Duta & Yumna

Duta & Yumna
115


__ADS_3

Duta sudah sampai di bandara saat tengah malam. Ia langsung menelepon Nick untuk segera datang. Duta menunggu Nick di salah satu kafe kopi ternama agar lebih terasa santai.


Tidak sampai satu jam Duta menunggu, Nick pun datang menghampiri meja Duta.


Duta menatap Nick lekat dan begitu sebaliknya.


"Terima kasih sudah mengingatkan aku. Terima kasih juga sudah menjaga Yumna selama aku tidak bersamanya," ucap Duta dengan tulus lalu menyodorkan buku menu itu pada Nick.


"Sama -sama, Ta. Cuma itu yang bisa gue lakukan but lo," ucap Nick tegas sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan untukemmesan kopi dan cemilan sebagai teman bicara bersama Duta.


"Semua informasi uyang lo berikan itu benar adanya. Gue lebih baik melepas semuany dari pada harsu masuk perangkap," ucap Duta lantang menegaskan.


Nick hanay tersenyum puas mendengar pengakuan Duta.


***

__ADS_1


Arsista menangis di pangkuan Ibu Maheswari, pemilik kontrakan yang di sewa oleh Duta dan Yumna atas rekomendasi Ibu Maheswari.


"Sudahlah. Mungkin dia memang bukan jodoh kamu, Sista," ucap Ibu Maheswari memberikan pengertian.


Saat Duta pulang, Ibu Maheswari langsung memberitahu pada Arsista. Kesempatan itu tak di sia -siakan Arsista yang ingin menjebak Duta.


Arsista sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Ia pun memberanikan diri menemui Duta dengan segala cara.


Ada satu rahasia yang tak di ketahui tentang hubungan yang rumit ini.


Wisnu sendiri akhirnya di jodohkan dengan seorang janda kaya yang memiliki putra eumuran dengan putrinya. Janda itu tak lain Mama Nick. Setelah menikah, Mama Nick fokus pada ruamh tangganya dan mengurus kedua putra dan putrinya.


Arsista memisahkan diri dari sang Papah dan Mama tirinya karena ingin hidup mandiri. Seadngkan Nick mmeilih hidup di Paris denagn beberapa kerabat almarhum Papahnya. Tanpa diketahui secara pasti, Mamanya sakit keras akibat depresi dan akhirnya meninggal.


Usut punya usut ini semua ada hubungannya dengan warisan dan harta kekayaan dan tentunya kematian Mama Nick seperti terlihat sangat terencana sekali.

__ADS_1


Nick bersikeras mencari tahu. Apalagi setelah tahu, smeua kekayaan milik Ibunya tak satu pun ada nama Nick disana. Nick tidak meminta dan tidak mencari pembelaan untuk mendapatkan hak waris. Seharusnya Papah Wisnu tahu diri semua asal muasal kekeayaan itu dari mana.


Tak hanya itu saja, Nick akhirnya mengetahui bahwa selama ini perniakhan Mamanya dan Papah Wisnu hanay sandiwara saja. Papah Wisnu hanya ingin mendapatkan bagian dari keluarganya dan menguras harta Mama Nick. Selama itu ia tetap berhubungan dengan Maheswari, mantan kekasihnya.


Keduanya tetap menjalin hubungan setelah menikah dengan pasangannya masing -masing. Maheswari mengaku menjadi wanita mandul hingga tak pernah memiliki anak setelah pernikahan dengan suaminya yang terjalin lama. Suaminya pun tidak pernah tahu tentang masa lalu Maheswari.


Nick memiliki smeua bukti itu termasuk Arsista yang memang sudah berkomplot dengan Herlanda. Papah Wisnu sengaja meminta Duta atas permintaan putrinya. Kebetulan Papah Wisnu kenal baik dengan Ayah Duta.


"Setelah ini, kita tutup masalah ini. Bahagiakan Yumna, Ta. Sebelum semuanya terlambat. Ia sedang hamil, jangan sampai ia mengalami trauma yang berdampak pada psikisnya dan bayinya juga," ucap Nick pada Duta.


"Ku pikir kamu seperti Lukas, Nick. Ternyata aku malah salah menilai kamu," ucap Duta tersenyum.


"Awalnya pun aku berniat ingin merebut Yumna dari kamu, Ta. Tapi, semua itu aku urungkan. kau melihat Yumna begitu cinta sama kamu. Kamu itu lelaki beruntung, Ta. Aku malah iri sama kamu," puji Nick denagn bangga.


Duta hanay mengangguk kecil. Betul kata Nick. Ia beruntung mendapatkan Yumna yang cantik, ceria, lucu dan penurut. Tidak semestinya Duta menyia -nyiakan Yumna.

__ADS_1


__ADS_2