Duta & Yumna

Duta & Yumna
68


__ADS_3

BRAK!!


Suara gaduh di bawah membuat Lukas tersadar bahwa rumahnya sedang tidak aman. Yumna kembali membuka kedua matanya karena suara kencang yang berasal dari bawah.


"Suara apa itu Kak?" tanya Yumna yang menatap ke arah lukas dan nampak ketakutan. Kepala Yumna kembali pusing mendengar suara kencang itu, ia ingat suara mobil yang menabraknya dan orang -orang di sekitar berteriak histeris.


"Bukan apa -apa. Kamu tidur ya. Kakak mau ke bawah," titah Lukas pada Yumna.


"Arghhh ... Sakit banget!!" teriak Yumna spontan dengan suara keras. Kepalanya yang terluka karena benturan benda tumpul denagn kencang kembali kambuh rasa sakitnya dan pusing.


"Na ... Kamu kenapa?" tanya Lukas dengan bingung,


Yumna memegang kepalanya denagn kedua tangan dan merintih kesakitan. Tak hanya itu wajah Yumna terlihat seperti menahan sakit luar biasa. Lukas semakin panik. Ia bingung bagaimana membawa Yumna. Padahal ia berjanji tak akan emngeluarkan gadis itu lagi dari ruamhnya untuk urusan apapun. Lukas bakal posesif terhadap Yumna dan menganggap gadis itu sekarang menjadi miliknya.


"Sakit Kak!! Tolong Yumna!!" teriak Yumna dengan suara keras sekali. Kepalanya benar -benar pusing dan sakitnya tak tertahan lagi.


Lukas mau tidak mau mengangkat tubuh Yumna dan akan membawanya ke rumah sakit. Ia mengabaikan suara gaduh di bawah yang kemungkinan hanya masalah para maid saja sedng bercanda.


Baru saja Lukas mengangkat tubuh Yumna dan akan di bawa keluar dari kamar. Duta terlebih dulu menendang pintu kamar Lukas dengan keras.


Tepat sekali waktu dan memilih kamar yang ada Yumna di dalamnya.


"Letakkan istriu!! Dia istriku!! Milikku dan bukan milikmu!! Letakkan!!" teriak Duta pada Lukas yang tetap berdiri dan menatap Duta dengan tatapan tajam.


"Siapa kamu bilang tadi?" tanya Lukas sengaja membuat Duta semakin marah dan mengamuk.


"Yumna itu istriku!! Letakkan dia!!" titah Duta dengan suara keras.


"Istrimu? Kauyakin dia istrimu? Kau yakin, dia akan emngenal kamu?" tanya Lukas menyelidik.


"Kau sudah gila Lukas!! Ku pikir kamu orang baik!! Aku pikir selama ini kamu mendekati Yumna untuk menjadi sahabat yang baik, etrnyata semua itu palsu!! Kamu gila!! Dia istriku!! Kembalikan padaku!!" teriak Duta makin frustasi.


"Apa? Aku gila? Ya, aku gila karena istrimu, dan aku gila karena telah jatuh cinta dengan Yumna. Yumna dan Yumna saja yang ada di pikiran aku saat ini. Tidak ada yang lain!! Lalu kamu? Kamu itu gak pantas jadi suami Yumna!! Tahu alasannya apa?" tanya Lukas yang masih setia menggendong tubuh mungil Yumna dan mendekapnya erat.

__ADS_1


"Gak pantas? Apa maksud kamu!! Kalau aku gak pantas, Yumna tidak akan memilihku dan Yumna tidak akan menunggu aku, dan Yumna tidak akan bertahan denagn aku!! Apa kamu sudah tidak sanggup mendapatkan wanita lain? Makanya Yumna masih kamu inginkan? Dia istri orang!!" tegas Duta mengingatkan.


"Istri danri suami yang gak peka dan gak pernah peduli dengan perasaan istrinya!! Itu yang di sebut suami!!" tanya Lukas dengan sinis.


"Yumna bahagia dengan aku!! Bukan dengan kamu, Lukas!!" ucap Duta muali bicara dengan nada tinggi.


"Bahagia? Apa art bahagia buat Yumna? Setiap hari menahan kecewa melihat orang yang dia cintai di gandrungi oleh perempuan lain? Setiap hari menangis, karena dirinya merasa terabaikan, gitu? Itu yang dinamakan bahagia?" tanya Lukas pada Duta.


"letakkan Yumna ke kasur!! Cepat!! Aku tidak mau sesuatu terjadi pada Yumna!! Cepat!1" teriak Duta makin lantang.


"Kalau kamu mendekat kita berdua loncat. Biar aku dan Yumna bahagia di surga. Atau mungkin aku bunuh dia saja ya? Biar di antara kita tidak ada yang berhasil mendapatkannya. Gimana?" tanya Lukas mengancam.


