
Para Perwira Alam Nirwana yang melihat kekuatan Prajurit khusus pilihan Siyue sangat tercengang kagum , melihat tubuh dan kekuatan mereka. Sebab setelah dua bulan kemudian, pada saat para Prajurit kusus Di tunjukan pada para perwira Alam Nirwana , membuat mereka kaget bukan main. Mereka memang mendengar kalau Siyue, Dewa Wiqya dan Dewa Saora telah memulih dan mendidik seratus prajurit pilihan menjadi prajurit Khusus , tapi mereka hanya berfikir kalau Prajurit itu hanya di latih sedikit kebih keras dari prajurit biasa. atau prajurut umumnya .
Namun kini saat mereka melihat tubuh dan kekuatan para prajurit khusus itu . Para perwira itu sagat kaget. Sebab badan dan bentuk tubuh mereka terlihat sangat kuat dan bagus . Kekuatan mereka hampir setara dengan mereka sendiri . bagaimana bisa mereka berubah secepat itu . hanya dalam kurun waktu dua bulan , mereka telah menjadi prajurit lain . Dan Saat mereka melihat para Prajurit yang terkesan sangat hormat pada Siyue , mereka hanya bisa menatap iri. Bagaiaman bisa...mereka yakin kalau oara prajurit itu berubah semua karena wanita itu . Meteka yalin itu...andai itu semua karena Dewa Wiqya atau Dewa Saora, pasti mereka akan melakukannya sejak dulu..Dan dalam hati mereka kini...mereka bertekat akan ikut serta dalam latihan mereka setelah perang dengan kerajaan iblis. Setelah memberikan arahan pada mereka kapan mereka berangkat, Siyue, Dewa Wiqya dan Dewa Saora segera pulang kerumah orang tua.
Keesokan harinya setelah persiapan sudah selesai dan Kebetulan mereka akan melewati kerajaan Phoenix, maka Siyue dan Dewa Wiqya , Sekalian akan memboyong keluarganya kembali ke Negri Kerajaan Phoenix . karena mereka sudah berada di sana selama Lima bukan lebih. Melihat sang Cucu akan kembali pergi ke Negri Phoenix , Dewa Yang Xi dan Dewi Bao Yu sangat sedih.
"Ayah..coba kau suruh anak lelakimu itu segera menikah. Aku yang adiknya saja Sudah memiliki dua Putra..." ejek Dewa Woqya Pada Dewa Kunlau.
"Dasar adik durhaka... Kau mengompori Ayah...." umpat Dewa Kunlau yang kesal dengan ucapan Dewa Wiqya .
Mendengar ucapan Dewa Kunlau membuat Dewa Wiqya tersenyim geli. Entah kenapa setelah menikah dengan Siyue, Sifat dingin Dewa Wiqya hilang malah sesekali sifat kejailannya timbul . Namun semua itu hanya untuk keluarga saja . kalau di depan umum atau terhadap orang lain, Sifat Dinginnya masih terlihat sama . Apalagi terhadap wanita. Sepertinya Dia semakin Ilfil pada kaum wanita (selain keluarga lo.) setelah kejadian yang selalu membuat sang istri dulu hampir celaka. Dan membahayakan nyawanya .
"Benar kak...lebih baik kau cari pendamping yang baik...kasihan Ayah dan Bunda yang ingin Cucu di sampingnya...." ucap Siyue menambahi.
"Yue'er...kau jangan seperti Suamimu dek....Lihat sebentar lagi pasti akan ada yang menuntutku mencari istri..." ucap Dewa Kunlau dengan wajah kesal. Dan itu membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa.
"Atau kau saja yang mencarikan aku istri Yue'er..." ucap Dewa Kunlau lagi .
"Hey benarkah...apakah aku pantas mencarikan Kakak iparku seorang Istri ... bagaimana kalau salah satu dari Saudara sepupuku yang ada di kerajaan Phoenix..?" tanya Siyue menggoda. Mendengar ucapan Siyue , tiba- tiba Dewa Kunlau terlihat tersipu malu. Membuat Siyue dan Dewa Wiqya kaget dan saling berpandangan . Melihat tingkah Dewa Kunlau , Siyue langsung berkata.
"Kak... Kau menyukai salah satu saudara Sepupuku..?" tanya Siyue dengan wajah kaget.
"Yaaa...kakak Ipar...kau ketinggalan berita...Kakak Kunlau menyukai saudara sepupumu si Putri Linlay. Kami sering melihat kakak mencuri pandang atau menegur Kak Linlay. ..." ucap Dewi Guanli sambil tertawa.
