DOKTER JENIUS

DOKTER JENIUS
SELIR CHUNLY


__ADS_3

"Benar Yue'er...sebab aku tahu Selir Chunly keluar dari ruang tidurnya dengan membawa makanan itu.,.aku ingat dengan wadah makanannya..." kata Feng Qui .


"Kalau begitu. Makanan itu perlu di curigai..." ucap Siyue. Dan di depan Siyue, terlihat para selir melangkah ingin memberikan Makanan buatan mereka. .


"Tunggu....!' terdengar seruan dari salah satu selir . Dan saat itu para selir menatap kesatu arah yaitu Selir Chunly.


"Selir Chunly ada apa...?" tanya Selir yang sejak tadi berbicara mewakili para selir.


"Dia Selir We...Selir kedua..." bisik Raja pada Siyue . Karena sejak tadi Siyue memperhatikan dan mendengarkan Selir We berbicara dengan serius .


"Tunggu kak...aku ingin meminta keadilan buat putriku..." ucap Selir Chunly sambil maju kedepan.


"Ada aoa Selir Chunly....?" kata Kaisar datar .


"Ayahanda ampunkan ananda...hamba minta keadilan untuk Cucu Ayah , putriku satu-satunya si Ling Say.."ucapnya sambil menangis .


"Kenapa dengan putrimu...?" tanya Raja .


"tolong bebaskan Dia dari hukuman yang Mulia Raja. Dia melakukan semua itu karena sayangnya dia pada Raja. Dia tidak ingin rakyat jelata bertindak di luar batas kewajaran...." ucapnya dengan di sertai tangisannya .


"Dia di hukum oleh Raja..?.lalu apa salah dia hingga dia mendapatkan hukuman...?" kata Kakek dengan tenang .


" Semua itu karena pria di samping Ayahanda.... dia penyebabnya..." ucap Selir Chunly dengan wajah marah menunjuk Siyue.


"Dia...? kenapa dengan Dia...?" Tanya Kaisar tua lagi.


"Dia berani memegang tangan Raja dan merayunya. Karena itu putri Ling Say marah dan memukulnya..." Ucap Selir Chunly.


"Benarkah....?" tanya Kausar Tua .


"Benar Ayah..." jawab Selir Chunly lagi. Terlihat wajahnya sedikit gembira. Namun dia berusaha menyembunyikan dengan tangisannya.


"Bagaimana Yang Mulia...apa benar ucapan Selir Chunly....?" tanya Kasar Tua pada Raja Chu Tian Ji.


"Ternyata kau berani berbohong di depan Raja ini Selir... Walaupun kau adalah istri dari Ayahanda Kaisar, tapi aku adalah Raja penggantinya sekarang . berani sekali kau berbohong di depanku..baik kau ingin Putrimu keluar dari istananya kan...?" ucap Raja Dengn dingin.


"Bebar Yang Mulia...!" seru Selir Chunly bahagia. Walaupun dia merasakan kejanghalan dalam ucapan Raja yang terdengar dingin.


"Baik akan ku kabulkan oetmintaanmu . Ye Mai, Ye Xie...!" seru Raja. Ye Xie dan Ye Mai segera menghadap Raja Chu Tian Ji. Melihat kedua pengawal pribadi Raja berada di depan jujungannya, terlihat senyuman di bibir Selir Chunly.


"Hamba yang Mulia..." ucap Mereka sambil memberi hormat .


"Keluarkan Putri Ling Say. Dan kurung Dia di istana dingin....!" seru Raja dengan Nada marah.


DUAAAR...


Selir Chunly bagai di sambar petir mendengar ucapan sang Raja.


Dia buru-buru bersimpuh di depan Raja Chu Tian Ji.


"Tunggu, tunggu yang Mulia...apa maksud anda dengan perintah memasukkan Putri Ling Say ke dalam Istana dingin. ?" ucapnya dengan wajah ketakutan.


"Bukankah kau tadi menginginkan putri keluar dari Istananya....!" ucap Raja dengan wajah marah.


"Tapi, tapi bukan maksud hamba menggantikan hukumannya dengan dia di masukkan ke dalan istana dingin..." kata Selir lagi.


"Lalu...?" ucap Raja dingin .


