
Sore harinya mereka kembali ke kamar inap mereka. Siyue sengaja membuat masakan di ruang Teratai dan membawa ke kamarnya. Dia juga menyiapkan untuk ketiga pengawal itu. Saat Raja datang ke kamarnya Di malam hari untuk mengajak dia makan , Raja melihat di atas meja Siyue sudah tersedia beberapa macam makanan .
"Sayang kau membeli makanan...?" tanya Raja.
"Tidak...aku memasak sendiri makanan ini..." kata Siyue. .
"Sebentar Tian'ge...." ucap Siyue . dia lalu mengambil ranjang makanan yang memang sudah dia siapkan lalu berjalan keluar .
"Mau kemana Yue'er...?" tanya Raja saat melihat sang kekasih berjalan keluar.
"Memberikan makanan ini pada mereka bertiga... " jawab Siyue .
"Kau juga membuatkan mereka makanan....?" ucap Raja kaget.
"Tentu saja... Mereka pengawalmu , kita juga harus menghargai mereka ...." jawab Siyue. Melihat sifat sang Kekasih, Raja tersenyum. Dia semakin bangga pada calon ratu kerajaannya itu. Ratu yang tak memandang setatus dan kedudukan.
Sedangkan Siyue sendiri segera keluar ruangan. Terlihat ketiga pengawal Raja berada di luar ruangannya.
"Kalian bawa ini...makanlah untuk kalian bertiga.. . habiskan jangan sampai tersisah. Tapi jika tidak enak, kalian bisa membuangnya...." kata Siyue tanpa meninggalkan senyum di bibirnya.
"Ini untuk kami putri....?" tanya Ye Xie yang menerima keranjang dari tangan Siyue.
"Tentu saja...memangnya ada orang lain di sini...?" kata Siyue.
Mendengar ucapan dari gadis di depannya. Ketiga pengawal Raja sangat terharu. tak salah pilihan Raja mereka. Gadis ini terlalu baik, namun di saat yang sama juga bisa tegas malah terkadang menakutkan.
"Trimakasih Putri...kalau begitu kami mohon diri..." kaya Ye Xie setelah mengambil keranjang makanan dari tangan Siyue.
"Pergilah...kami juga akan makan..." jawab Siyue. Lalu dia menutup pintu kamarnya. Setelah itu Siyue makan bersama sang Raja.
Sedangkan Ye Xie dan kedua temannya membawa makanan ke ruangan Ye Xie. Namun saat mau menutup pintu, Guru Munsa datang.
"Kalian berdua juga ada di sini...!" serunya saat melihat Ye Gu dan Ye Mai berada di kamar Ye Xie.
"Iya ..kami baru datang kemarin. Apa kabarmu Munsa..." sapa Ye Mai.
"Aku baik saja...kalau kalian ada di sini, pasti Raja juga di sini , apakah beliau ada di kamarnya...?" tanya Munsa lagi.
"Iya..." jawab mereka serempak.
"Lalu apa yang kau bawa itu Ye Xie... ?" tanya guru Munsa sambil melihat keranjang di tangan Ye Xie.
"Makanan kau mau...?" ucap Ye Xie.
"Tentu saja kalau kalian menginginkan aku ikut makan..." ucap guru muda itu.
"Ya sudah ayo duduk sini...merekapun segera duduk di lantai bersama karena tempat duduk hanya ada satu. Mereka segera menikmati makanan dengan tenang. Saat merasakan makanan buatan Siyue. Guru Munsa kaget.
"Ye Xie ...di mana kau membeli makanan ini....makanan ini sangat enak..." ucap guru Munsa dengan wajah gembira menikmati masakan di depannya.
"Dan aku heran, kenapa saat memakan masakan ini aku merasakan kekuatan Qi ku bertambah..." ucap pria itu dengan wajah keherananan. Ye Si san Ye Mai serta Ye Gu hanya diam saja mendengar ucapan dari sahabat mereka itu . Mereka tidak bisa berkata apapun. Melihat ketiganya diam saja, guru Munsa menatap mereka dengan heran.
"Kok kalian diam saja... Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku Ye Xie...! apakah masakan ini kau bawa dari rumahmu..?" kata guru Munsa semakin heran .
