
Hubungan Duta dan Yumna semakin baik. Yumna hanya tahu saat ini Duta adalah kekasihnya. Yumna kembali ke rumah orang tuanya dan bukan lagi ke apartemen tempat mereka tinggal setelah menikah. Duta juga berniat menjual apartemen itu kembali, dan tidak mau mengingat kembali kejadian buruk yang menimpanya selama tinggal di apartemen itu. Duta menutup lembaran buruk itu yang mengakibatkan Yumna saat ini sedikit depresi dan menjadi amnesia.
Sudah beberapa hari Yumna tinggal di rumah orang tuanya. Terpaksa, Bunda Sinta dan Kak Jone juga kembali tinggal di rumah itu. Sedangkan Papah Yumna dan Kak Daffa tetap melanjutkan usahany di Bali. Beberapa acara penting yang akan terlaksana di sana kemungkinan besar akan di batalkan dan acara teteap di lakasanakan di rumah kembali.
Ayah dan Bunda Duta juga kembali lagi ke rumahnya dan meninggalkan bisnis yang sedang mereka geluti untuk di percayakan pada orang lain. Ada beberapa hal yang membuat kedua orang tua kembali, yang pertama karena Duta ingin wisuda dan kedua, mereka juga ingin membantu Duta menyembuhkan Yumna dari amnesianya. Mungkin mereka bisa sedikit membantu. APalagi kini Yumna tengah hamil, takutnya Yumna menyadari di saat yang tak tepat dan itu akan menambah masalah baru.
Pagi -pagi sekali, Duta sudah datang ke rumah Yumna. Kebetulan tadi malam Duta harus pulang ke rumah orang tuanya karena ada sesuatu hal.
"Pagi Bunda, Kak Jone. Yumna belum bangun?" tanya Duta pelan sambil membawa kotak makan berisi sarapan yang di buat oleh Bunda Gita untuk menantu kesayangannya, Yumna.
"Eehh ... Duta. Kita baru mau sarapan. Yuk sarapan bareng. Yumna juga belum bangun kayaknya. Belum ada keluar kamar sejak kamu tinggal tadi malam," ucap Bunda Sinta yang menyuruh Duta ikut bergabung di meja makan dan sarapan bersama.
__ADS_1
"Ya Bun. Terima kasih. Tadi sudah sarapan di rumah. Ini juga Bunda titip buat Yumna untuk sarapan," ucap Duta yang tetap duduk di salah satu kursi di meja makan.
"Persiapan wisuda lo gimana Ta? Sudah beres?" tanya Kak Jone pada Duta.
"Sudah Kak. Tinggal nunggu acaranya saja. Bunda, gimana kalau setelah wisuda Duta mau berpura -pura menikahi Yumna. Kebetulan tadi Papah nawarin pekerjaan di Paris di tempat Om Wisnu ada lowongan untuk arsitek. Kebetulan impian Yumna kan ingin ke tempat itu, biar sekaligus kita honeymoon dan biar kehamilan Yumna terasa wajar gitu," ungkap Duta pada Bunda Sinta dan Kak Jone.
Bunda Sinta dan Jone saling berpandangan. Ide yang cukup bagus dan baik sekali. Mungkin dengan pergi ke tempat yang di impikan Yumna. Perlahan putri kesayangannya itu bisa sembuh dan pulih seperti sedia kala.
"Jone!! Ta... Bunda setuju sama pemikiran kamu. Kapan kamu wisuda? Lusa bukan?" tanya Bunda Sinta lembut.
"Iya Bunda. Lusa Duta wisuda. Niatnya hari ini mau ajak Yumna pergi buat beli baju untuk acara pelepasan dan wisuda nanti. Boleh kan Bunda?" tanya Duta pada Bunda Sinta.
__ADS_1
"Tentu saja boleh dong Ta. Yumna itu istri kamu. Kamu mau tidur sama dia juga, Bunda gak ngelarang. Kmau sendiri kan yang gak mau, takut Yumna ilfil kalau soal prinsip ini," ucap Bunda Sinta mengingatkan.
"Iya Bunda. Baiklah bUnda, Duta naik dulu mau siapin sarapan sama susu hamilnya takut gak hangat lagi," ucap Duta sopan.
"Ya sudah. Naiklah Ta," jawab Bunda Sinta singkat.
Duta langsung naik ke lantai dua dan berdiri di depan pintu kamar Yumna. Lalu mengetuk pintu kamar itu yang tak ada sahutan dan membukanya pelan. Duta masuk ke dalam kamar Yumna dan berjalan ke arah kaca jendela dan di buka hordeng itu hingga sorotb matahari masuk ke celah jendela sampai di ranjang Yumna.
"Sayang ... Bangun. Sarapan yuk?" ucap Duta pada Yumna yang masih memejamkan kedua matanya. Hanya tubuhnya sudah bergerak sedikit saat sinar matahari mulai menyilaukan kedua matanya.
Duta duduk di tepi ranjang dan mengusap pelan pipi Yumna samapi istrinya itu membuka kedua matanya perlahan dan menatap Duta yang sudah tersenyum lalu mengucapkan selamat pagi.
__ADS_1