Duta & Yumna

Duta & Yumna
121


__ADS_3

Tidak ada titik terang pada masalah yang menimpa rumah tangga Duta dan Yumna. Bunda Sinta dan kedua kakak kandung Yumna juga menyerahkan secara penuh keputusan itu pada adik bungsunya untuk memilih. Namun, Yumna berulang kali di tanya slelau menjawab bahwa ia ingin pisah dan bercerai dari Duta. Kalau pun Duta tidak mau, steidaknay biarkan keduanya memilih jalan hidup masing -masing tanpa ada komunikasi.


"Yumna mau pisah. Bilang sama Kak Duta, aklau Yumna tetap mau pisah! Urusan anak, Yuman bisa urus sendiri. Sudah saatnya Yumna berpikir dewasa demi kebahagiaan Yumna dan anak Yumna," ucap Yumna lantang.


"Pikirin baik -baik Na. Gak ada salahnya memaafkan. Biasanya kamu selalu sabar, mau menerima hal sepahit apapun. tapi kenapa kamu sekarang menyerah? Mana Yumna yang kakak kenal dulu? Yumna yang selalu mengangungkan Duta, Yumna yang percaya dengan cinta sejati? Mana? Kenapa skearang malah ingin pisah di saat kamu tidak tahu permasalahan yang sebeanrnya? kamu tidak ingin mencari tahu dan mendengarkan klarifikasi dari Duta?" tanya Kak Dafa pada adik bungsunya itu.


Semenjak Yumna kehilangan sosok Papahnya, Yumna menjadi lebih tegasr dan dewasa. Tidak seperti biasanya, menjadi Yumna yang manja, selalu ingin di perhatikan dan mudah marah.


"Semuanya sudah jelas Kak Daf. APa yang perlu di tanyakan lagi? Lagi pula Kak Duta mau klarifikasi apa? Mau bilang kalau semua yanga ada di foto itu benar adanya dan dia bakal bilang. Maaf aku khilaf, dan aku ingin kembali padamu? Gitu? Segampang itu? Konsepnya gimana sih? Ini Hati lho bukan tiang listrik!" ucap Yumna ketus emanahan emosinya.

__ADS_1


"Kalau di jebak? Gimana?" ucap Dafa mencoba membuak pemikiran Yumna.


Duta sudah menjelaskan semuanya dengan jujur. Saat itu Dafa dan Jone menatap lekat kedua mata Duta dan emmabng semuanya hanay ada ekjujuran dan ketulusan.


Yumna menatap tajam ke arah Dafa, kakaknya kandungnya sambil mendesah pelan.


Luka di hati Yumna sudah amat dalam. Perlakuan Duta yang tanpa sengaja sudah menggores perih hati Yumna sangat sulit untuk di sembuhkan. Beribu permintaan maaf pun tidak akan di gubris oleh Yumna.


"Kak Dafa gak belain Duta, Na. Kakak cuma cari jalan tengahnya," ucap Dafa mencoba menenangkan Yumna.

__ADS_1


"Apa? Jalan tengah? Kak Dafa suruh Yumna mikirin lagi lho? Padahal satu bulan Yumna mikirin ini dan sekarang keputusan Yumna bulat," ucap Yumna lantang.


"Tapi, Ibu hamil tidak boelh bercerai Na. Harus nunggu sampai anaknya lahir," ucap Dafa kemudian.


"Ya sudah gak masalah. Kita tunggu sampai anak ini lahir. Tapi, tidak ada namanya rujuk. Yumna mau pisah. Biarkan kita hidup denagn kehidupan kita masing -masing dan tanpa mengganggu satu sama lain," ucap Yumna denagn suara tegar.


Dalam hati kecil Yumna pun, ia masih sayang Duta. Ia menyayangkan hal ini terjadi. Tapi, ini keputusan terbaik agar Yumna tak merasa kecewa terus dan selalu merasakan sakit hati. Duta adalah lelaki yang terlalu tinggi untuk di gapai Yumna. Kesempurnaannya yang mendekati nilai sepuluh rasanya Yumna hanya satu titik di bagian bawah saja.


"Kak Dafa harap. Kputusan kamu ini masih bisa berubah sebelum bayi kamu lahir," tegas Dafa yang pergi meninggalkan Yumna di kamar sendirian.

__ADS_1


__ADS_2