
Lukas dan Yumna ssudah duduk dalam satu meja dikantin kampus. Keduanya juga sudah memesan makanan dan sedang menunggu makanan itu di siapkan di atas meja.
"Kamu sibuk sekali?" tanya Lukas kembali meletakkan ponsel dan dompetnya di atas meja.
"Ini semester sulit, Lukas. Yumna harus bekerja keras dan belajar dnegan baik, biar nilai Yumna gak jelek. Satu hal lagi, biar Kak Duta bangga sama Yumna," ucap Yumna lirih.
"Kamu masih berharap dengan Duta?" tanya Lukas yang mulai tak suka melihat Yumna terlalu membanggakan Duta.
"Memangnya salah? Kak Duta itu suami Yumna kan?" ucap Yumna apa adanya.
"Yup. Kamu benar. Dia memang suami kamu, Yumna. Tapi itu semua hanay status. Bahkan dia gak pernah ada buat kamu?" ucap Luka spada Yumna tegas.
Lukas mulai berubah, tak seperti Lukas yang dulu di kenal Yumna.
__ADS_1
"Kamu beda Kas? Kenapa kamu berubah? Kamu aneh!!" ucap Yumna ketus.
"Karena aku juga mencintai kamu, Na. Tiga tahu aku menunggu kamu dan aku melewati rasa sakit hati ini melihat kebahagiaan kamu. Mungkin dulu aku bisa merelakan kamu bahagia dengan Duta. Tapi, makin kesini, aku makin gak rela, Na. Aku juga berhak punya status yang sama minimal spesial di hati kamu, Na. Karena aku selalu ada untuk kamu," ucap Lukas mulai posesif.
"Kamu ngomong apa Kas? Kamu sudah gila? Dulu kamu yang bilang, pertahankan Kak Duta, bahagia selalu sama Kak Duta, tapi sekarang? Kamu gak waras Kas," ucap Yumna kesal.
"Kamu yang peka, Na. Seberapa banyak pengorbanan aku untuk kamu, Na. Tak sedikit pun kamu lirik semua kebaikan aku itu," ucap Lukas menatap sendu ke arah Yumna.
"Kamu pamrih? Hah? Kamu pamrih dengan semua yang telah kamu lakukan? Kamu gak ikhlas? Demi apapun Lukas, Yumna gak akan menggadaikan cinta Yumna dan akan tetap setia pada Kak Duta," ucap Yumna mulai marah.
"Hah? Minta ganti rugi? Yumna gak pernah minta tolong apapun sama kamu, Lukas. Kecuali kamu yang melakukannya sendiri sesuai kehendak kamu. Yumnaa benci sama kamu, Lukas. Yumna nyesel punya sahabat seperti kamu," teriak Yumna keras hingga smeua orang yang ada di kantin itu melihat ke arah mereka.
"Duta itu buta dan lumpuh. Kamu mau selamanya menjadi tongkat untuk berjalannya Duta? Kamu mau berganti posisi dalam rumah tangga? Kamu yang bekerja dan menafkahi Duta, sedangkan Duta duduk manis di rumah? Begitu?" tanya Lukas dengan suara lantang.
__ADS_1
"Yumna gak masalah. Kak Duta adalah pasangan Yumna. Yumna mengenal Kak Duta sejak lama, Kak Duta bukan lelaki penyerah. Yumna yakin, kalau semuanya bisa kembali dengan normal," ucap Yumna lantang.
"Kalau Duta ada yang lain? Bagaimana perasaan kamu dengannya? Masih sama? Masih mau menunggu? Sedangkan Duta sudah mulai tak ada kabar," ucap Lukas pada Yumna.
"Cukup Lukas!! Yumna lebih percaya Kak Duta, daan saat ini Yumna percaya dengan kata hati Yumna. Kamu mau bicara apapun, Yumna tidak aka pernah goyah dan tetap pada pendirian Yumna. Yumna akan menunggu Kak Duta sampai kapanpun. Permisi!!" ucap Yumna dengan suara tegas lalu meninggalkan Lukas terdiam menatap kepergian Yumna.
"Lihat ini, kalau kamu tidak percaya, Yumna!!" teriak Lukas pada Yumna dan menunjukkan ponselnya kepada Yumna.
Langkah Yumna terhenti lalu membalikkan tubuhnya dan menatap ponsel Lukas dari kejauhan. Lukas berdiri dan berjalan mendekati Yumna.
"Lihat ini, lelaki yang kamu cintai," ucap Lukas menatap reaksi Yumna melihat gambar yang ada di ponsel Lukas.
Raut wajah Yumna langsung berubah dan menelan salivanya dengan dalam. Rasanya tenggorokannya begitu tercekat tak bisa bicara.
__ADS_1
Gambar itu benar foto asli Duta yang sedang memeluk seorang gadis yang sedang tersenyum.