
"Brengsek...Dasar pelayan bodoh , berani sekali mereka mengabaikan panggilanku ... semua ini gara-gara gadis sialan itu.. Andai dia tidak memiliki bukti kelakuanku . pasti aku tidak akan sial seperti sekarang ini. Awas saja kau... Aku akan membalas semua kelakuanmu ini .. Aaah....kenapa gatal di tubuhku semakin lama, semakin gatal.. Sebenarnya apa yang terjadi dengan tubuhku...andai ini alergi, tapi aku tadi hanya makan makanan ya g ada di pesta.. lagian aku tidak memiliki penyakit alergi...." ucapnya dengan heran .
Namun tangannya masih sibuk menggaruk tubuhnya yang kini sudah memerah karena garukannya. Malah ada yang sudah mengeluarkan darah. Langsy yang merasakan gatal teramat sangat dan tubuhnya semakin terluka , berteriak - teriak memanggil kedua orang tuanya. Membuat semua orang yang mendengarnya merasa kesal. Namun mereka belum tahu apa yang terjadi. mereka hanya melakukan perintah Dewa Kenzho agar menjauh dan membiarkan saja Dewi Langsy.
$$$$
Sedangkan di tempat pesta, terlihat Siyue sedang menonton pertunjukan sambil berbicara dengan Dewa Wiqya . sesekali sang bunda ikutan berbicara. Sedangkan Dewa Saora yang berada di sisi Dewa Wiqya hanya Diam mendengarkan. Sesekali dia menatap Siyue dan Dewa Wiqya. Tanpa di ketahui orang lain, ( hanya Dewa Wiqya dan Dewa Saora yang meluhat itu, ) burung itu hibggao di pundak Siyue. Feng Qui melaporkan masalah Dewi Langsy . setelah selesai, Feng Qui mmberikan batu Dewa kepada Siyue. Namun saat Siyue akan memeriksa batu itu tiba - tiba seorang pengawal mendatangi tempat Mereka.
"Salam Yang Mulia Dewa Yang Xi...hamba di utus Dewa Brahmadya untuk memberitahukan kalau Ratu Siyue di harap kedatangannya di meja tempat tiga Dewa utama berada ..." ucap Sang Pengawal.
"Siyue...?" ucap Dewa Yang Xi heran .
"Benar Yang Mulia..." ucap Si Pengawal .
Tentu saja ucapan pengawal tadi membuat Dewa Yang Xi saling beroandangan dengan sang Istri, mereka kaget. Ada apa Dewa Brahmadya sampai mengutus pengawal untuk menjemput Siyue...begitu juga dengan orang yang ada di sekitar meja mereka. Melihat seorang pengawal datang menghampiri meja Dewa Yang Xi saja, jiwa kekepohan mereka terpanggil . apalagi mrndengar kalau Dewa Brahmadya memanggil Siyue . Dewa Yang Xi lalu memandang Siyue.
"Yue'er....kau mendengar ucapan pengawal kan...?" tanya Dewa Yang Xi.
"Hamba mendengar Ayah... dan hamba akan ikut untuk menghadap Dewa Brahmadya..." ucap Siyue lembut.
"Aku juga ikut Beby..." ucap Dewa Wiqya ikutan bangun.
"Pergilah...mungkin ada sesuatu yang akan di tanyakan beliau padamu..." ucap Dewa Yang Xi. Setelah meminta ijin, Siyue dan Dewa Wiqya segera mengikuti Pengawal itu . Mereka berjalan kearah meja tempat ketiga Dewa utama berada. Meja yang memang agak tinggi dari yang lain, dan tempatnya berada di sebelah tempat Dewa Yang Xi walaupun sedikit agak jauh. Dengan Tenang dan tetap Anggun , Siyue berjalan kearah meja mereka.
"Salam Dewa Brahmadya, Salam Dewa Agung, Salam Dewa Kehidupan...." ucap Dewa Wiqya dan Siyue bersamaan.
