Duta & Yumna

Duta & Yumna
41


__ADS_3

Pagi ini, Duta akan mengantarkan Yumna ke kampus dan menunggu gadisnya hingga selesai kuliah sambil bertemu dengan dosen pembimbing Duta, untuk mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingannya selama ini hingga Duta bisa menyelesaiakn kuliahnya dengan cepat.


"Kakak mau ketemu profesor?" tanya Yumna lembut.


"Iya. Kan sekalian nungguin kesayangan selesai kuliah. Katanya mau makan es krim di tempat viral?" ucap Duta mengingatkan.


"Hu um. Inget aja deh, Makin sayang ini Yumna sama Kak Duta," ucap Yumna manja.


"Harus sayang dong. Nanti Kakak nangis lho kalaau gak disayang," cicit Duta makin terdengar manja.


"Ihh ... Kak Duta lebay banget sih," ucap Yumna bergidik geli mendengarnya.


"Kan manjanya sama istri sendiri, Gak masalah dong," ucap Duta membela diri sambil mengacak rambut Yumna hingga berantakan di bagian atasnya.


"Uhhh ... kak Duta, jadi berantakan kan," ucap Yumna sambil merengut kesal. Lihat saja, rambut panjang yang sudah disisir halus malah di berantakin sia -sia.


"Tinggal sisiran lagi, sayang. Gitu kok repot sih?" ucap Duta lembut. Namun sayang, Yumna masih kesal dan malas menjawab ucapan Duta.


Yumna menatap dirinya dari cermin yang ia bawa dari rumah, lalu membenarkan letak belahan rambutnya yang berantakan.

__ADS_1


"Sudah cantik, sayang," ucap Duta lembut sambil melirik ke arah Yumna.


"Bodo amat," ucap Yumna masih kesal.


"Gak boleh ngomong ketus gitu sama suami. Nanti dosa besar, gak dapat pahala masuk surga," cicit Duta menasehati.


"Lagian. Kak Duta iseng bangeet jadi orang. Kan kesel," ucap Yumna lirih.


"Minta maaf sama suami," titah Duta mengulum senyum.


"Harus minta maaf? Minta maafnya gimana? Malu ih. Maafin Yumna ya, Kak," ucap Yumna tulus.


Yumna tak berani menatap Duta dan menarik tangan Duta yang masih memegang setir mobil. Dengan cepat Yumna langsung mencium punggung tangan Duta.


"Gitu aja?" ucap Duta kemudian.


Yumna mengangkat wajahnya dan emnatap lekat ke arah Duta.


"Kan tadi udah minta maaf. Di suruh cium tangan, juga sudah. Terus apalagi dong?" ucap Yumna pasrah.

__ADS_1


"Ini belum. Nanti ngiri lho," ucap Duta mengulum senyum dengan menunjukkan pipi kirinya dengan telunjuk kirinya.


"Itu pipi? Maksudnya minta di cubit gemes?" goda Yumna dengan wajah serius.


"Kok di cubit sih. Dicium dong, Sayang. Masa tampan gini di cubit -cubit. Ini suami lho, bukan dedek bayi," ucap Duta menjulurkan lidahnya pada Yumna.


"Terus? Begini maksudnya," ucap Yumna yang ingin mencium pipi Duta spontan. Tapi, Yumna kalah cepat, Duta berhasil tepat memalingkan wajahnya dan kini bibir mereka saling mengecup dan spontan membuat Yumna keki.


"Arghh ... Kak Duta," teriak Yumna makin kesal digoda oleh Duta. Yumna menggigit bibirnya. Rasanya tuh, kayak balik ke pacaran lagi. Ada getar- getar dan rasa yang WAHH aja di hati.


"Deg -degna ya? Kayak anak ABG masih perawan aja," goda Duta terus menerus.


"Nyebelin ih. Awas!!" teriak Yumna keras dan Duta langsung menginjak rem mobilnya. Untung saja tepat waktu dan tatapan tajam orang yang berada di luar jelas berkilat menatap ke arah Yumna dan Duta.


Kedua mata Yumna membola, lalu menoleh ke arah Duta yang terlihat santai dan seolah tak peduli dan tidak menghiraukan tatapan yang berupa ancaman.


Duta melirik ke arah Yumna yang terlihat cemas.lalu memegang dadanya.


"Kamu kenapa, Na?" tanya Duta lembut.

__ADS_1


Yumna hanya menggelengkan kepalanya pelan.


__ADS_2