
Yumna kembali ke rumah dan kembali masuk ke dalam kamar tidurnya lalu mengunci rapoat kamarnya itu. Duta sendiri melangkah gontai pulang dari tempat pemakaman umum itu menuju rumah Yumna.
Sesampai di rumah Duta di smabut oleh Bunda Sinta, Kak Jone dan Kak Dafa di ruang tamu.
"Sekarang mau kamu apa, Ta? Yumna minta cerai bukan?" tanya Dafa pada Duta.
Duta menggelengkan kepalanya pelan karena tidak pernaha setuju denagn keinginan sesaat Yumna itu.
__ADS_1
"Gak. Duta gak akan menceraikan Yumna. umna lagi hamil anak Duta. Bukan itu saja. Intinya Duta sanagt mencintai Yumna," ucap Duta berusaha meyakinkan kedua kakak Yumna dan Bunda Sinta yang duduk sedang menyidang Duta.
"Apalagi yang kamu harapkan dari seorang Yumna? Wanita manja, banyak maunya, dan pastinya kamu gak akan bisa berkembang. Bukankah cita -cita kamu itu berkarir?" ucap Jone ketus menatap tajam Duta.
"Ya. Memang. Siapa yang tidak mau sukses dalam hal pekerjaan? Tentu Duta ingin seperti itu. Tapi, Duta sadar, Yumna paling penting buat hidup Duta. Duta masih bisa cari pekerjaan lain asal bisa hidup bersama Yumna dan anak kita berdua," ucap Duta denagn suara lantang penuh keyakinan.
"Hubungan apa Kak? Duta gak pernah mearsa punya hubungan apa -apa denagn Arsista. Memang kita satu tim buat ngerjaiun satu proyek. Proyek itu pun belum selesai, baru menang tender dan Duta langsung mengundurkan diri dari perusahaan om wisnu," ucap Duta menjelaskan denagn panjang lebar.
__ADS_1
Dafa menegluarkan sebuah amplop cokelat dan mengambil isinya dari dalam lalu melempar kasar di meja ruang tamu itu tepat di hadapan Duta. Kedua mata Duta membola meliha beberapa lembar foto yang memperlihatkan dirinya seolah sedang memeluk Arsista dengan pakaian yang seksi.
"Foto ini? Siapa yang kasih foto ini?" tanya Duta tak percaya melihat foto -foto dirinya yang sama sekali tidak melakukan apa -apa saat itu.
"Masih bisa ngelak? Setelah lihat foto ini? Apa lagi yang mau kamu jelaskan pada kami, Ta? Kamu bukan saja, menyakiti Yumna tapi juga kami semua yang ada disini. Satu lagi, kamu menyakiti Papah, papah yang sudah menitipkan Yumna pada kamu. papah sanagt percaya sama kamu, Ta! Tapi apa? Kamu buat hancur semuanya. Kalau cuma pekerjaan, Papa bisa kasih pekerjaan yang baik buat kamu. Jangankan Papah, Ayah kamu juga bisa kasih pekerjaan yang ayak buat kamu. Bukan berdalih ingin mandiri dan akhirnya semua kamu rusak sendiri. Menyesal?! Gak ada gunanya lagi menyesal, Ta," ucap Dafa denagn suara penuh tekanan emosi.
Duta menatap semua foto -foto itu. Ia sudah tahu, smeua ini bakal terjadi. Nick sudah memberitahukannya lebih dulu. Tapi sebenarnya siapa dalang dari rusaknya rumah tangganya kali ini. Ada unsur apa? Kenapa semau orang tidak mau melihat Duta dan Yumna bahagia dan selaluy saja pernikahannya di uji sejak awal.
__ADS_1