Duta & Yumna

Duta & Yumna
67


__ADS_3

"Hai ... Cantik, mau makan?" tanya Duta tersenyum pada Yumna, istrinya.


Gadis itu selalu murung dan tatapannya kosong. Dengan sabar, Duta menyuapi satu sendok demi satu sendok bubur putih untuk Yumna. Duta berjanji mulai saat ini, ia akan menjaga istrinya dengan baik dan lebih hati -hati. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi seperti kemarin.


Masih jelas di ingatan Duta, kejadi beberapa hari yang lalu saat Asmah meneleponnya dan memberitahukan kepada Duta tentang buku diary yang di tulis oleh Lukas.


Asmah kebetulan siang itu mendenagrkan berita dn melihat Duta dan Lukas masuk dalam salah satu stasiun TV karena merekalah, Kampus tetap aman dan bisa di kondisikan dari mafia kampus yang sempat akan meruntuhkan bangunan gedung kampus hari itu juga.


"Duta, Lukas bukan orang baik!! Dia seoarng psikopat!! Dia mengincar Yumna. Dia adalah Bos besar dari sebuah genkster yang memiliki bisnis haram. Tapi, ia hebat bisa menyamar menjadi salah satu mahasiswa di sana. Dia menjadi mahasiswa agar tak tersentuh, sekaligus agar misinya bisa lancar berjalan. Lukas ingin kamu mati perlahan merasakan rasa sakit dan kecewa saat ia melihat Yumna selalu tertawa dan bahagia bersama kamu. Yumna bagaimana? Aman kan sama kamu?" tanya Asmah malam itu merasa ada yang aneh.


"Yum -Yumna di culik," jawab Duta lirih dan pikirannya semakin kacau.


"Cari dia Ta!! Cari Yumna sekarang juga. Kalau tidak, maka kamu tidak akan pernah bertemu Yumna selamanya!!" ucap Asmah memberitahu.


"Aku tidak tahu, dimana Yumna, Asmah!!" teriak Duta histeris.


"Cari ke rumah Lukas. Lukas ada disana pasti. Dia akan membawa istrimudi istananya, bukan di tempat yang gelap hingga membuat Yumna takut. Cari sekarang!!" teriak Asmah getir sekali.


Kalau boleh di ceritakan, Diary itu panjang lebar isinya. Tentu saja, isinya adalah kekecewaan Lukas selama ini karena kurang kasih sayang. Lukas menjadi anak nakal tapi jenius. Ia ingin smeua yang ia inginkan ia dapatkan. Musuh terbesarnya adalah dirinya sendiri dan Ayahnya. Kebetulan Ayahnya sudah meninggal dan Lukas berani unujk gigi dengan gengsternya.


Lukas adalah pemilik bisnis haram yang menjanjikan banyak kekayaan untuk pak Hans dan Profesor. Keberangkatan Duta ke Jepang memang hasil pembiayaan Lukas agar Yumna dan Duta terpisah lalu Yumna bisa dekat dengannya. Tapi, semua keinginannya itu tidak pernah ia dapatkan sampai vonis penyakit ginjalnya.


Setelah Lukas sembuh, sifat psikopatnya kembali lagi. Lukas yang sempat menjadi orang baik, dan lembut, berubah menjadi kasar dan garang. Ambisinya untuk mendapatkan Yumna kembali hadir dan mengaliri seluruh aliran darahnya.


***


Malam itu, Duta, Dafa dan Jone serta semua timnya menuju rumah Lukas yang setelah seharian di intai. Memang terlihat sepi tapi belum yakin juga, kalau Yumna ada disana atau tidak. Tapi setidaknya informasi dari Asmah semakin menguatkan Duta, bahwa Luaks adalah orang jahat.


Duta dan yang lainnya mengendap -endap masuk ke dalam halaman rumah Lukas. Kebetulan penjagaan tidak seketat di sinag hari. Beberapa penjaga pos satpam terlihat mulai menguap dan fokus menonton televisi dengan suara yang kencang.

__ADS_1


Lukas masih duduk di sofa menunggu Yumna yang masih tertidur pulas di ranjang. Senyum Yumna tak semanis dulu, wajahnya juga tak seramah dulu. Yumna lebih menjadi sosok diam dan tidak tahu apa -apa.


"Kak ... Kak Duta ... Kak Duta ... Kakak!!" teriak Yumna keras sekali lalu membuak wajahnya sambil menarik napas dalam dan tersenagl -sengal.


Lukas langsung menghampiri Yumna lalu tersenyum sambil mengusap raambut Yumna lembut.


"Kenapa sayang? Minum dulu yuk?" ucap Lukas lirih sekali sambil membantu Yumna untuk duduk dan memeberikan air minum pada gadis pujaannya itu.


"Kakak kemana tadi? Yumna takut sekali," ucap Yumna lirih.


