
"Baik yang Mulia..." ucap mereka bersamaan setelah memberi hormat,mereka kembali ketugas mereka dengan wajah bahagia.
Mereka tak pernah menyangka kalau bisa bertemu dengan seorang Dewa. Dan majikan mereka ternyata sekarang sudah menjadi seorang Dewi . Siyue segera mengajak Dewa Wiqya ke kamarnya.
"Kau dulu tinggal di kamar ini sayang..." tanya Dewa Wiqya saat mereka telah sampai di kamar Siyue . Dia berkata sambil memandangi Kamar Siyue.
"Iya...tapi sekarang sudah banyak berubah. Walaupun tempat tidur dan perabotan masih lengkap. Dan barangnya pun tetap pada tempatnya. ." ucap Siyue.
"Ternyata orang yang kalian percayai orang - orang yang jujur.." ucap Dewa Wiqya.
"Benar.. Ya sudah ayo kita mandi sebelum mereka kumpul..." ajak Siyue.
Ternyata Dewa Wiqya mengajak Siyue pergi ke ruang Dimensinya. Dan ternyata dia melakukan itu karena ada maunya . sang suami ingin meminta jatah kepemilikan. (Maaf tahu sendiri maksud author kan 😂) .
Saat mereka kembali ke dunia nyata, terdengar ketukan di daun pintu. Siyue segera membuka pintu. Terlihat Paman Mo Can berdiri di depan pintu .
"Paman....? Ada apa Paman...?" tanya Siyue.
"Para sahabat Nona sudah berkumpul di ruang makan bersama Kakek..mereka mununggu kedatangan Nona....." ucap paman Mo Can.
"Baik sebentar lagi Siyue kesana Paman..." ucap Siyue.
"Kalau begitu Paman pergi nak.." ucapnya Sopan .
"Trimakasih paman..." jawab Siyue. Paman Mo Can segera meninggalkan kamar Siyue. Namun Saat Siyue berbalik, ternyata suami gagahnya telah berdiri di belakangnya dan memeluk pinggangnya .
"Kita kesana sayang..." ucapnya lembut sambil mencium kepala Siyue. "Kau mengagetkan aku Han..." ucap Siyue cemberut.
"Jangan cemberut.. Nanti kita nggak jadi ke ruang makan..." ancam Dewa Wiqya sambil mencium bibir Siyue. dan Siyue tahu maksud suami mesumnya.
"Dasar mesum..." ucap Siyue .
"mesum pada Istri tidak ada yang melarang sayang..." ucapnya sambil menatap Siyue dengan senyum menggoda. dengan gemas Siyue mencubit perut sang Suami. "Auuu...sakit Beb..." ucap Dewa Wiqya mengadu manja. Sedangkan Siyue segera pergi dengan wajah kesal. Bagaimana tidak kesal, jika sang suami akan selalu meminta jatah jika mereka ada kesempatan berdua . (aaah...Siyue...jangan membuat para Rider author ngebayang yang tidak - tidak ya..😂😂). Dewa Widya tertawa bahagia sambil mengikuti Siyue pergi. Entah kenapa Dia yang dulu tidak menginginkan wanita. Dan hampir di dalam hatinya tak ingin menikah . Namun setelah bertemu Siyue Dia bagai orang yang tak bosan selalu ingin di dekat sang istri . Dia begitu candu dengan bau harum tubuh Siyue. Sedetik saja dia tidak mencium bau sang istri, dia bagai tak bisa bernafas .
Ketika mereka sampai di ruang makan, terlihat para sahabat dan sang Kakek telah menunggu di meja makan. Siyue tersenyum dan berkata.
"Maaf kami membersihkan badan terlebih dahulu..." ucapnya sambil duduk di kursi yang sudah di tarikkan sang Suami.
"Trimakasih Han.." ucap Siyue sambil memandang sang Suami yang berjalan dan duduk di kursi sebelahnya . " hmm..." ucap Raja sambil tersenyum. Melihat kemesraan Siyue dan Dewa Wiqya , para sahabat dan keluarga angkatnya ikut bahagia.
