DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
HUKUMAN UNTUK SELIR ANCHI


__ADS_3

Seketika badan Selir Anchi lemas melihat Perwira Song Ran yang terpuruk tak bisa berdiri karena hajaran dari Dewa Widya. Raja tahu apa maksud Siyue.


"Kau bisa menjelaskan semua yang di katakan Siyue dan bukti yang dia bawa Selir Anci...?" tanya Raja dengan wajah dingin.


Mendengar ucapan Raja, Selir Anchi bagai mendengar suara petir di siang hari . Dia berwajah pucat, dengan badan gemetar. Sedangkan Perwira Song Ran tak bisa berbicara. karena semua badannya bagi hancur di dalamnya .


Terlihat wajah Selir Ancii pucat pasih. Dia bingung harus mengatakan apa.


"Itu...itu yang Mulia..." ucapnya bingung.


"Itu , itu apa...!" Bentak Raja marah .


"Yang Mulia...ini Fitnah...mana mungkin hamba melakukan semua itu...Hamba mencintai yang mulia...tidak mungkin kalau hamba sampai berani melakukan semua itu...dan Ling'er adalah Putri kandung yang Mulia.. tolong kami yang Mulia...tolong tegakkan keadilan untuk hamba..." ucap Selir Anchi sambil berjalan mendekati Raja, dan bersimpuh di depannya .


"Lalu kau menuduh Yue'er..memfitnahmu...?!" teriak Pangeran Luo Yi yang Sangat marah .


"Tentu saja...karena dia memiliki masalah dengan Putriku Lingling. Dia berusaha juga menjatuhkan diriku. Bukankah Sejak dulu dia itu wanita bodoh dan selalu ingin mencari perhatian Putra Mahkota. ..." ucapnya dengan wajah menatap Siyue Jijik. melihat tingkah Selir Ancho, terlihat Dewa Wiqya kesal. dia ingin bangun dan menghajar wanita itu. tapi Siyue segera mengusap tangan Dewa Wiqya.


"CUKUP...! kau sudah bersalah dan masih mencari masalah..?!" teriak Raja marah.


"Yang Mulia.. Sadarlah...kita ini di adu domba Wanita Ja***g itu...kenapa Anda tidak sadar Sich.. Dan Jika ada rumor kalau hamba menyukai Perwira Song Ran, itu pasti karena perwira Song Ran ingin menggoda hamba , Dia ingin mendapatkan Cinta hamba ,... Tapi jangan kuatir yang Mulia...hamba hanyalah milik yang Mulia..." ucap Selir Anchi yang mulai percaya diri. Dia berdiri dan berusaha Ingin memeluk Raja . Namun apa yang terjadi, dua tamparan mengenai pipinya . dan Raja yang sudah tidak tahan lagi segera berteriak memanggil penjaga.


"Dasar Wanita murahan, kau mengatai Siyue Pe****r dengan mudahnya, apa kau tidak berkaca pada dirimu sendiri, kau fikir aku percaya padamu dengan segala bukti yang Siyue miliki..." ucap Raja penuh marah. Dia segera mengutus beberapa prajurit untuk menangkap dan memenjarakan Perwira Song Ran dan para pengikutnya juga wanita busuk Selir Anchi .


"Dan besok mereka akan mendapat hukuman mati ...!" seru Raja dengan Marah.


"Yang Mulia tunggu...tunggu yang Mulia..ini bukan salah hamba , hamba di fitnah.. Tidak , tidak...anda tidak bisa menghukum hamba yang Milia..Hamba istri yang Mulia... Tolong.. tolong maafkan hamba...!" seru Selir Anchi ketakutan. Namun jeritannya tidak di perdulikan lagi oleh Raja. Sampai di lyarpun masih terdengar jeritan Selir Anchi . Melihat kesedihan di wajah sang Raja, Siyue berusaha untuk menghibur Raja.


"Ayah...maafkan Siyue...Siyue hanya tidak ingin Ayah di hianati oleh istri Ayah..." ucap Siyue yanh merasa bersalah melihat kesedihan Raja .


"Tidak Nak...kau sama sekali tidak bersalah


Malah Ayah merasa bersyukur karena dengan begitu kebohongan selir Anchi bisa Ayah ketahui. Ayah tidak pernah menyangka di balik sikapnya yang terlihat lembut dan manis itu, tersimpan kebohongan yang cukup besar..." ucap Raja sedih.