"Sebab aku juga tidak tahu harus menjawab apa.... Karena kami juga menahan kekuatan yang kami rasakan karena tekanan Qi itu...!" kata Ye Xie.
"Lalu darimana kau medapatkan makanan ini....?" tanya guru Munsa.
"Tuan Muda Siyue memberikan makanan ini agar kami makan bersama..." kata Ye Xie lagi .
"Apaa...ini masakan Siyue...?" tanya Guru Munsa kaget.
"Iya... kenapa kau sekaget itu...." ucap Ye Gu.
'Bukan begitu...diakan seorang pria, tapi kenapa masakannya enak sekali, dan dari mana dia mendapatkan buah dan sayuran Ini.? kau takutkan, buah ini sangat beda dengan rasa buah yang kita beli di pasar. kata guru Munsa dengan wajah heran.
"Lebih baik kau tanyakan sendiri pada tuan Muda,..." ucap Ye Gu sambil tetap menyantap makanan di depannya. Sedangkan Ye Mai dengan tenang menghabiskan makanan di depannya.setelah makan guru Munsa berbincang sebentar lalu undur diri kembali ke kamarnya . Karena dia merasakan lonjakan Qi masuk kedalam tubuhnya . Begitu juga dengan ketiga pengawal Raja. Mereka segera duduk lotus dan menyerap energi dari lingkungan sekitarnya.
Sedangkan di sebuah rumah mewah di kota Kerajaan , seorang gadis sedang duduk Bersama keluarganya.Di sana ada ibu dan Ayahnya serta saudaranya. Dia sedang merengek dengan manja pada sang Ayah.
"Ayah..ayolah..kau harus menemui kakek tua itu. Kau harus bisa membuat kakek itu setuju untuk menjodohkan aku dengan Raja..." ucap putri Lusia pada sang Ayah ,pangeran Shan Qi.
"Benar Suamiku...kau harus bisa merayu Ayah angkatmu itu untuk menjodohkan Raja dengan Putri Kita, ibu takut nanti kedahuluan putri yang lain...." ucap wanita oaruh baya yang wajahnya mirip putri Lusia .
"Benar kata ibu Ayah....ayolah ayah...kita ke istana Kaisar Tua....!" seru gadis itu dengan wajah tak sabar .
"Sabarkah Lusia ..tak akan ada gadis yang akan merebut Raja dari tanganmu.. Kau pasti akan menjadi Ratu Kerajaan ini..." ucap Sang Ayah menghibur.
"Tidak , tidak Ayah...aku tadi mendengar dari Ye Xie kalau raja sudah menemukan calon Ratu Kerajaan ini..." ucap gadis itu dengan manja.
"Apaa...Ye Xie berkata seperti itu...?!" ucapnya dengan nada marah.
"Benar Ayah... Dia berkata padaku agar aku jangan berharap untuk menjadi Ratu kerajaan ini.. Bagaimana jika ini kenyataan Ayah...aku tak mau itu terjadi. Aku mencintai kak Chu Tian Ji. Aku tak ingin gadis lain yang akan menjadi Ratu kerajaan ini...!" seru gadis itu dengan marah.
"Apa... !ada gadis yang di pilih Raja...? Itu nggak mungkin Lusia...pria dingin itu mana mau dekat dengan seorang gadis . sudahlah jangan khwatirkan itu...." ucap Pangeran Shan Qi menenangkan sang Putri.
"Tidak Ayah...aku takut akan perkataan Ye Xie... Biasanya ucapan pengawal Raja selalu benar..." ucap gadis itu ketakutan.
"Baiklah kalau begitu aku akan datang ke Istana Kaisar tua...." ucap Pangeran Shan Qi menghibur putri kesayangannya.
"Aku akan ikut Ayah , saat Ayqh Mengunjungi Kisar Tua ..." ucap Putri Lusia .
"Baik...kita pergi kesana hari ini...bersiaplah..." ucap Pangeran Shan Qi pada sang Putri. Dan benar saja . tak lama kemudian, kereta kuda yang terlihat mewah berjalan di jalanan kota Kerajaan . Di dalam kereta itu terlihat Pangeran Shan Qi dan Putri Lusia sedang duduk dengan tenang di dalamnya . Mereka pergi ingin menemui Kakek Kaisar . Ketika sampai di gerbang istana , pada saat penjaga ingin memeriksa Kereta mereka, dengan sombonhnya dia keluar.