"Ada juga kamu yang mati dan membusuk!! Biar aku dan Yumna hidup bahagia selamanya tanpa ada penghalang lagi!! Kamu sumber masalahnya selama ini!! Kamu berpura -pura baik pada Yumna tapi kamu menghancurkannya diam -diam!! Licik kamu, Lukas!!" teriak Duta makin keras.


"Terus? Kalau sudah tahu, aku seperti apa? Kenapa kamu datang? Ikhlaskan saja, Yumna untukku!!" ucap Lukas tak peduli lagi. Niatnya hanya ingin tetap bersama Yumna.


"Eunghhhh ... Sakit!! Tolong, sakit sekali!! Kepalaku. Kak ... Tolong aku, Kak," rintih Yumna dengan suara yang meyayat hati membuat hati Duta teriris mendengarnya.


"Teriak saja yang keras hingga Yumna terbangun!!" ucap Lukas kasar dnegan nada tinggi.


Benar saja, tangan Yumna bergerak dan kedua matanya mulai mengerjap dan membuka perlahan.


"Kak ... Yumna pusing," ucap Yumna lirih menatap Lukas yang kembali panik.


"Yumna!! Yumna!1 Ini Kakak, Na!!" teriak Duta berusaha membuat Yumna agar melihaat wajahnya.


Yumna menoleh dan menatap Duta lekat sekali. Lelaki yang ada di mimpinya tadi.


"Dia siapa Kak? Orang di masa lalu Yumna? Seperti yang Kakak bilang tadi? Lelaki itu yang ada di mimpi Yumna sore tadi," ucap Yumna pelan.


Lukas hanya menatap Yumna dan berusaha tersenyum.


"Lihat Kakak. Kakak akan bawa kamu ke rumah sakit," ucap Lukas mengabaikan pertanyaan Yumna dan segera berlari menerjang Duta yang berdiri dan berusaha menghalagi.

__ADS_1


"Yumna itu istriku, Lukas!! Turunkan dia!!" teriak Duta keras.


Baru saja berteriak keras. Kak Dafa, Kak Jone, Ferdi, Omesh, Andrew, Lita, Ariel, Ega dan Kahfi mengepung kamar itu. Rumah itu sudah di kepung polisi. Semua anak buah Lukas sudah di tangkap dan ruangan di bawah tanah juga di hgeledah karena ternyata pusat pabrik bisnis haram itu ada di sana.


Daffa dan Jone berjalan mendekati Lukas dan Lukas mundur sambil menggendong Yumna.


"Kalian siapa!!" teriak Yumna keras.


"Ini aku Daffa, Na. Kakak kandung kamu!! Apa kamu lupa?" tanya Daffa lembut sambil mendekati Yumna.


"Turunkan aku, Kak. Yumna mau turun," ucap Yumna lembut.


"Gak Na!! Kita harus bersama. Mereka datang ingin mengambil kamu lagi dari sisi Kakak. Tak akan Kakak biarkan!! Pergi kalian!! Pergi!! Atau aku dan Yumna loncat dari sini? Pilih mana?" ancam Lukas yang berjalan mundur menuju balkon dan terus mundur hingga pagar pembatas menyentuh pinggangnya.


Daffa terus maju paling depan, di ikuti Duta dan Jone yang juga sudah gemas ingin memelintir tangan Lukas. Dan semua teman -teman dari tim inti juga ikut maju agar Lukas semakin terancam. Tidak ada orang mau bunuh diri. Itu hal gila!!


"Kalian ingin menantangku? Mnegujiku? Berani atau tidak?! Hah?!! Terus maju, aku akan menjatuh diriku dan Yumna ke bawah," teriak Lukas semakin keras.


"Cukup Lukas. Berdamailah dengan keadaan, biar hati dan pikiran kamu lebih tenang. Yumna milik Duta. Kembalikan," ucap Daffa keras.


"Kak Duta? Mana Kak Duta? Bukan kamu orangnya?" tanya Yumna menatap tajam ke arah Lukas.


"Bukan Na!! Dia Lukas!! Lelaki psikopat yang terus menginginkan kamu!!" teriak Jone asal.


"Turuinkan aku, Kak!! Tolong, turunkan aku sekarang!!" teriak Yumna keras. Yumna memberontak ingin turun dengan sekuat tenaga agar telepas dari gendongan Lukas yang begitu erat. Beberapa kali, Yumna memukul dada Lukas dan Lukas semakin kesal dan maarah.


"Lukas!!!" teriak semua orang serempak.


BRUK!!


Suara keras itu begitu mmenbuat dada Duta sesak dan sakit sekali.


"Yumna!!" teriak Duta histeris.

__ADS_1


__ADS_2