"Semua karena kesalahan Putrimu yang sejak dulu selalu menyakiti Siyue Ayah... Putri Lingling selalu menindas Siyue tanpa ampun. Berbuatannya pada Siyue sangat keterlaluan Ayah..." ucap Pangeran Luo Yi .


"Apa yang dia perbuat pada Siyue...?" Tanya Raja dengan wajah heran .


"Dia juga pernah memasukkan Siyue kedalam kolam ikan di belakang istana ,seharian penuh... Andai sore itu Kakek Si tidak mencari sampai di belakang Istana , Mungkin Siyue akan mati kedinginan.... karena saat itu sedang awal musim dingin...dan aku dengar keesokan harinya Siyue mengalami demam Tinggi.... ucap Pangeran Luo Yi.


"Lalu kenapa kau tidak melaporkannya pada Ayah...." ucap Raja dengan wajah terlihat sedih .


"Tidak di perbolehkan oleh Yueyue . Dia mengancam akan menjauh dari Luo Yi. Dan tak mau bersahabat lagi..jadi Luo Yi hanya menemani dia di pinggir kolam seharian penuh, walaupun Siyue telah mengusir Luo Yi..." ucap Pangeran Luo Yi dengan wajah sedih sambil mengenang saat kejadian itu


"Dasar Bodoh..kenapa Yue'er melakukannya..? apakah karena takut pada putri Lingling...?" tanya Raja sambil menatap Siyue.


"Bukan...bukan karena takut pada Kak Lingling Ayah... , tapi karena..." terlihat pangeran Luo Yi menatap Siyue . tapi yang di tatap balik menatap wajahnya dengan wajah heran dan tanya.


"Karena melindungi Putra Mahkota..." ucap Pangeran Luo Yi .


"Karena melindungi Putra Mahkota ..?" tanya Raja keheranan .

__ADS_1


"Benar Ayah..Karena dia melakukannya di depan Putra Mahkota..." jawab Pangeran Luo Yi sambil menatap Putra Mahkota dengan dingin . , tentu saja semua mata menatap Putra Mahkota.


"Aku...?" tanya Putra Mahkota tak mengerti.


"Iya..kak Lingling pada saat itu memasukkan Yue'er kedalam kolam yang dalamnya sebatas leher Yueyue Dan Dingin , Semua di lakukan di deoanmu. Dan Kakak membiarkan saja perbuatan kak Lingling...kakak hanya menatap pada Yue'er dengan tatapan masa bodoh lalu pergi bersama Xio Lan. Kakak tidak mau mendengarkan permintaan tolong yang aku teriakan, walaupun saat itu aku meminta tolong sambil menangis...dan apakah kakak tahu...Kak Lingling mengancam semua orang , akan membunuhnya jika ada yang berani menolong Siyue...." ucap Pangeran Luo Yi. Terlihat kesedihan dan pemyesalan di wajah Putra Kita.


"Kalau seharian penuh yang Mulia menunggi Yue'er..apakah yang Mulia tidak makan juga...?" tanya Ning Si yang telah mengeluarkan air mata.


"Tidak..walaupun pelayan membawakan aku makanan , tapi aku tidak ingin memakannya karena sahabatku kelaparan dan kedinginan.." ucap Pangeran Luo Yi .


"Lo kan anda bisa menyuapi Ratu Siyue...?" ucap Ning Si lagi.


"Siyue tidak mau...dia takut aku mendapat hukuman dari kak Lingling. Lebih baik dia menahan lapar dari pada melihat aku di hajar kak Lingling..." ucap Pangeran Luo Yi lagi.


"Dia berani mrnghajarmu...?" tanya Raja dengan wajah kaget.


"Sering Ayah... Aku sering di hajar kakak, atau di kunci di gudang. semua itu karena aku selalu bersama Yueyue..." ucap Pangeran Luo Yi yang membuat Raja menjadi marah.


"Yue'er.. Kenapa Lingling begitu membencimu...?" tanya Raja.


"Hamba juga tidak tahu Ayah..." ucap Siyue yang memang di dalam memori ingatannya tidak ada yang dia perbuat untuk membuat Putri Lingling tersinggung. Hanya ada memori kekejaman Putri Lingling padanya.


"Karena Yueyue menjadi tunangan dari Putra Mahkota . Dia maunya sahabatnya yang jadi calon dari Kakak We. Dan untungnya semua itu terjadi hingga bisa menggagalkan pertunangan Kakak dengan Siyue. Walaupun karena kejadian di ulang tahun Xio Lan hampir merenggut nyawa Yue'er..." ucap Pangeran Luo Yi.


