
Duta baru saja melakukan panggilan video call bersama keluarganya, keluarga Yumna dan keluarga Yuri. Duta menjelaskan duduk perkara sebenarnya selama ini. Tapi yang menjadi masalah Duta dan timnya belum menemukan masalah apa sebenarnya yang menjadi titik munculnya masalah pelik ini, akar masalahnya belum terlihat.
Keluarga Yuri tentu yang paling berontak karena menganggap apa yang di alami anaknya smeua karena Yumna dan keluarganya dan hampir saja, acara pertunangan Kak Daffa dan Yuri di batalkan dari pihak keluarga Yuri yang merasa kecewa dan sakit hati. Keluarga Yuri menuntut keluarga Yumna untuk mencari keberadaan Yuri dan harus di temukan dalam keadaan selamat, hidup serta baik -baik saja.
Duta menjelaskan secara detail kenapa masalah ini bisa terjadi, ada beberapa kemungkinan yang masuk akal yang di jadikan sumber masalah semuanya.
Untung saja, teman -teman Duta smeua kompak dan menjelaskan semuanya tanpa ada kebohongan dan tidak di tutupi.
"Ta ... Kita akan lapor polisi soal penembakan itu. Selama itu kamu jangan keluar dari persembunyian kamu. Kak Jone dan Kak Daffa akan tetap bantu mencari informasi sebenarnya," tegas kak Daffa pada Duta.
"Makasih ya Kak. Yumna juga sedang istirahat. Duta gak mau ini jadi beban pikiran Yumna. Jadi tolong, jangan ada yang beritahu Yumna," tegas Duta pada semua Kakaknya.
"Itu bisa di atur Ta. Kamu santai aja ya. Kita pasti bantu kamu. Asal kita kompak dan bisa bekerja sama," ucap kak Jone memberi mandat agar Duta tetap tenang dan tidak terpancing dengan hal -hal kecil yang baru muncul.
Sudah biasa, sebagai aktivis kampus seperti Duta memiliki sifat pemberani, dan tegas serta tidak gentar.
"Terima kasih atas dukungannya Kak. Duta gak bisa bicara apa -apa lagi. Karena semua ini di luar dugaan," ucap Duta kepada Dafa dan Jone.
"Sudah ya Ta. Kamu istirahat dulu. Kita buat rencana besok lagi, biar kita sama -sama berpikir," ucap Kak Dafa memberikan solusi.
"Ya Kak. Duta tunggu kabar baiknya untuk masalah ini," ucap Duta menyetujui solusi yang di berikan oleh kak Daffa.
Sambungan telepon secara video call di putus oleh Duta dan kembali duduk bersama teman -temannya. Bukti yang sudah di kumpulkan ini belum juga mengacu satu nama. Siapa dalang dari semua bencana permasalahan ini. Apalagi mereka tak bisa lagi keluar dari apartemen untuk mengumpulkan bukti -bukti lain dari luar.
"Ta ... kayaknya kita mesti berpencar deh. Kita gak mungkin berda di tempat ini terus. Mau sampai kapan? Itu alasan pertama, karena kita tidak ada pergerakan sama sekali. Lalu, Kalau begini terus kita juga gak akan tahu, bagaimana perkembangan masalah ini. Mereka akan bersorak dengan hilangnya kita. Malahan seharusnya kita mencari orang lain untuk mendukung misi kita ini," tegas Kahfi ikut memberikan sedikit solusi.
"Gue setuju sama pemikiran loe, Fi. Kita mending sekarang menyusun rencana dan strategi baru serta membuat ancang -ancang dan rencana lain, bila ada satu rencana yang gagal. Intinya kita berjuang untuk kampus, agar kampus kita bisa berjalan normal seperti biasa. Jangan sampai ada mafia -mafian baru yang muncul sebagai penyusup dalam kampus dan akhirnya ingin menghancurkan kampusnya sendiri," tegas Duta yang mulai bisa membaca persoalan ini.
Intinya, Permasalahn ini di mulai karena tanah yang di pakai Kampus dulu adalah tanah hibah dari seorang saudagar kaya raya. Semakin kesini, kampus ini semakin banyak di cari orang karena banyak sekali orang yang mengakui bahwa tanah ini adalah tanah milik mereka, karena mereke merupakan keturunan asli dari saudagar kaya itu. Dari situlah, ada beberpa masalah muncul dari berbagai versi dan di tambha dengan kemunculan masalah lain yang ingin mengambil keuntungan dari persoalan tanah ini.
__ADS_1
Salah satunya adalah papahnya Alice sekaligus dosen senior di kampus situ. Awalnya ia tidak tahu soal asal usul tanah itu. Setelah ia mengetahui, ia mencari tahu seluk beluk dan silsilahnya lalu di sangkut pautkan dengan keluarga besranya yang memiliki kasta terbaik di kota itu. Papah Alice adalah pria yang haus akan kekayaan dan jabatan.
Kedua, Profesor yang selama ini bersama Duta. Profesor ini memang senior juga di kampus Duta. Tak hanya itu, sepak terjangnya sebagai profesor sudah di akui oleh banayk negara di dunia pendidikan. Tapi sayang, Profesor ini hidupnya masih di setir oleh seseorang yang mengetahui aib besarnya. ADa seseorang yang meneror dan bahkan mengancam Profesor jika tidak mau melakukan misi tersebut.