" Ada apa...? Aku yang datang , untuk apa kalian memeriksa keretaku...!" serunya marah. Bertepatan saat itu prajurid yang berjaga adalah prajurid baru. untung saja temannya segera menarinya sambil berucap.
"Maaf Pangeran Shan...kami tidak mengetahui ...." ucap prajurit yang menarik temannya. Prajutit itu tahu sifat pangeran Shan yang sombong . akhirnya kereta Pangeran Shan kembali masuk kedalam istana. Kereta Pangeran Shan langsung masuk dan berhenti di depan istana Kakek Kaisar . Dengan sombongnya Dia masuk kedalam istana Kaisar tua. dan dia membuat keributan lagi , saat para prajurit menahan kedatangannya. Dengan marah dia menampar prajurit yang berusaha menghalangi langkahnya. untunglah salah satu anak buah Ye Mai sengaja di tempatkan di tempat sang Kakek agar menghindarkan kakek dari orang - orang yang tak bergina . Dengan sopan dia menghadapi Pangeran Shan Qi .
"Maaf yang Mulia....semua sudah merupakan aturan dari yang mulia Raja Chu Tian Ji..."ucap kepala prajurit dengan sopan.
__ADS_1
"Hey...kalian bodoh ha...apakah kalian tidak tahu siapa aku...?" ucapnya marah.
"Kami tahu siapa anda yang Mulia...anda adalah Pangeran Shan Qi Putra angkat Kaisar Tua..." Jawab Teo kepala pengawal Kaisar Tua.
"Sudah tahu kenapa kau menghalangi jalanku...?" kata Pangeran Shan Qi dengan marah.
"Karena merupakan aturan yang di buat Raja untuk Yang Mulia Kaisar tua ..." ucap Teo. Akhirnya dengan marah Pangeran Shan menuruti permintaan Teo untuk menunggu. Dan Teo akan melaporkan pada Kaisar Tua. Mendengar kedatangan Pangeran Shan Qi Kaisar Tua menyuruh dia masuk.
"Silahkan yang Mulia...Yang Mulia Kaisar Tua menunggu anda..." ucap Teo. Teo segera mengajak mereka masuk kedalam kamar Kaisar Tuan . Ketika melihat Kasar Tua, Lusia langsung mendekat sambil berseru
"Kakek..!" Serunya.
"Tunggu tuan Putri...." ucap Teo yang membantu Kaisar Tua bangun dan duduk di kepala ranjang dan bersandar. Kemudian Dia berdiri di sebelah Kaisar Tua. Teo memang sengaja melakukan itu Jika Kaisar tua mendapatkan tamu selain Putri Selir Ma dan ibunya dan Selir Luh . semua itu merupakan perintah langsung dari Raja Chu Tian Ji.
"Kakek ...apa kabar...?" ucap Putri Lusia dengan manja.
"Aku baik saja...tumben kalian kemari....ada apa...?" kata Kaisar Tua langsung.
"salam Ayah kasar...semoga keberkahan bersamamu..." ucap Pangeran Shan Qi sopan.
"Trimakasih... Ada apa kau kemari... Tumben sekali kalian menjenguk orang tua ini...?" ucap Kaisar lagi dengan datar .
"Hey kau...kenapa masih berdiri di sana...? Keluar...! " ucap pangeran Shan Qi dengan marah pada Teo.
"Maaf... Tugas hamba ada di sebelah Kaisar Tua jika ada tamu..." ucap Teo sopan.
"Kau...itu tidak sopan..apakah kau mau mendengar pembicaraan kami ha.. !" teriaknya marah.
"Shan Qi ...biarkan saja dia berdiri di sini...itu sudah menjadi tugas yang di berikan Raja padanya. Jika kau menyuruhnya pergi, maka kau membuat dia mendapatkan hukuman. Sekarang katakan saja apa tujuanmu datang kemari. Biarkan dia di sini. " ucap Kaisar tua dengan wajah tenang .