"Tidak apa- apa nak... " kata Kakek Si .
"Tumben sore- sore kakek mengajak kami makan...?" tanya Siyue.
"Kakek merindukan makan bersama di meja ini...sudah bertahun Kita tidak lagi menikmati makan bersama di meja ini...dan Feng Xun berkata kalau kau ingin kita berkumpul . jadi sekalian saja kita makan bersama..." ucap Kakek Si.
"Baiklah kita makan dulu...nanti Siyue ingin membahas sesuatu dengan " ucap Siyue.
Merekapun segera makan bersama. Saat Paman Mo Can datang dan menghidangkan makanan penutup , Siyue berkata.
"Paman ...tolong kau beri keluarga San makan dan suru Putri pertamanya memberi satu obat yang sudah aku sediakan , setelah sang ibu makan..." ucap Siyue.
"Baik Nona..." jawab Paman Mo Can.
"Agar mereka tidak merasa canggung di tempat ini , Beri kedua putri mereka pekerjaan Ringan .." ucap Siyue.
"Baik Nona..." jawab Kembali Paman Mo Can lalu kembali keluar ruangan. Setelah makan selesai, Siyuepun lalu menceritakan apa yang di laporkan oleh Feng Qui. Siyue juga memper lihatkan isi dari batu Dewa yang tadi dia dapatkan dari Feng Qui. Mendengar dan menyaksikan apa yang di lihat dan di dengar dari rekaman yang Feng Qui buat, semua orang terkejut dan tak percaya.
"Gila...Raja telah di tipu bertahun - tahun....!" seru Wai Zi .
"masalah seperti itu memang sering terjadi di dalam istana Wai Zi. . Mungkin saat itu Selir Anchi ingin mengikat Raja..." ucap Feng Xun.
"Benar...bukankah kita telah melihat dan menyaksikan di perjalanan kita ..." ucap Siyue .
" Menakutkan sekali Yue'er..." ucap Wai Zi.
"Karena itulah aku tidak ingin suamiku memiliki istri lebih dari satu . aku tidak suka di dua kan . Selain aku pecemburu, tapi yang paling utama aku memikirkan nasip Putra - putri ku . Aku tak ingin mereka seperti Pangeran Luo Yi yang di racun karena kecemburuan salah satu selir . atau seperti kak Feng Xun . yang di fitnah karena perebutan kekuasaan. Juga seperti belahan jiwa Suamiku yang di penjara di Alam ini juga demi kekuasaan , Atau apapun itu. Pokoknya aku tidak suka di duakan . Walaupun memang tidak semua keluarga yang memiliki satu ibu satu Ayah tidak terjadi perebutan harta atau kekuasaan. Tapi Bukankah kita bisa mendidik putra -putri kita mulai sejak dini untuk saling menyayangi. Dan bisa saling menghargai. Kalau kita sejak dini sudah mendidik mereka dengan kebaikan , keadilan dan saling menghargai .jika kita srbagai Ibu dan Ayahembetikan contoh yang baik saling menyayangi dan mengasihi, mungkin anak akan mencontoh kita . Tapi akhir dari usaha kita adalah kita serahkan demuanya pada dewa yang maha kuasa.." ucap Siyue dengan tenang yang membuat semua teman dan saudaranya serta Dewa dan Dewi juga Suami tercinta terdiam mendengar ucapannya. Mereka menatap Siyue penuh kekaguman.
"Itukah yang membuat dirimu tidak mau suamimu memiliki selir atau banyak istri...?" tanya Dewi May sambil menatap kakak iparnya penuh kekaguman.
"Benar May'er..Aku tidak suka keributan dan tak ingin Ribet . dan jika sampai suamiku melakukan itu padaku , lebih baik aku pergi membawa Putra atau Putriku jauh darinya..." ucap Siyue sambil melirik pada sang Suami. Dan yang di lirik cemberut sambil berkata.
"Tak akan pernah kubiarkan Kau dan Putra - Putri kita pergi dariku. Dan aku pastikan tak akan ada orang ketiga di antara kita sampai ajal menjemput kita..." ucap Dewa Widya sambil mengusap kepala sang Istri.