"Kakak Linlay Putri Paman Kim...? Apa benar kak...?"ucap Siyue menatap tak percaya.
"Ck.. Jangan percaya omongan Li'er...aku hanya beberapa kali menyapa Dia..." ucapnya dengan wajah masih terlihat memerah.
"Kak...iya pun tak apa- apa...Dia gadis baik dan jujur, aku dekat dengan Dia karena dia belajar Di perguruan. Phoenix juga. Dari beberapa Putri yang ada di kerajaan Phoenix Dialah yang paling dekat denganku . Orangnya cerdas, mudah di ajak berbicara . Dan yang paling penting baik hatinya...Dia memiliki kekuatan yang cukup lumayan juga. Dia sudah belajar di sana di sana semenjak kecil. Jadi sebelum aku menjadi Ratu kerajaanku, Dia sudah menjadi murid inti perguruan...aku jamin kakak tak akan kecewa..." goda Siyue sekaligus mempromosikan saudaranya 😂.
Terlihat Dewa Kunlau semakin merah wajahnya. Tapi kini terlihat kebahagian ada di raut wajahnya .
"Waaah..kalau begitu sebentar lagi Ayah bakal datang lagi melamar ke istanamu Yue'er..." ucap Dewa Yang Xi sambil tertawa.
"Kami pasti akan bahagia bila itu sampai terjadi yang Mulia...." ucap Putri Tang Yin Bunda Siyue.
"Benar kata Yue'er...hamba melihat Putri Tang Linlay sangat baik budi pekertinya. Gadis cantik, ramah dan banyak senyum..." ucap Sima Yuan Ayah Siyue.
Mendapatkan semua orang memuji gadis yang dia sukai, Dewa Kunlau terlihat memerah wajahnya.
"Ya sudah karena hari semakin Siang, aku takut kita sudah di tunggu mereka. Lebih baik kita pergi sekarang..." ucap Dewa Wiqya mengalihkan pembicaraan . mereka sedang duduk di ruang tamu Istana Dewa Yang Xi.
"Baiklah tapi tunggu sebentar Han... Aku mau ke ruang Teratai Dulu sebentar Ya.." ucap Siyue yang langsung hilang dari pandangan.
"Hey...mau kemana Putriku Yang Mulia...!" seru Dewi Bao Yu yang belum pernah pergi ke ruang Teratai sendiri.
"Tenang Bunda...sebentar lagi Putrimu akan kembali..." ucap Dewa Yang Xi.
Dewi Bao Yu hanya bisa mengerucutkan bibirnya karena tidak tahu kemana Menantu kesayangannya itu pergi .
Sedangkan Siyue sendiri kini berada di ruang Teratai dan sedang berjalan menuju Istananya .
" ada apa Yue'er...?" tanya Feng Qui dan beberapa Mahluk kontraknya yang menyambut kedatangan Siyue.
"Aku ingin bertemu dengan Peri kecil itu Kak...apakah Dia baik- baik saja...?" tanya Siyue yang berjalan ke arah istananya.
"Kau bisa melihat Sendiri Yue'er... "Ucap Xiao Tu .
"Memangnya ada apa dengan dia..?" tanya Siyue dengan wajah heran.
"Lihat saja dulu.." ucap Feng Qui menengahi .
Tak lama mereka sampai di ruang pengobatan. Dengan cepat Siyue berjalan ke arah botol yang berisi Peri kecil itu. Dengan penuh tanya Siyue mengambil botol itu dan melihat isinya.
"Aah masih ada isinya. Lalu Siyue melihat peri kecil yang berada di dalamnya. Terlihat peri kecil itu menutupi mukanya, dia duduk dengan kaki di tekuk dan wajahnya dia taruh di antara lututnya. Dan wajah itu dia sembunyikan di sana.
"Ada apa dengan Dia...?" tanya Siyue pada Xiao Tu yang berada persis di sebelahnya.
"Mungkin dia malu atau takut padamu..." ucap Xiao Tu dengan tenang .
"Masak sich...Wajah secantik ini Memangnya terlihat jahat Ya....?" ucap Siyue sambil menatap peri kecil yang ada di dalam botol .
"Ha ha ha...ternyata sekarang Yue'er kami mulai merasa cantik ya..." ucap Tiger yang di sambut gelang tawa mereka .