" Ayah...kenapa Dia harus ada di sana...ini pembicaraan penting. Mana mungkin aku membicarakan masalah ini dengan ada dia disini...!" ucapannya dengan nada kesal.
"Anggap saja dia tidak ada beres kan...?" kata Kaisar tua dengan tenang. Terlihat wajah Pangeran Shan Qi menahan kemarahan .
"Katakan saja Shan...apa tujuanmu kemari....?" ucap Kaisar tua seolah tak ingin pangeran Shan Qi berlama- lama berada di depannya.
" Baiklah Ayah... Aku akan mengatakannya ..." terlihat Pangeran Shan Qi terdiam sesaat. Sebelum barkata dia kembali menatap Teo yang menatap keluar ruangan.
"Aku ingin membahas soal perjodohan Lusia Ayah...." ucap pangeran Shan Qi melanjutkan pembicaraannya .
"Perjodohan Lusia...?apakah kalian sudah menemukan calon yang bagus untuk putri mu....?" kata Kaisar tua sambil menunjuk Lusia dengan dagunya . Lusia yang duduk di dekat Sang Ayah terlihat menunduk malu.
"Benar Ayah...." ucap Pangeran Shan Qi sambil tersenyum .
"Bagus...kalau memang mereka sudah sama-sama suka kau pinta saja pria itu .. Bukankah Lusia sudah dewasa, Dia memang sudah waktunya menikah...." ucap Kaisar Tua. Sebenarnya Kaisar Tua tau tujuan Pangeran Shan Qi yang ingin menjodohkan Lusia dengan Cucu kesayangannya. Tapi dia sama sekali tidak setuju. Sebab dia tahu sifat dari Lusia yang serakah seperti ibunya. Sebenarnya dulu Pangeran Shan Qi orang yang baik dan jujur , dulu saat sang istri sebelum memiliki putra pertamanya yaitu Kaisar Chu Sang Bo. Sang istri sangat menyayangi keponakan nya yang bernama Shan Qi hingga dia diangkat menjadi putra angkat Raja. Namun setelah Shan Qi menikah dia berubah , dia agak serakah dan banyak maunya. Semua itu karena dorongan istrinya. Sedangkan kedua putra dari selirnya yang Lain, tidak serakah seperti Shan Qi ini.
"Karena itulah Ayah aku datang kemari..." ucap Pangeran Sham Bo.
"Lo mengapa mesti datang padaku...?" tanya Kaisar lagi.
"Karena aku ingin meminta persetujuanmu..." ucap Pangeran Shan Qi dengan wajah tenang .
"Bukan begitu Ayah...sebab yang di inginkan putriku Lusia yaitu Raja Chu Tian Ji dia ingin jadi istri Chu Tian Ji Ayah..." ucap Pangeran Shan Qi terus terang.
"Apaaa...Raja Chu Tian Ji...kau tidak salah Shan...? Kau ingat, kau ini pamannya Raja, dan Lusia itu saudara Chu Tian Ji. Kenapa kau bisa berfikiran untuk menikah kan Lusia pada Raja... !" ucap Kasar tua keras.
"Tapi Mereka tidak sedarah Ayah...aku bukan paman kandungnya...." ucap Pangeran Shan Qi ngotot.
"Benar katamu Shan...Tapi itu tetap tidak bileh. tapi semua itu terserah pada Raja, Raja yang menentukan hidupnya sendiri...kalau memang Raja Menyukai Lusia, pasti dia akan menikai Lusia. Kalau tidak...kita tidak bisa memaksanya. Kau tahu sendiri tabiat Raja...." ucap Kaisar tua datar .
"Tapi Ayah....Bukankah Ayah bisa memaksa dia ...Ayah bisa memaksa Chu Tian Ji untuk menikah dengan Lusia...! Dia akan menuruti semua permintaan Ayah..." ucap Pangeran Shan Qi mulai emosi.
"Tidak, dengan yang satu ini , Raja tidak ingin terikat dengan istri yang di jodohkan . Dan aku tidak bisa melakukan itu. Aku tidak ingin dia pergi lagi. Jadi apa kerajaan ini jika dia tinggalkan lagi. Sepertinya kau tidak usah takut. Jika memang Raja menyukai Lusia , pasti dia akan menikai Lusia, .." kata Kaisar tua dengan tenang.