"Akan ku ingat selalu Janjimu Han..." ucap Siyue sambil tersenyum manis.
"Ya Dewa...Kenapa aku kau biarkan melihat kemesraan seperti ini di depanku..." ucap Dewi May yang memang Ceriah.
"Makanya. Cepat cari pacar..." ucap Dewa Wiqya.
"Kak jangan mengungkit lagi... !" seru Dewi May dengan wajah kesal. Melihat itu Semua orang tersenyum .
"Lalu bagaimana dengan penyerangan nanti malam...." tanya Rong Han yang dingin. Mendengar suara Rong Han semua orang menatap kepadanya. tak terkecuali Dewi May yang menatap Rong Han dengan wajah berseri .
"Aku yakin sejak kita keluar dari istana , sang perwira pasti telah menata- matai kita untuk mencari cela menyerangku . jadi bagai mana kalau kita pancing mereka keluar kota. Dan kebetulan Bukankah sore ini kita akan pergi ke rumah Chan Sin. Pasti mereka akan mengikuti kita, gimana kalau kita pancing saja mereka ...?" ucap Siyue.
"Ide bagus Yue'er...kita akan menhabisi mereka di luar kota..." ucap Wai Zi.
__ADS_1
"Tapi takutnya mereka akan enggan bertemu kita kalau kita keluar semua . sebab yang mereka tuju Yue'er..." ucap Feng Xun.
"Benar Katamu Kak... Begini saja. Kita berangkat bersama, pulang . kalian masuk dulu kedalam ruang Teratai..." ucap Siyue.
"Ah tidak- tidak...aku ingin menghajar mereka Yue'er..." ucap Wai Zi.
"Benar kata Wai zi Yue'er...biarkan kami yang menghadapi mereka . Kami tidak ingin kau dan Dewa Widya turun sendiri menghajar mereka..." ucap Ning Si.
"Benar kata mereka Yang Mulia...biarkan kami yang menghadapi mereka. " ucap Tele Xie .
"Baiklah , baiklah...tapi sisahkan si pembinor untuk kita bawa ke hadapan Raja.." ucap Siyue .
"Pembinor....?" ucap mereka bersamaan .
"Ups maaf...maksudku Perwira itu..."ucap Siyue merapat perkataannya .
" OoDia ..baik Yang Mulia..." ucap Ye Mai.
"Tunggu Yue'er...Aku mau tanya , sejak kita akan keluar dari hutan Sunyi sampai sekarang , Kenapa aku selalu mendengar ruang Teratai...apa itu Ruang teratai dan di mana itu...?" tanya Wai Zi yang belum pernah kesana.
Mendengar pertanyaan dari sang kakak sepupu yang memang belum pernah di bawa ke ruang teratai. Siyue tersenyum dan berkata.
"Kau akan melihatnya Nanti. Jangan tanyakan sekarang ..." ucap Siyue sambil tersenyum manis. Memang saat itu Wai Zi lah yang belum pernah masuk kedalam ruang Teratai Siyue. Melihat senyum manis sang Istri Dewa Wiqya berkata dengan kesal.
" jangan tersenyum semanis itu Beb..." ucapnya tak rela . Mendengar perkataan sang suami Siyue hanya geleng kepala.
Akhirnya Merekapun sepakat melakukan apa yang telah mereka rencanakan . hanya beberapa waktu dari acara makan tadi, mereka segera berangkat dengan mengendarai kuda merekamasing - masing. Dan untuk kedua Dewi, seperti biasa, ikut Siyue dan Ning Si. Perjalanan mereka menjadi tontonan para penduduk. Bagaiaman tidak, wajah tanpa dan cantik mereka , telah menyita perhatian para penduduk. Tidak ada satupun dari mereka yang berwajah jelek. Tubuh dan wajah mereka sangat bagus dan gagah. Hingga di manapun mereka berjalan, selalu menjadi pusat perhatian para penduduk. Namun bagi pendiduk lama yang melihat keberadaan Para Putra Keluarga Si yaitu Fang Yan , Rong Han dan Simayun . Mereka kaget bukan main,
"Lo...Bukankah Mereka Putra Keluarga Si..!" seru mereka .