" Maksud hamba , hamba ingin Putri hamba di bebaskan dari segakah kesalahannya , Dia tidak bersalah yang Mulia , Dia malah membela anda, dia ingn melindungi anda..." seru Selir Chunly.


"Di bebaskan dari kesalahan., melindungi aku...kau fikir karena dia adik seorang Raja, maka kesalahannya perlu di maafkan...? Enak sekali...dalam kekuasaanku, siapapun yang bersalah, tidak perduli dia keluarga istana, maupun Rakyat jelata , maka dia akan mendapatkan hukuman yang sama, kalian semua dengar kata-kataku ini , ....Dan kau juga mengatakan kalau dia melindungi diriku...? kau itu berhayal Ya...gadis seperti putrimu yang hanya bisa Manja, kolokan dan tak tahu apa - apa itu ingin melindungi diriku.. jangan berhayal .. " seru Raja dengan marah. Mendengar ucapan Raja, Selir Chunly menangis dan bersimpuh di depan Kaisar Tua.


" Ayahanda... tolong Cucu anda Ling Say Ayah..." ucap Selir Chunly dengan wajah takut dan cemas.


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa Chunly... kekuasaan ada di tangan Raja . Lagi pula aku tidak pernah melihat putri kalian, aku merasa tidak memiliki Cucu lain selain Raja Ji'er dan San'er...." ucap Kaisar dengan tenang.


"Tapi Ayah....Ling Say juga cucu Ayah....!" seru Selir Chunly dengan wajah cemas.


"Benarkah...? Tapi aku tidak pernah bertemu dengan mereka...bukankah kalian semua mengajari putra putri kalian untuk tidak mengenalku...?" ucap Kasar tua dengan marah.


"Sekarang kembalilan kekediaman kalian. aku ingin beristirahat. Aku tidak ingin di ganggu dengan persoalan kalian,..." ucap Kasar tua dengan tegas .


Mendengar ucapan Kaisar, semua Selir tertunduk takut dan malu. Mereka mulai menyadari kesalahan mereka. Namun semua Selir terlihat menatap Selir Chunly dengan tatapan menyalahkan.


"Ayah...bukankah Ayah yang melarang mereka untuk tidak datang ketempat ini..." ucap selir We sambil menatap Kaisar Tua .


"Siapa yang mengatakan seperti itu... Mana ada seorang Kakek dan Nenek yang melarang Cucu- cucunya datang ketempatnya...?" kata Kaisar Tua dengan marah .

__ADS_1


"Tapi kata Adik Chunly...Kakek mengatakan kalau tidak mau di ganggu oleh siapapun ..." ucap Selir We lagi.


"Benar Ayah....Selir Chunly melarang kami dan anak- anak untuk tidak datang ke istana ini , karena Kakek tidak suka kebisingan...." ucap selir yang lain .


"Hey... kenapa kalian menyalahkan aku... Aku tidak pernah menghalangi kalian datang kemari..." ucap Selir Chunly.


"Kauu...." ucap Selir We geram.


"Sudah- sudah...kalian kembalilah, sekarang aku benar- bebar tidak ingin mendengar kebisingan suara kalian yang saling menyalahkan . dan Kau Selir Chunly...Aku tidak bisa meminta Raja mencabut hukumannya." ucap Kakek Kaisar dengan nada kesal. Akhirnya mereka satu - persatu keluar dari ruang Kaisar Tua. Terlihat wajah kemarahan di wajah Selir Chunly . begitu juga dengan para Selir yang lain, mereka menatap Sekitar Chunly dengan tatapan kesal dan marah .


"Dasar wanita ular...dia fikir Kami belum tahu kelicikannya..." gumam Raja .


"Jangan Marah lagi . lebih baik kita lihat makanan mereka..." ucap Siyue sambil mengandeng tangan Raja yang masih terlihat kesal. Dan ternyata sentuhan tangan Siyue membuat kemarahan Raja meredah. Melihat jemari tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, Raja terlihat tersenyum bahagia. Dia mengikuti langkah Siyue yang berjalan kearah makanan yang berada di atas meja.


"Kita mau apa dengan makanan ini Yue'er....?" tanya Kakek.


"Melihat ketulusan mereka Kek..." jawab Siyue.


"Ketulusan mereka...?" tanya Kakek tak mengerti.


"Hmm...." angguk Siyue. Lalu Dia mulai melihat makanan apa yang berada di atas meja.