"Kau juga datang anak Bandel..." ucap Dewa Brahmadya pada Dewa Wiqya .
"Tentu saja yang Mulia...Di mana ada Siyue, akupun harus bersama Dia...setidak mau berjauhan dengannya... " ucapnya datar .
"Dasar Dewa bengal....Dan kau kemari.."ucap Dewa Brahmadya pada Siyue. Terlihat wajah Dewa Brahmadya sedikit dingin. .
"hamba Yang Mulia...?" tanya Siyue sambil menunjuk dirinya sendiri .
"Tentu saja..kau fikir siapa...!" ucap Dewa Brahmadya dengan wajah marah..walau di dalam hati Dia sangat gemas melihat sikap Siyue. Gadis yang terlihat sangat polos dan kekanakan . Tapi Bisa- bisanya wajah polos itu busa bertindak bijak.dan tegas . Dengan pekan dan sipan Siyue mendekat.
"Agak dekat..." ucap Dewa Brahnadya yang terlihat duduk dengan tenang, Saat Siyue masih terlihat agak jauh. . Siyue pun lebih mendekat dan menundukkan kepalanya
"Angkat wajahmu jangan suka menunduk pada waktu berbicara dengan orang lain. . ..." ucap Dewa Brahmadya . dan dengan patuh Siyue mendongakkan kepalanya. Namun
"Aaauuu.. Seru Siyue sambil mengusap keningnya.saat dia merasakan sentilan mendarat di keningnya.
"Dasar anak nakal... Apa yang kau berikan pada Langsy he..." ucap Dewa Brahmasya dengan wajah kepingin tertawa.
"He he he...sedikit pelajaran buatnya yang Mulia ...." ucap Siyue pelan. Walaupun dia tahu itu ulah dari Ivy. Tapi dia telah mengijinkannya.
"Apakah racun itu mudah di sembuhkan...?" ucap Dewa Brahmadya . sambil menggaruk tengkuknya, Siyue menggelengkan keapalnya.
"setahu hamba selain hamba dan Ivy...tidak ada yang bisa menetralkan racun kami yang mulia..." ucap Siyue .
"Begitukah....lalu apakah kau akan mrnghukum Dia selamanya...?" tanya Dewa Brahmadya lagi.
"Tidak Yang Mulia...sampai dia benar- benar bertobat dan menyadari kesalahannya. Hanya saja hamba tak yakin kalau dia bisa bertobat..." jawab Siyue.
"Lalu...?" ucap Dewa Brahmadya lagi.
Ketika Dewa Brahmadya melihat senyum licik walau sekilas di wajah Siyue, Dia hampir menyentil kembali gadis nakal ini. Dia tahu, kini Dia yang akan di jadikan tumbalnya.
__ADS_1
"He he he ...bukankah dua hari lagi hamba akan kembali ke Negri Phoenix , bagaimana kalau soal menyembuhkan hamba serahkan pada Dewa Brahmadya...." ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue, Dewa Agung dan Dewa Kehidupan berusaha menahan tawa yang hampir meledak.
"Kau...dasar anak nakal...berani kau menyuruhku...?" ucap Dewa Brahmadya dengan wajah kesal namun di dalam hatinya dia mengagumi kecerdikan Siyue. Sebab dia tahu, hanya melalui tangan dewa Brahmadya orang tak akan tahu kalau itu hukuman dari Siyue . dan Satu lagi dia juga membuat nama Dewa Brahmadya semakin di segani.
"Kenapa bukan kau sendiri yang mengobati.." tanya Dewa Bramadya lagi.
"Hamba tidak ingin mereka tahu kalau hamba seorang Dokter. Dan hukuman untuk terlalu ringan untuk dia jika hamba obati sekarang. Karena Dia masih kekeh memfitna hamba pada Dewa Kenzho...Dia masih tidak menyadari kesalahannya ..." ucap Siyue lembut. Mendengar ucapan Siyue , ketiga Dewa saling berpandangan. Lalu Dewa Brahnadya menatap Siyue kembali .