"Benar...tapi Di mana pria tampan yang terakhir muncul saat Yueyue Tiada.." tanya salah satu dari Mereka .
"Benar Katamu...tapi lihatlah ke empat gadis itu... tiga di antara mereka wajahnya yang Cantik dan seperti bercahaya...apalagi gadis yang berbaju kuning dan Rambut diikat dengan mahkota kecil di kepalanya itu, Dia benar- benar cantik...aku tidak pernah melihat kecantikan wanita seperti dia..." ucap Yang lain. Dan banyak lagi komentar dari para penduduk di sepanjang jalan menuju rumah Chan Sin .
Feng Xun dan Ning Si sebagai petunjuk jalan menuju Rumah Chan Sin yang ternyata rumah Chan Sin berada di luar kota . Perjalanan mereka memerlukan waktu hampir satu jaman. Chan Sin tinggal di sebuah Desa yang benduduknya sudah banyak . Ketika mereka masuk ke desa tersebut. Seperti biasa mereka menjadi tonyonan masyarakat. Dan saat mereka sampai di depan kerumah Chan Sin , ternyata rumah Chan Sin terlihat lebih besar dari rumah penduduk yang lain, dan juga halamannya cukup bagus.Saat mereka akan masuk, Mereka di sambut oleh beberapa penjaga.
"Maaf...kalian ingin bertemu dengan siapa..?" tanya Penjaga itu tak ramah. Melihat itu Feng Xun dam kawan- kawan heran.
"Kami ingin bertemu dengan sahabat kami.. Chat Sin..." ucap Feng Xun sabar.
"Baik akan aku katakan pada dia, silahkan kaliam tunggu di sini..." ucap penjaga itu dengan sinis . Mendapatkan sambutan yang tak ramah. mereka tercengang .
"Ada apa ini...?" tanya Ning Si .
" Apakah mereka seperti itu sejak dulu... Tidak ramah dan sombong...?" tanya Siyue.
"Apakah ada sesuatu...?" ucap Siyue pelan.
"Akupun juga heran dengan mereka Pasti ada sesuatu yang terjadi...." ucap Feng Xun .
Siyue lalu berbicara pada Feng Qui yang ada di pundaknya.
"Kak bisa bantu...?" tanya Siyue.
"Pasti tapi tunggu sampai mereka keluar, apa yang akan mereka katakan..." ucap Feng Qui. Benar saja ucapan Feng Qui. Tak lama kemudian, penjaga itu keluar dengan wajah terlihat kesal.
"Tuan Chan Sin tidak mau bertemu dengan kalian, Aku harap kaliam tinggalkan tempat ini..." ucap Penjaga tadi dengan angkuh.
"Apaa...Chan Sin tidak mau bertemu kami...?pembohong...!" seru Ning Si dengan wajah kesal dan marah .
"Terserah apa kata kalian, pokoknya tuan Chan Sin tidak mau bertemu kalian dan kami harap segera tinggalkan tempat ini .." ucap penjaga itu songong.
"Sudahlah...kalau dia tidak mau bertemu kita, ayo kita kembali..." ucap Siyue dengan tenang .
Dan saat para sahabat menatap pada Siyue , mereka melihat ada sedikit senyuman di bibir Siyue. Membuat mereka tahu apa yang akan di lakukan Siyue.
"Aku pergi Yue'er..." pamit Feng Qui .
"Tunggu kak...kau jangan yang pergi..., kau kubutuhkan..." ucap Siyue.
"Lalu siapa yang pergi Yue'er...?" tanya Feng Qui.
"Kak Liong dan Kak Tiger, kalian berdua bisa pergi kan ...?' tanya Siyue .
"Pasti Yue'er...Sejak tadi aku sudah gatal ingin menghajar mereka...." ucap Tiget .
