
Yumna tak menemukan apapun dan kembali ke terminal kampus lalu duduk sambil beristirahat. Akhir -akhir ini, tubuh Yumna terasa lemah sekali.
Untuk menghilangkan perasaan gundah gulana Yumna. Siang ini, Yumna memilih pergi mencari beberapa buku sebagai referensi untuk membuat sketsa dan maket. Yumna harus lebih serius belajar dan tetap fokus pada kuliahnya agar tidak terbengkalai. Selain itu, Yumna juga tetap harus menunjukkan bahwa Yumna bisa di banggakan juga.
Langkah kakinya terhenti pada satu rak buku yang berisi tentang hal -hal yang berakitan dnegan arsitektur. Yumna memilih beberapa buku pendukung untuk mengerjakan beberapa tugas yang akan di kumpulkan saat ujian akhir semester.
"Haiii ... Siang, Kamu Yumna kan?" tanya seorang gadis yang berdiri tepat di samping Yumna dan menatap Yumna dari arah samping.
Yumna langsung menoleh ke arah asal suara yang ada disampingnya.
"Ya, Saya Yumna. Kamu siapa?" tanya Yumna dengan tatapan lekat sekali. Yumna melihat gadis yang ada di sampingnya, seperti pernah melihat gadis tersebut tapi dimana? Yumna lupa.
"Boleh kita bicara? Kalau ada waktu, kita bicara di tempat lain," pinta gadsi itu dengan pandangan memohon.
"Soal apa? Dan siapa kamu sebenarnya?" tanya Yumna ketus.
__ADS_1
"Soal Duta," ucap gadis itu tegas dan lantang.
Yumna menatap tajam ke arah gadis itu dan tersenyum kecut. Yumna baru ingat, perempuan itu adalah perempuan yang ada di galeri foto ponsel milik Lukas. Gadis yang tersenyum bahagia memeluk Duta.
"Kak Duta? Siapa kamu sebenarnya?" tanya Yumna dengan nada suara sedikit meninggi.
"Bisa atau tidak? Kalau bisa kita cari tempat. Tempat umum ini gak aman untuk kita berdua membicarakan hal yang penting," ungkap gadis itu jujur.
"Ke restaurant? Atau ke taman?" tanya Yumna memberikan pilihan pada gadis itu.
Gadis itu memkai hodie panjang berwarna hitam dengan topi dan kaca mata hitam, malah mirip seperti mafia yang sedang menyamar. Tanpa menunggu jawaban Yumna, gadis itu langsung pergi keluar dari toko buku itu.
Yumna hanya menatap aneh pada gadis yang baru saj emnemuinya dan menatap ek seluruh ruangan toko buku ini. Apa ada hal yang mencurigakan? Lalu siapa gadis itu sebenarnya? Apa hubungannya dengan Kak Duta, suaminya?
Yumna langsung mengambil beberapa buku pendukung dan membawanya ke kasir. Rasa penasarannya semakin membuncah lalu menaiki tangga eskalator menuju lantai tiga dan mencari tempat makan yang di maksud.
__ADS_1
-Restaurant Jepang-
"Yumna!!" panggil gadis itu yang duduk di dekat tembok besar. Sepertinya gadis itu emmang sengaja mencari tempat yang agak tersembunyi.
Yumna berjalan menghampiri gadis itu dan duduk di di depan gadis itu.
"Akhirnya datang juga. Kenalkan namaku Asma," ucaap Asma dengan senyum sumringah karena bisa menemui Yumna.
"Asma? Jadi apa hubungan kamu dengan Kak Duta, suami Yumna?" tanya yumna langsung to the pointa tanpa ada basa basi lagi.
"Pesan makan dulu, biar ngobrolnya enak," titah Asma pada Yumna.
"Kalau kamu gak mau cerita ya sudah. gak usah berbelit -belit," ucap Yumna ketus. Yumna sudah bangkit berdiri dan akan meninggalkan Asma yang melongo dengan keberanian Yumna.
Asma ikut berdiri dan bicara lantang, "Aku istrinya Lukas," suara Asma begitu terdengar bergetar hingga langkah kaki Yumna terhenti.
__ADS_1
Ucapan Asma membuat Yumna lega sekaligus makin penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi? lalu foto itu?