"Kakek atau Kau Tian'ge... apakah kau hapal dengan si pembawa atau pemilik makanan ini tadi..." ucap Siyue. ,


"Tentu... Sebab aku memperhatikan setiap pelayan yang menaruh makanan di atas meja itu.


"Lo.. gege hapal dengan wajah mereka, siapa majikan mereka..?" goda Siyue.


"Tidak juga...tapi ada Ye Xie dan Ye gu serta Ye Mai yang menghafal wajah mereka..." jawab Raja .


"He he he...aku fikir gege yang menghafal wajah mereka..." jawab Siyue terkekeh sambil mendekati makanan di atas Meja. "Aauuuu...." seru Siyue saat sebuah sentilan mendarat di keningnya.


"Ck...sakit gege..." ucap Siyue sambil memegang Keningnya.


Cup...


"makanya hilangkan pikiran kotor di otak kecilmu ini..." ucapnya sambil mengecup kening Siyue lama, tanpa malu di depan sang Kakek dan para pengawalnya yang menundukkan kepala saat kemesaraan Raja mereka pada calon Ratu mereka. Sedangkan Siyue tampak kaget dengan tingkah Raja Chu Tian Ji . Seketika wajahnya memerah.


"Gege...ada Kakek tau...!." seru Siyue dengan wajah malu.


"Dasar anak bandel...seenaknya mencium cucuku di depanku..." kata Kakek sambil memukul pelan bahu Raja. Raja hanya tersenyum mendengar teguran Sang Kakek. Sedangkan Siyue segera melanjutkan perkerjaan setelah terlepas dari pelukan Raja. dia kembali meneliti makanan yang ada di depannya. Dia sengaja meneliti makanan dari Selir Chunly terakhir nanti. Siyue meneliti dari tiga makanan yang ada di depannya. Ada bubur ayam dari Selir Wa, tapi tadi yang menaruh di atas meja adalah pembantu Selir Chunly. , ada pangsit Ayam dari selir Luh , seta sup yang berbahan rempah yang mengandung obat dari Selir termuda Selir Mingli . Semua itu memang khusus buat orang yang baru sembuh. Dan terakhir makanan dari selir Chunly. Saat di buka, ternyata dia membawa beberapa kue bulan . dan kue ini ternyata kesukaan kakek.


"Tidak beracun..." gumam Siyue.


" Namun kenapa dia memberikan. kue ini agar di bawa Selir Wa... Bukankah ini kue kesukaan Kakek. " batin Siyue .


"Kenapa Yue'er..."Tanya Raja.


"Siapa tadi yang membawa Kue ini...?" tanya Siyue.


"Pelayan dari Selir Wa..." jawab Ye Mai.


"Tapi sebenarnya Kue ini bukan pemberian dari selir Wa..tapi pemberian dari Selir Chunly. " kata Siyue.


"Tidak Putri...hamba melihat sendiri Pelayan Selir Wa lah yang membawa kue itu.." ucap Mai.


"Aku percaya Penglihatanmu tidak Salah Pengawal Mai...tapi hewan Kontrakku yang kusuruh mencari pemilik racun yang ada di tubuh kakek, tadi melihat Selir Chunli keluar dari kamarnya membawa keranjang ini . lalu memberikan pada Pelayannya. Hanya saja saat sampai di Sini, kenapa yang membawa keranjang itu pelayan dari Selur Wa...itu yang jadi pertanyaanku..." ucap Siyue .


"Apa beneran Yue'er..?" tanya Raja kaget.


"Hmm.." angguk Siyue.


"Apakah kau menemukan kejanggalan di kue itu..." tanya Raja . Siyue menggelengkan kepalanya.


" Tapi tunggu.. Bukankah racun itu tak berbau dan tak dapat di diteksi...aah....kenapa aku Bodoh...!" seru Siyue.


"Kek...kue ini akan kubuat percobaan, jadi Kakek nggak boleh Makan ya.. Biar nanti Siyue ganti dengan kue yang lebih enak buatan Siyue..." ucap Siyue.


"Pakailah...aku juga tidak suka memakan Kue masakan dari Wanita licik itu... Sekarang periksa saja..." ucap Kakek Kaisar.


