
"Selamat pagi taun puteri," sapa Duta dengan senyum termanis.
Kedua mata Yumna mengerjap pelan dan tersenyum melihat Duta yang sudah datang sepagi ini membangunkan dirinya.
"Kak Duta?" panggil Yumna dengan senyum lebar lalu berusaha bangun dan duduk untuk lebih jelas menatap lelaki tampan yang ada di depannya.
"Iya Na. Bunda bikinkan sarapan kesukaan kamu. Mau makan? Ada susu juga," tawar Duta pada Yumna.
Dengan penuh semangat Yumna menganggukkan kepalanya.
"Suapin ya," pinta Yumna dengan manja sambil membuka selimut tebalnya lalu ikut berdiri ingin emnghampiri Duta yang sdenag membuka bungkusan bersii kotak makan dan satu termos berisi susu untuk Yumna.
"Iya sayang pasti di suapin. Kmau mau kemana?" tanay Duta sambil menoel hidung mancung Yumna yang sudah berdiri di samping Duta untuk melihat apa makanan yang di buatkan Bunda Gita untuk dirinya.
"Wahhh ... Sandwich?" ucap Yumna senang.
"Suka?" tanay Duta yang sudah siap untuk menyuapi Yumna.
"Suka banget," ucap Yumna sumringah.
__ADS_1
Duta malah meletakkan kotak makannya dan mengusap pipi Yumna dan mengecup kening, gadis itu penuh kasih sayang.
"Cuci muka dulu gih, baru makan ya," titah Duta pada Yumna yang menutip wajahnya dengan kedua telapak tanagnnya denagn malu.
"Iya Kak," ucap Yumna berlari dnegan cepat ke akmar mandi.
"Sayang jangan lari. Nanti kepleset," titah Duta yang cemas jika Yumna terpeleset. yumna sedang hamil muda, jadi harus hati -hati.
Yumna berada di kamar mandi untuk membersihkan wajahnay dan menggosok gigi. Mlau juga, bila Duta datang, Yumna masih bau iler begini.
Duta sudah memotong sandwih tersebut menjadi beberapa potongan kecil dan membuka termos kecil yang berisi susu dengan aroma strawberry.
"Hemmm wangi susu strawberry. Susu apa ini, wanginya beda, kayaknya enak," ucap Yumna yang baru saja keluar dari kamar mandi dan segera menghampiri meja belajarnya.
"Menantu?" tanya Yumna menatap lekat pada Duta seolah meminta jawaban dari maksud ucapan Duta barusan.
"Ehhhh ... Maksud kakak tuh, kamu kan calon menantunya Bunda. Nih makan dulu, mulutnya buka sayang, aaaa ...," ucap Duta mengalihkan pembicaraan mereka agar Yumna tak banyak tanya lagi.
"Aaaa emmm ...," Yumna langsung menerima suapan satu potong sandwich yang emmang luar biasa enak. Yumna mengunyah sambil emmejamkan kedua matanya sambil memegang gelas termos berisi susu strawberry. Sekilas Yumna terbang ke suatu masa yang lalu. Masa yang pernah terlewati tapi sempat terluapkan karena amnesianya. Atau mungkin Yumna merasa dejavu, pernah melakukan hal yang sama persis seperti ini.
__ADS_1
"Kak," teriak Yumna membuak kedua matanya dan memegang tangan Duta dengan erat. Pandanagn Yumna lurus ke depan dan keringatnya mulai bermunculan di sekitar dahi. Genggaman tangan Yumna semakin erat dan terasa sedikit mencakar kulit Duta.
"Na ... Yumna? Kamu kenapa sayang," tanya Duta lembut dan emletakkan kotak makannya lalu memeluk tubuh mungil Yumna dengan penuh kasih sayang. Sebisa mungkin Duta memberikan rasa aman dan nyaman untuk Yumna, agar Yuman selalu merasa ada teman dan di perhatikan lebih.
Duta mengusap kepala hingga punggung Yumna perlahan dan sangat lembut.
"Kamu kenapa sayang? Coba cerita sama kakak," tanay Duta lembut dan sabar.
Yumna mengegelngkan kepalanya dan terus memeluk Duta dengan erat. Duta membiarkan yumna melakukan apapun yang iaa inginkan. nanti mungkin kalau sudah agak tenang dan suasaan lebih santai, Duta bisa kembali bertanya pada Yumna.
"Mau pergi gak?" tanya Duta tiba -tiba agar Yumna tidak memikirkan sesuatu yang saat ini membuatnya takut dan cemas.
"Mau kemana?" tanya Yumna sambil mengendurkan pelukannya dan menatap wajah Duta yang masih memeluk tubuh Yumna.
"Kemana saja yang penting ke tempat yang kamu inginkan," ucap Duta mencoba menenangkan Yumna.
"Makan es krim," ucap Yumna bersemangat.
"Es krim. Oke. Yuk. Sekarang mandi, lalu kita pergi," ucap Duta pada Yumna.
__ADS_1
"Siap bos. Yumna mandi sekarang ya," ucap Yumna cepat.
"Iya sayang," jawab duta memencet hidung Yumna dengan gemas.