Duta & Yumna

Duta & Yumna
40


__ADS_3

Pagi -pagi benar Yumna sudah bangun terlebih dahulu di bandingkan Duta lalu berjalan menuju dapur. Semalaman, Yumna kurang nyenyak tidur karena tatapan Yumna terus ingin melihat wajah tampan suaminya yang sudah kembali lagi dalam pelukannya. Tidak ada yang perlu di ragukan lagi, bukan. Semuanya sudah terbukti, Duta hanya mencintai Yumna dan terus ingin bersama Yumna selamanya.


Yumna membuka kulkas dan melihat hanya ada beberapa bahan makanan berupa frozen food saja. Maklum selama ini yumna tinggal sendiri dan selalu sedia makanan praktis dan anti ribet, walaupun sesekali Yumna tetap mencoba belajar masak lewat tutorial youtube.


Setidaknya Yumna belajar menjadi istri yang baik dan bisa melayani suaminya. Yumna mengiris bawang dan cabe lalu memotong beberapa bakso, sosis dan rolade untuk campuran nasi goreng. Kebetulan kemarin pagi Yumna memasak nasi dan sama sekali tak tersentuh hingga malam karena Yumna dan Duta lebih memilih makan di luar bersama.


Pelan tapi pasti, Yumna mulai menumis beberapa bumbu iris tanpa di haluskan lalu setelah wangi mulai memasukkan potongan bakso, sosis dan rolade hingga setengah matang dan terkahir nasi pun di tumpahkan semua ke dalam wajan. Di aduk semua hingga rata, lalu di masukkan kecap dan saos sambal matang yang siap saji. Wangi sekali aroma makanan yang di masak Yumna. ARoma margarin yang gurih bercampur bumbu dan nasi menjadi satu kesatuan yang patut di cicipi tanpa boleh di lewatkan.


"Masak apa sayang? Serius banget masaknya? Wanginya sampai kamar," cicit Duta yang tiba -tiba datang menghampiri Yumna lalu melingkarkan tangannya ke arah depan perut Yumna lalu mengecup leher Yumna yang sejak tadi menggoda Duta. Rambut Yumna memang di cepol ke atas, leher jenjang mulus itu tentu meningkatkan kembali libido seorang laki -laki normal seperti Duta.


"Astaga, Kakak!! Yumna kaget banget ini," cicit Yumna yang spontan melempar sotil di wajan dengan keras karena terkejut.


Duta mengabaikan ucapan yumna dan terus menciumi leher Yumna yang menurutnya harum alamai gadis yang baru bangun tidur,


"Sayang ... Geli, nanti ini nasi gorengnya gosong lho. Mending sekarang Kak Duta duduk di meja makan dan tunggu sampai nasi goreng ini matang. Kak Duta mau minum apa? Biar Yumna buatkan," tawar Yumna pada Duta, suaminya.


"Mau susu," jawab Duta sekenanya dan terus menciumi leher Yumna dan kepalanya terus di benamkan di ceruk leher Yumna untuk mencari kenyamanan sambil memeluk tubuh mungil istrinya itu.


"Susu? Tumben? Mau susu putih atau susu cokelat?" tanya Yumna serius.


"Susu kamu, sayang," ucap Duta terkekeh.


"Ihh ... Kak Duta mesum," teriak Yumna keras sambil menjauhkan tubuhnya dari pelukan Duta.

__ADS_1


Duta tetap memegang tubuh mungil itu dan malah semakin mengeratkan tanpa bisa di lepaskan.


"Mesum sama istri sendiri itu SAH, gak dosa," ucap Duta kemudian lalu membalikkan tubuh Yumna yang terlihat malu.


Tatapan Duta lekat ke arah Yumna. Tangan kirinya emmegang pinggang Yumna dan tangan kanannya mengangkat dagu Yumna agar membalas tatapannya.


"Kakak sayang sama kamu, Na," ucap Duta lembut dan emndekatkan wajahnya ke arah wajah Yumna. Satu kecupan manis mendarat di bibir mungil Yumna. membuat Yumna merasa jantungnya kembali terpacu. Padahal ciuman bibir ini sudah sering Duta lakukan kepada Yumna. Tapi tetap saja rasanya sangat berbeda dan membuat aliran darah di sekujur tubuh Yumna naik pesat hingga ubun -ubun.


