
Yumna sudah berada di dlaam kamar mandi. Wajahnya tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin wastafel. Rasanya seperti dejavu, tapi memang ini yang sedang terjadi.
Rasanya seperti di awan -awan yang penuh semilir angin dan bunga yang harum. Seindah itu? Jangan sampai ini semua menghilang lagi seperti kapas yang terbang bersama angin.
Ceklek ...
Yumna keluar dari kamar mandi setelah selesai urusannya di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Duta sudah tertidur, kedua matanya sudah terpejam rapat, dan terdengar suara dengkuran halus dari mulutnya yang sedikit terbuka. Yumna berjalan menghampiri ranjang peraduan mereka. Tubuhnya sudah tertutup oleh piyama tipis dan duduk di tepi ranjang.
Tangan Yumna langsung terulur mengusap kepala Duta. Lelaki hebat yang menjadi cinta pertamanya sekaligus cinta terakhirnya ternyata adalah cinta sejatinya. jari jemari Yumna terus berjalan di kulit kepala Duta, merapikan rambut ikal yang sangat wangi dan terawat itu. Duta sejak dulu memang selalu rapi, bersih dan terawat. Mungkin karena Duta juga seorang yang terkenal jadi penampilan tentu menjadi hal yang nomor satu.
Menikmati wajah Duta yang pulas tertidur adalah hal yang paling sulit di temui. Karena biasanya Yumna yang selalu tertidur lebih dulu dalam dekapan Duta. Sejak menikah dan pindah ke apartemen, Yumna meninggalkan kebiasaan lamanya di rumah. Mulai dari tidur harus dengan semua bantal karakternya dan tubuhnya tertutup dengan selimut bulu tipis. Tubuh Yumna juga harus mendekap erat guling kesayangannya hingga pagi.
Setelah menikah semua berbeda, Yumna lebih nyaman dan cepat tertidur bila berada di dekapan Duta. Mencintai lelaki yang hebat dan akhirnya bisa memilikinya itu adalah hal yang membanggakan. Yumna mengecup pipi Duta dan terakhir bibir tebal Duta juga tak luput dari kecupan Yumna.
Saat Yumna menjauhkan wajahnya, saat itu juga kedua mata Duta terbuka dan menatap Yumna. Tangan Duta terus memeluk tubuh Yumna yang setengah berada di atas Duta.
"Kok ambil langkah seribu? Tanpa ancang -ancang? Mau senang sendiri? Hemmm ...," ucap Duta lembut sambil menggigiti bibir Yumna yang sengaja Duta tarik tengkuknya agar wajah Yumna kembali mendekat ke arahnya.
"Kak ... Yumna cuma," ucapan Yumna langsung terhenti. Duta langsung mencium bibir mungil Yumna dan ******* dengan lembut. Yumna mulai terbuai lagi dengan suasana mesar dan romantis itu. Duta menarik tubuh Yumna agar tubuh Yumna seluruhnya berada di kasur dan tepat berada di atas Duta.
"Kak ...," desis Yumna pelan meracau.
Duta menatap Yumna yang juga menatap dirinya. Yumna hanay diam dan membiarkan Duta melakukan apapun yang lelaki itu suka. Yumna hanya menikmati itu semua dengan perasaan bahagia.
__ADS_1
"Jadi kan bikin Duta junior?" bisik Duta dengan sangat lembut.
"Kak Duta sudah siap?" tanya Yumna kembali.
"Siap. Kita akan mengurus, merawat dan mendidiknya bersama -sama. Kamu siap Na?" tanya Duta lirih.
"Kalau Kak Duta siap, Yumna juga siap," ucap Yumna lirih sambil melebarkan senyumnya.
Yumna masih berada di atas tubuh Duta yang masih polos dan hanya tertutup selimut saja. Duta merapikan anak rambut Yumna yang turun menutupi wajah cantik itu.
"Masih terasa aneh ya? Karena kita terlalu lama berpisah," ucap Duta pelan.
"Yumna cuma masih gak percaya kalau kak Duta sekarang ada bersama Yumna," jawab Yumna lirih.
"Sekali lagi boleh?" tanya Duta lembut.
Malam ini adalah malamnya mereka berdua. Tidak ada yang bisa memisahkan keduanya lagi. Cinta mereka terlalu kuat satu sama lain.
***
"Kamu!! Kamu sengaja menghancurkan impian aku, Asmah!!" teriak Lukas dengan tatapan penuh kebencian ke arah Asmah.
"Kalau ingin cerai. Dari sekarang ceraikan aku, Lukas!! Aku tidak mau berada di sisi orang yang tidak bisa melupakan masa lalu yang di buatnya sendiri," ucap Asmah ketus.
"Tahu apa kamu soal masa lalu, Asmah!! Sini berkasnya biar aku tanda tangani," ucap Lukas lantang.
__ADS_1
"Ini!!" jawab Asmah menyodorkan berkas untuk mengurus perceraian mereka. Pernikahan seumur jagung karena sebuah perjodohan.
Asmah menatap kertas itu yang telah di ambil Lukas. Asmah sebenarnya tidak ingin bercerai. Asmah hanya menggertak Luaks, tapi Lukas memang ingin mereka bercerai.
"Aku lebih baik melepaskan kamu, dan memaksa Yumna untuk mau menikah denganku sebelum Duta kembali. Ini surat cerainya sudah ku tanda tangani, kita resmi bercerai," ucap Lukas tegas sambil melempar kertas itu.
"Oke. Aku pergi dari rumah ini. Satu hal lagi yang perlu aku beri tahu padamu. Duta sudah kembali ke Indonesia dengan kedua mata yang telah normal," ucap Asmah membuat Lukas tertegun.
Asmah mengambil tasnya lalu pergi dari tempat tinggal Lukas.
Apa yang membuat Lukas tak mengetahui informasi yang terakhir ini. Siapa yang memberikan kedua mata itu, bukankah aku sudah mencabut donor mata itu. Lalu siapa? Brengsek sekali!! umpat Lukas sambil memukul kepalan tangannya di dinding rumahnya.
***
Bunda Gita dan suaminya mendatangi rumah Bunda Sinta di Bali.
"Gimana? Mereka sudah bertemu?" tanya Bunda Sinta penasaran.
"Sudah sepertinya. Berarti, rencana kita sukses membuat Yumna terkejut soal Duta. Lalu, soal Bima? Itu siapa? Bisa -bisanya bertindak bodoh," ucap Bunda Gita mulai kesal.
"Itu dia. Wakti di beri tahu soal itu, sempat emosi juga. Jadi rencana ulang tahun pernikahan mereka akan di buat kejutan juga?" tanya Bunda Sinta kembali.
"Kami sudah menyiapkan tempat lain untuk mereka sekaligus bisa berbulan madu. Kami sudah tidak sabar menanti cucu," ucap Bunda Gita yang tersenyum penuh harap.
"Apapun rencananya tentu yang terbaik untuk kedua anak kita," ucap Bunda Sinta sumringah.
__ADS_1
Tak sabar menanti hari yang telah di tunggu. hari yang telah mereka persiapkan untuk pasanagn epnagntin baru yang baru saja bertemu kembali setelah beberapa purnama berpisah.