
Semua mahasiswa berdemo di depan halaman kampus mereka dengan mnggunakan jas alamamater dan ikat kepala berwarna merah putih sebagai bentuk cinta damai dan cinta negara terlebih mereka cinta pada Kampus ini.
Banyak kebijakan yang berubah dan makin keisni, suasana Kampus semakin tidak nyaman dan tidak kondusif.
Kak Jone, Kak Dafa, Duta, Ferdi dan Lita sudah turun di halaman kampus mengubdang semua teman -temannya untuk berdemo. Duta mulai berorasi untuk mengubah aturan kampus dan mengukuhkan kapmpus ini sebagai kampus yang terakreditasi dan masalah sengketa akan di urus hingga tuntas lalu memenjarakan segelintir orang yang ingin kampus ini tiada.
Sejak pagi orasi sudah dilakukan, suasana kampus menjadi tidak kondusif dan pro kontra semakin terlihat. Dengan begini semakin nyata ada dua kubu di Kampus ini. Kubu yang tetap ingin mempertahankan kampus ini dan kubu yang ingin menghancurkan kampus ini dan menggantikan dengan bangunan komersil.
Bapaknya Alice turun dari lantai dua dan keluar ke halaman kampus untk memberikan penjelasan.
"Turunkan semua mafia kampus!!" ucap Kak Jone memberi arahan yang di ikuti oleh smeua mahasiswa yang ikut berdemo.
"Turunkan!!" teriak semua mahasiswa yang hadir di sana sambil membawa spanduk.
"Penjarakan semua mafia kampus!!" teriak Kak Dafa ikut memberikan arahan.
"Penjarakan!!" teriak semua mahasiswa yang memang mulai mengendus keanehan di dalam kampus.
Buldoser untuk meruntuhkan gedung itu juga sudah siap di depan jalan raya. Rencananya gedung kampus itu akan di runtuhkan hari ini tanpa ada aba -aba sebelumnya.
Ariel dan Ega datang dengan pendiri kampus, Bapak Sudiro. Bapak Sudiro berjalan menuju tangga depan kampus dan berdiri di depan Bapaknya Alice, Dosen senior bernama Hans.
"Ada apa ini?! Siapa yang membawa buldoser ini?!! Siapa yang berani meruntuhkan kampus kita tercinta ini!! Kalau anda sudah tidak mau bekerja disini!! Silahkan pergi!!" teriak Sudiro dengan suara keras dan lantang.
Semua mahasiswa di harapkan tenang dan tak bersuara sedikit pun agar suasana tetap tenang dan sunyi sambil mendengarkan pemilik kampus berbicara.
"Saya tidak tahu menahu soal ini, Pak Ketua," ucap Hans sedikit ragu dan bingung.
"Lalu soal kematian Profesor yang tiba -tiba? Hingga CCTVnya hilang juga? Anda tidak tahu? Lalu apa saja yang anda kerjakan di kampus dan untuk menjaga kampus? Tidak ada kan?" tanya Pak Sudiro melotot.
"Kenapa anda menyalahkan saya di persoalan ini? Saya mengerjakan semuanya sendiri, apa saya juga harus mengikuti semua orang yang bekerja disini hingga ke ujung kukunya saya harus tahu?!1 Saya keluar dari kampus ini!!" teriak Hans dengan lantang.
__ADS_1
Satu orang dengan berani berteriak. "Tangkap dia!! Dia mafia kampus!! Generasi bangsa di rusak olehnya!! Dia hanya ingin cuci tangan dari masalah ini!" teriak mahasiswa senior dengan suara lantang lalu berlari ke depan membawa toa.
Hans melotot saat menatap lelaki yang ada di depannya. Ya. Yoshua. Yohua ada di depan matanya. Yoshua membeberkan semua kejahatan Sudiro hingga ia memberikan sertifikat palsu kepada Sudiro dan memberikan sertifikat yang asli pada Bos besar. Makanya kmpus ini bisa di runtuhkan kapan saja.
"Saya punya bukti kuat!! Mau saya beberkan, saya tunjukkan bukti itu? Atau anda ingin mengakui smeua ini, Pak Hans!!" teriak Yoshua dengan keras dan penuh emosi.
Duta, Dafa dan Jone juga berada di sana menemani Yoshua.
Andrew yang melobby Yoshua untuk membeberkan semua ini, dan Yoshua siap melakukannya. Hidupnyaa sudah tak berguna lagi. Menyesali kesalahan atas perbuatannya pun percuma. Jadi, lebih baik, Yoshua menceritakan smeua yang ia ketahui tanpa ada rasa takut. Andrew meminta ijin polisi untuk membawa Yoshua dengan pengawalan ketat.
Hans kaget sekali melihat Yoshua yang ada di depannta. Kilatan cahaya dari matanay jelas menampakkan bahwa Hans tak suka pada Yoshua.
"Bukti apa yang kau punya anak muda?!!" tantang Hans pada Yoshua.
"Putar rekaman itu!!" teriak Yoshua pada Andrew yang memutar sebuah rekaman pembicxaraan antara Yoshua, Alice dan Hans.
Isi rekaman tersebut, "Kalian mau tidak mau harus jadi tumbal. Nanti kalian akan saya keluarkan dari penjara. Paling lama satu minggu. Saya janji pada kamu, Alice dan kamu, Yoshua. Saya ada urusan bisini besar denagn salah satu investor yang bisa mendanai bisinis kita ini. Tapi. bos besar itu meminta kampus kita. Buat carut marut kampus kita. Buat kampus kita gagal mendidik para mahasiswa dan selalu ada masalah di dalamnya!! Paham!! Binasakan Ketua BEM kita, buang jauh dia agar tidak ikut campur dan emnganggu urusan kita!!"