"Darimana kau tahu itu...?" tanya Dewa Brahmadya. Siyue mengambil batu Dewa dari Cincin ruangnya yang baru beberapa saat tadi Feng Qui memberikan padanya . Saat sebelum pengawal Dewa Brahmadya datang padanya. Dan semua isi dalam batu Dewa sudah sepenuhnya Feng Qui laporkan .
Dewa Brahnadya menerima batu itu. Dan terlihat matanya terpejam sambil menggenggam batu Dewa. Tak lama Dia membuka mata dan memberikan batu itu pada dewa Agung. Sedangkan Dewa Brahmadya menatap Siyue dengan penuh kekaguman .
"Kenapa di otak kecilmu ini penuh dengan ide..dan kewaspadaanmu serta caramu bekerja sangat rapi dan teliti. Kenapa aku yang seorang Dewa kalah dengan kecepatan berfikirmu..." ucap Dewa Brahmadya. (Waaah
..bagaimana bisa Dewa kalah kalau bukan di novel author 😂😂) .
"Sebenarnya Yang Mulia tidak kalah...hanya saja hamba lebih cepat sedikit dari yang Mulia. Mungkin sebentar lagi pengawal bayangan anda akan datang..." ucap Siyue dengan tenang. Sebab tadi Feng Qui yang kini berada di pundak Siyue dan Liong Bay yang berada di pergelangan tangan Siyue memberitahu dia kalau mereka melihat dua pengawal bayangan berada di sana juga . baru saja Siyue berhenti bicara, Dua pengawal yang di maksud Feng Qui dan Liong Bay datang dan langsung melapor. Mendengarkan laporan mereka. dewa Brahmadya menatap Siyue. Begitu juga dengan Dewa Agung . sedangkan Dewa Kehidupan sedang memejamkan matanya . Sebab saat dua pengawal tadi masuk, dia baru menerima Batu dewa dari tangan Dewa Agung .
"Yang Mulia...mengapa anda menatap Saya...apakah saya. salah...?" ucap Siyue dengan heran. kini Siyue telah duduk di dekat Dewa Wiqya .
"Yue'er...maukah kau menjadi Dewi pengadilan di sini...?" ucap Dewa Brahmadya dengan. wajah lembutnya. Tentu saja Siyue kaget. Dia tertegun sejenak. Dan tak lama dia berkata
"Maaf yang Mulia... Bukanyah hamba menolak, tapi hamba bukan seorang Dewi dan hamba adalah Ratu kerajaan Phoenix...?" ucap Siyue mencoba menolak dengan halus . .
"Benar apa yang Di katan Yue'er yang Mulia ...." ucap Dewa Wiqya membantu sang kekasih berbicara.
"Dewa Wiqya apakah kau tidak senang jika istrimu sering datang ke Nirwana jika sedang bertugas. Dan tentu saja tugasnya akan selalu berdampingan denganmu, yang merupakan Dewa pelindung .dan Kau merupakan panglima tertinggi kerajaan Nirwana ini , kau masih ingat itu kan.....?" ucap Dewa Agung . Mendwngar ucapan Dewa Brahmadya, Dewa agung tahu kalau Dewa Brahmadya ingin mengikat Siyue agar tinggal Di Nirwana. Wanita sebaik , dan sekuat Suyue. Sabar rendah hati dan semua talenta ada padanya Tak akan pernah mereka temukan lagi . mungkin beribu tahun lagi, baru mereka akan mendapatkan wanita Seperti Siyue.
Mendengar ucapan Dewa Agung, Dewa Wiqya tertegun .Benar juga apa yang di katakan Dewa Agung . Dia menatap Sang Kekasih. Namun Siyue tahu kalau ini akal licik para Dewa yang ingin mengikat Dia di alam Nirwana .
"Maaf yang Mulia... Jangan menghasut atau memprofokasi seseorang, itu tidak baik.." ucap Siyue lembut, namun terdengar kesal. Melihat itu Dewa Brahmadya menahan tawanya. Sedangkan Dewa Agung menjawab.