Siyue segera meneteskan cairan bening yang dia ambil dari Cincin ruangnya di atas salah satu kue yang di bawa Selir Chunly. . Dan secara perlahan cairan menyebar pada Kue. Dan tak lama terlihat kue berubah menjadi hitam. Semua orang yang berada di dalam ruangan tercengang.


I...itu...itu kue berubah hitam...!" seru Ye Gu.


"Itu...itu bertanda Kue itu beracun...!" seru Xiao Tu dengan gemetar .


"Bedebah....ternyata Dia pelakunya...Ye Mai..." teriak Raja dengan marah.

__ADS_1


"Tunggu yang Mulia....anda tidak bisa menangkap dia sekarang...!" seru Siyue dengan memegang tangan Sang Raja.


"Kenapa...?dia telah berani meracuni Kakek selama ini...!" seru raja dengan marah.


"Tapi kita tak ada bukti.." ucap Siyue.


"Bukankah kue ini sudah cukup buat bukti...!" seru Raja " Siyue memegang kedua bahu Raja Chu Tian Ji.


"Yang Mulia sabar sedikit lagi , kalau kita menangkap Dia, Dia bisa mengelak karena Kue itu yang Membawa Selir We..otomatis Kue itu milik Selir We ..kita tal mungkin menangkap orang yang salah kan...lagi pula hamba percaya kalau Selir We tidak tahu kalau dia di peralatan...." ucap Siyue. Mendengar ucapan Siyue, Raja terkejut. benar apa kata Siyue dia tidak memiliki bukti. Sebab tadi yang memberikan makanan itu adalah Selir We. Andai dia tidak tahu kalau makanan itu milik Selir Chunly, tentu dia akan menyangka kalau makanan itu milik Selir We bukan milik Selir Chunly.


' Luhatkah yang Mulia...ternyata calon Ratumu orang yang cerdas dan bijak..." ucap Kakek Kaisar.


"ist Kakek....kenapa ngomong gitu sich...." kata Sinyal dengan wajah cemberut. Dan Kakek tertawa melihat wajah imut Siyue. Sedangkan Raja tersenyum dan berucap .


"Benar kata Kakek , karena itulah aku tidak akan pernah mau dengan wanita lainnya.." jawab Raja sambil mengusap kepala Siyue.


"Yang Mulia...kita lanjut penelitian kita..." ucap Siyue mengalihkan pembicaraan. Melihat tingkah Siyue, Raja dan Kasar Tua tahu kalau gadis itu mengalihkan pembicaraan mereka. Baru sekarang ini mereka melihat ada seorang gadis yang tidak suka di puji . Tidak suka ketenaran dan kekayaan serta kedudukan


"Baik...lalu apa yang akan kita lakukan untuk menangkapanya...?" tanya Raja.


"Kita lihat dulu sampai besok. Siyue fikir pasti dia akan mengulangi lagi perbuatannya . Apa lagi tadi Kakek telah menolak membantunya ." kata Siyue.


" Feng Qui dan Kau Tiger bisa kan membantu mengawasi mereka selama tiga hari...?" tanya


Ini...apapun yang dia lakukan laporkan padaku, dan jangan sampai lengah..." ucap Siyue.


"Baik Yue'er...kami pergi .." ucap kedua hewan kontraknya sambil pergi meninggalkan Siyue. Melihat ketegasan Siyue, Raja tersenyum bangga .


" Ternyata calon Ratu Raja ini , sangat tegas dan cerdas. Aku semakin tak ingin berpisah dengannya...." batin Raja dengan perasaan bangga.


"Hey...kenapa yang Mulia senyum - senyum sndiri..?" kata sang Kakek.


"Aku semakin bangga pada calon istriku Kek... Dia Lembut tapi sangat tegas..." ucap Raja Chu Tian Ji sambil nenarap Siyue yang masih memeriksa makanan di atas meja.


"Kau akan menyesal jika kehilangan Dia Nak... Tidak ada wanita yang bisa menandingi dia... Tidak ada wanita yang sebanding dengannya . Dia bukan wanita yang manja yang selalu menuntun ingun di manja. Namun Kakek minta kau harus tetap memanjakannya. Dia gadis yang baik nak. .." ucap Kaisar tua dengan perasaan kagum menatap Siyue.