Ketiga, antek -antek paling bawah adalah anak -anak kampus yang memiliki potensi dan berjiwa sebagai pemimpin. Yoshua, si ambisius yang tak mau terkalahkan oleh siapapun, palin cocok berada di garda terdepan, lalu Alice, si cantik paling penurut dan keras kepala, ia bahkan tidak sadar dalam hidupnya ada yang mengendalikannya, hingga Atika, wanita sok berani yang menjadi asas manfaat saja bagi sosok misterius yang ingin menghancurkan kampus itu.
Caranya sungguh licik, ia masuk ke dalam dunia perkampusan dan mulai memecah belah satu per satu dengan mengadu domba dan memberikan kepalsuan janji.
Keempat, Bima dan Edo, lelaki yang ingin menjadi idola kampus dengan iming -iming kekuasaan sudah cukup bisa di atur dari jarak jauh.
Semua ini berkaitan. Sosok misterius kampus sekaligus bos besar yang memang mulai menunjukka taringnya untuk di kenal banyak orang. Jiwa kepemimpinan yang berani dan tidak mau basa -basi apalagi bermain -main. Pasukannya di namakan pasukan berani mati.
***
Duta dan Kahfi sudah membagi tugas. Satu tim terdiri dari dua orang dan keluar dari pintu belakang melalui tangga darurat lalu mencari informasi.
Kahfi dan Omesh menjadi satu tim. Ariel dan Ega juga sati tim. lalu Andrew akan jalan sendiri.
Apartemen Duta sudah mulai kondusif dan semua peliput berita sudah pergi. Mobil ambulance juga sudah tidak terlihat di parkiran, bahkan mobil polisi juga sudah tak nampak lagi wujudnya di sana. Tiba -tiba saja mereka menghilang dan berita itu hilang dari peredaran seperti tidak pernah terjadi apapun di adalam apartmen itu.
***
Satu anak buah berlari tunggang langgang menuju markas untuk memberi tahukan kabar penting bagi bos besarnya.
"Bos!! Ada kabar buruk. Gedung tua itu di serang sekelompok orang," ucap anak buah itu dengan terbata karena ketakutan. Tentu bos besar itu akan marah besar jika gedung tua yang ia sembunyikan itu bisa di ketahui orang. Itu tandanya ada yang berkhianat dan emmebri tahukan tempat itu.
Tangan kanan bos besar itu meremas keras gelas yang ada di tangannya hingga pecah dan hancur lebur. Tapi, bos besar itu ettap terlihat tenang dan seolaah tida ada hal yang terjaadi.
"Kenapa sekalian tidak kalian bom!! Biar mati semua dan tidak ada jejak. Kalian itu punya otak untuk apa? Hanya di pakai pajangan tanpa di pakai untuk berpikir? Percuma bertahun -tahun ikut bersamaku jika, hal kecil begini saja, kalian tak becus mengurusnya," tegas bos besar itu langsung berdiri dana pergi dari ruangan itu lalu masuk ke dalam ruangan pribadinya.
__ADS_1
Bos besar itu menutup pintu besinya dan membuka masker lalu melepas topi dan jasnya.
"Aku benci!! Aku benci dnegan semua ini!! Aku suka melihat kalian terpuruk dan menangisi seustua yang hilang dan itu merupakan kesayangan mereka," ucap bos besar itu tertawa keras di dalam ruangan itu.
***
Suasana di gedung tua itu ricuh. Dafa dan Jone berhasil mencari tahu keberadaan Yuri melalui Ferdi. Kahfi dan Omesh berada di tempat TKP untuk menyelamatkan Yuri setelah tempat itu kepung oleh polisi.
Yuri di sekap di ruangan gelap, dingi dan sunyi, sesuai dengan apa yang di ucapkan Yumna, lalu Yuri di bawa ke rumah sakit untuk di rawat. Cukup parah, dan Yuri mengalami dehidrasi akut. dafa dan Jone datang ke kota dimana mereka di lahirkan untuk ikut menyelamatkan kampus mereka sebagai alumni.
Saat ini Yuri mendapat perawatan khusus dan di jaga ketat oleh polisi di depannya. Tidak akan ada yang boleh masuk termasuk suster dan dokter., kecuali hanya satu suster dan satu dokter yang benar -benar mengurus Yuri sejka awal.
Gedung tua itu mulai di kosongkan dan polisi menemukan seorang mayat yang sudah membusuk dengan tubuh polos tanpa pakai pakaian.
***
Andrew berada di kampus dan menunggu di lobby. Misinya dalaha mengikuti profesor, apakah benar berada di gedung apartemen Duta atau itu hanya sebuah tipuan.
Profesor itu sudah masuk lobby dan berjalan menuju lift untuk mengantarkan naik ke lantai tiga menuju ruangannya.
Andrew langsung berdiri dan berjalan menuju anak tangga. Andrew memilih naik dari tangga menuju lantai tiga. Tepat, saat Andrew sampai di lantai tiga, Profesor itu baru saja msuk ke dalam ruangannya. Tidak lama ada seseorang yang masuk kesana, entah siapa dia. Andrew bersembunyi dari balik tembok yang tak terlihat sama sekali.
Hanya beberapa detik saja, orang yang mausk tadi langsung keluar dan terlihat santai sekali allu turun menggunakan anak tangga.
Andrew malah penasaran dengan sosok orang yang tadi masuk ke ruangan porofesor dan mengikutinya.
Tapi, orang tersebut begitu cepat berjalan dan sudah menghilang.
Andrew memelankan langkahnya dan berpura -pura membaca buku. Ia tahu ini adalah sebuah jebakan.
__ADS_1