Duta & Yumna

Duta & Yumna
52


__ADS_3

Malam yang indah dan bertaburan bintang di langit. Ditambah udara malam yang dingin denagn angin yang terus menerpa pohon hinga daun -daun itu terlihat melambai -lambai. Duta dan Yumna tidak turun dan tetap ebarad di mobil karena kondisi Yumna yang masih sedikit demam.


Duta masih memluk tubuh Yumna dan menyelimuti Yumna dengan selimut bulu yang di bawa dari apartemennya.


Yumna sudah mau makan dan menghabiskan sapo tahu pesanannya tadi lalu minum obat yang di beli Duta. Yumna sempat menanyakan pada Duta, kenapa obat yang di minum olehnya banyak sekali jenisnya. Untung saja, Duta memiliki beribu alasan dan bisa menjelaskan dengan tepat sehingga Yumna percaya dan tidak bertanya kembali.


"Mau di bukain cokelatnya?" tanya Duta pada istriny yang masih memeluk Duta dengan erat.


"Enggak Kak. Yumna mau begini dulu. Masih merasakan enak dan nyaman selalu di pelukan Kakak," cicit Yumna dengan lirih dan lembut sekali suaranya.


"Tubuh ini, memang ada untuk selalu memeluk tubuh Kamu, Na. Dada ini juga akan selalu hadir sebagai tempat bersandar dan pundak ini juga akaan selalu siap membantu kamu. Kakak tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi. Penyesalan akan selalu hadir di belakang, dan Kakak tidak mau mengulang kebodohan yang pernah Kakak lakukan pada kamu," ucap Duta terus memberikan kenyamanan untuk Yumna.


Senyum Yumna di balik dada bidang Duta melebar. Ini adalah rayuan maut Duta yang selalu membuat Yumna mabuk kepayang dan selalu menggilai Duta. Duta yang tak pernah banyak merayu dan selalu membuktikan dengan tindakan itu selalu berhasil membuat Yumna percaya.


"Kak ...," panggil Yumna lirih.


"Ya, ada apa?" tanya Duta lembut.

__ADS_1


Duta teringat denagn ucapan dokter pribadinya tadi untuk menjadi pendengar yang baik, tanpa mengancam, mengintimidasi dan menyalahkan. Kalau bisa, buat seolah Yumna tidak pernah bersalah dan apa yang selama ini di lakukan Yumna adalah hal yang benar.


"Yumna, mau jadi ibu," ucap Yumna ambigu.


Duta mencerna ucapan Yumna dengan baik, jangan sampai Duta salah paham.


"Maksudnya? Kamu hamil, Na?" tanya Duta mengendus pelan pucuk kepala Yumna.


Yumna mengendurkan pelukannya dan menatap Duta lekat.


"Kamu yakin? Kamu gak lagi bercanda kan? Terus nanti KKN kamu gimna?" tanya Duta mulai mencemaskan keadaan Yumna. Takutnya dengan hal seperti ini juga, Yumna menjadi tertekan.


"Gak Kak. Soal KKN, bisa di undur Kak. Tapi soal bahagia itu kan harus kita raih," cicit Yumna menjelaskan.


"Memangnya kalau kamu hamil, kamu psti bahagia?" tanya Duta pada Yumna dengan sangat berhati -hati sekali.


"Iya. Yumna pasti akan menjadi wanita yang paling bahagia dan beruntung, karena ...," ucapan Yumna senagja di hentikan dan menatap Duta dengan tatapan senang.

__ADS_1


"Karena apa sayang? Jangan bikin Kakak penasaran dong," ucap Duta makin di buat cemas oleh Yumna.


"Karena, Yumna mengandung benih dari lelaki yang amat Yumna cintai, lalu Yumna beruntung mendapatkan Kak Duta yang sellau peka, perhatian dan cinta sama Yumna," ucap Yumna dengan wajah serius.


"Sayang, jangan bikin Kak Duta terbang melayang dengan pujian tulus kamu itu. Takutnya terbang ke langit dan di tangkap sama bidadari kayangan malah Kakak lupa jalan pulang gimna?" goda Duta dengana candaan receh di negeri dongeng yang tak masuk di akal.


"Hemmm ... Itu sih emang maunya Kak Duta biar di tangkep sama bidadari kayangan dan menjadi tawanan cinta mereka lalu nikah deh? Terus Yumna melahirkan seorang diri dan emngurus anak kakak sendirian," ucap Yumna sambil menggerutu kesal. Yumna yang memulai semuanya dan ujung -ujungnya dia sendiri yang di buat kesal sendiri.


"Walaupun jadi tawanan cinta bidadari kayangan. Bidadari Yumna tetap pilihan Kakak. Kakak akan berusaha sekuat tenaga menjatuhkan diri lagi ke bumi agar bisa bertemu dengan bidadari tak bersayap yang akan terus menemani hidup kakak," ucap Duta menjelaskan.


"Umhhh ... Bulshit ah. Pinter ngerayu sekarang Kak Dutanya bikin Yumna baper aja," ucap Yumna salah tingkah sendiri.


"Kok di bilang bulshit sih? Itu serius lho Na. Kakak gak bercanda. Andai dada ini bisa di belah dan kakak tidak mati, kakak akan menujukka rasa cinta kakak di hati kakak, sebesar apa cinta kakak itu. Jantung kakak juga akan kakak tunjukkan karena jantung kakak itu berdetak jika melihat kamu, Na. Saat tak melihat, perlahan detakan itu akan hilang juga," ucap Duta mengulum senyum.


"Kak Duta lebay.. Nyebelin bikin Yumna termehek -mehek ini," ucap Yumna kesal sendiri.


Bisa -bisanya sang suami menggodanya seperti itu. Ini lho, mantan ketua BEM yang terkenal galak dan lantang kalau bicara di depan umum. Ini lho mantan Ketua BEm yang sangat vokal untuk mengkritik kampus. Ini lho Ketua BEM yanag cuek, ketus dan egois. Ternyata bisa bucin juga.

__ADS_1


__ADS_2