
Yumna sudah pergi meninggalkan Yuri dan Bima di Kantin. Yumna memang tidak mau terbawa oleh arus pergaulan yang menggadang organisasi.
Yuri menatap Yumna yang sudah pergi menjauh dan Bima juga menatap Yumna yang ternyata keras kepala dan itu membuat Bima tertantang untuk terus membuat Yumna mau menjadi Ketua. Fix, sikap keras kepala itu bisa di andalkan sebagai Ketua.
"Batu juga temen lo itu," ucap Bima ketus.
Yuri membalikkan tubuhnya dan menatap Bima yang duduk di sampingnya.
"Hati -hati lo kalau ngomong. Temen gue bukan batu. Itu salah satu sikap Yumna untuk menghargai dirinya sendiri, dan menghargai Duta yang sampai saat ini masih menjadi suaminya. Paham?" tegas Yuri pada Bima.
__ADS_1
"Hah? Maksud lo? Yumna itu beneran udah nikah sama Duta? Jadi kabar burung di Kampus tentang mereka itu benar?" tanya Bima kaget.
"Iyalah. Namanya kabar burung. Kabar ayng di bawa oleh burung melalui angin, cerita yang di bawa oleh penggosip, itu biasayakalau gak dusta ya fakta. Tapi, desas desus pernikahan Yumna dan Duta saat itu fakta adanya. Jadi, mending kalau niat lo cuma mau deketin Yumna, lebih baik lo pikir dua atau tiga kali ya," tegas Yuri pada Bima.
"Lo ama temen lo terlalu buruk nilai gue. Sejauh itu gue mau deketin temen lo. Kayak gak ada cewek cantik lain aja di Kampus ini. Bilang sama teen lo, gak usah ge er jadi cewek. Munafik!!" ucap Bima kesal sendiri. Bima sengaja menggertak dan menjelekkan Yumna agar niatnya tak terbaca oelh Yuri. Namun sayang, modus lelaki itu sudah jelas terbaca oleh Yuri.
***
Duta termenung di dalam kamarnya sambil menemani Bunda Gita membereskan pakaiannya di dalam koper. Lusa Duta akan kembali ke Indonsia untuk sidang pendadaran di Kmapus bersama dosen pembimbingnya.
__ADS_1
Pertukaran pelajar sudah selesai. Duta mendapatkan prediakt mahasiswa teladan dan best student in the year.
"Kamu sudah siap bertemu dengan Yumna?" tanay Bunda Gita pada Duta. Selama ini komunikasi mereka kembali buruk seperti dulu. Duta hanya menelepon Yumna sesekali saja. Yumna sendiri sudah enjoy dengan kegiatannya di Kampus.
Duta menarik napas panjang dan dalam. Entah bagaimana nanti ia bertemu dengan Yumna setelah sekian lama Duta tak bertemu Yumna, dan perpisahan mereka penuh kesalah pahaman.
"Siap tidak siap, bukankah Duta harus tetap kembali ke Indonesia? Duta tetap ingin mempertahankan rumah tangga Duta dengan Yumna, apapun yang terjadi. Duta harus bertanggung jawab atas Yumna. Karena samapai saat ini, Yumna itu kan masih istri SAH Duta," jawab Duta lirih.
"Bunda sama Ayah juga gak pernah menyuruh kamu berpisah dengan Yumna. Kamu yang keras kepala dan tidak mau menghubungi Yumna terlebih dahulu. Nanti, kalau Yumna ada yang mendekati, kamu baru tahu rasa. Perempuan itu jangan di gantung. Jangan mentang -mentang, kamu dan Yumna sudah menikah secara SAH. Tapi ingat, wakttu, kebersamaan dan komunikasi tidak akan pernah kembali lagi bila sudah rusak. Jika kembali, tentu akan membutuhkan waktu yang lama membangunnya lagi," tegas Bunda Gita menasehati Duta, putera semata wayangnya.
__ADS_1