wajar kalau dia akan cemburu dan sakit hati, tapi kalau dia pantas untuk itu nggak masalah...Contohnya Seperti Dewi Nadya tapi dia...mana pantas dia berfikiran dan berkeinginan seperti itu..?" ucap Siyue kesal. Dia sangat marah mengetahui Niat Dewi Langsy.


" Lalu apa yang harus kita lakukan Yue'er...?" tanya Tiger.

__ADS_1


"Seperti biasa...kita akan membongkar keboboraknya dan memberi sedikit hukuman. Padanya..." ucap Siyue .


"Tidak...aku tidak setuju...aku akan membalas perbuatannya padamu Yue'er... Siapapun yang berani menargetkan kehidupanmu maka dia harus mendapat hukuman bukan sedikit. Kalau tidak kematian, maka dia harus menderita selamanya... itulah upah untuk orang yang berani menyakiti adikku...!" ucap Ivy yang tiduran di pembaringam Siyur dengan wajah geram dan kesal .


"Kakaku yang tampan...apakah tidak ada


keringanan buat dia...?" ucap Siyue lembut.


"Tidak ada...jika kau tidak sekuat sekarang, apakah kau akan selamat..." ucap Ivy kesal.


"Baik, baik...terserah kalian, kalau begitu kita akan melakukannya saat mereka mulai menunjukkan niat mereka..." ucap Siyue.


Diapun segera masuk kedalam ruang Teratai bersama para sahabatnya untuk bermeditasi. Saat hari telah pagi di alam Nirwana, Siyue yang baru kembali dari ruang teratai mendengar pintu di ketuk . dengan cepat Siyue membuka pintu kamar. Terlihat di depannya Dewa Wiqya telah berdiri dengan gagah dan tampan.


"Yang Mulia....?" ucap Siyue dengan wajah kaget. Sebab hari masih pagi tapi Dewa Wiqya sudah berada di depan kamarnya . Siyue yang hari ini memakai baju serba merah terlihat sangat cantik di mata pria bucin itu. Dengan gemas dia memeluk dan mengecup kening Siyue. Tentu saja Siyue kaget. Begitu juga beberapa pelayan yang ada di depan kamar Siyue. Mereka yang tidak pernah melihat sikap Dewa Wiqya yang mendekati wanita dan tak pernah melihat kebucinan Dewa Wiqya pada Siyue. tentu saja mereka sangat kaget . mereka melihat semua itu dengan tatapan terpanah dan tak percaya. Hingga terlihat mata mereka yang melotot dan mulut terbuka.


" Yang Mulia...!" seru Siyue dengan kaget dan kesal. .


"Kalau kau masih menyebutku yang Mulia ... aku akan menciummu. Dimanapun kita berada , kau percaya aku mampuh melakukan semua itu kan..?" ucapnya dengan wajah mesumnya.


"Iya, iya...Siyue percaya..." ucap Siyue dengan wajah kesal.


"Bagus...jadi kau harud selalu ingat, jangan lagi memanggilku dengan panggilan Yang Mulia jika tidak ingin memdapatkan hukuman..." ucapnya lagi. Terlihat wajah cemberut Siyue mendengar ancaman Dewa Wiqya . dan wajahnya terlihat sangat imut menggemaskan. Melihatnya dewa Wiqya tak tahan. Dengan cepat dia mencium sekilas bibir yang manyun itu. Tentu saja Siyue kaget.


"Yang....." Siyue terdiam setelah sadar dengan ucapannya. Karena dia tahu, si mesum di depannya akan melakukan ancamannya.


"Kenapa diam... Apa yang akan kau katakan...?" goda Dewa Wiqya.


"Tidak...aku tidak mau mengatakan apapun...sekarang tolong lepaskan tangan Honey ..." ucap Siyue dengan wajah di buat tersenyum semanis mungkin . dan itu membuat Dewa Wiqya ingin ******* bibir manis di depannya. Namun dia tak ingin menggoda Siyue lagi . Dewa Wiqya pun segera melepas pelukannya . mereka segera berjalan meninggalkan kamar Siyue. Sedangkan para pelayan yang melihat pertunjukan tadi sudah menunduk antara malu dan takut. Ketika keduanya pergi barulah mereka bernafas lega.