Duta menekan pinggang Yumna agar terus mendekat dan terdekap dalam tubuh Duta. Lidahnya sengaja terjulur sedikit agar bibir Yumna terbuka dan di saat yang tepat, Duta mulai ******* lembut bibir mungil itu hingga Yumna mendesah pelan. Suara lirih itu yang membuat Duta semakin ingin mencium Yumna lama dan dalam.


Beberapa detik kemudian, bau sedikit gosong mulai tercium dan Yumna segera melepaskan ciuman itu dan mendorong pelan tubuh Duta lalu mematikan kompornya.


"Hemmm ... Sedikit gosong. Ini semua gara -gara Kak Duta!! Jadi gak sempurna kan amsakan Yumna," ucap Yuma merengut kesal lalu mengaduk -aduk nasi goreng itu agar tercampur menjadi satu.


"Masih layak makan kok. Gak gosong banget. Cuma agak ada bau -bau sangit aja. Gak masalah, ini kan buatan kesayangan, tentu rasanya tetap akan spesial," ucap Duta memuji dengan tulus lalu mengecup pipi Yumna, istrinya dengan penuh kasih sayang.


Yumna memindahkan nasi goreng matang itu ke wadah besar lalu meletakkan di meja makan. Setelah itu, Yumna membuat teh manis untuk Duta dan susu putih untuk dirinya. Tidak lupa Yumna juga menyiapkan dua piring makan dan dua gelas berisi air putih serta kerupuk.


"Makan Kak. Cicipin masakan Yumna," pinta Yuma sedikit ragu. Lihat saja, warna nasi goreng itu sudah cantik, gara -gara berciuman tadi ada warna sedikit cokelat dan kehitaman di beberapa nasi gorengnya.


"Ada yang kurang deh," ucap Duta menatap nasi goreng itu dan satu toples kerupuk putih.


"Apa Kak?" tanya Yumna lirih dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Telor mata sapi setengah matangnya? Mana?" tanya Duta pelan sambil menatap Yumna.


"Astaga, Maaf Kak, Yumna lupa. Gara -gara Kakak sih, ganggu Yumna masak, jadi lupa semuanya kan," ucap Yumna mulai membuat telor mata sapi setengah matang kesukaan Duta.


Hanya memerlukan waktu beberapa detik saja, telor mata sapi setengah matang itu sudah siap di atas piring dan diberikan pada Duta.


"Sini sayang, Kakak pangku, suapin Kakak ya? Sudah lama Kakak gak pangku dan di suapi oleh kamu," pinta Duta pada Yumna.


Yumna tersenyum manis dan mengangguk kecil. Yumna menghampiri Duta dan duduk di pangkuan Duta lalu mulai menyupi suami manjanya itu dengan pelan.


"Enak Kak?" tanya Yumna ragu.


Duta mulai mengunyah dan emnikmati masakan istrinya sambil mengangguk -anggukan kepalanya pelan.


"Enak banget, sayang. Kamu sudah mulai pintar memasak ya?" ucap Duta memuji.


"Baru belajar Kak. Terus gak pahit? Kan ada yang gosong?" tanay Yumna dengan tatapan penasaran.


"Kan manisnya di kamu, cantik. Makanya Kakak mau minta di pangku, dan di suapi, biar makanan ini semua terasa enak dan manis, karena Kakak memiliki istri yang baik, ramah, lembut, cantik, dan senyumnya manis sekali," puji Duta sambil mencium punggung tangan Yumna.


Hati gadis mana yang tidak berdesir dan membuat tubuhnya semua bergetar hebat. Di puji dan di berikan senyum manis dan tulus dari suaminya.


"Kakak selalu pintar buat Yumna malu," cicit Yumna menunduk malu. Sudah bisa di bayangkan kalau pipi Yumna saat ini tentu merah merona bagai kepiting rebus.

__ADS_1


__ADS_2