"Masih mau ngelak dengan bukti ini? Atau mau di putra bukti rekaman lainnya yang lebih menunjukkan kebusukan anda sebagai petinggi kampus, dosen dan Ayahnya Alice!!" tereiak Yoshua denagn suara keras semakin lantang.
Semua bukti sudah di dengar oleh Dafa, Duta dan Jone serta timnya. Tidak ada yang bisa lari dari kericuhan ini kecuali memang mengaui kesalaha yang telah di perbuat.
Hans melirik ke arah kiri dan kanan. wajahnya nampak ketakutan sekali. Semua orang memnadang dirinya hina. Seharusnya ia bahagia saat ini, kenapa malah berakhir seperti ini.
"Ini bukan salah saya!! Bukan salah saya!!" teriak Hans membela diri.
"Bukan salah anda?! Tapi bukti kuat telah membuktikan anda bersalah, Pak Hans!! lalu kalau bukan salah anda, kita semua harus menyalahkan siapa? Profesor yang sudah mati?! Kecuali anda mau mengungkap semua ini!!" teriak Duta main lantang.
Duta makin gemas, setelah tahu keberangkatannya ke Jepang dan kecelakaan yang mengakibatkan ia terluka itu adalah suatu misi agar Duta tak pernah kembali. Semua salah!!
"Duta ... Ini bukan salah saya!!" ucap Hans pelan sambil melangkah mundur.
__ADS_1
"Terus? Saya minta pertanggung jawaban siapa? Di notaris jelas, anda yang menyalahgunakan jabatan anda untuk membalik smeua nama lahan ini atas nama anda, dan anda bergerak bebas untuk meruntuhkan bangunan ini dan anda hanya di iming -imingi bisnis besar yang ternyata haram!! Sampai anda tega membengkuk anda anda sendiri menjadi tumbal dalam pesta haram!! Siapa dalang ini semua!! Siapa!! Dimana dia!!" teriak Duta semakin marah dan emosi.
Sampai saat ini keberadaan yumna juga belum di ketahui. Duta sebenarnya masih galau dan frustasi, tapi memang harus satu -satu ia jalani. Karena Duta dan yang lainnya sangat yakin, Yumna ada di tempat yang paling aman.
"Sampai kapan pun kamu tidak akan pernah tahu siapa dia!!" teriak Hans dengan lantang dan keras.
"Tangkap dia!!" teriak Lukas tiba -tiba ada di barisan paling belakang. Ia ikut serta dalam demo itu. Berpakaian rapi lengkap dengan jas almamater.
"Lu -lukas?" ucap Duta lirih.
"Hai Duta ... Tentu aku pro dengan misi kalian. Aku datang kesini, karena ingin kampus ini tetap berdiri. Aku juga punya bukti kuat, ini sertifikat yang asli, waktu Pak Hans ingin menukar dan kemudian membalik nama. Ini untuk anda Pak Sudiro. Pak Hans sudah melakukan banyak perbuatan salah. Tidak hanya menjebak anaknya sendiri tapi juga ia adalah Bos besar itu sendiri," ucap Lukas dengan bukti kuat.
Yoshua melirik ke arah Lukas dan Lukas mengabaikan tatapan Yoshua kepada dirinya.
"Kamu dapat dari mana bukti ini, Kas?" tanya Duta pada Lukas yang menyerahkan beberapa bukti.
"Sepenting itu? Bukankah aku sudah membantu kamu untuk kesekian kalinya? Dan kali ini adalah hal yang paling susah, mempertahankan sesuatu yang sudah di pindah namakan itu sulit. Tapi, dmei rasa cinta aku pada kampus ini, aku rela mencari bukti itu. Polisi tangkap dia," ucap Lukas dengan senyum penuh arti.
Lukas datang membawa beberapa polisi untuk menangkap Hans dan menjebloskannya ke dalam penjara, agar Hans ikut merasakan dinginnya sel tahanan itu. Lleaki macam itu jangan di biarkan bebas berkeliaran.
"Selamat Ta!! Misi kamu berhasil. Sukses terus untuk kamu. Permisi," pamit Lukas pada Duta dan yang lainnya.
Kepergian Lukas dan penangkapaan Hans, berakhir sudah kisah mafia dalam kampus. Tapi, sepertinya tidak smeudah itu membereskan persoalan ini, seperti menggoreng tahu bulat saja, bisa di ringkus secara mendadak.
Semua mahasiswa dan Pak Sudiro sebagai pendiri kampus mulai bereforia untuk merayakan keberhasilan mereka mencegah peruntuhan gedung dan memusnahkan kampus. Sertifikat asli sudah di tangan Pak Sudiri, begitu juga dengan ijin pendirian kampus serta akreditasi kampus yang sudah lengkap dan legal hukumnya. Tidak akan ada lagi yang mampu menjatuhkannya dengan cara kotor sekali pun.
***
"Menurut lo ada yang janggal gak sih?" tanya Lita saat mereka berkumpul di apartemen Duta. Mereka masih syok denagn kedatangan Lukas tiba -tiba. Pasalnya lelaki itu sudah lama tidak aktif di kampus.
"Janggal sih iya. Sudahlah, kita fokus cari Yumna. Polisi sudah mencari tapi belum berhasil," ucap Dafa agak kecewa.
__ADS_1
"Guys!! Gue ada kabar baru nih. Ini informasi akurat banget dari temen gue di Jepang," ucap Duta yang tergesa -gesa memberitahu pada semua teman -temannya.