"Ya ampun...apa benar itu Dewa Wiqya..? Putra Dewa Yang Xi" tanya salah satu pelayan .


" Tentu saja...memang ada dewa Wiqya yang lain...?" jawab pelayan lainnya.


"Bukan begitu... Bukanya kita tahu Dewa Wiqya adalah dewa yang paling dingin dan Acuh -terhadap wanita, tapi kita lihat tadi...dewa Wiqya yang ini begitu Romantis dan sangat nakal pada gadis tadi. Dan kita bisa lihat kalau gadis itu sepertinya kesal dengan perbuatan dewa Wiqya ..."ucap sang teman .


"Benar katamu...Tapi siapa juga yang tak akan gemas melihat kecantikan dan kelembutan gadis tadi, dan yang aku dengar..gadis itu pandai dalam membuat masakan... Pelayan yang ada di istana yang mulia dewa Yang Xi berkata , tadi Siang Dia membuat masakan banyak sekali. Dan saat di sajikan di depan para tamu, masakan Dia habis seketika. Dan dia juga tidak pelit, dia menyisahkan di dapur untuk di makan para pelayan . dan kata mereka masakan wanita tadi sangat enak..." ucap sang teman lagi.


"Benarkah...? Wah...kalau dia benar- benar kekasih Yang Mulia Dewa Wiqya, maka kita beruntung juga...kita bisa belajar beberapa masakan dari Dia jika nanti dia menjadi menantu di sini.." ucap sang Teman.


"Semoga saja..." kata pelayan yang lain. Dan mereka melanjutkan pekerjaan mereka dengan masih menggosipkan Siyue.


Sedangkan Siyue sendiri kini sudah berada di ruang Tamu bersama Dewa Wiqya. Mereka pagi ini akan segera berangkat kembali ke kota dan pergi ke tempat Istana Dewa Agung . sebab puncak Acara akan di lakukan di sana. Mereka tinggal menunggu Dewa Saora . terlihat sang Bunda keluar dari ruang kamar tidurnya.


"Kalian sudah siap untuk kembali...?" tanya Dewi Bao Yu sambil duduk di depan mereka berdua.


"Dan kapan kalian akan kembali ke Negri Phoenix...?" tanya Dewi Bao Yu.


"Aku Sich tersera Yue'er... "Jawab Dewa Wiqya .


"Mungkin dua hari setelah selesai acara , Bunda...sebab Siyue harus mengantarkan ke empat pengawal Siyue berpamitan pada keluarga mereka..." ucap Siyue .


"Empat pengawalmu...? Maksudmu..?" tanya Dewi Bao Yu. Sebab sejak pertama kali Siyue datang ke sana, Dia Tidak melihat siapapun yang menjadi pengawal Siyue .


"Ah mereka pengawal Siyue dan mahluk kontrak Siyue Bunda..." ucao Siyue lembut.


"Mahluk kontrak dan pengawal...? Kenapa aku semakin bingung Siyue...sebab sejak pertama kali kau datang, kau tidak membawa pengawal...?" ucap sang Bunda.


Melihat kebingungan sang Bunda. Dewa Wiqya segera menjelaskan .


"Siyue memiliki beberapa mahluk kontrak dan mahluk pengawal bunda... Dan mereka berada di ruang Dimensi milik Siyue.


"Ruang Dimensi... Kau juga memiliki Ruang Dimensi nak...?" tanya Dewi Bao Yu tak percaya.


"Benar Bunda... Hamba memiliki ruang Dimensi..dan Di sana mahluk kontrak Hamba barada..." ucap Siyue. Dan saat Dewi Bao Yu melihat di pundak Siyue. Kini Dewi Bao Yu sadar kalau di sana Ada beberapa hewan hidup. Ternyata di pundak kanan Kiri Siyue dan di leher gadis itu , bukanlah hiasan baju tapi mahluk hidup.