"Jangan sekarang Kak...biarkan kita lihat dulu sebenarnya apa yang terjadi..." ucap Siyue .
"Baiklah , kalau begitu kami pergi.." ucap Tiger yang tiba- tiba berubah menjadi kucing kecil hitam sebesar tikus Dewasa. Dan tak lama mereka hilang dari pandangan .
Mereka Segera meninggalkan tempat itu. Setelah agak jauh dari rumah Chan Sin dan berada di tempat Sunyi , Siyue meminta mereka untuk menunggunya.
Kalian tunggu di sini , aku akan segera kembali ..tapi jika lama kami belum datang, kalian bisa kembali kerumah Chan Sin ..." ucap Siyue.
"Aku ikut Sayang..." ucap Dewa Wiqya . Dan Siyue tahu bayi besarnya tak akan mau jauh darinya.
"Baik...kita pergi...tapi kau harus menyimpan ini di tubuhmu..." ucap Siyue.
__ADS_1
"Untuk Apa...?" tanya Dewa Wiqya.
"Kau akan tahu setelah memakainya...." ucap Siyue. Tapi
Akhirnya Siyue juga yang menyematkan bulu milik Feng Qui di dada Dewa Wigya. Seketika para sahabat dan semua yang ada di sama tidak bisa melihat Dewa Wiqya. Dan tak lama Siyue pun menghilang .
"Lo kok hilang..." seru Wai Zi heran. Begitu juga dengan. Ketiga kakak Siyue dan ketiga saudara Dewa Wiqya. Sedang para sahabat dan pengawal Siyue sudah tidak kaget lagi . karena mereka pernah melihat kejadian itu .
Sedangkan Siyue sendiri segera melangkah kembali kerumah Chan Sin bersama Sang Suami. Mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka. Hanya dalam beberapa detik saja, Siyue dan Dewa Widya sudah berada di dalam rumah Chan Sin. dan ternyata di dalam rumah itu semua perabotan bukan seperti milik orang Desa . tapi seperti milik seorang saudagar kaya.
"ini sangat mewah Sayang...seperti bukan milik penduduk desa..." ucap Dewa Wiqya .
" Aku dulu memang mendengar kalau Ayah Chan Sin seorang saudagar kaya. tapi aku belum pernah datang kemari..." ucap Siyue.
Saat mereka sedang membicarakan keadaan Rumah sambil menarap dekeliling ruangan yang mereka masuki, Namun tiba- tiba seorang pria seumuran Fang Yan masuk kedalam Rumah dengan marah . hampir saja Siyue di tabrak oleh pria itu yang berjalan sambil memgeruru. untung saja Dewa Wiqya bergerak dengan Cepat, dia menarik Siyue dan memeluknya. Orang itu berjalan dari luar rumah . dan saat itu Siyue sedang Asyik menatap ruangan rumah Chan Sin.
"Dasar Brengsek...kenapa sulit sekali memaksa mereka menyetujui perpindahan hak kepemilikan semua harta orang tua itu, Dan di mana sebenarnya Dia menaruh surat dan barang berharga milik mereka . ...!" ucapnya dengan marah. Dia berjalan masuk kedalam sebuah kamar. dan saat itulah Siyue mendengar panggilan Lion .
"Yue'er..kami telah menemukan mereka..." terdengar Suara Lion Bay.
"Kalian di mana...?" tanya Siyue.
"Di gudang belakang. kami masih tidak bisa membebaskannya ...". Ucap Tiger.
"Baik aku akan kesana..." seru Siyue. Dia dan Dewa Wiqya segera keluar menuju halaman belakang. ketika sampai di belakang Rumah, ternyata ada dapur dan rumah sepertinya kamar untuk pembantu.
"Di mana mereka..." ucap Siyue sambil mencari keberadaan Mereka. namun karena ada ikatan darah dengan mahluk kontaknya, Siyue bisa merasakan keberadaan mereka. Dia berjalan ke belamah Dapur. benar saja Di sana mereka melihat ada kamar yang tertutup rapat dan terkunci.
"Ck di kunci..." ucap Siyue.