"Karena itukah kau dulu minta pada Ayah untuk menggagalkan pertunangan Siyue dengan Putra Mahkota...?" tanya Raja.


"Benar Ayah... Aku tidak suka Kakak menyiksa fisik dan batin Siyue . Aku tidak ingin selalu melihat Siyue menangis setelah di hina kakak dan Kakak Lingling..." ucap Pangeran Luo Yi.


Mendengar semua ucaoan Oangeran Luo Yi, Terlihat kekecewaan di wajah Raja Gong Saocin . Dia menatap pada Putra Mahkota.


"Tidak Ayah..jangan pergi.. Aku tidak ingin Ayah pergi..." ucap Putra Mahkota .


"Jangan berpura-pura anakku...kau sampai tega begitu kejam pada Siyue. Hanya karena kau tidak menginginkan dia. Kau hanya mau menerima Siyue, Karena Ayah mengancam dirimu , akan membatalkan pengangkatanmu sebagai putra mahkota..." ucap Raja Gong Saocin dengan wajah kecewa.


"Tidak Ayah... Maafkan aku....aku mohon jangan tinggalkan aku Ayah...!" ucap Putra Mahkota dengan wajah sedih . Raja memalingkan wajahnya. Dan berdiri memanggil pengawal. Dengan tergopoh- gopoh gua pengawal masuk kedalam


ruangan.


"Hamba yang Mulia..." ucap Mereka.


"Bawa Lingling pergi dari kerajaan ini..buang dia dan aku katakan kalau mulai hari ini, Lingling di larang masuk kedalam istana, dengan cara apapun itu...ingat pesanku ini ..." seru Raja marah.


"Baik yang Mulia..." ucap Mereka .


Setelah selesai menyelesaikan masalah di istana, Siyue dan Kawan- kawan segera pergi ke perguruan untuk bertemu dengan guru besar Ming Hao. Namun saat mereka keluar dari pintu gerbang, mereka bertemu dengan kereta sederhana, malah semi gerobak keluar dari dalam istana dari pintu samping. Pintu samping juga merupakan Pintu menuju Rumah pengobatan Istana. Kereta biasa itu ternyata mereta yang di naik Putri Lingling. Dan ternyata kereta itu menuju sebuah desa yang terletak jauh dari ibu kota. Dan Siyue mendengar dari Feng Qui kalau Lingling akan di berikan pada Seorang kepala Desa yang sudah tua dan kejam . tetapi dia banyak membantu putra Mahkota . Putra mahkota menghadiakan Lingling pada Pria itu . Lingling melakukan itu karena dia marah , karena Linglinglah kini Siyue menjadi milik Dewa Wiqya. Dia merasa bertindak kejam pada Siyue karena hasutan Lingling..yaaa.. kesalahan di limpahkan pada orang lain (dasar Putra Mahkota...😂).


Tapi Peran Putri Lingling juga besar dalam menjauhkan Putra Mahkota dengan Yueyue. Mereka tak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan orang kepercayaan Putra Mahkota pada Lingling setelah tahu gadis yang menjadi barang hadiahnya adalah putri terbuang, putri yang membuat Atasannya marah dan memberikan pada dia . setelah melihat kepergian putri Lingling, Siyue dan kawan- kawan melanjutkan perjalanan pergi ke perguruan,


Ketika sampai di perguruan, mereka melihat Chan Sin sudah menunggu di pintu gerbang bagai anak terlantar. Melihat sang sahabat duduk sendiri, Siyue dan Kawan - kawan tertawa.


"Kau bagai anak yang kehilangan orang tua Chan Sin..." goda Ning Si sambil tertawa.

__ADS_1


"Emang Iya... Kedua orang tuaku kau bawa pergi..." ucap Chan Sin sambil cemberut.


"Hey...kenapa kau marah... bukankah kedua orang tuamu ada di rumahmu...?' ucap Ning Si yang melihat sang sahabat cemberut.


"Bukan mereka...tapi itu di sebelah kalian...tadi malam kalian berpesta kenapa aku tidak di ajak...?" ucapnya dengan wajah cemberut. Tentu saja para sahabatnya tahu maksud dari Chan Sin. Melihat sang sahabat sedih , Siyue mendekati.


"Kau dan keluargamu masih dalam keadaan sakit...mana mungkin aku akan mengajakmu pergi...lalu siapa yang akan menjaga mereka...?" ucap Siyue lembut.