"Tunggu..itu di pundakmu...?" tanya Dewi Bao Yu kaget.


"Mereka salah satu Hewan Kontrak Siyue Bunda..." jawab Siyue tenang.


Dewi Bao Yu kaget bukan main.


"Kak...ubah wujud kalian sebentar dan beri salam pada Bunda Bao Yu..."ucap Siyue lembut. Seketika kelima hewan penjaga maupun hewan kontrak Siyue segera berubah Wujud. Si bulu belang di leher Siyue (Tiger), burung kecil di pundak kiri berwarna kuning(Feng Qui), Hewan kecil bulat putih (Xiao Tu) , gelang giok putih (Liong Bay) dan terakhir bandul hijau di leher Siyue ( Ivy ). semua berubah menjadi pria tampan dan rupawan berdiri di sekitar Siyue . serempak mereka mengucap salam .


"Salam Dewi Bao Yu..." ucap mereka bersamaan.


Tentu saja Dewi Bao Yu kaget bukan main. Begitu juga dengan para pelayan sang Dewi yang berada bersama mereka di ruang tamu. Dewi Bao Yu tertegun sejenak. Dan tak lama dia berucap.


"Mereka semua mahluk kontrakmu...?" tanya Dewi Bao Yu dengan wajah kaget.


"Benar Bunda... " jawab Siyue.


"Itu bukan semuanya Bunda...masih ada beberapa lagi yang berada di ruang Dimensi Yue'er. Dan salah satu dari mereka adalah tiga teratai adik dari dewi Teratai. Mereka salah satu penjaga Yue'er... Dan ada juga putra dari Dewa Shui yaitu Dewa Poison si Dewa Racun. Yang kini keluar dari Nirwana dan menjadi tumbuhan Poison Ivy.. Dan ibu bisa melihat dia sekarang " ucap Dewa Wiqya bangga . terlihat Ivy maju kedepan dan berucap.


"Hanba yang rendah ini yang bernama Poison Ivy , Dewi..." ucap Ivy datar .


Sedangkan Dewi Bao Yu hanya bisa geleng kepala dengan menatap mereka dengan pandangan tak percaya. setelah diam sejenak Siyue pun berkata. .

__ADS_1


"Bunda...boleh mereka kembali ke wujud mereka...?" tanya Siyue.


"Ya Silahkan Yue'er.... "Ucap Dewi Bao Yu yang masih tertegun menatap ke lima pria yang ada di depannya. Tak lama mereka berubah kembali menjadi hewan kontrak Siyue dan berada di tempat mereka berada semula.


"Yue'er...jadi ada berapa hewan kontrak dan hewan pengawal yang kau miliki...?" ucap Dewi Bao Yu.


"Ada lebih dari sepuluh Bunda...dan salah satunya adalah pasangan ananda dengan Dewa Wiqya..yaitu sepasang Naga ..." ucap Siyue lembut . tidak ada kesan sombong dan sok pamer di wajah dan sikap Siyue . sikapnya bagai mengucapkan benda biasa .


"Apaa..lebih dari sepuluh..!?" seru Dewi Bao Yu kaget kembali.


Siyue hanya menganggukkan kepalanya.


"Sebanyak itu....?" ucap Dewi Bao Yu dengan. wajah semakin tak dapat di gambarkan. Sedangkan dewa Wiqya yang mendengar ada sepasang Naga untuk Dia dan Siyue , terlihat tertegun.


"Baby...apa benar yang kau katakan itu...?" ucapnya dengan wajah penasaran .


"Bebar Honey... Mereka sekarang sedang berkuktifasi memerlukan tubuhnya. Apakah di dalam ingatanmu tidak ada mereka...?" tanya Siyue.


"Memang benar...beberapa hari lalu aku bertemu dengan mereka saat aku bermeditasi. Aku melihat dua naga kembar yang tiba- tiba memanggilku Ayah...apakah yang kau maksud mereka...?" tanya dewa Wiqya .