"Sebentar sayang..." ucap Dewa Wiqya. tak lama terlihat Dewa widya menggenggam gembok besar yang mengunci pintu. dam terlihat gembok dari besi melebur bagai tepung . setelah itu Dewa Wiqya mendorong pintu perlahan. Saat pintu terbuka...Siyue bisa melihat isi ruangan . terlihat tiga anak remaja yang terlihat kurus dan mengalami banyak luka. dan lima orang Dewasa dan salah satunya Chan Sin yang dalam keadaan terluka parah. banyak luka berdarah di wajah dan tubuhnya. melihat itu wajah Siyue merah karena marah. terlihat badannya sampai menggigil karena marah. dan tanpa terasa air mata jatuh di pipi putihnya. melihat itu Dewa Widya memeluk Siyue dan Siyue pun menangis dalam pelukan sang Suami. Setelah selesai menangis , Siyue menotok kesadaran mereka semua kecuali Chan Sin. setelah itu Dia menyuruh para sahabat kontaknya untuk membawa keluarga itu masuk kedalam ruang Teratainya. dan Dia sendiri mendekati Chan Sin yang masih terlihat pingsan .
"Kak...kenapa bisa sampai seperti ini..." ucapnya sambil menangis.
"Sayang ...lebih baik kita bawa Dia masuk dulu ke Ruang Teratai ...kita buat Dia sadar..." ucap Dewa Wiqya .
Akhirnya Siyue membawa Chan Sin kedalam ruang teratai. dengan cepat Dia membuat Chan Sin Sadar. sedangkan ketuju keluarga Chan Sin sudah ada di pondok kakek Si dalam keadaan tertotok.
Saat Chan Sin Siuman, Dia melihat Siyue berada di depannya. dan ruang yang dia tempati adalah ruang Teratai milik Siyue.
"Yueyue...kau menolongku..." dia langsung memeluk Siyue dan Menangis. Dewa Widya yang melihat tingkah Chan Sin terlihat kesal tapi pria itu adalah sahabat sang istri. dan dia melihat Siyue dalam keadaan sedih. setelah puas menangis Chan berkata.
"Lalu di mana keluargaku...?" ucapnya pelan.
"Mereka ada di pondok Kakek Si. lalu ada apa sebenarnya..?" tanya Siyue.
"Pria itu ingin menguasai runah kami..." ucap Chan Sin .
"Kok Bisa.,Lalu siapa dia. ..?" tanya Siyue .
"Ceritanya panjang Yueyue. Setahun Yang lalu, Kakak membantu seseorang yang akan di rampok dan karena dia seorang pendatang dan belum memiliki tempat tinggal, akhirnya Kakak membawa Dia pulang kerumah. Setelah tinggal di sini selama 6 bulan, tiba- tiba dia berubah sifatnya. dan ternyata memang itu sifat aslinya. sebenarnya dia seorang penjahat yang memang mengincar rumah kami . Setelah enam bukan berlalu, Dia semakin menjadi-jadi. Tiba- tiba Kakak sekeluarga mengalami penyakit yang aneh, Dia mengalami halusinasi kalau di rumah ini banyak hantunya. Dan saat Dokter datang Dokter mengatakan kalau Kakak terkena Racun . Tentu saja Ayah kaget. Siapa yang berani meracuni mereka. Setelah di selidiki Ternyata Racun itu ada di dalam Sup yang beberapa bulan sebelum kejadian itu kakak sekeluarga makan , untunglah Ayah dan ibu tidak makan.
Dan mereka semakin kaget setelah mengetahui siapa yang menginginkan keluarga ini mati . Sebab orang yang sengaja memberi Racun pada keluarga kami ternyata orang yang telah kakak tolong itu. . Dan Setelah kelakuannya tetbongkar, Dia segera memanfaatkan Kakak dan Kedua orang tuaku di tempat tadi kau menemukanku. dan Dia meminta menyerahkan semua surat berharga rumah kami. tapi Ayah kekeh tidak membritahu Dia di mana surat itu . akhirnya seperti yang lihat tadi. kami di siksa..." ucap Chan Sin mengakhiri Ceritanya.
