Duta & Yumna

Duta & Yumna
60


__ADS_3

Semua sudah berkumpul di Kamar apartemen yang baru. Duta, Kahfi dan Omesh hadir paling terakhir lalu menutup pintu kamar menguncinya dan semua duduk di ruang tengah. Ruang tamu di biarkan kosong dan lampu di matikan. Semua aktivitas di lakukan di ruang tengah. Balkon di kunci rapat dan di tutup dengan double tirai.


Yumna sudah duduk di sofa dan menunggu Duta, suaminya menjelaskan semuanya.


"Sudah lengkap kan? Coba sekarang siapa diantara kalian yang mau jelasin ke Yumna, biar Yumna paham, gak salah sangka, dan ngerti. Terus, Kak Lita kenapa botak gitu? Sebenarnya ada apa sih? Jadi bingung tahu gak sih," ucap Yumna kesal sendiri.


Duta pindah duduk dan kini duduk di samping Yumna lalu memeluk gadis itu dengan erat.


"Kakak ceritain ya. Kamu harus dengarkan baik -baik biar kamu paham," ucap Duta menatap Yumna.


"Kita disini mau bikin surprise buat yang lulus dan wisuda besok. Karena banyak dari angkatan Kakak yang lulus skripsi tak belum di wisuda besok. Jadi, ini buat bikin acar seru -seruan aja buta yang cumlaude seperti Kakak. Selain itu, Kak Lita di botakin karena mau ikutan halloween," ucap Duta dengan suara tegas.


"Halloween? Halloween itu bulan oktober. Ini sudah november, jadi gak mungkin dong. Kakak pasti bohong sama Yumna, Kakak gak mau ceritain sebenarnya karena Kakak ikut terlibat dalam masalah ini!! Bener kan?!" ucap Yumna ketus.


"Gak Na!! Kakak gak bohong!!" ucap Duta berusaha mmbuat Yumna yakin.


"Udah ah!! Yumna mau istirahat!!" ucap Yumna ketus dan langsung beranjak berdiri dan pergi dari ruang tengah menuju kamarnya lalu tidur.

__ADS_1


Rasanya tidak enak di bohongi seperti ini. umna menutup tubuhnya dengan selimut tebal dan menggulung tubuhnya dengan guling agar terasa hangat dan nyaman. Yumna kembali di landa kecemasan dan ketakutan yang luar biasa. Hidupnya mulai terasa teromabng ambing seperti kehilangan arah tanpa ada nahkoda.


***


Duta senagja tak mengejar Yumna dan duduk terdiam di sofa itu sambil mengusap wajahnya. Duta dilema, dan bingung.


"Kita harus gimana sekarang?" tanay Duta yang tiba -tiba saja nge -blank dabn tidak bisa berpikir jernih.


"Gue temenin Yumna dulu ya Ta? Boleh?" tanya Lita pada Duta.


"Iya Lit. Tolong ya. Lo kasih pemahaman bahwa tidak ada apa -apa dan smeua aman terkendali, hanya sebuah prank biasa aja. Jangan buat Yumna stres dan ikut berpikir dalam masalah ini. Gue gak mau dia pusing karena masalah ini," ucap Duta pada Lita.


"Lo santai aja Lit. Lo juga harus hati -hati, Lit," ucap Ega menasihati.


"Kita smeua harus hati -hati. Kita belum aman. Kita juga belum temui Yuri," ucap Lita mengingatkan.


Lita masuk ke dalam kamar Yumna dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Yumna.

__ADS_1


"Sorry Na. Ini gue, Lita, bukan Duta. Karena kita sama -sama perempuan, Duta suruh tidur di sini buat nemenin lo juga. Tapi kalau lo mau tidurnya sama Duta, gue yang pergi," ucap Lita diam dan memejamkan kedua matanya menunggu jawaban Yumna.


"Gak usah. Tidur aja. Yumna juga udah tidur tadi sebenarnya, cuma kaget ada yang ngomong," bohong Yumna pada Lita.


***


"Ta!! Untung kita udah pindah. Lihat itu!! Mereka datang!! Kok, bisa sih? Tanpa akses mereka masuk ke atas!!" tanya Ferdi mempertanyakan keamanan di apartemen ini.


Duta dan yang lainnya langsung menghampiri ferdi dan melihat dari arah layar monitor TV yang di guankan untuk melihat CCTV yang tadi mereka pasang di beberapa bagian.


"Wahh ... Itu tetangga baru gue!! Dua kamar dari kamar gue. Iyalah dia pasti tahu tentang gue. Gue pernah ngobrol sama dia. Arghhh ... Brengsek memang," umpat Duta kasar.


"Jadi selama ini, dia udah intai lo dari lama, Ta. Untung aja kita tadi urus -urus tempat sepi ya!!" ucap Ferdi bicara pelan.


"Ehh ... Mereka bawa senjata api lho, Ta!! Mau masuk kayaknya. Wah, kita beneran udah gak aman ini. Gue saranin, lo jujur sama keluarga lo, keluarga Yumna dan keluarga Yuri. Biar gak ada mis komunikasi," ucap Omesh menyarankan pada Duta.


Duta mulai cemas dan panik. Lihat saja kamarnya sejak tadi sudah di lihat dan bolak balik seperti sedang cari waktu yang pas dan ...

__ADS_1


BRAK!!


"Arghhhh!!!" teriak Ariel dengan suara keras.


__ADS_2