"Benar...mereka memanggil kita Ayah dan ibu... Sebab saat mereka menetas, di depan mereka ada aku dan Raja Ch Tian Ji..." ucap Siyue.


"Memang siapa mereka...?" tanya Dewa Wiqya.


"Akan aku ceritakan nanti..." jawab Siyue.


Untung saja saat itu Dewa Saora telah datang hingga Siyue bisa mengalihkan pembicaraan.


"Salam Bibi...selamat pagi..." sapa Dewa Saora.


"Selamat pagi juga Sao'er... Kau sudah datang...? Duduklah..." ucap Dewi Bao Yu lembut. Raut mukanya masih terlihat agak tegang .


"Maaf Bibi...karena hari sudah menjelang siang, kami harus segera berangkat,..." ucap Dewa Saora.


"Kita akan berangkat bersama Sao.. Karena Bibi juga ingin melihat pertunjukan penutupan acara festival bunga..." ucap Dewi Bao Yu..


"Aku juga akan datang kesana..." sebuah suara membuat semua menatap kearah pintu istana Tulip. Terlihat Dewa Yang Xi telah berdiri di sana dengan pakaian kebesarannya.


"Salam sejahtera yang Mulia Dewa Yang Xi..." ucap mereka bersamaan sambil memberi penghormatan.


"Sudah- sudah berdirilah...kita memang harus segera pergi..kalau terlambat kita akan malu pada ketiga Dewa Utama yang pasti akan hadir di sana..." ucap dewa Yang Xi.


"Trimakasih yang Mulia..." ucap mereka serempak ,Dan segera berdiri. Mereka segera melangkah keluar dari istana milik Dewi Bao Yu. Saat sampai di luar istana , terlihat dua kereta telah berdiri di depan istana. Satu kereta milik Dewa Yang Xi dan Satu milik Dewi Bao Yu.


"Honey...lebih baik kita pergi sendiri..." ucap Siyue . Dia tidak enak harus pergi bersama kedua orang tua dewa Wiqya dalam menghadiri festival .


Baik...kita pergi sendiri..." jawab dewa Wiqya.


"Ayah, Bunda..kami berdua akan pergi sendiri..." ucap Dewa Wiqya.


"Lo..kalian tidak bersama kami...?" tanya Dewa Yang Xi.


"Tidak Ayah... Kami akan menaiki hewan kontrak kami..." ucap Dewa Wiqya.


"Aku juga Paman...aku akan menaiki hewan kontrakku sendiri...." ucap Dewa Saora .


"Baiklah...kalau begitu kita akan menaiki keretaku saja Istriku..." ucap Dewa Yang Xi.


"Baik suamiku.. Yue'er...apakah kau tidak bersama kami...?" tanya Dewi Bao Yu .


"Tidak Ibu...dia akan bersamaku..." ucap Dewa Wiqya sebelum Siyue menjawab. Melihat sikap dewa Wiqya , Dewi Bao Yu hanya bisa tersenyum . tak lama terlihat Dewa Yang Xi dan Dewi Bao Yu naik kereta milik dewa Yang Xi yang kemaren di naiki Siyue juga. Dewa Wiqya segera memanggil Ye Sha .


"Hamba yang Mulia...ucap Ye Sha yang telah memberi hormat pada Dewa Wiqya . berubah wujudmu, bawa kami ke kota kerajaan ..." ucap Dewa Widya.


"Baik Yang Mulia.." jawab Ye Sha dan segera berubah menjadi hewan kilin. Hewan berbadan kuda dan berkepala naga milik dewa Wiqya sangat beda dengan hewan mitos lainnya atau tampilan sebelumnya. . Dia kini memiliki sayap kuat di kanan kiri tubuhnya. Terlihat sekali sekali wajah menakutkan dan garang Ye Sha saat berubah seperti itu. Dan kekuatannya Siyue rasakan sangat kuat sekali .


"hamba siap yang Mulia..." ucap Ye Sha lembut. Dia terlihat menekuk ke empat kaki kuatnya agar Dewa Wiqya dan Siyue bisa naik ketubuhnya yang besar.