"Kek...jika aku menjadi Ratu kerajaan ini, Raja bisa memilih Drlir sesukanya ...aku tidak akan menghalanginya kek....!" seru Lusia dari tempat duduknya .
"Itu terserah Raja Lusia...aku tidak akan memajsa dia dalam perjodohan...." ucap Kakek Kaisar..
Mendengar ucapan Kasar tua , terlihat Pangeran Shan Qi marah . Dia segera berdiri dan berkata.
"Kenapa ayah tidak membantu putriku untuk mendapatkan Raja...." ucapnya dengan nada Marah.
"Pangeran....jaga sikap anda...!" seru Teo ketika melihat Pangeran Shan Qi berbicara dengan kasar pada Kaisar Tua.
"Tutupmulutmu...ini bukan urusanmu...!" seru Pangeran Shan Qi pada Teo .
"Semua menjadi urusan hamba jika menyangkut keselamatan dan kenyamanan Kaisar tua..." ucap Teo dengan berani.
"Teo...antarkan kedua tamu keluar dari sini... aku sudah tidak ingin berbicara lagi. ." ucap Kaisar tua dingin.
'Baik Yang Mulia..." ucap Teo
" Tunggu Ayah.. Aku belum selesai bicara...!" Seru pangeran Shan Qi dengan nada marah. Dia ingin mendekati Kaisar tua. Namun Tai menghadang langkahnya .
"Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan Shan... Kutegaskan sekali lagi, Chun Tian Ji memiliki hak sendiri untuk menikahi seseorang yang akan menjadi istrimya , Ratu kerajaan ini. Jadi jangan memaksaku untuk menekan dia untuk menjadikan gadis manapun yang akan menjadi Ratu kerajaan ini. Tidak ada seorangpum yamg bisa menekannya Siapapun itu.... !" ucap Kaisar lalu segera merebahkan Diri di bantu Teo. Setelah membetulkan letak tidur Kaisar Tua. Teo mendekati Pangeran Shan Qi dan Putri Lusia yang masih berdiri menatap Kaisar dengan wajah marah dam kesal.
"Ayah...!" ucap Putri Lusia pada pangeran Shan Qi dengan kecewa dan kesal.
"Maaf...Pangeran dan Putri...silahkan keluar..." ucap Teo datar.
"Ayah...." ucap Putri Lusia lagi. Dan kini air matanya mengalir di pipinya . Dia tak mau keinginannya gagal . dia ingin menjadi Permaisuri atau Ratu kerajaan ini. Dia tak rela jika gadis lain yang akan menjadi Ratu .
"Kita pulang Lusia...." ucap Pangeran Shan Qi.
"Tidak Ayah...aku tidak mau pulang. Aku mau menikah dengan Raja. Aku ingin menikahi Kak Chu Tian.Ji....!" seru Lusia dengan wajah marah .
"Kau tadi dengar kan...kita tidak bisa berkata apapun , karena Raja tidak ada. Biarkan kita menunggu Raja datang..." ucap Pangeran Shan Qi dengan wajah kesal.
"Tapi Ayah...." ucap gadis itu dengan manja. .
__ADS_1
"Maaf Pangeran, Putri... silahkan keluar...." ucap Teo dengan sopan.
"Kauuu...." ucap Pangeran Shan Qi. Namun dia tak bisa meneruskan bicara. Dan dia segera menyeret Putrinya keluar dari kamar sang Ayah .
" Ayah...aku tidak mau... Aku mau Kakek tua itu menikahkan aku dengan Raja...Ayolah Ayah... Kau harus merayu Kakek...!" seru sang Putri yang tak mau pergi dari Istana Kaisar Tua. Namun Pangeran Shan Qi tetap menyeret putrinya keluar dari istana untuk kembali kerumah mereka . Dengan sudah Paya akhirnya Pangeran Shan Qi bisa membawa kembali Putrinya pulang .
Sedangkan di Sekte Tapak Dewa , terlihat Siyue dan Raja sedang berdiri telah selesai makan . Raja mengajak Siyue pergi ke ruang Dimensinya.
"Yue'er ikut Aku..." ucap Raja.
"Kemana...?" tanya Siyue.
"Pejamkan matamu, dan pegang Tanganku..." ucap Raja sambil tersenyum .