"Kakak ada di sofa itu menunggu kamu tidur. Mimpi buruk lagi?" tanay Lukas dengan senyum manis.


Yumna hanya mengangguk pelan. Yumna mengalami amnesia karena benturan keras di kepalanya. Sampai saat ini, Lukas sengaja tidak mau mengobati Yumna. Lukas ingin Yumna tetap amnesia seperti ini, walaupun ia di anggap sebagai Duta, karena ternyata nama Duta tidak pernah hilang dari ingatan Yumna.


Lukas pasrah, setidaknya ia bisa hidup bersama dengan gadis pujaannya. Sudah tidak ada pengganggu lagi, dan secepatnya Lukas sdan yumna akan pergi ke luar negeri. Lukas sedang menyiapkan pasport dan visa untuk dirinya dan yumna agar sperjalanannya lancar.


Polisi yang menangkap Hans adalah polisi bayaran Lukas. Lukas senagja membayar dokter dan memberikan riwayat penyakit Pak hans agar Pak Hans biasa menmdapatkan perawatan intensif selama di penjara. Perawatan itu berupa suntikan yang lama -lama membuat imun tubuh Pak Hans melemah dan mati membusuk di sel tahanan.


Lukas adalah orang yang licik, pembunuh berdarah dingin, memtaikan dan menghilangkan nyawa manusia tanpa harus menyentuhnya. Bisa saja, Lukas melakukan hal yang sama pada Duta. Tapi, masih banyak pertimbangan, ia tidak ingin gadisnya makin merana, dan ia puas bila melihat Duta merana tanpa Yumna.


Tangan Lukas mengusap pipi mulus Yumna yang terasa dingin.


"Kita mau jalan -jalan? Kamu mau kemana?" tanya Lukas dengan lembut.


"Ke Paris sama kamu Kak, lalu kita punya anak dan bahagia selamanya," ucap yumna dengan wajah berbinar bahagia namun pandangannay seperti kosong. Hatinya terasa hampa bersama Lukas.


"Oke besok kita ke Paris. tapi kenapa kamu tak bahagia? Wajahmu begitu sendu, Na," tanya Lukas dengan suara pelan.


"Rasanya aneh saja. Kenapa tak seperti biasanya ya?" tanya Yumna memegang dadanya.

__ADS_1


"Aneh gimana?" tanya Lukas penasaran.


"Biasanya Yumna deg -degan," ucaap Yumna lirih.


"Kamu kan lagi sakit, jadi mungkin jantungnya tahu, makanya jantungnya lebih tenang," ucap lukas tertawa.


"Mana ada gitu Kak. Tapi, Kak, kok kakak beda dengan laki -laki yang ada di mimpi Yumna? Kakak benar Kak Duta kan?" tanay yumna polos kepada Lukas.


Lukas mengulum senyum dan ucapan Yumna itu begitu menyakitkan baginya.


"Kamu pikir, nama seseorang itu candaan? Memang laki -laki yang ada dalam mimpi kamu itu sperti apa?" tanya Lukas pada Yumna.


Yumna mulai memejamkan kedua matanya dan mengingat detail mimpinya.


"Tubuhnya tegap, gagah, tampan, kulitnya hitam manis dan bibirnya sedikit tebal, rambutnya hitam agak ikal, dan senyumnya manis ada lesung pipinya. Itu yang ada di dalam mimpi Yumna. Berbeda jauh dengan Aslinya, kulitnya putih, tubuhnya tinggi dan bibirnya tipis membelah menjadi dua," ucap Yumna menatap Lukas tanpa berani menyentuh. Rasanya ada yang beda saja.


"Itu hanya mimpi. Mungkin dia pernah ada di masa lalu kamu, dan aku masa sekarang serta masa depan kamu. Lupakan dia, Na. Kita akan bahagia," ucap Lukas terus mencoba meyakinkan Yumna bahwa dirinya adalah lelaki yang di sukai oleh Yumna selama ini.


Yumna menatap jari -jari di tangannya dan tak melihat cincin yang sama di pakai oleh Lukas.


"Kita sudah tunangan? Atau sudah menikah?" tanya Yumna kembali.


"Kita sudah tunangan tapi belum menikah," jawab Luaks lantang.


"Kenapa di jari kakak tidak ada cincin yang sama seperti yumna?" tanay Yumna penasaran.


"nanti setelah kita nikah pasti akan kakak pakai. kakak lagi pesan cincin terbaik untuk pernikahan kita," ucap Lukas memberi jawaban yang masuk akal kepada Yumna.


Yumna amengangguk paham dan dirinya percaya begitu saja. Tubuhnya mulai terasa lelah dan Yumna kembali merebahkan tubuh itu.

__ADS_1


"Yumna capek Kak," cicit Yumna lembut.


"Tidurlah sayang. Kakak akan menjaga kamu," titah Lukas pada Yumna.


__ADS_2