Duta & Yumna

Duta & Yumna
54


__ADS_3

Yumna sudah tertidur di ranjang dalam pelukan Duta. Tadi Duta meminta ijin pada yumna bahwa teman -temannya ingin berkumpul di apartemennya lagi sebelum mereak akan wisuda dan berpisah mencari kesuksesan masing -masing.


Tepat pukul sepuluh malam, satu per satu teman Duta datang. Duta sudah emnyiapkan air jahe panas untuk menghangatkan tubuh serta beberapa cemilan ringan. Duta juga membuat nasi goreng ala dirinya yang di campur aduk menjadi makanan dengan wangi yang menggugah selera dan membuat lidah bergoyang.


"Widihh ... Sejak kapan jadi chef Duta? Udah beralih profesi lo, Ta?" tanya Ariel yang sudah tiodak sabar mencicipi makanan itu. Sejak tadi ARiel sudah lapar, maklum uang bulanan sudah cekak, jadi makanan ghratis kayak begini sangat membantu seklai untuk memenuhi hasrat lapar perutnya.


"Anjir ucapan lo menohok banget. Gue masak buat bini gue. Tapi, karena ini sudah malam, makanya gue kasihan sama lo semua terutama sama lo Ril. Lo kan pemburu makanan gratisan," ucap Duta tertawa keras.


"Sialan lo, Ta. Gak usah kenceng -kenceng juga kali ngomongnya yang lain juga udah pada safar, ucap Ariel menanggapi dnegan santai.


Mereka semua adalah teman -teman terbaik Duta anti heboh, anti baper dan anti mengolok.


Ariel sudah mengambil nasi goreng ke dalam piringnya sebanyak dua centong penuh dengan kerupuk udang. Sambil menikmati makanan itu dan menunggu yang lainnya, mereka mulai membahas agar tidak terlalu malam.


"Lita belum dateng?" tanya Duta penasaran.


"Belum Ta. Terakhir tadi gue liat Lita di kampus sama Edo," ucap Omesh dan Kahfi bersamaan.


"Gue juga lihat tadi malah gandengan mesra gitu," ucap Duta pelan.


"Ya udah sih tunggu aja. Mungkin dia lagi jalan sama Edo," ucap Ferdi membela.


"Lita punya sahabat gak sih? Sahabat cewek gitu?" tanya Duta lagi.


"Enggak kayaknya Ta. Lita itu introvert banget, Dia gak suka maslaah pribadinya di campurin. Terus banyak temen cewek bakal mental sama dia, karena Lita di anggap gak asyik gitu. Lita itu kan termasuk tipe cewek serius dan gak pernah main -main," ucap Andrew pelan. Andrew dulu paling sering satu kelas dengan Lita.


"Ohh gitu. Ya udah makan dulu. Siapa yang mau kasih inforamsi ke gue? Biar gue catet nih, gue merangkap notulen juga. Ini gue catet, biar kita tahu alurnya, dan keterkaitannya," ucap Duta menejlaskan.


"Atur aja Ta. Gue udah yakin sama keputusan lo. Karena gak pernah salah," ucap Ferdi penuh semangat.


Semua sudah emnytorkan informasinya kecuali Lita yang ternyata tidak hadir di apartemen Duta sesuai janji yang sudah mereka sepakati.

__ADS_1


Data dan informasi selama dua hari ini cukup memuaskan dan progresnya membuat Duta puas. Sedikit demi sedikit apa yang Duta takutkan memnag terkuak dan terjadi. Selama ini yang ada di pikirannya selalu tepat.


"Ferdi, salinan sertifikatnya tolong kirim lewat email ya. Terus lo Mesh, gue harap lo bisa tahu kemana pun profesor itu pergi. Lo, Ga, elo coba cari tahu tetang bokapnya Alice. tadi siang, gue snegaja nongkrong di depan ruangan dosen. Ada dua cowok gitu dengan perawakan yang berantakan. Gue curiga sama bokapnya Alice dan profesor itu ada hubungan gak jelas deh," ucap Duta berasumsi.


"Maksud lo, Ta? Bisnis haram?" tanya Ferdi langsung menuduh.