__ADS_1
"Hai...kenapa kau sembunyikan wajahmu dariku...? Apakah kau takut padaku...? Atau kau malu...?" tanya Siyue lembut. Peri kecil itu masih tetap menyembunyikan wajahnya dari Siyue.
"Hey... Aku tidak cukup banyak waktu..ayolah jangan malu atau takut padaku... Kita bisa berteman dengan baik..." ucap Siyue lembut. Tetapi sang Peri masih saja tidak mau menatap Siyue.
"Yaaa... ternyata kau tidak mau berteman denganku, baiklah kalau kau memilih seperti itu. Akupun pasrah. Kalau kau memang ingin bebas dan kembali pada Raja Iblis, aku bisa mengabulkan permintaanmu... Sebab sebentar lagi kita akan pergi ke sana... Kita akan pergi ke kerajaan Iblis...Kau bisa kembali kemajikanmu itu...sekarang jangan bersedih lagi...aku akan membebaskan dirimu setelah kita sampai di kerajaan Iblis..." ucap Siyue sambil mulai mengangkat kembali botol yang dia taruh di meja kecil dekat rak obat.
"Jangan...!jangan Kau kembalikan aku pada raja iblis, aku mohon..." ucap Peri kecil itu sambil mendongakkan wajahnya menatap Siyue. Tebtu saja suara kecil milik sang Peri membuat gerakan Siyue yang mrngambil botol terhenti. Saat wajah kecil itu dan imut itu berani menatap Siyue. Betapa kagetnya Siyue, sebab wajah kecil peri itu sangat tampan. Dan wajah itu hampir mirip dengan Wajah seorang Pangeran.
"Hey.. Kenapa sekarang wajahmu terlihat tampan..? Bukan seperti pertama kali kita berjumpa..?Apakah ini wajah aslimu..?" tanya Siyue sambil tersenyum menatap wajah kecil itu.
"Kau juga sangat cantik...aku malah tidak pernah melihat wajah cantik sepertimu. Baru sekarang aku melihatnya..." ucap pria kecil itu dengan wajah lucu karena malu. Mendengar ucapan peri kecil, Siyue tertawa.
"He he he...ternyata mulutmu manis juga ya... Kecil- kecil sudah pandai merayu..." ucap Siyue sambil kembali tertawa.
"Hey...jangan kau katakan aku anak kecil ya...aku ini sudah dewasa...!" serunya marah.
" Ha ha ha...kau semakin lucu saat marah..." ucap Siyue kembali tertawa. Terlihat wajah pria kecil tampan itu cemberut lucu . akhirnya dengan susah payah Siyue menghentikan tawanya.
"Ya sudah...aku tidak akan tertawa... Tapi wajah itu jangan cemberut seperti itu...kau terlihat sangat lucu menggemaskan...!" seru Siyue yang ingin sekali tertawa lagi.
"Ck.. terus saja tertawa... Memang wajahku seperti badut ya....?" ucapnya malah bernada tanya. Mendengar perkataan Pria kecil itu, Siyue dan sahabatnya tertawa kembali. Akhirnya Dengan susah payah Siyue berusaha menghentikan tawanya.
"Cukup... Aku tidak akan tertawa lagi. Sekarang kau ingin bebas dan kembali ke Raja Iblis, atau bebas dan ikut kami...atau kau akan kembali ke Keluargamu...?" tanya Siyue sambil berusaha menghilangkan perasaan ingin tertawa kembali saat melihat wajah itu cemberut lucu.
"Aku tidak ingin kembali pada bangsa iblis itu... Mereka menjadikan diriku menjadi budak mereka . aku selalu menjadi mainan iblis itu. Dan Dia selalu menyuruhku menyiksa orang yang tidak dia sukai. Seperti saat aku berada di dalam tubuh Pria yang kau tolong itu..." ucap pria kecil itu dengan wajah sedih.
"Beliau adalah Ayahku ...tepatnya Ayah mertuaku,.." ucap Siyue pelan.
"Oo..Maaf...sebab aku melakukan itu karena mendapatkan tugas dari Raja Iblis , aku mendapatkan pengaru dan tekanan dan kejahatan dari raja iblis itu..." ucap Peri kecil itu.
"Benar sich...wajahmu tidak sejelek saat kau kutangkap.. Apakah kau terkena racun Raja Iblis . ?" tanya Siyue dengan tenang .
