
"Sayang ... Yumna panggil kamu tuh. Sapa balik dong," titah Nick pada Arsista yang terus menunduk malu.
Sepanjang jalan, Arsista sudah tidak ingin ikut bersama Nick. Tapi Nick dengan sengaja ingin mempertemukan Arsista dengan Duta dan Yumna. Nick ingin tahu seberapa besar perasaan Arsista kepada Duta saat ini.
"Jadi bener Kak Arsista?" tanya Yumna denagn ramah. Yumna sudah melupakan kejadian beberapa bulan yang lalu. Duta juga sudah menceritakan semuanya dengan sejelas -jelasnya hingga tidak ada lagi salah paham antar Duta da Yumna. Duta juga menunjukkan sikap tanggung jawab, perhatian, kasih sayang kepada Yumna yang begitu besar.
Bagi Duta memperbaiki semuanya itu adalah hal yang harus dilakukan sedini mungkin. Jangan sampai semua hancur karena permasalahan yang tak bersolusi.
Arsista mengangkat kepalanya dan mentap Yumna dengan perasaan ragu dan malu.
"Haiii Kak. Kalian sudah menikah? Kok gak undang -undang sih?" tanya Yumna sumringah.
Seorang Nick yang kaku dengan perempuan akhirnya menikah dengan wanita yang Yumna anggap sangat berkelas.
__ADS_1
"Maaf ya Na. Kita menikah juga baru satu bulan terakhir ini dan langsung ke Indonesia untuk meneruskan usaha punya Mama yang sempat terbengkelai. Hai Ta? Kita ketemu lagi denagn kondisi dan keadaan berbeda saat ini," ucap Nick pada Duta.
Duta hanya mengulum senyum dan tersenyum sedikit kecut kepada Nick. Duta sudah malas berurusan dengan Arsista.
"Selamat ya Nick. Selamat buat Kak Arsista. Nick adalah lelaki baik dan perhatian," ucap Yumna memuji.
"Terima kasih ya Na. Maafkan saya," ucap Arsista terbata.
"Maaf? Untuk apa?" tanya Yumna bingung.
"Maaf Ta. Maaf kalau saya bawa istri saya dan kalian berdua tersinggung," ucap Nick meminta maaf.
Nick dan Duta langsung to the point membicarakan masalah pekerjaan yang sedang mereka kerjakan bersama.
__ADS_1
Duta nampak serius menunjukkan rencana pembuatan bangunna yang sudah di persiapkan dan Nick mengangguk setuju denagn smeua yang di ajukan oleh Duta. Duta memang lelaki hebat dan memilikiintegritas yang tinggi. Kecerdasannya tidak main main hingga membuat bangga semua orang yang pernah bekerja sama dengan dirinya.
"Saya suka sama gambar itu. Say sudah setuju dan berkenan untuk melanjutkan kontrak ini. Kamu memnag paling cocok mengerjakana proyek ini karena selalu totalitas dan sempurna," ucap Nick memuji dan memberikan tanda tangan pada perjanjian kerja yang di persiapkan oleh Duta. Nick tidak perlu membaca lagi dan langsung emngeluarkan cek dan mengisi nominal di kertas itu denagn haraga yang begitu tinggi di atas harga yang di ajukan oleh Duta.
"Ini terlalu banyak Nick. Hatga yang aku minta tidak sebanyak ini," ucap Duta jujur.
"Saya puas sama kinerja kamu Ta. Sesekali saya memberikan reward kepada rekan kerja saya itu tidak maslaah kan? Anggap saja itu hadiah dari saya untuk kamu," ucap Nick pada Duta.
Duta melirik ke arah Yumna yang mengangguk senang. Ini adalah hasil yang halal karena di cari dengan cara yang baik.
***
"Senang? Bisa melihat orang yang kamu cintai masih bisa tertawa dan bahagia denagn istrinya? Kmau gak sakit hati?" tanya Nick tersenyum sinis pada Arsista.
__ADS_1
"Nick? Belum puas membullyku setiap hari? Belum puas kamu memojokkan aku setiap waktu? Apa aku tidak boleh merubah semuanya?" teriak ARsista sambil menangis.
"Hah? Merubah apa? Aku tidak pernah bisa percaya pada orang yang telah membohongiku," ucap Nick kejam