
Hari mulai senja menjelang maghrib. Yumna sudah kembali ke kamarnya dan mulai tertidur setealh makan malam dan minum obat. Duta terpaksa menceritakan semua yang terjadi pada Yumna.
"Yumna terkena amnesia. Semoga saja amnesianya ini sementara bukan yang permanen. Makanya aku harus stay buat jagain Yumna," ucap Duta pelan.
"Ya ampun Ta. Semuanya malah jadi gini, korbannya tetap lo sama Yumna," ucap Ega ikut prihatin.
"Sudah takdir Ga. Biar kita makin dewasa dan bisa ngerasain kalau pasangan kita gak ada kayak gimana. BIar bisa menghargai pasangan," ucap Duta yang semakin bijak dan pasrah.
"Ta ... Lukas meninggal. Tadi kita lihat penguburannya," ucap Andrew memberi tahu.
"Kasihan ya? Nasibnya begitu tragis," ucap Duta pelan.
Semua teman -teman Duta, ikut menyemangati Duta agar lebih sabar. Sebelum berpamitan pulang, semua teman -temannya terus meyakinkan Duta, bahwa Yumna pasti sembuh.
***
Beberapa hari kemudian. Luka di kepala Yumna sudah mengering. Perban di kepalanya bisa di lepas tapi ingatannya belum juga pulih.
Dokter menyarankan Duta untuk membawa Yumna ke tempat yang indah atau menjadi tujuan liburan sekaligus honeymoon.
__ADS_1
"Tapi pasti sulit dok. Saya akan kesulitan bila Yumna memberontak anntinya. Klau Ymna berada disini, di saat dia sedang kacau ada yang membantu mendiamkannya," ucap Duta seperti ingin menyerah.
"Kamu jangan berpikir hal yang buruk. Tapi progres lah untuk kesembuhan Yumna. Tentu kamu akan tahu, apa yang harsu kamu lakukan, karena kamu suaminya," ucap dokter itu memberitahu.
"Ohh ya satu hal lagi. Kamu akan segera menjadi Ayah. Ingat jangan paksa Yumna untuk mengingat sesuatu. Tapi buatlah dia mengenang dan akhirnya mengingat sesuatu dengan sendirinya," ucap dokter itu kembali memberitahu pada Duta.
"Apa? Maksud dokter? Yumna hamil?" tanay Duta tak percaya.
"Iya Yumna positif hamil. Ini dua hal yang harus kamu perhatikan. Ibu hamil akan cenderung sensitif, tidak hanya itu saja, moodnya juga akan berubah karena hormon Ibu hamil juga naik turun. Saya harap kamu benar -benar harus ekstra sabar. Sabar menghadapi amnesia Yumna dan sabar menghadapi kondisi Yumna yang sedang hamil," ucap dokter itu sambil tersenyum.
Dokter itu pergi meninggalkan Duta dan Yumna berdua saja di kamar. Sudah beberapa hari, progres Yumna tidak ada.
"Iya sayang," jawab Duta yang kemudian menghampiri Yumna.
"Kakak namanya Kak Duta kan?" tanya Yumna tiba -tiba.
Duta mengangguk senang dan menjaawab, "Betul sekali. Kamu mulai ingat aku, Na?"
Yumna mengangguk kecil dan tersenyum.
__ADS_1
"Ingat. Kakak kan Ketua BEM di Kmapus Yumna. Cowok idaman semua mahasiswi di kampus. Ternyata benar, Kakak itu tampan sekali. Pasti yang jadi pacar Kakak tentu bangga seklai, punya pacar ganteng, pintar dan hebat," puji Yumna denag wajah berbinar menatap Duta.
Duta sendiri malah nampak murung dan tak bersemangat.
"Kamu mau jadi pacar Kakak?" tanya Duta tiba -tiba semakin konyol.
"Kakak nembak Yumna?" tanya Yumna tersenyum senang.
"Iya. Yumna mau jadi pacar Kakak?" tanya Duta kembali.
"Mau, Kak," jawab Yumna antusias.
Yumna semakin senang dan emlebarkan senyumnya.
"Kakak boelh peluk kamu? Ini tanda kita sudah pacaran," pinta Duta lirih.
"Boleh Kak," jawab Yumna senang dan emrentangkan kedua tangannya.
Duta memeluk Yumna erat sekali dan mengusap punggung Yumna denagn lembut. Sesekali bibirnya mengecup pucuk keplaa Yuman dengan penuh kasih sayang. Tak terasa air mata Duta menetes emmbasahi pipinya. Kenapa semua berakhir begini. Kenapa ia harus mengulang lagi seperti dulu. Semoga cara ini lebih ampuh bisa membuat Yumna ingat siapa Duta sebenarnya.
__ADS_1