"Benar Kek...jika aku sampai kehilangan Dia...mungkin aku tak akan bisa hidup Kek..." ucap Raja dengan mata masih menapat pada Siyue.


"Kek... Melihat makanan yang di bawa mereka. sepertinya mereka menghormati Kakek, sepertinya memang Selir Chunly yang membuat mereka menjauh dari Kakek. Dan sepertinya dugaan kita benar kalau yang meracuni Kakek adalah Selur Chunly..." ucap Siyue yang masih berdiri di dekat makanan .


"Benar Yue'er...aku juga semakin yakin kalau dialah yang dengan sengaja meracuni Kakek Kaisar. Tapi mengapa seperti itu... Kenapa mesti harus meracuni Kakek..." kata Raja dengan geram.


"Aku bisa menebak, tapi ini hanya tebakanku saja . Kebenaran bisa kita buktikan setelah terbongkarnya kejadian ini..." ucap Siyue.


"Apa yang ada dalam fikiranmu..." kata Kasar tua dan Raja hampir bersamaan.


"Waaah...kalian ternyata sangat kompak ya..." goda Siyue.


"Yue'er.. Apakah aku harus menghukummu lebih dahulu agar kau tidak membuat kami penasaran..." ancam Raja.


"Ck...kau selalu mengancam... Baiklah akan ku katakan. (Terlihat Siyue tetdiam sejenak ) .Gege...Apakah Chu Ling Say maaf...bukan Putri Kaisa...?" kata Siyue pelan..


." Hey...darimana kau tahu itu...?" kata Raka tampa sadar .


"Apaaa..Putri si ular itu bukan Putri dari Nang Bo...!" seru Kakek dengan wajah Kaget. Raja baru sadar dengan ucapannya.


"Aah...maaf Kek..."acap Raja pelan.


"Kenapa baru sekarang kau mengatakan padaku...itupun karena Siyue mengetahuinya...apakah Ayahmu tahu...?" kata Kaisar tua.


"Kemungkinan Ayahanda juga tahu Kek... Sebab semenjak aku kecil dulu. Ayahanda tidak pernah menemui Selir Chunly..." jawab Raja dengan perlahan .


"Darimana kau bisa tahu itu...?" tanya Kaisar dengan wajah kaget.


"Saat itu aku sedang tidur bersama Ayahanda setelah berlatih . dan pada saat tengah malam, tiba- tiba aku mendengar pertengkaran kecil, setelah aku melihat, ternyata Ayah dan Selir Chunly sedang bertengkar . Saat itu aku tidak tahu, ada masalah apa antara Ayah dan Selir Chunly. yang aku dengar hanyalah omongan Selir kalau Ayah tidak pernah mendatangi tempat Selir Chunly. Saat itu aku hanya diam saja dan tak perduli, namun setelah dewasa, dan banyak rumor di amtara para pelayan, akhirnya aku mulai berfikir kenapa Ayah tidak mau datang kekamar Selir Chunly . dan setelah menyelidikidiki masalah itu, akhirnya Tian tahu kalau Ayah menikahinSrlir Chunly karena di jebak . dan ternyata sebelum menikah dengan Ayah dia telah hamil. Kehidupan dia sebelum menikah dengan Ayah sangatlah bebas Kek...walaupun dia anak orang Kaya dan terhormat ...." kata Raja menjelaskan . "Lalu kenapa tidak kau katakan pada Kakek...?" ucap Kasar Tua.


"Untuk apalagi Kek...bukankah dia sudah menjadi Selir Ayah...." kata Raja dengan tenang.


"Lalu kau gadis Muda...bagaimana kau bisa tahu kalau Chu Ling Si bukan adik kandung Raja...?" tanya Kakek.


" Ee..maaf Kek jika tebakan Siyue salah Mana ada seorang Ibu yang baik membiarkan Putrinya mengejar kakak se Ayah malahan dia ingin menjodohkan putrinya dengan pria itu kalau bukan karena si ibu tahu kalau putrinya .bukan saudara se Ayah .." kata Siyue .


"Ck, CK, ck...kenapa kau begitu cerdas Yue'er..." ucap Kasian.


"Siyue tidak cerdas Kek..hanya saja Siyue melihat fakta. " ucapnya .


Udahan dulu ya...

__ADS_1


Jangan lupa like. vote dan komenbya aku tunggu.


Bersambung.


__ADS_2