Duta & Yumna

Duta & Yumna
85


__ADS_3

Duta terkekeh sendiri menyadari kebodohannya. Setidaknya ia menutupi kegugupan dan keraguannya tadi agar Yumna tidak tahu apa yang terjadi sebelum ini.


"Ohhh iya. Ya ampun, Kakak sampai lupa, kalau kita sudah suami istri. Sudah mau punya Duta junior lagi," ucap Duta tersenyum lebar lalu mengecup pipi Yumna dengan cepat membuat Yumna ganti melongo.


"Hah? Apa kata Kakak, tadi? Duta junior? Maksud Kakak? Yumna lagi hamil?" tanya Yumna mencari kebenaran di mata Duta.


"Iya. Kamu lupa? Kamu yang kasih tahu Kakak, kalau kamu sedang mengandung. Kalau kamu lupa, kita bisa tes kembali," ucap Duta berusaha membuat Yumna yakin dan percaya tanpa membuat Yumna tersinggung. Duta agak trauma jika ucapannya malah membuat Yumna berpikir yang tidak -tidak.


"Boleh juga. Nanti kita tes di rumah. Ohh ya. Bunda Sinta, Bunda Gita dan Ayah sudah menunggu kita," ucap Yumna pelan.


"Menunggu? Menunggu dimana?" tanya Duta mencari -cari keberadaan orang tua dan mertuanya.


"Nanti Yumna kasih tahu. Kita sekarang foto dulu yuk, Kak," pinta Yumna pada Duta.


Kedua sejoli ini semakin terlihat mesra dan harmonis hingga membuat iri banayk orang yang di sana. Yumna yang sudah tidak kaku dan terlihat santai berfoto bersama Duta denagn posisi dan berbagai macam pose. Maklum, namanya juga anak muda dan pengantin baru. Tentu keduanya mau yang terbaik.


"Sayang ... Kamu habis nangis?" tanya Duta lembut sambil mengusap sisa air mata Yumna yang sudah mengering di bawah mata Yumna.


"Ekhemm ... Gak. Itu tadi, Kak," ucap Yumna lirih sambil menghapus air mata kering itu yang tak terlihat dengan kedua matanya.

__ADS_1


"Sini, Kakak bersihkan," ucap Duta pelan.


Yumna terdiam dan menikmati sentuhan Duta. Tangan lembut Duta yang halus menyentuh kulit mulus Yuman terasa begitu geli.


"Lain kali, gak usah nangis. Kalau nangis kamu kelihatan jelek," ucap Duta terkekeh.


"Ihhh ... Masa istrinya sendiri di bilang jelek," cicit Yumna tertawa sendiri.


"Bukan jelek, sayang. Ini kan kalau setelah menangis, wajah kamu terlihat sayu, dan cemberut, begini bikin jelek. Padahal aslinya cantik banget dan bahkan sangat cantik. Kamu gak bosen?" tanya Duta pada Yumna.


"Bosen apa?" tanya Yumna lembut.


"Kamu gak bosen selalu terlihat cantik setiap hari? Bikin Kakak selalu jatuh cinta tahu," ucap Duta terkekeh.


Duta menggenggam tangan Yumna dan membawa Yumna segera pergi dari halaman kampus menuju tempat yang di sudah di pesan oleh kedua orang tuanya untuk merayakan hari bahagia Duta.


***


Malam ini, Duta dan Yumna menginap di rumah orang tua Duta. Yumna sdeang duduk di tepi ranjang sambil menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Na? Kok kelihatan cemas dan takut?" tanya Duta lembut dan ikut duduk di samping Yumna sambil merangkul bahu Yumna.


"Hemmm ... Yumna takut Kak. Takut setelah test ternyata Yumna gak hamil. Yumna sendiri kayak belum pernah melakukan tes kehamilan," uccap Yumna berusaha mengingat.


"Kita buktikan. Bawa alat tes itu dan wadah untuk urine kamu. KIta tunggu hasilnya ya. Apapun hasilnya, kita terima," ucap Duta pada Yumna.


"Iya Kak," jawab Yumna sedikit ragu.


Di dalam kamar mandi, Yumna menatap dirinya di depan cermin wastafel lalu membuka kaosnya dan melihat perutnya yang masih rata. Alagkah senangnya jika kehamilan itu benar adanya. Mungkin Yumna memang harus cuti kuliah atau pindah kuliah dan tetap ikut bersama Duta. Itu akan lebih baik. Dibandingkan ia harus terus berpisah dengan suaminya hingga waktu yang tak bisa di tentukan.


"Sayang!! Kamu gak lagi tidur kan? Kok lama banget di kamar mandinya?" panggil Duta mulai cemas. Sudah sepuliuh menit tapi Yumna tak juga keluar dari kamar mandi.


"Ekhhemmm ... Iya Kak. Ini lagi lepas celana," ucap Yumna bergegas ke arah toilet untuk menampung uruinenya.


"Kamu gak lupa gimana cara melepas celana kan?" ucap Duta dari balik pintu kamar mandi.


"Hah? Masa iya lupa cuma nurunin dan lepas celana? Kak Duta apaan sih," ucap Yumna kesal.


"Ya ... Kirain lupa. Klaau lupa sini Kakak bantuin lepas celananya," ucap Duta terkekeh sendiri membayangkannya.

__ADS_1


"Apaan sih!! Ada juga malah di obok -obok Yumnanya," ucap Yumna sambil emmasukkan alat tes ke dalam wadah tersebut.


"Apa di obok -obok? Emang kolam ikan?" tawa Duta terpingkal -pingkal di depan kamar mandi.


__ADS_2