"Kalau begitu Aku tidak mau jauh lagi dari kalian, aku tidak ingin berpisah..." ucapnya seperti anak kecil yang lagi protes karena tidak di ajak bepergian. Melihat tinngkah Chan Sin, semua tertawa . Hingga wajah dingin Dewa Widya terlihat bibirnya terangkat sedikit. Dia sangat bangga dengan ikatan persaudaraan Siyue dan para sahabatnya, ikatan kekeluargaan mereka melebihi saudara. Terutama pada Siyue. Bagai mana pun juga Dewa Wiqya harus membunuh perasaan Cemburunya pada para sahabat Siyue. Karena. Semakin dia dekat dengan mereka, terlihat mereka sangat menyayangi dan Mencintai Siyue.


Dan dia sadar kalau merekalah yang ada pertama kali di dekat Siyue.


"Sebenarnya aku juga mau mengatakan sesuatu padamu ...." ucap Siyue.


"Apa itu....?" tanya Chan Sin. Mereka masih berada di depan gerbang. melihat banyak Orang yang menatap pada Siyue. Si Bucin mulai sensi. Dia mulai memeluk pinggang sang Istri. dan Siyue tahu kenapa sang suami melakukannya .


"Saat kau pergi bersama kami kembali ke Negri Phoenix, bagaimana kalau keluargamu pindah rumah dekat dengan rumahku...jadi aku bisa menitipkan mereka pada keluarga Paman Mo Can yang akan merawat rumahku Bukankah di sana juga banyak penjaga .." ucap Siyue.


"Waaa...ide bagus Yueyue...aku juga akan tenang meninggalkan mereka..." ucap Chan Sin gembira .


"Lalu kapan kami harus pindah...?" tanya Chan Sin kembali.


"Kalau bisa besok, biar nanti Paman Mo Can sekalian mengurus masalah itu.Nanti Kau bisa mengatakan dulu pada keluargamu, dan secepatnya kabari kami..." ucap Siyue .


"Baik..nanti akan aku katakan pada Ayah dan Kakak. Lagian aku sudah tidak tenang mereka tinggal di rumah itu..." ucap Chan Sin .


"Ya sudah ayo kita masuk ke perguruan..." ucap Siyue.


Mereka segera melangkah masuk kedalam perguruan , setelah memasukkan Kuda mereka kedalam ruang Teratai. Wei Zi yang sejak keluar dari ruang Teratai terlihat bahagia. Membuat Chan Sin keheranan . Dan dia mendekati Wei Zi serta berbisik.


"Kenapa wajahmu terlihat bahagia .?" tanya Chan Sin heran.


"Aku telah melihat ruang teratai Siyue. Ternyata ruang Teratai Siyue bagai sebuah Desa. Tempatnya sangat sejuk dan nyaman. Andai aku boleh, aku ingin tinggal di sana saja dari pada tinggal di alam nyata ini. Di sana semua tersedia dan semua makanan memiliki Energi Qi yang sangat tinggi..." ucap Wei Zi dengan wajah kagum.


"Kami pernah tinggal di sana selama beberapa waktu hingga kami membuat tempat tinggal di sana..." ucap Chan Sin sambil melangkah mengikuti Para sahabatnya masuk kedalam perguruan lentera Putih.


"Jadi rumah- rumah itu,kalian yang membuatnya...?" tanya Wei Zi dengan wajah kaget.


"Benar...kamilah yang membuatnya..." ucap Feng Xun yang telah berjalan di sebelah mereka. Kini mereka sudah berada di dalam perguruan . tadi sempat ada penjaga yang menghalangi mereka saat mau masuk.namun ternyata masih ada penjaga lama yang berada di sana. Dan Si penjaga tahu Siapa Siyue dan Pria tampan di sebelah kiri Siyue. Walaupun begitu dia tidak mengenali Dewa Wiqya .


"Kalian baru terlihat sekarang..? kemana saja ...?" ucap Penjaga yang terlihat agak tua.


"Iya Pak... kami ingin bertemu denga guru besar, apakah mereka ada ...?" tanya Chan Sin.


"Sepertinya ada nak...kalian datang saja ketempatnya..." ucap penjaga itu .


"Trimakasih Paman ..." ucap Siyue


Mereka segera masuk kedalam perguruan Elang Putih.


udahan dulu ya...aku lanjut besok.

__ADS_1


tak lupa Author berharap ,kalian memberi like, vote. dan komennya... author tunggu .


Bersambung


__ADS_2