"Benar sekali. Saat aku dalam mode seperti yang kau lihat pertama kali, saat itu aku dalam pengaruh kekuatan atau Racun Raja Iblis. Tapi entah kenapa saat aku makan makanan dan minuman dari tangan teman - temanmu, perasaan marah dan sakit di sekujur tubuhku berangsur, angsur menghilang. Dan setelah beberapa bukan ini, aku merasakam kekuatanku kembali . Apalagi beberapa minggu yang lalu, tamoilanku sudah seperti ini lagi. Dan rasa sakit di tubuhku sudah lenyap tak ber bekas, Memangnya mereka memberi makanan dan minuman apa...? dan di mana ini...?" tanya Pria kecil itu. dengan wajah heran .
"Tentu saja kau mengalami berubahan... seban yang kau minum setiap hari adalah air suci dan air jiwa. Sedangkan buah yang kau makan, adalah buah yang tumbuh di Ruang Dimensiku ini... Kau sekarang ada di ruang Dimensiku yang bernama ruang Teratai...." ucap Siyue dengan tenang
" Apaa...air suci dan air Jiwa...?!" seru Pria kecil itu dengan wajah kaget.
"Benar... Kenapa...kenapa wajahmu sekaget itu...?" tanya Siyue heran.
"Di sini banyak...kau mau berapa botol air suci...? aku akan memberikan padamu..." jawab Siyue.
" Maksudmu kau memiliki sendiri air itu...?kau tidak membeli...? Benarkah itu...?" ucapnya tak percaya.
"Iya aku punya banyak...satu Danau lagi..." jawab Siyue sambil tersenyum.
" Ya Dewa....bo .. boleh aku melihat Danau itu...?" ucap Peri kecil dengan wajah memohon. Dan itu hampir saja membuat Siyue tertawa keras. Karena Wajah Peri Kecil terlihat sangat , sangat lucu.
"Sebentar dulu...kau bisa melihat Danau itu, tapi katakan dulu siapa kau ini dan ada hubungan apa kau dengan Raja Iblis..."?" tanya Siyue.
"Panjang Ceritanya. Tapi sebelum aku menjawab pertanyaanmu itu, boleh aku menjadi saudaramu...?" Ucapnya dengan wajah yakin sekali.
"Hey...aku sudah memiliki banyak saudara, lihatkah ini...mereka semua adalah Kakakku, lalu kenapa aku harus mengangkatmu menjadi saudaraku lagi...?" jawab Siyue dengan raut wajah heran.
"Aku mohon ya...aku akan ceritakan padamu semua tentang kehidupan diriku . tapi tolong aku, tolong lindungi aku dari kejahatan Raja Iblis..." ucap peri kecil itu memohon dengan wajah memelas.
"Tanpa kau ku angkat menjadi Saudaraku, aku akan tetap menolongmu..." ucap Siyue.
"Benarkah...? Benarkah kau akan menolongku...?" ucapnya kembali dengan wajah ceria.
"Iya...aku akan tetap menolongmu... Tapi kau itu Siapa ? Di mana rumahmu, apakah kau masih mempunyai keluarga atau tidak...?setahuku.. bukankah tempatmu juga ada Di Nirwana ini...?" ucap Siyue.
"Tunggu...kau tahu kerajaanku...?" ucap Pria kecil itu dengan wajah kaget .
."Kerajaan.? Hey....Apakah kau seorang Pangeran dari Negri peri...?" tanya Siyue dengan menatap wajah Peri itu dengan tatapan tajam. Terlihat wajahnya sedih , tapi hanya sebentar Saja. Lalu tak lama Dia terlihat Ceriah.
"Akan aku ceritakan nanti padamu..." ucapnya denga. Ceriah.
"Ayah, bunda...semoga aku dapat menyelamatkan dirimu....aku telah bertemu dengan Dewi penolong yang memiliki air suci agar kalian bisa bebas...Dan Kini Doakan aku agar wanita di depanku mau menga gkatku menjadi saudaranya . Dan bisa memutuskan rantai yang membelenggu kehidupanku selama ini . Semoga Dewa membuka pintu kebaikan buatku..Dan Dia mau mengangkatku menjadi saudaranya. hingga Dia bisa membantuku menolong kalian ..." ucap hati Pria kecil itu. Tentu saja Siyue kaget mendengar ucapan dari Peri kecil itu.
"Baiklah aku akan menjadikan dirimu adik kecilku, dan aku mau jadi saudaramu...lalu apa yang harus aku lakukan...?" ucap Siyue sambil menatap pria kecil itu dengan seksama. Mendengar ucapan Siyue Terlihat peri kecil melingo tak percaya. Hingga Siyue menyadarkan Dia.