"Benar kata Dewa Agung Yue'er...kita bisa melakukan tugas secara bersama, dan kita bisa hidup di sini dengan tenang. " ucap Dewa Wiqya. dan membuat kedua Dewa utama tersenyum menang .
"Ya Dewa ..kenapa calon suamiku tidak menyadari kalau itu trik Dewa Agung dan Dewa Brahmadya untuk mengikatku disini.. Batin Siyue.
"Sayang...yang di katakan dewa Agung dan Dewa Bramadya benar lo... Kau bisa memikirkan itu...." ucap Dewa Wiqya lagi .
" Baiklah nanti kita akan membicarakan lagi ya...sekarang lebih baik kita melihat pertunjukan lebij dulu. Yang Mulia.ka...." belum sempat Siyue menyelesaikan kalimatnya, Tiba- tiba dua orang pengawal datang menghadap. dengan wajah pucat .
"Yang Mulia...perbatasan menuju Bumi di serang oleh pasukan Kerajaan Iblis....!" seru Sang Pengawal yang kini terlihat sangat ketakutan.
"Apaaa...pasukan iblis...?" ucap ketiga Dewa. Begitu juga para Dewa dan Dewi yang ada di sana. Mereka terkejut mendengar ucapan ptajutit tadi.
Dewa Brahnadya segera membuka tabir aray yang menutupi tempatnya. Kalau begitu segera siapkan prajurid untuk segera pergi kesana.." perintah Dewa Brahmadya.
"Siap Yang Mulia..." ucap Dewa Wiqya.
"Kita pergi..." ucap Siyue.
"Kau disini saja Baby..." jawab Dewa Wiqya.
"Kau tahu aku....?" ucap Siyue datar . melihat itu, Dewa Saora yang sudah berada di dekat mereka berkata.
"Jangan halangi langkah Siyue Wiq..." Ucap dewa Saora. Dewa widya terdiam dan akhirnya .
"Baik Ayo..." ajak Dewa Wiqya . dan merekapum segera berjalan keluar di ikuti oleh beberapa Dewa yang menjadi kepala pasukan kerajaan Nirwana. Setelah sampi di luar ustana. Mereka melihat Ye Sha dan Zuzaku serta Elang merah milik Dewa Saora yang telah berubah menjadi hewan gagah besar dan kuat. Sudah berada di depan istana. Sedangkan Zuzaku yang memiliki kobaran api Di tbuhnya. Melayang di udara. Melihat itu Siyue segera melompat keatas tubuh Zuzaku. Yang membuat para Dewa maupun Dewi berdecak kagum.
__ADS_1
Sebab dulu hanya Dewa Agung yang mampuh berdiri atau menunggangi Zuzaku. Sedangkan dewa yang lain segera mempersiapkan tentara. Melihat Siyue yang berdiri di atas tubuh Zuzaku, Kettiga Dewa Utama tersenyum bangga.
"Gadis ini....walaupun kekuatannya sangat tinggi, tapi dia tidak sombong dan angkuh. Jka kita tidak mrlihat kejadian di deoan mata kita, kita tidak akan melihat kemampuannya yang sangat mengagumkan itu...." uvap Dewa Agung.
"Kak...bukan kah yang mampuh berada di tubuh Zuzaku, hanya kau sendiri...lalu kenapa gadis itu juga mampuh berada di tubuh Zuzaku. Dan kita bisa lihat, dia berada di sana dengan tenang. seolah panas api Zuxaku tidak mempengaruhinya.
Apakah dia juga memiliki api Nirwana..?" Tanya Dewa Kehidupan dengan wajah terlihat sangat kagum. Apalagi melihat Siyue yang berada di atas tubuh Zuzaku sangat Anggun dan berwibawah. Terlihat aura seorang Ratu sangat nyata terlihat .