"Baik.. Ayo Beby..." ucap Dewa Wiqya. Mereka berdua segera naik ketubuh Ye Sha. Begitu juga dengan Dewa Saora. Terlihat di depannya berdiri elang berwarna merah. Tentu saha Siyue kaget seumur hidupnya doa tidak pernah melihat hewan elang berbulu Marah menyala. Hingga seperti bara api. Yang dia tahu hewan elang itu berbulu hitam atau bercorak hitam dan putih, tapi bukan merah menyala seperti itu.


"Apakah itu burung elang Honey...?" ucap Siyue pada Dewa Wiqya yang berada di depannya.


Benar sayang...hanya dia yang memiliki hewan elang merah seperti itu. Hewan itu pemberian hadiah dari dewa Brahmadya..." ucap Dewa Wiqya menjelaskan. Tak berapa lama terlihat kereta yang di tumpangi Dewa Yang Xi melesat di ikuti hewan kilin dan Elang merah menuju kota kerajaan .


Ternyata mereka menempuh perjalanan tidak sampai dua jam saja. Ketika mereka sampai di kota, mereka bertiga menjadi pusat perhatian saat mereka turun di tanah luas dekat istana dewa Agung. Dengan lembut, Dewa Wiqya membantu Siyue turun. Lalu dia berjalan ke arah kereta sang Ayah dan membantu sang Bunda turun dari kereta. Dengan anggun dan berwibawah kelima orang itu masuk kedalam ruang perjamuan yang ternyata telah banyak yang datang. Begitu juga dengan ketiga dewa Utama. Ternyata acara akan segera di mulai.


"Maaf kami datang terlambat Dewa Agung..." ucap Dewa Yang Xi sambil memberi salam dan hormat di ikuti Dewi Bao Yu , Siyue, Dewa Wiqya dan Dewa Saora.


"Kau datang juga Dewa Yang Xi..?!",seru dewa Agung sambil tertawa. "Benar ... Aku ingin menyakdikan acara terakhir festival bunga ini dewa Agung.." ucap Dewa Yabg Xi yang memang sangat akrab dengan ketiga dewa Utama itu. "Apakah semua ini karena adanya calon menantumu..." goda Dewa Agung. Tentu saja ucapan Dewa agung mengejutkan para dewa maupun Dewi yang belum tahu hubungan Siyue dan Dewa Wiqya. Sedangkan yang sudah tahu hanya bisa menatap dengan iri.


"Ha ha ha...kau tahu itu..." ucap dewa Yang Xi sambil tertawa. "Sudah duduklah...kau memang harus bangga pada calon menantumu itu. Tapi kau juga harus berterimakasih karena Dewa Brahnadya mau menciptakan dan meminta Dewa maha kuasa untuk menyempurnakan ciptaannya..." ucap Dewa Agung. Mendengar ucapan Dewa Agung, Dewa Yang Xi segera menatap Dewa Brahmadya yang duduk "Yang Mulia Terimakasih...kau memberi hadiah terbesar untuk ku dan Putraku..aku akan bersykang untukku ..." ucap Dewa Yang Xi sambil tertawa bahagia. "Sudahlah...jangan terlalu sungkan, aku juga bangga akan kekuatannya. Aku tak pernah bangga seoeryi saat melihat calon menantumu..." ucap Dewa Brahmadya. "Trimakasih Dewa Brahmadya..." Akhirnya mereka duduk tak jauh dari tempat ketiga Dewa utama berada. Dan mereka bertemu dengan kedua orang Tua Dewa Saora. Yang ternyata telah berangkat lebih dahulu . Merekapun duduk bersama- sama.


Maaf aku lanjut pada episode selanjutnya ya... Maaf kemarin aku nggak sempat Up. Karena penyakit lambung menyerang author. Aah...Andai author seperti Siyue...tinggal masuk ke Ruang Teratai udah sembuh... 😂.


Jangan lupa, like, vote san komennya author tunggu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2