"Ya. Alice ketangkep karena pesta haram kan? Gue yakin bokapnya tahu. Lo tahu reaksi bokapnya Alice saat Alice masuk sel?" tanya Duta pada semua temannya.


"Seinget gue, saat itu bokapnya Alice lagi di luar negrei," ucap Omesh mengingat. Ada beberapa temannya yang mau bimbingan terpaksa terhenti dan libur.


"Ohh iya. Dia honeymoon gitu sama bini mudanya," ucap Ega menambahkan.


"Jepang? Kenapa mesti Jepang? Setahu gue Jepang itu kurang enak buat honeymoon," ucap Duta penasaran.


"Ta ... Lo bener. Semua pasti ada keterkaitannya. Urusan lo di Jepang dan kecelakanan itu pasti sudah di rencanakan jauh hari," ucap Kahfi mulai menganalisa.


"Gimana kalau kita temui Yoshua di sel, juga Atika. Kalau Alice, kita gak perlu ketemu. Gue takut ada mata -mata," ucap Duta meminta saran pada semua temannya.


"Gue temuin Yoshua," ucap Andrew pada Duta.


"Gue temuin Atika," ucap Omesh pada Duta.


"Oke cari tahu semua ini," titah Duta pada teman -temannya.


"Ini laporan keuangan BEM. Maslah ini timbul saat pengalihan ketua dari lo ke Alice. Alice banyak pake uang BEM untuk pesta haram," ucap Kahfi mletakkan satu bendel berkas yang langsung di ambil Duta dan di baca dengan baik.


"Gila!! Pantes, kegiatan gak ada yang bener. Semua kegitaan terasa biasa aja, ternya mereka gak ada dana," ucap Duta mengejek.


"Makin lama, Kampus makin di setir oleh sekelompok orang yang gak bertanggung jawab. Mahasiswa yang masuk juga mulai berkurang, karena sudah tidak ada lagi beasiswa," ucap Kahfi menambahkan.


"Fi, Besok ikut gue ke tempat Pak Bejo. Beliau adalah penggagas didirikannya kampus ini. Ada beberapa hal yang mau gue tanya," ucap Duta ingin gerak cepat. Waktunya gak banyak hanya tinggal smeinggu lagi saja. Jangan sampai masalah ini berlarit hingga ia wisuda.

__ADS_1


Ting Tong ...


Bunyi bel masuk dari arah depan pintu. Kahfi berdiri dan melihat dari dalam tak ada siapapun tapi hanya ada satu kotak besar di depan pintu.


"Ta ... Lo pesen paket?" tanya Kahfi pada Duta.


"Gak," jawab Duta singkat sambil mengerutkan keningnya lalu berdiri dan berjalan ke arah Kahfi.


"Yumna gak pesen? takutnya bini lo pesen tanpa sepengetahuan lo?" tanay Kahfi tak mau mmebuka pintu apartemen.


"Gak juga. Yumna kalau beli sesuatu pasti bilang sama gue dan dia kan pasti minta duit sama gue," ucap Duta pelan lalu melongok ke arah kaca kecil melihat situasi di depan kamarnya.


"Itu apa sih? Paket?" tanya Duta malah penasaran dan bertanya -tanya.


"Ambil ya Ta? Gue penasaran," ucap Kahfi pada Duta.


"Ambil Fi bawa masuk," titah Duta pada kahfi.


Kahfi membuka pintu dan menarik kardus besar itu lalu di tarik masuk ke dalam.


Di depan smeua teman -temannya paket misterius itu di buka oleh kahfi dan Ferdi. Duta terdiam dan emngehla napas panjang. Jantungnya berdebar dan rasanya ini sebuah kode keras. Rasanay tidak enak sekali.


Saat paket itu di buka dan semua orang melotot sambil berteriak keras.


"Ya ampun!!" teriak Kahfi kaget.


"Astaga!!" Ferdi ikut panik.


"Kejam sekali!!" umpat Omesh dengan kesal.


"Tak bisa di biarkan!!" Ariel marah sekali.

__ADS_1


Duta hanya menggelengkan kepalanya pelan dan emngusap wajahnya dengan kasar.


__ADS_2