"Jadi dia menyiksa kalian hanya karena i gin menguasai harta kalian...lalu kenapa kau turuti sampai terkena Racun pelumpuh syaraf...untung saja Racun itu masih bisa di atasi. kalau tidak apa kau mau lumpuh selamanya..." ucap Siyue dengan kesal.
"Maaf....aku memang salah...aku tidak waspada..." ucap Chan Sin.
"Dasar kau ini...lalu apa sebenarnya yang terjadi. " ucap Siyue lagi.
"Saat aku datang aku belum tahu siapa Dia. Dia berkata kalau Dia keluarga jauh Ayah. , Dan Saat kutanya di mana Ayah dan ibu, Dia bilang kalau Ayah dan ibu keluar, Lalu Dia bertanya siapa aku, sebab saat Dia datang aku tidak ada. Tanpa curiga aku berkata kalau aku Chan Sin . Mendengar namaku, dia terlihat kaget namun tak kama Dia menyuruhku untuk mandi dan beristirahat di kamar. dengan tanpa curiga aku mengikuti ucapannya. Seyelah aku mandi Aku melihat pelayan membawakan aku makanan dan minuman, dak kau tahu tampa rasa curiga aku memakansemua makanan dan minuman yang sudah di siapakah . Namun baru aku sadari .Setelah aku selesai makan , tiba -tiba kepalaku pusing dan seluruh kekuatanku hilang. aku kaget bukan main, dan saat itulah dia masuk kekamarku dan membawaku kekamar tadi. mungkin dalam pikirannya Ayah akan memberitahukan di mana harta Ayah jika melihat aku di siksa. Namun Dia tidak tahu, kalau Ayah orang yang berpendirian Kukuh. Dia tahu jika ayah memberitahu pun , kami pasti di bunuh. hanya dengan mempertahankan tidak berbicaralah , Kami masih bisa hidup..." ucap Chan Sin.
"Dasar Bodoh...." ucap Siyue sambil memukul pelan kepala Chan Sin.
"Aauuu...sakit Yueyue...kau berani memukul Kakakmu...?" ucap Chan Sin sambil memegang kepalanya.
"Iya aku berani.... Akan aku lakukan lagi biar otakmu lebih sedikit pintar...bisa- bisanya kau mempercayai orang yang baru kau kenal.." ucap Siyue kesal . Mendengar ucapan Siyue , Chan Sin bukannya marah , Dia malah tersenyum.
"Kenapa senyum- senyum...apakah otakmu sudah gila karena aku pukul...!" seru Siyue semakin kesal.
"Karena aku bahagia...kau bukan saja sahabatku, tapi kau Adikku, Kakakku Ibuku san juga guruku yang terbaik ...aku tahu kau sangat menyayangi aku...iya kan...?" ucap Chan Sin sambil cengengesan hingga wajah tampannya yang hilang karena penganiayaan si penjahat, terlihat lucu.
"Cih siapa yang bilang aku sayang pada Pria bodoh sepertimu ..." ucap Siyue semakin kesal .
"Itu buktinya bekas air mata di pipimu..." ucap Chan Sin sambil bertingkah konyol.
"Dasar..sudah ayo keluar, hadapi pria itu... kalau kau masih tidak bisa membunuh dia, ku tinggal kau di alam bawah ini..." ancam Siyue.
"Ye...mana bisa...baik akan aku buat dia merasakan tamparan dan tendanganku..." ucap Chan Sin. akhirnya Siyue dan Chan Sin serta Dewa Wiqya keluar dari ruang teratai. mereka segera keluar dari gudang. Namun saat mereka akan keluar, tiba- tiba pintu terbuka. dan pria yang tadi srmpat akan bertabrakan dengan Siyue masuk kedalam ruangan.
udahan dulu ya...aku lanjut besok.
jangan lupa like , Vote dan Komennya author tunggu. jika masih ada typo maaf ..
,🙏🙏
Bersambung .
__ADS_1