"Hey...kenapa malah bengong..?" seru Siyue .
__ADS_1
Peri kecil itu terlihat kaget dan tak lama dia menangis gembira. bukan hanya Peri itu saja yang haru, tapi para sahabat Mahluk kontrak Siyue terlihat tersenyum penuh kebahagiaan
"Trimakasih...trimakasih Dewi...namaku Tangliang...dulu aku Putra Mahkita kerajaan Peri. Akan aku ceritakan nanti kehidupanku hingga aku jatuh di tangan Raja iblis jahat itu. Dan Aku putra tunggal dari keluarga peri biru..."ucapnya dengan air mata Di pipinya yang terlihat deras mengalir.
"Hey jangan menangis... baiklah apa ada tata cara khusus untuk menjadikan dirimu saudaraku...?" tanya Siyue lembut.
"Ada...kau harus meneteskan darahmu di mulutku sedikit saja..." ucapnya dengan wajah bahagia. Namun sebelum Siyue mengeluarkan Peri kecil itu dari dalam botol, tiba- tiba Siyue kembali mendengar ucapan hati peri itu yang membuat Siyue terharu ..
"Ayah,Bunda..aku memiliki Saudara... aku memiliki seorang Kakak...andai kalian berdua tidak dapat tertolong...ijinkan aku hidup dengan saudaraku ini Ayah, bunda... Sejak pertama kali aku bertemu Dia...aku merasa aman dan seperti bersama Ayah dan Bunda..." ucapnya dalam hati. Dan Siyue bisa melihat air mata kembali jatuh di pipi Pria kecil itu yang kini berdiri menat Siyue. Mendengar suara hati pria kecil itu, Siyue merasa terharu.
"Yue'er... Kabulkan permintaan dia... sepertinya telah terjadi sesuatu dengan ke dua orang tuanya. Dia akan hidup sendiri dan menderita jika tidak kau tolong..." terdengar suara Zuzaku.
"Baik.. Aku juga kasihan padanya walaupun aku belum tahu masalah apa yang terjadi pada keluarganya...." ucap Siyue menjawab perkataan Zuzaku yang entah di mana. Perlahan Siyue membuka aray yang menutupi tutup botol itu.
"Sekarang keluarlah...dan kita lakukan pengangkatan dirimu menjadi keluarga kami.." ucap Siyue lembut. Pria kecil itu segera terbang dan hinggap di tangan Siyue.
Perlahan Pria kecil itu duduk di tangan Siyue. Lalu dia menunduk dan menggigit kecil jemari telunjuk Siyue dan mengisapnya sedikit. Namun Siyue tak merasakan apapun. Setelah itu terlihat Dia kembali menangis.
"Lo kenapa kau menangis lagi...?" tanya Siyue heran .
"Aku ..aku bahagia karena sekarang aku tidak sendiri lagi dan akan terlepas dari tangan Raja Iblis yang jahat itu. ..." ucapnya sambil menatap Siyue haru .
"Ya sudah sekarang kau tinggalah di sini bersama mereka. Aku akan kembali ke alam nyata. Karena aku sudah hampir satu jam di sini. Sebab Kami akan segera berangkat menuju Alam bawah tempat kerajaan Iblis.." kata Siyue.
"Aku ikut..." ucap Tangliang gembira.
Tentu saja Siyue kaget . mana mungkin Dia membawa Tangliang keluar . Namum ucapan Tiger membuat Siyue akhirnya membawa Tangliang keluar .
"Bawa saja Yue'er...bukankah nanti ada kami bersama Dia..." ucap Tiger.
"Baiklah.. Tapi yang ikut keluar hanya tiger Liong Bay Ivy dan Feng Qui. Yang lainnya tolong jaga Putraku. Dan mungkin para prajurit Khusus saat menuju Kerajaan Iblis akan aku masukkan kemari. Jadi tolong mereka manti kalian awasi..." titah Siyue.
"Ibu...aku di dalam saja bersama si Kembar Ya...?" ucap Haucan.
Mereka berdua sekarang memang sudah berada di ruang Teratai setelah kelahiran Si Kembar.
"Boleh...ingat jaga adik kalian dengan baik..." kata Siyue sambil mengusap kepala kedua naga yang terlihat sangat manja pada Siyue.
"Hey Kak... Aku juga akan menjaga keponakanku dengan benar...!" Seru Baizi.
"Iya aku tahu..." ucap Siyue sambil mengusap kepala Bai zi yang tak mau kalah dengan kedua naga kembar itu.
