Duta & Yumna

Duta & Yumna
93


__ADS_3

Yumna memang terlihat masuk ke dalam satu toko kue. Nick masih memantau dan menatap pintu toko kue itu. Nick teringat, kalau Yumna tidak bisa memakai bahasa negara ini dengan baik. Bisa saja ia kesulitan berkomunikasi atau malah bingung. Belum lagi jika uang yang di bawa oleh Yumna kurang atau ... "Arghh ... Kenapa aku malah kepikiran Yumna. Mana lagi hamil lagi. Kasihan juga." Nick membuka pintu mobil dan bergegas keluar dari mobilnya lalu menyusul mendekati toko kue itu tanpa masuk ke dalam. Nick melihat Yumna sedang terlihat memilih beberapa kue yang terpajang di etalase kaca besar dnegan jenis dan harga yang bervariasi.


Toko kue yang Yumna masuki termasuk toko kue terenak di kota itu dan sudah tentu harganya juga agak lebih mahal karena mereka mempertahankan kualitas kue mereka dengan bahan premium dan kreativitas dari bentuk kue agar terlihat semakin menarik.


"Croissantnya dua," pinta Nick dalam bahasa perancis.


Yumna melirik ke arah lelaki yang bicara sanagt lantang dan keras.


"Nick?" ucap Yumna pelan.


"Heii ... Yumna. Kamu disini juga?" tanay Nick berpura -pura.


"Mau beli kue. Tapi bingung ... Bantuin dong," ucap Yumna lirih.


"Dengan senang hati tuan puteri. Bantu apa? Pilihin kue yang cocok?" tanya Nick pelan.


"Bukan ... Bantu artiin aja. Ini kue apa, terus harganya berapa. Habis kelihatan enak -enak. Yumna mau bungkus dua, satu buat Ibu pemilik rumah yang Yumna sewa, dan satu lagi buat Yumna. Itu kayaknya enak ya?" ucap Yumna sambil menggigit bibir bawahnya menatap kue pastry dengan toping keju dan strawberry leleh yang terlihat basah.


"Kamu itu?" tanya Nick melirik Yumna yang terlihat sangat ingin sekali. Sepertinya Yumna sedang ngidam.

__ADS_1


"Yang ini pesan empat," ucap Nick dengan suara lantang pada pelayan.


Yumna menoleh ke arah Nick. Tatapannya lekat dan tajam.


"Kok empat sih Nick? Banyak banget. Itu kan mahal. Uang Yumna nanti gak cukup. Belum lagi beli kue untuk Ibu kontrakan," ucap Yumna pada Nick.


"Mana sini uangnya?" ucap Nick pada Yumna.


Yumna merogoh kantung bajunya dan mengeluarkan beberapa lembar uang yang di berikan Duta tadi pagi.


"Ini cuma segini. Ini uang jajan Yumna," ucap Yumna lirih.


"Oke. Kelihatannya enak pasti rasanya seenak penampakannya," ucap Yumna terkekeh.


"Dikira hantu. Yang ini satu langsung bungkus ya. Yuk Na, kita ke kasir buat bayar," ucap Nick pelan.


"Malah jadi ngerepotin ya? Uangnya kurang lagi," ucap Yumna lirih.


"Gak apa -apa Na. Ini buat dedenya ya. Kamu hati -hati di jalan," ucap Nickmenasehati.

__ADS_1


Keduanya berpisah lagi di depan toko kue dan Yumna hanya mengangguuk menerima satu kantung plastik kuenya lalu berjalan menuju rumah kontrakannya. Di sepanjang jalan, Yumna baru tersadar kalau ada tiga box kue. Jelas Yumna tadi hanya memesan dua jenis kue saja. Lalu satu jenisnya milik siapa? Pasti milik Nick. Oh ... Iya, Nick kan tadi beli croissant. Pasti croissantnya kebawa Yumna. Yumna terus bergumam sepanjang jalan.


***


Duta membaca inisial di sudut kanan bawah. Setiap orang memiliki keunikan sendiri. Memiliki ciri khas dalam gambarnya. Bisa dari inisial, arsiran, atau model gambarnya dengan bangunan seperti apa.


"Art. Ini kan sebuah inisial. Kayak punya anak kampus yang sering ikut event di galeri kampus. Siapa sih? Beneran gak ingat," ucap Duta lirih.


"Heiii ... Ngelamun aja. Gambar orang dilihatin mulu, bisa jatuh cinta sama yang punya gambar tuh," ucap Herlanda pada Duta.


"Ekhemmm ... Ini tuh kayak kenal sama inisial ini. Gambar siapa sih?" tanya Duta pada Herlanda teman satu ruangannya.


"Art. Aku juga gak kenal sih. Tapi, wajahnya cantik banget, mukanya blasteran dan senyumnya bikin hati meleleh. Satu lagi, dia anak Pak Wisnu, pemilik perusahaan ini," ucap Herlanda menjelaskan.


"Ohh ... Terus anakanya dimana? Cuma ada gambarnya aja?" tanya Duta sok penasaran.


"Beuhh ... Udah penasaran Ta?" tanya Herlanda terkekeh sendiri.


"Gak. Cuma pengen tahu, siapa sih inisial Art. ini?" ucap Duta cuek lalu meletakkan gambar itu di meja dan melanjutkan membuat maket dari gambar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2