Namun bukannya memegang tangan. Tangan kekar Raja memeluk pinggang ramping Itu dengan lembut. Dan Siyue segera memejamkan matanya. Tak Lama Siyue merasakan bibir lembut Raja mencium keningnya .
"Ck...Yang Mulia...sudah boleh buka mata... Kalau mau mencium kenapa mesti teka-teki Sich...!" seru Siyue kesal.
Melihat kekesalan di wajah sang kekasih, Raja tersenyum .
"Buka matamu dulu sayang... Baru boleh marah..." ucapnya lembut di telinga Siyue. Membuat tubuh gadis itu merinding. Apalagi tangan kuat sang Raja yang melingkar lembut di pinggang. Kepala pria itu kini berada di pundaknya.( Aah....hilang sudah tempat favorit Tiger 😂)
Dengan cepat, Siyue membuka matanya. Dan betapa terkejutnya dia, Kini mereka berada di antara bungah berwarna Warni. Yang sedang mekar dengan indah. Dan di kejauhan terlihat danau indah dengan air sungai yang jernih mengalir melalui taman yang sekarang Siyue dan Raja berada di tengahnya. Dan saat Siyue menatap ke arah kanan. Terlihat sebuah pohon sakura yang cukup besar. Dan di bawa pohon sakura itu terlihat rumah mungil berdiri dengan cantiknya. Siyue mengerjabkan matanya tak percaya.
Gege... di mana ini...?" ucap Siyue dengan wajah memerah karena bahagia. Cuaca di sini sangatlah terang. Namun udara terasa sangat sejuk.
"Ini di dalam Dunia Dimensi milikku Yue'er..." ucap Raja. Raja ChuTian Ji segera mengajak Siyue berjalan kearah rumah yang berada di bawah pohon sakura itu .
"Rumah ini...?" tanya Siyue. Raja tahu maksud Siyue.
"Sudah ada sejak aku memiliki Dunia Dimensi ini..." jawab Raja.
"Kalau tanaman bunga...aku banyak membawa bunga itu dan menanamnya di Sini, karena aku ingin Istriku menyukai tempat ini ...lihatlah Dunia Dimensi milikku.. bukankah lebih luas Ruang Teratai milikmu...?" ucap Raja sambil tersenyum.
"Tapi tempat ini sangat indah Gege..." ucap Siyue sambil merentangkan tangannya di tengah hamparan bunga yang beraneka warna sambil menghibur udara segar .
"Kalau begitu, kita akan sering kemari saat kita selesai menikah..." ucap Raja lembut. Mendengar kata menikah membuat wajah Siyue memerah.
"Tapi ingat Gege... Aku tidak ingin berbagi Cinta, tidak ingin berbagi suami dengan gadis manapun, suamiku milikku satu- satunya . karena aku hanya menginginkan dia dalam hidupku ingat itu..." ucap Siyue sambil menatap Pria tampan di depannya.
"Aku tahu...dan aku ingat itu. Sejak dulu aku juga berfikiran seperti itu. Aku tidak ingin kejadian perebutan kekuasaan seperti yang terjadi padaku, akan membuat hidup kita sengsara. Karena itulah aku sudah bertekad sejak dulu. Kalau aku tidak ingin dan tidak akan memiliki banyak istri. Aku hanya ingin memiliki satu istri dan kini aku sudah mendapatkan dan aku tidak ingin yang lain lagi..." ucap Raja sambil memeluk Siyue .
Akhirnya dengan lembut Siyue membalas pelukan pria tampan itu. Dan dia menyandarkan kepalanya di dada bidang itu.
"Trimakasih yang Mulia... Hamba akan memegang teguh janji yang Mulia. Tapi ingat. Jika suatu saat raja bosan pada hamba, tolong bilang pada hamba , hamba akan pergi dengan suka rela dari kehidupan yang Mulia.. Hamba mohon Jangan sampai yang Mulia berselingkuh di belakang hamba..." ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue. Raja segera melepas pelukannya.
