
Nick terus berjalan mengabaikan Arsista yang terus berlari kecil mengejar langkah lebar Nick dengan terseok. Arsista terus menangis meminta bantuan Nick yang terus mengabaikan permintaan tolong dari Arsista.
"Nick!! Aku mohon Nick!! Bantu aku, Nick. Aku akan melakukan apapun yang kamu minta Nick," ucap Arsista terus memohon denagn nada pasrah.
Hatinya begitu kacau saat emndengar Papahnya butuh operasi besar dan semua biayanya harus di bayar di muka. Dalam waktu sebulan, Nick berhasil mengambil alih semua harta kekayaan milik Ibunya dahulu dan semuanya ia balik nama atas nama dirinya dan bukan Wisnu, Papah tirinya ataupun Arsista, saudara tirinya.
Nick mencoba tak peduli, tapi otaknya terus berpikir keras untuk memberikan pelajaran besar untuk Arsista sebagai pengalaman pahit. Herlanda, lelaki penjilat yang hanya ingin memperkaya dirinya sendiri pun sudah masuk ke dalam sel tahanan karena tersandung kasus korupsi mega proyek yang di tinggalkan Duta. Perusahaan Wisnu terpaksa gulung tikar dan terkena sita bank. Cukup mudah menggoyangkan keluarga Wisnu.
"Nick!! Apa kamu tidak kasihan melihat Papahku? Dia Papahmu juga, Nick," ucap Arsista masih terus memohon kepada Nick. Tangan Arsista berhasil menggapai lengan baju Nick dan menariknya hingga lelaki itu berbalik ke belakang dan menatap Arsista denagn sorot mata yang begitu tajam bagai elang yang berkesiap menerkam magsanya.
__ADS_1
"Kasihan?" tanya Nick sinis dengan kedua mata menyipit.
Arsista mengangguk pasrah, "Ya ... Kasihan."
"Kamu kasihan sama Yumna?! Dia sahabatku!! Wanita yang aku sukai sejak sekolah. Aku lihat dia setiap hari menangis, karena kehilangan Papahnya. Dia juga menangis karena suaminya lebih mementingkan pekerjaan dan karirnya di bandingkan urusan keluarga!! Karena apa? Karena pinalty perusahaan Papah kamu yang sepertinya sengaja mengikat Duta!! Kamu ambil kesempatan emas itu untuk mengambil Duta dari sisi Yumna!! Yumna itu lagi hamil, Sista!! Atau jangan bilang, kematian Papah Yumna ada hubungannya dengan kamu?!" tanya Nick kasar dengan sorot kedua mata yang makin terasa tajam dan emngintimidasi Arsista.
Arsista terdiam menatap Nick. Wajahnya terlihat cemas dan ekringatnya mulai bercucuran di sekitar dahinya.
Arsista hanya melongo hingga mulutnya terbuka. Ia tidaj tahu harus menjawab apa soal ini.
__ADS_1
"Jawab Sista!! Kamu dalang semua ini?! Kamu buat ruamh tangga sahabatku hanxcur?! Aku juga bisa membuat kamu hancur Sista!! Aku bisa!!" teriak Nick dengan suara keras dan semakin lantang.
Arsista menggelengkan kepalanya denagn cepat, "Jangan Nick. Tolong bantu Papah Wisnu, Nick. Aku mau melakukan apapun yang kamu mau. Nicik, tolong aku. Aku sudah tak memiliki siapa -siapa dan aku tak memiiki uang sepeser pun."
Air mata Arsista pun jatuh ke pipi. Ia merasa sangat bersalah dan berdosa saat ini. Semua yang Nick katakan adalah benar. Ia yang merencanakan semuanya dengan rapih dan baik hingga semua skenarionya berjalan lancar dan mulus tanpa satu halangan apapun termasuk menyingkirkan Papah Yumna.
PLAK!!
Nick menampar pipi Arsista secara spontan dengan sangat keras. Ia begitu benci denagn wanita yang ada di hadapannya ini. Kebenciannya semakin memuncak setelah praduga tak bersalahnya itu adalah nyata.
__ADS_1
"Bejat kamu Sista!!" umpat Nick penuh emosi dan Nick langsung pergi meninggalkan Arsista sendirian dalam kesakitan dan kebingungan.
Arsista pantas mendapat perlakuan kasar sebagai pembalasan rasa sakit yang Yumna rasakan selama berpisah dengan Duta. Nick berjanji akan membalas dendam semuanya hingga puas. Nick ingin melihat Papah Wisnu mati pelan -pelan seperti melihat Mamahnya dulu tersiksa batinnay karena Papah Wisnu. Lalu, Nick juga akan merusak serta menghancurkan hidup Arsista karena ia telah merusak kebahagiaan Yumna bersama Duta.