Duta & Yumna

Duta & Yumna
24


__ADS_3

Yumna mulai menceritakan semuanya tentang Bima. Bima yang bersikap kurang ajar terhadap Yumna.


"Serius Na? Bima begitu? Kelihatannay dia baik. Apalagi dia sekarang Ketua BEM," ucap Yuri seolah tak percaya dengan ucapan Yumna.


"Kamu kira, Yumna berbohong soal ini, Ri? Yumna bicara apa adanya," ucap Yumna berusaha meyakinkan Yuri, sahabatnya.


"Yuri percaya kok Na. Cuma Yuri gak habis pikir aja, kok bisa -bisanya Bima melakukan hal setega itu" ucap Yuri masih saja sedikit meragukan.


Yumna kembali diam dan memandang langit -langit kamar tempat ia di rawat.


"Ya sudahlah. Gak perlu di bahaas. Lalu siapa yang membawa Yumna ke sini? Ekhemmm ... Maksud Yumna, siapa yang menolong Yumna ke tempat ini," tanya Yumna pada Yuri yang masih tertegun menatap Yumna.


"Yuri juga gak tahu. Yuri hanya di telepon pihak rumah sakit untuk datang ke sini karena kamu masuk IGD. uri usdha berusaha cari tahu siapa yang menolong kamu, Na. Tapi tidak ada jejak sama sekali. Makanya Yuri kaget, kamu cerita soal Bima. Jadi speerti kejadian sebenarnya? Yuri masih gak nyangka aja. Ketua BEM bejat begitu," ucap Yuri memegang tangan Yumna.

__ADS_1


"Maafin Yuri yang meragukan kejujuran kamu. Bukan gak percaya, cuma masih gak nyangka aja. Tapi, Yuri yakin semua yang Yumna bilang pasti benar. Kita sudah bersahabat lama, Na. Gak ada satu hal pun yang membuat Yuri ragu sama kamu, Na," imbuh Yuri dengan senyum menawan.


Tangan Yumna yang lain ikut menggenggam tangan Yuri dengan sangat erat dan ikut tersenyum.


"Makasih ya Ri, sudah bantu Yumna. Semoga cepat atau lambat kita bisa tahu soal siapa yang nolong Yumna. Biar Yumna bisa mengucapkan terima kasih," ucap Yumna.


"Semoga ya. Sekarang yang terpenting kamu sehat dulu, Na. Oh ya? Mau makan apa? Biar Yuri belikan," ucap Yuri menawarkan.


"Nanti aja Ri. Kamu kalau mau makan, beli makan dulu aja. Jangan sampai sakit, nanti Yumna kena tegur Kak Dafa," ucap Yumna tertawa.


"Ri ... Kata dosen studio Yumna. Kak Duta ikut wisuda bulan depan. Katanya lagi, Kak Duta udah pulang," ucap Yumna menceritakan kembali apa yang Yumna ketahui dari dosen pengampu mata kuliah yang sedang Yumna ambil itu.


"Masa sih? Kamu yakin Na, dosen kamu bilang gitu?" tanya Yuri tak percaya. Selama ini tidak ada kabar lagi soal Duta dari Kak Dafa. Biasanya Kak Dafa selalu memberikan informasi berkala untuk Yuri tentang suami Yumna itu.

__ADS_1


"Iya bener. Makanya tadi itu YUmna langsung ke bawah mau ke lantai satu. Mau cek ke ruang pengajaran, tapi ada Bima, dan kejadian buruk itu terjadi. Untung saja, Bima gak sempat macem -macem," ucap Yumna lirih.


"Kok kamu tahu? Bukannya kamu pingsan. Na?" tanya Yuri semakin bingung.


"Nah itu Ri. Waktu Bima sempat pukul Yumna. Yumna itu masih sedikit sadar. Kedua mata Yumna emang berat untuk terbuka tapi telinga Yumna mendengar kericuhan di depan lalu pintu di dobrak dan Bima di pukuli. Yumna cuma ingat wangi lelaki itu, kayak kenal tapi Yumna lupa," ucap Yumna kembali memejamkan kedua matanay berharap Yumna bisa mengingat semuanya dengan lebih baik lagi.


***


"Yumna!!" teriak Lukas yang terbangun dari mimpi buruknya.


Keningnya sudah basah karena keringat dan napas Lukas begitu memburu.


"Mimpi buruk lagi?" tanya Asma yang memberikan satu gelas air putih yang di tempelkan pada telapak tangan Lukas.

__ADS_1


Senyum Lukas nampak terlihat di paksakan dan sangat kecut menatap ke arah asal suara Asma sekilas lalu mengambil air minum itu dan di teguknya hingga habis tak bersisa, dan mengembalikan kembali pada Asma.


"Arghhh ... Pergi. Aku ingin sendiri," ucap Lukas ketus.


__ADS_2