"Sst...jangan ucapkan itu sayang... Aku tak akan pernah menyia- yiakan Cinta kita. Aku bersumpah...aku bersumpah di hadapanmu . aku tak akan pernah menghianatimu, dan menduakan cintaku . Dan perlu kau ingat aku tidak ingin mendengar kalimat itu kau ucapkan lagi..." ucap Raja sambil menatap wajah cantik di depannya penuh dengan kasih sayang.
"Baik hamba berjanji..." jawab Siyue.
Terlihat wajah tampan itu mendekat. Dan
Tak lama Siyue merasakan bibir sexsi itu berada di bibirnya. (Yaaa...bayangin sendiri dech apa yang terjadi , pasti kalian tahu semua kan 😂😂) .
Kini Siyue sudah bertekat akan menjadi kekasih atau calon istri yang baik untuk sang Raja yang bucin ini.
Tak berapa lama terlihat Siyue dan Raja berjalan berkeliling di Dunia Dimensi milik sang Raja. Dan Dia bertemu dengan kedua hewan kontrak Raja. Juga si twins Naga yang kini sudah semakin besar. Saat melihat Siyue. Terdengar teriakannya.
"Ibuuuu....!" serunya gembira. Naga itu langsung melompat dalam pelukan Siyue. Namun baru sebentar berada dalam pelukan Siyue, tiba- tiba sebuah tangan kuat mengangkat tubuhnya.
"Tidak Sopan... Dia calon istriku..."ucap Raja sambil melepas Naga Twins kearah Ye Sha .
"Ayah....aku Rindu ibu..." kata Naga itu dengan sedih.
"Gege...." ucap Siyue.
"Tidak...dia laki-laki..." ucap Raja dengan memeluk pinggang Siyue posesif.
"Tapi Sayang...." ucap Siyue tanpa sadar. Dia kasihan melihat Twins Naga yang terlihat sangat merindukannya. Tapi beda dengan Raja. Dia terkejut melihat Siyue memanggilnya Sayang...
" Apa sayang...apa yang kau ucapkan barusan...!" seru Raja bahagia.
"Apa...apa yang aku ucapnya. ?" tanya Siyue tak mengerti.
"Barusan...kalimat yang kau ucapkan barusan...setelah tapi..." ucap Raja.
"Tapi...tapi say...." Siyue terdiam setelah tahu ucapan apa yang membuat Raja gembira. Terlihat wajahnya memerah karena malu. Melihat Itu Raja gemas. dia memeluk Siyue dengan erat.
"Kau menggemaskan.." ucapnya pelan.
Siyue hanya bisa tersenyum melihat tingkah Raja Bucinnya.
"Baiklah aku akan memanggilmu sayang jika kau mengijinkan dia keluar bersamaku sebentar. Sebab kita harus segera keluar, aku fikir kita sudah terlalu lama di sini..." Kata Siyue. Mendengar ucapan Siyue Raja tertawa.
"Baik...aku ijinkan dia ikut denganmu seharian penuh. Besok sore baru dia boleh kembali kemari...." kata Raja.
"Trimakasih Tian'ge... " Mendengar ucapan Raja, Twins Naga langsung melimpah kearah Siyue dan menjadi gelang di lengan kanan Siyue.Melihat itu, Raja tertawa . dia menghilangkan rasa kesal dalam hatinya. Saat dia sadar kalau Naga adalah mahluk yang namanya kaki-laki. (Dasar bucin akut😂
Tak lama Raja dan Siyue kembali ke alam nyata . ternyata hari sudah menjelang pagi.
"Sudah hampir pagi , aku akan masuk kedalam ruang teratai untuk mandi. Apakah yang Mulia ikut juga..." kata Siyue.
" boleh... Aku juga ingin merasakan berendam di air suci..." ucap Raja dengan tersenyum. Akhirnya mereka berdua ganti masuk kedalam ruang Teratai milik Siyue. Dan di sana secara bergantian Siyue dan Raja berendam di air Suci. Dan saat keluar daribruang teratai Naga milik Siyue juga ikut keluar dan berada di lengan kiri Siyue. Begitu juga dengan hewan kontrak yang lain.
Udahan dulu Ya...cukup panjang kan ceritaanya. Ini bisa jadi dua bab lo.... Tapi author suka di jadikan satu bab
aku lanjut besok. Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu. maaf kalau masih ada typo. 🙏
Bersambung .
__ADS_1