
"Gak tahulah. Yumn amau istirahat," ucap Yumna langsung pergi dan naik ke atas menuju kamarnya.
Jone dan Dafa saling menatap dan melirik ke arah Duta. Bunda Sinta juga menggelengkan kepalanya pelan tak percaya dengan sikap putrinya sekarang yang menjadi lebih keras.
"Gak lo kejar Ta?" tanya Jone pada Duta.
"Gak perlu," jawab Duta singkat.
"Maafin anak Bunda ya Duta. Kamu harus sabar," pinta Bunda Sinta pada Duta.
"Iya Bunda. Duta sabar kok," jawba Duta pelan sambil melirik ke atas ke arah kamar Yumna yang sudah tertutup kembali.
"Lo masih masih cinta kan sama adik gue!! Bilang gak gue hajar juga lo," ucap Jone mengancam.
"Berani mengambil langkah menikah dan berani menghamili itu kan tandanya memang mencintai dan menyayangi. Sebenarnya kalau perasaan Duta gak perlu di ragukan lagi Kak. Tapi kalau begini terus? Malah membuat Yumna menderita dan tak nyaman. Lebih baik Duta menerima deaagn lapang dada kan? Semua keputusan yang Yumna ambil," ucap Duta menjelaskan dengan tenang.
"Tapi kan lo mesti nunjukkin kalau lo emang masih sayang sama adik gue, masih cinta sama adik gue. Bukan malah nerima semuanya dengan sikap lapang dada! Kesannya lo kayak gak serius jadinya!" ujar Jone ketus.
__ADS_1
"Maaf. Bukan Duta gak serius. Tapi, Duta juga ingin mengajarkan Yumna untuk lebih berhati -hati dalam bicara dan tidak mengambil keputusan sepihak saja," ucap Duta menjelaskan.
"Bunda setuju. Yumnan emmang anak Bunda. Tapi, saat ini, Yumna sudah bukan anak gadis Bunda. Yuman punya suami dan sebentar lagi akan memiliki anak. Seharusnya Yumna bisa lebih berhati -hati dalam mengambil sikap. Tidak ambil keputusan sendiri dan akhirnya Bunda yakin, Yumna menyesal dengan semua ini," ucap Bunda menjelaskan.
"Udahlah gini aja. Kita ambil jalan tengah saja. Sini Ta, gue bisikin. Gue yakin cara ini Yumna apsti luluh," ucap Dafa meyakinkan.
Duta pun menurut dan mendekati Dafa mendengarkan seeua perintah Dafa yang sangat masuk akal sekali. Perlu di coba solusi dari Kak Dafa.
***
Suara burung gereja di sekitar atap rumah Yumna sudah berisik berkicau sejak matahari terbit tadi. Lengan kekar Duta juga masih memeluk tubuh Yumna sambil mengusap perut Yumna sesekali. Sejak semalam Duta pergi tidur di kamar Yumna sesuai perintah Dafa.
Yumna meraba perutnya yang terasa hangat dan merasakan geli karena jari -jari Duta bermain menggelitik di sekitar perut buncit itu. Tubuhnya juga terasa terhimpit dengan aroma parfum yang biasa ia cium. Yumna melirik sekilas dan benar saja, suaminya sudah ada di sampingnya.
Yumna kembali memejamkan kedua matanya dan mengurungkan niatnya untuk bangun dari tidurnya.
Ternyata anta apikiran dan hatinya memang tak sejalan. Pikirannya menginginkan Duta pergi dari kehidupannya karena egonya yang tinggi. Tapi, hati dan batinnya menginginkan kemesraan seperti ini lebih lama lagi. Rasanya pagi ini jangan sampai berlalu menjadi siang.
__ADS_1
Duta yang sebenarnya sudah bangun sejak tadi pun mengulum senyum di belakang tubuh Yumna. Duta senang, ternyata Yumna mau menerimanya kembali. Tubuh Yumna semakin di tarik dan dekap erat di tubuhnya. AC pendingin kamar sengaja di turunkan levelnya agar udaranya semakin sejuk.
"Hari ini gak usah ngampus dulu ya. Kakak kangen," cicit Duta manja dan menciumi tengkuk Yumna hingga istrinya kegelian.
"Ekhemmm ...," jawab Yumna seolah pasrah.
"Kalau gak mau ya gak apa -apa. Kakak mau mandi terus kerja," ucap Duta berpura -pura melepaskan pelukan dari tubuh Yumna dan akan bangun dari tidurnya.
Yumna dengan cepat menahan tangan Duta dan tetap meletakkan tangan itu di perutnya yang semakin membesar.
"Jangan pergi dong, Kak," cicit Yumna denagn suara manjanya.
"Ekhemmm ... Gak akan pergi asal kamu bilang, masih butuh Kakak," ucap Duta pada Yumna.
"Dehh ... Apaan sih. Ya udah sana kerja aja," ucap Yumna kesal dan menjauhkan tangan Duta dari perut besarnya.
"Hemmm ... Masih aja keras kepala. Ya udah, yuk tidur lagi. Lupakan soal yang lalu. Kita buka lembaran baru tanpa ada si anu, si itu, si si si yang lainnya," ucap Duta mencium pipi Yumna.
__ADS_1
"Janji ya. Awas kalau bohong," ucap Yumna mengingatkan.
"Kakak janji Yumna. Tolong ingatkan kakak, kalau memang kamu sudah tidak nyaman jika Kakak dekat seseorang," ucap Duta ikut mengingatkan Yumna.