Duta & Yumna

Duta & Yumna
124


__ADS_3

Duta menatap Yumna dari kejauhan. Duta rindu dan sangat rindu. Padahal mereka baru satu bulan berpisah dan seharusnya itu terasa biasa saja, jika hubungan mereka baik -baik saja. Berhubung hubungan mereka tidak baik -baik saja, Duat merasa hatinya kosong, hidupnya hampa dan pikirannya terus tertuju pada Yumna, istrinya yang semakin hari semakin terlihat sangat cantik sekali.


Dering ponsel Duta terus berdering Pras dan Cahyo terus bergantian menelepon Duta untuk mengabarkan bahwa klien sudah dalam perjalanan dan meetnig akan segera di muli. Setidaknya Duta sebagai koordinator proyek ini bisa mempersiapkan presentasi dengan baik.


"Iya sebentar lagi gue kesana. Sabar dong," ucap Duta cepat. Mau tidak mau Duta harus segera pergi dari parkiran kampus dan merelakan kehilangan moment kebersamaan dengan Yumna walau hanya menatap dari kejauhan.


Duta menyalakan mesin mobilnya lagi dan pergi begitu saja meninggalkan kampus. Pekerjaannya memang penting tapi lebih penting Yumna. Namun saat ini, Duta harus bisa realistis mencintai diri dan hidupnya sendiri. Mencoba menerima kenyataan dan permintaan yumna.


"Kamu itu memang keras kepala, Na. Dulu kamu gak begini. Apa karena hamil? Kamu jadi begini?" tanya Yuri pada Yumna.


"Gak juga. Rasa kecewa yang buat Yumna begini. Kalau masalah hamil, Yumna sama sekali tidak merasakan apa -apa kecuali nafsu makan bertambah banyak," ucap Yumna dengan nada ketus.


"Tapi ... Kamu berubah Na. Apa karena Nick?" tanya Yuri menuduh.

__ADS_1


"Nick? Bisa -bisanya kamu malah bawa -bawa Nick, Yuri. Nick itu gak ada hubunagannya denagn ini semua. Malahan dia yang suruh Yumna untuk memaafkan Duta. Kemarin Nick email Yumna, karean emmang kita berjanji untuk tidak berhubunagn lagi kecuali berkabar melalui email," ucap Yumna dengan menarik napas panjang.


***


"Buat apa sih? Kamu ganggu rumah tangga orang yang sudah bahagia? Apa lupa dengan dosa yang di perbuat Papahmu etrhadap Mamahku?" ucap Nick pada Arsista di sebuah taman bermain.


Keduanya sepakat bertemu untuk membahas masalah keluarga mereka.


Arsista berdiri sambil melipat tangannay di depan dada dan tertawa sinis setelah mendengar ucapan Nick.


Nick mulai geram dan meremat kepalan tanagnnya lebih erat lagi. Kalau saja, Arsista laki -laki tentu wajahnya sudah terkena pukulan telak yang bisa membekas biru lebam.


"Suatu hari, karma itu pasti ada!! Gue cuma berharap lo gak lagi -lagi ganggu Duta dan Yumna. Biarkan mereka bahagia. Lo cukup jadi penonton dan merasakan kebahagiaan itu. Lo bisa cari cowok lain yang lebih dari Duta dengan segala kesempurnaan yang lo punya, tapi janagn rusak kebahagiaan sahabat gue," tegas Nick kemudian.

__ADS_1


"Lo pikir, lo itu siapa Nick? Lo pikir, lo punya power buat hidup gue? Gak sama sekali. Nyokap lo mati karena sakit bukan karena Papah gue!! Lo harus terima itu!!" ucap Arsista penuh kebencian.


"Ohhh ... Hanya sebatas itu yang lo tahu? Terus lo anak dari wanita yang mana? Nyonya Maheswari? Perempuan nakal yang masih saja di simpan rapat oleh Pak Wisnu? Sengaja mencari pasanagn kaya dan mereka tetap berhubungan di belakang pasangan SAH masing -masing? Gitu!! Sekali loe hancurin hidup sahabat gue!! Hidup lo akan hancur di tanagn gue!! Ini bukan sekedar peringatan tapi ancaman!! Gue udah tahu soal hubunagn lo dengan Herlanda!! Jadi buat apa lo masih pertahankan seseorang yang jelas -jelas gak mau sama lo!! Lo pikir Herlanda juga mau sama lo!! Inget KARMA itu ada Arsista!!" tegas Nick lalu pergi begitu saja.


***


Sore ini Yumna pergi ke super market dekat komplek rumahnay denagn menggunakan taksi online. Sepeerti biasa, Yuman butuh healing tipis -tipis walaupun sekedar belanja bulanan atau mencari diskonan toko yang bisa membuat lapar mata.


Langkah Yumna begitu pelan sambil melihat ke kiri dan ke kanan melihat -lihat barang -barang yang sangat lucu. Perutnya yang mulai etrlihat membuncit di usap searah jarum jam denagn perlahan.


"Mamah pasti bisa menjalani keputusan yang Mamah ambil," ucap Yumna lirih.


"Na!!" panggil Duta dari arah belakang yang tidak tega membiarkan istrinya melalui ini semua sendirian.

__ADS_1


Yumna tertegun dan terdiam sambil mengehntikan langkahnya tanpa menengok ke belakang. Yumna sadar suara itu adalah suara Duta. Rindu tapi ini tidak boleh terjadi.


__ADS_2