Duta & Yumna

Duta & Yumna
122


__ADS_3

Keputusan Yumna tidak bisa di ganggu gugat. Jone, Dafa dan Bunda Sinta sudah mencoba membujuk Yumna untuk memberikan kesempatan pada Duta, tapi Yumna sama sekali tak mau memberikan kesempatan itu dan berusaha menghindari agar apa yang telah ia putuskan tetap kokoh tidak etrgoyahkan.


Dengan berat hati, Bunda Sinta, Dafa dan Jone menyampaikan keputusan Yumna pada Duta yang masih menunggu di rumah Yumna dengan cemas.


"Sorry Ta. Yumna tetep gak mau nagsih kesempatan buat lo. Saran gue, lo harus bisa nunjukkin sama dia semua hal tentang kebenaran dan kejujuran. Cuma itu solusi yang bisa gue kasih. Yumna itu terlalu detail. Dia sangat manja. Menurut gue, sikap Yumna ini sebenarnya suatu pemebrontakana aja. Gue harap lo negrti perasaan adek gue," tegas Dafa pada Duta.


"Betul Ta. Bunda pikir, Kamu harus bisa menerima keputusan ini dulu sementara, biar Yumna juga agak lebih tenang dan rileks. Nanti pelan -pelan kita bantu lagi bicara baik -baik sama Yumna," ucap Bunda Sinta.


"Kok gitu Bun? Yumna lagi hamil lho, Bun. Yumna butuh Duta. NAka yUmna juga butuh Duta," ucap Duta mulai tak bisa menerima kenyataan ini. Duta berusaha sabar. Tapi kalau keputusannya untuk berpisah dan bercerai, Duta sama seklai tak mau menerima.

__ADS_1


"Tapi itu keputusan Yumna, Ta. Lo gak boleh egois, Ta. Yumna juga gak egois kan, waktu dia minta lo pulang tapi lo lebih mentingin pekerjaan lo? Karir arsitek lo? Ada Yumna egois sama lo?" tanay Jone mulai angkat bicara dan terus mengintimidasi Duta.


Duta menggelengkan kepalanya denagn pasrah. Memang Yumna sama seklai tak egois. Yumna hanya kecewa saat itu tapi ia berusaha tidak emmperlihatkan rasa kecewanya yang paling dalam.


Bunda Sinta memeluk Duta denagn erat. Bunda Sinta tahu bagaimana perasaan Duta saat ini. Pasti Duta menyesali semua pebuatannya yang lalu. Duta pasti tidak bisa menerima keputusan Yumna denagn lapang dada, dan Duta tidak bisa memberontak dengan keputusan Yumna yang dia nggapnya konyol.


Terasa anggukan kecil Duta pada bahu Bunda Sinta. Mulai hari ini, Duta benar -benar akan kehilangan kontak dan komunikasi denagn Yumna. Duta hanya bisa menunggu Yumna yang berusaha menghubunginya kembali dan emmintanya kembali lagi. Pertanyaannya? Apakah mungkin terjadi?


***

__ADS_1


Duta kembali ke rumah orang tuanya. Disana hanya ada asisten rumah tangganya yang selalu setia mengurus Duta sejak Duta kecil. Kedua orang tua Duta masih bearda di luar negeri dan masih mengurus bisni disana.


Ayah dan Bundanya memberikan nasihat untuk Duta agar tetap sabar dan tetap tenang menghadapi semuanya. Setiap masalah harus di pikirkan solusinya dengan kepala dingin.


"Kenapa kamu tidak buka usaha sendriri saja? Buka perusahaan dan rerkrut semua teman -teman kamu. Bikin perjanjian kontrak dengan dosen kamu untuk memberikan proyeknya kepada kamu. APa sulitnya untuk kamu, Ta. Kamu itu lelaki hebat dan memiliki potensi besar. Tidak ada yang kurang dari dalam diri kamu, Duta," tegas Ayah Duta memberikan motivasi untuk Duta.


"Tapi Ayah? Duta benar -benar merasa bersalah dan kini merasa kehilangan Yumna. Yumna sedang hamil Ayah," ucap Duta kemudian.


"Terus? Kamu mau apa? Kalau pada kenyataannya Yumna mau mengakhiri semuanya? Kamu bisa apa? Leih baik kamu fokus denagn diri kamu. Fokus denagn usaha yang akan kamu jalani dan tunjukkan bahwa kamu itu selama ini benar. Kamu tidak bersalah speerti yang di tuduhkan dalam jejak digital yang sangat mudah menipu," tegas Ayah Duta mencoba membuat Duta bangkit kembali dari keterpurukannya karena di rundung rasa penyesalan dan rasa bersalah pada Yumna.

__ADS_1


__ADS_2