"Dan untuk kalian bertiga ( menunjuk pada tiga teratai yang berdiri dengan tenang di dekat Siyue.) kalian jangan berkeliaran di luar, lebih baik tinggal di sini saat para prajurit berada di ruang teratai ini...aku tidak ingin terjadi apapun pada kalian bertiga. kalian tahu Kan , kalau kalian itu benda yang Di cari manusia serakah..." ucap Siyue dengan lembut .
"Baik Yueyue...kami akan tinggal di sini , tapi kami boleh kan menjaga si kembar ...?" ucap Xio Hua . Tentu saja boleh...ingat jamgam sampai si kembar menangis... Kalau Mereka Nangis, panggil aku...Ya sudah aku pergi...." ucap Siyue . Akhirnya Siyue keluar dari ruang teratai bersama ke empat mahluk kontraknya Serta si kecil Tangliang . Ketika sampai Di depan semua keluarga, Dewa Wiqya berkata.
"Kok lama Sayang..." tanya Dewa Widya lembut.
Namun matanya agak kaget ketika dia melihat tubuh kecil bersayap di dekat Feng Qui.
"Dia....!" seru Dewa Wiqya sambil menatap Tangliang dengan tatapan tajam .. merasa takut, Tangliang bersembunyi di balik rambut Siyue .
"Aah..hampir Lupa...Dia Tangliang adik angkatku Han... Dan kau Tangliang...Dia suamiku Dewa Wiqya . .." ucap Siyue memoerkenalkan diri .
"Adik angkat...?" tanya Dewa Widya heran.
"Nanti aku ceritakan, sekarang ayo kita berangkat,..." ajak Siyue.
Akhirnya Mereka segera pergi meninggalkan istana Dewa Yang Xi. Namun Dewa Yang Xi mengantar Mereka sampai di Istana Dewa Wiqya. Karena mereka akan berangkat dari sana bersama para prajurit Khusus dan para perwira Kerajaan Nirwana. Setelah menaiki dua Kereta milik Dewa Yang Xi, Demi ketenangan kedua oramg tuanya dan si kembar, Siyue meminta kedua orang tuanya dan si kembar masuk kedalam ruang Teratai .
Dari Istana Dewa Yang Xi sampai Istana Dewa Wiqya , Ternyata memerlukan waktu hampir satu jam waktu yang di tempuh . Dan Kini mereka telah berada di istana Dewa Widya. Dan di sana Siyue melihat para Prajurit telah menunggu kedatangan mereka . agar tidak menjadi kehebohan dan terhindar dari mata- mata Kerajaan Iblis, Siyue membawa seratus prajurit dan lima perwira utama, ke. dalam ruang teratai dalan keadaan tertidur. Dengan kecerdikannya Siyue memberi pil tidur buat mereka .
"Tidak baik mereka tahu tempat ini..." ucap Siyue saat mendapat pertanyaan dari Dewa Saora ketika Siyue memberi mereka pil yang membuat mereka tidur. Dewa Saora mengerti apa yang Di maksud Siyue. akhirnya dengan kekuatannya, Siyue membawa mereka masuk kedalam ruang Teratai nya. mereka di tempatkan Di padang rumput luas di dekat hutan. hingga rindang pepohonan menutupi mereka dari cahaya matahari ruang Dimensi Siyue. Entah bagaimana cara kerja ruang Dimensi itu . Entah dari mana matahari muncul , apakah itu hanya matahari buatan, ataukah matahari seperti alam nyata. (jangan tanyakan pada author ya...soalnya Author juga nggak tahu dari mana itu 🤔🤔🤔)
"Apakah guru ingin masuk juga...?" tanya Siyue.
"Boleh...dari pada aku jadi patung buatan yang akan mengganggu kalian berdua.." ucap Dewa Saora dengan wajah tenang .
"Guru...." seru Siyue malu camour kesal . Dewa Saora hanya teetawa melihat wajah kesal Siyue .
Akhirnya Siyue memasukkan juga Dewa Saora kedalam ruang teratainya. Tapi Siyue menempatkan Dewa Saora Di istana.. hanya saja Dia berpesan pada Xiao Tu untuk membawa Dewa Saora ke tempat para prajurit kalau nanti Dia ingin menemui mereka.
udahan dulu ya...aku lanjut besok
__ADS_1
jangan lupa like, vote , dan Komennya aku tunggu maaf jika masih ada Typo.
Bersambung.