Duta & Yumna

Duta & Yumna
47


__ADS_3

Duta terdiam dan berusaha mengingat kejadian demi kejadian yang ia alami selama berada di Jepang. Memang waktu pengumuman pemilihan mahasiswa untuk pertukaran pelajar begitu cepat dan tanpa ada syarat khusus. Nama Duta langsung mencuat di papan pengumuman sebagai mahasiswa satu -satunya yang menjadi wakil kampus untul studi banding ke negara Jepang. memang tidak ada yang di rugikan, toh Duta bisa menyelesaiakan kuliahnya dengan cepat.


Tapi ... Itu semua Duta lakukan karena Duta rajin dan sudah bimbingan saat ia masih studi banding. Lalu? Apa kecelakaan yang menyebabkan Duta buta dan lumpuh juga ada unsur kesengajaan? Jadi maksudnya ini semua sengaja di lakukan agar Duta tidak kembali ke Indonesia. Duta tidak bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dan nama baiknay hancur karena tidak bisa membawa nama baik kampus? Itu tujuannya? Jadi? Semua ini sudah di rencanakan? Sudah di atur sedemikian rupa karena Duta terlalu vokal sebagai Ketua BEM?


Lalu? Soal Yumna kemarin? Jangan -jangan itu juga hal yang sudah di rencanakan? Duta termangu dan menatap kosong ke arah depan. Padahal hanya ada tembok berwarna putih dengan tatapan tanpa kedip.


"Ta!! Lo gak apa- apa?" tanya Kahfi pada Duta yang langsung terdiam.


Lita juga ikut mengibaskan tangannya di depan Duta agar Duta bisa tersadar dari lamunannya tidak lagi merenung.

__ADS_1


"Ta!! Woy!! Ngalamun aja!!" teriak Omesh denagn suara lantang sambil menggebrak pundak Duta.


"Eitsss ... Sorry semuanya. Kok gue mulai perlahan tahu alur permainan mereka, ya? Kayaknya mereka memang gak suka sama gue, dan mau menyingkirkan gue dari kampus, dengan buang gue jauh ke Jepang. Setelah itu mencelakakan gue. Sekarang mereka ngincer Yumna," ucap Duta pada semua temannya.


"Maksud lo, Ta? Mereka saadr lo kembali ke iNdonesia dan pasti akan menjenggal usaha lo ini? Makanya mereka bikin Yumna ....," ucapan Lita terhenti. Lita ingat saat Edo di telepon Bima dan bilang aman.


"Kenapa Ta? Lo ada info penting?" tanya Kahfi pada Lita.


Duta menatap Lita tajam seolah penasaran dengan ucapan Lita baru sjaa.

__ADS_1


"Apa yang terjadi sama Yumna? Gue malah gak tahu?" tanay Omesh ikut penasaran.


"Kata Edo, Yumna masuk rumah sakit. Di saat yang bersamaan Edo malah ke rumah sakit, eh dia malah jenguk Bima? Gue jadi penasaran, apa yang terjadi sama Yumna dan Bima. Kok bisa barengan gitu maasuk rumah sakit tapi di rumah sakit yang berebda," ucap Lita menjelaskan.


"Berarti kasus Yumna gak ada yang tahu ya? Gue kasih tahu, Yumna itu hampir mendapat perlakuan tidak pantas dari Bima. Mungkin Bima mendorong Yumna terlalu kencang hingga Yumna tidak sadarkan diri. Di saat yang tepat, gue datang ke gudang itu terus gue pukul Bima hingga babak belur. Lo tahu, saat itu untung gue udah balik ke Indonesia dan emang gue lagi cari waktu yang tepat buat kasih kejutan pada Yumna. Terus kalau gue gak balik, lo tahu, semua pasti bakal terjadi," ucap Duta lirih sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Kahfi menepuk pundak Duta dan memberikan semangat pada Duta.


"Sabar Ta. Kita kupas semuanya dengan tuntas, Ta. Gue pastiin smeua orang yang terlibat bakal kita permalukan dan masuk sel. Gue harap kerja samanya. Biar kita punya nama baik setelah ini," ucap Kahfi tersenyum.

__ADS_1


"Bukan itu saja. Semoga kita masuk TV juga karena mengungkap mafia -mafia garong," ucap Omesh ikut emosi.


__ADS_2