
Yumna tak merespon apapun, hanya diam membeku berdiri di tempat ia menghentikan langkahnya.
"Apa perlu aku tunjukkan, foto pernikahan aku dengan Lukas?" ucap Asma mencoba membuat Yumna percaya.
"Kamu siapanya Lukas, Yumna sama sekali gak peduli. Yumna hanya peduli, kenapa ada foto kamu berpelukan dengan Kak Duta, yang jelas- jelas itu suami Yumna!" tegas Yumna pada Asma tanpa menoleh ke arah Asma.
"Makanya kita duduk dan bicara. Lukas sahabatmu? Benar bukan? Lukas selalu ada untuk kamu? Benar?" tanya Asma dengan suara bergetar.
Perlahan tapi pasti, Yumna menganggukkan kepalanya pelan.
"Yumna minta maaf kalau kamu cemburu soal Lukas. Tapi, bisa Yumna pastikan, kalau Yumna tidak pernah ada hubungan apapun selain emnjadi teman atau sahabat saja. Yumna bisa datengin Yuri, sahabat Yumna yang mungkin tahu persis sampai dimana kedekatan Yumna dengan Lukas. Bahkan tadi, Lukas mendatangi Yumna ke kampus dan meminta untuk ...," ucap Yumna terhenti. Kenapa semuanya menjadi serumit ini sih, batin Yumna makin membuatnay sedih.
"Untuk berpisah dari Duta? Gitu kan? Pasti benar tebakan aku," ucap Asma sinis dan duduk kembali di tempat duduknya.
Yumna menelan salivanya dalam. Yumna mengalah dan membalikkan tubuhnya lalu berjalan menuju meja yang telah di pesan Asma.
__ADS_1
"Kalau kamu, istri Lukas, seharusnya kamu bisa menjaga Lukas untuk tidak menemui Yumna lagi. Yumna telah memiliki suami, dan sampai kapanpun Yumna tidak akan melepaskan Kak Duta, sampai maut yang memisahkan kita," ucap Yumna lirih.
Asma mengangkat wajahnya lalu tersenyum pada Yumna.
"Sebelum kamu menasehati aku, cara itu sudah aku lakukan, Yumna. Sampai hari itu kita berdebat hebat, dan Lukas tetap emnginginkan pulang ke Indonesia, dan menolak pernikahan yang telah terjadi. Soal Duta? Kamu tentu di perlihatkan sebuah foto? Foto ini bukan?" tanya Asma pada Yumna.
Yumna menatap Asma dan kedua matanya berpindah menatap foto yang muncul di layar ponsel milik Asma.
"Iya, Benar sekali. Itu fotonya," jawab Yumna membenarkan.
Yumna menatap Asma tak percaya dengan mulut sedikit membuka.
"Mak -maksudmu apa Asma? Kak Duta sudah sembuh? Kak Duta sudah bisa melihat?" tanya Yumna masih tak percaya. Entah harus bersikap senang atau sedih saat ini. ang jelas, Yumna senang mendengarnya sekaligus sedih karenna tak tega melihat Asma yang langsung berkaca -kaca.
Asma meletakkan ponselnya dan menarik tangan Yumna. Digenggam erat tangan Yumna, seolah Asma sedang meminta kekuatan agar ia kuat dan tegar.
__ADS_1
"Lukas adalah pasien ibu angkatku. Beliau adalah dokter hebat. Tidak hanya menyembuhkan Lukas tapi juga menjembatani hubungan Lukas dengan Papahnya yang sempat ada kesalah pahaman. Saat itu, Papah Lukas sakit -sakitan, dan Ibu angkatku ijin untuk menjenguk Papah Lukas, dan membawa Papah Luaks ke Jepang untuk sekalian berobat bersama. Dalam perjalanan terakhir menuju rumah sakit, mobil yang di tumpangi ibu angkatku dan Papah Lukas terguling dan keduanya kritis. Sempat siuman dan Papah Lukas menyuruhku untuk menikah dengan Lukas dan memberikan ginjalnya. Sedangkan ibu angkatku memberikan kedua matanya untuk Kak Duta, karena beliau suka dengan semangat Kak Duta yang tak pernah luntur," ucap Asma menjelaskan duduk perkaranya.
"Lalu? Keduanya?" tanya Yumna penasaran.
"Keduanya meninggal di waktu yang bersamaan setelah mendonorkan mata dan ginjal mereka," ucap Asma lirih.
"Maafkan Yumna, Asma. Yumna telah berburuk sangka pada kamu," ucap Yumna mengusap punggung tangan Asma dengan penuh kasih sayang.
"Bantu aku, Yumna. Agar Lukas bisa menerima aku sebagai istrinya," ucap Asma dengan nada memohon dan memelas.
"Yumna apsti bantu kamu, Asma. Tapi, masalahnya, sampai sekarang Yumna belum bertemu dengan Kak Duta," ucap Yumna pasrah.
"Serius? Mana mungkin? Kak Duta mengirimi aku pesan bahwa ia kaan pulang ke Indonesia untuk menemui kamu, Yumna. Mana mungkin samapai sekarang kalian tak bertemu," ucap Asma bingung. Apa yang terjadi pada Duta? Semenjak itu memang Asma tak pernah menemui Duta dengan alasan menjaga perasaan Lukas. Hubungan Duta dan Asma hanya sebatas dokter dengan apsiennya. Ucapan terima kasih Duta sebesar -besarnya untuk Asma atas kesembuhan Duta menjadi normal kembali.
"Yumna ....," panggil seseorang dari arah belakang.
__ADS_1