"mungkin juga....Sebab tidak ada seorangpun yang mampuh menahan oanas dari api Zuzaku...apalagi duduk tenang diatas tubuhnya. Tapi gadis. Cantik itu...?"mereka melihat Siyue duduk dengan manis di atas burung yang memiliki api itu. Para Dewa dan Dewi tanya bisa melihat dari kejauhan dengan wajah kagum pada Siyue. Sedangkan para kesatria Dewa lainnya sudah berada di belakang Siyue juga berada di kanan kiri Dewa Wiqya dan Dewa Saora. Meteka juga mengendarai burung elang berwarna putih ataupun hitam bercofak putih. Mereka segera menggerakkan burung yang mereka kendarai keluar dari istana . Sedangkan para prajurit berkuda yang ada di bawah mereka. Segera memacu kuda mereka. Namun ketika mereka sudah berada di atas pintu gerbang kerajaan . tiba- tiba berpuluh kelelawar besar datang kearah mereka. Dan di depan sekali terlihat seorang Pria besar berwajah tegas duduk di atas elang besar hitam pekat dengan mata merah. Melihat Pria itu. Siyue yang berada di atas Zuzaku berkata. Pada Zuzaku.
"Bukanya Dia Raja Iblis...?" ucapnya .
"Benar Yue'er..." ucap Zuzaku.
"Yue'er...dialah Raja Iblis...!" seru Dewa Wiqya yang berada di sebelah kanannya dengan lantang .
"Aku tahu....aku sudah pernah bertemu dengannya...!" seru Siyue. Sedangkan Dewa Saora yang berada di sebelah Kiri Siyue perkata.
" Apakah kau pernah bertarung dengannya...?"
Tanya Dewa Saora .
"Belum guru.... Aku membawa kaisar dan Ratu serta Raja kerajaan Darga, juga Dewa Widya di ruang teratai....aku tidak berani mencari resiko tentang keselamatan mereka...." ucap Siyue.
Mendengar ucapan Siyue, Dewa Wiqya yang mendengar merasakan hatinya sakit. Dia yang pernah Di tolong dengan tulus . Begitu tega menghina dan ber prasangka buruk pada gadisnya.
"Kalau begitu berhati- hatilah Yue'er..." ucap Dewa Saora .
Sedangkan di kubu Raja Iblis yang datang bersama ke dua adiknya, terlihat menatap kearah istana Dewa Agung. Dan dia melihat Kalau ada Dewa Wiqya yang menjadi musuhnya sedang duduk dengan Tenang diatas hewan Kilin yang terlihat sangat gagah.
"Ternyata Dia berada di sini...apakah dia sudah bersatu dengan separuh Jiwa nya..." ucapnya perlahan.
"Siapa sebenarnya tang telah mengambil dewa Wiqya dari penjara di kamar ku.." ucapnya dalam hati.
Lalu matanya beralih pada burung yang terlihat berselimut api. Ternyata di atas tubuh burung itu , terlihat Seorang gadis yang sedang duduk dengan anggun di atas burung yang berselimut api itu . Gadis itu terlihat sangat cantik dengan tubuh di dalam yala api burung yang dia yakin burung Zuzaku. Seketika Raja Iblis yang nggak pernah merasakan jatuh Cinta merasakan hatinya berdebar tak karuan melihat wajah Siyue. Dia yang tak pernah tertarik pada siapapun kini merasakan hatinya berdebar dan sangat gelisa. Matanya bagai tak bisa berkedip . Dia menatap Wajah Siyue dengan tatapan tajam.
"Pai..kau tahu Siapa Dia...?"ucapnya pada sang adik yang berada di. sebelah kirinya. Yang berada dibatas burung gagak hitam besar.
"Aku juga tidak tahu kak...bukankah kita baru saja kemari.."ucap sang adik. Akhirnya dia menggerakkan burung tunggangannya kedepan lebih menfdkati mereka.
maaf udahan dulu ya...maaf kalau author gantung...😁
jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
Bersambung
oh ya...ini ada visual untuk
Siyue
Dewa Wiqya
__ADS_1
Dewa Saora..
kalau kurang berkenan maaf ya...cukup bayangin sendiri